Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
Keresahan.


__ADS_3

Happy Reading :)


.


.


.


Tampak seorang wanita kisaran berumur 40 tahunan yang sedang memikirkan apa yang tadi terjadi, yang tidak lain adalah Dilara Ibu dari Aisyah.


"Bagaimana ini, sudah lama aku melupakan semuanya, kenapa sekarang kembali lagi pikiran ini. Aku tidak akan membiarkan Aisyah pergi kesana." ucapnya dalam diam.


Dia menengok kearah belakang setelah mendengar pintu kebuka, dan terlihat saat muncul sesorang dari arah pintu tersebut, yang tidak lain adalah suaminya.


"Pah bagaimana ini? kalau sampai Ais kesana takutnya akan bertemu dengan nya." tanya Dilara kepada suaminya dengan cemas.


Suaminya langsung menghampiri sang istri untuk menenangkan nya.


"Mah, Papa juga bingung apa yang harus Papa lakukan." jawabnya Shah dengan bingung.


"Pokoknya kita tidak boleh membiarkan Ais pergi. Mama gak akan pernah membiarkan Ais ke sana, tidak akan."


"Hufttt, Mama tahu kan Ais kalau dia sudah memutuskannya pasti akan keras kepala. Papa juga tidak ingin Ais pergi kesana, tapi dia bersikeras untuk pergi. Mama tahu juga kan, kita bukan lah orangtua yang baik untuknya. Dia bisa merasakan itu Mah, jadi kalau kita tidak mengikuti keinginannya Papa takut Ais akan nekat." Ucap Shah dengan ketakutan yang ada di hatinya, dia sadar apa yang selama ini lakukan kepada anaknya, kurangnya kasih sayang mereka terhadap anaknya, itu sungguh merasa sakit baginya.


"Tapi Pah, Mama takut kalau kejadian yang sudah kita lupakan bertahun-tahun akan datang kembali, hiks." kata Dilara dengan penuh ketakutan dan diiringi isakan.


Shah langsung memeluk istrinya dengan lembut, ia tahu apa yang dirasakan istrinya sekarang, ketakutan yang luar biasa terhadap kota itu, dan itu sama apa yang dia rasakan seperti istrinya sekarang.


"Sudah lah Mah, jangan menangis. Sekarang kita pikirkan dan bicarakan secara baik-baik mengenai ini, hm." ucah Shah dengan ketenangan.


Dilara hanya mengangguk apa yang dikatakan suaminya.

__ADS_1


***********************


Disisi lain Aisyah yang sedang dikamar berfikir keras apa yang terjadi dengan kedua orangtuanya. Dia bingung ada apa dengan orangatuanya saat dia bicara kota Surabaya, kenapa mereka tampak kaget dan histeris saat mendengar aku akan kesana.


"Ah, pokoknya aku akan tetap pergi kesana, walaupun tidak ada izin dari mereka." ucap Aisyah dengan bodo amat. Lalu dia beranjak untuk mempacking apa saja yang akan dibawanya esok lusa untuk ke penelitian.


Setelah selesai mempacking Aisyah langsung berjalan menuju ranjang dan membaringkan tubuh rampingnya di kasur empuk yang mahal itu.


"derrt derttt dertt."


Aisyah kaget lantaran ponselnya berbunyi, siapa yang menelponnya malam-malam begini. Dia raih ponselnya yang ada di meja samping tempat tidurnya. Saat dia lihat siapa yang menelpon dia langsung memegang dadanya lantaran merasakan gemuruh di hatinya. Dia angkat panggilan itu dengan gugup.


"Ha.. Hallo, Assalamu'alaikum." Aisyah mengawali pembicaraan itu di telfon.


"Ya, Wa'alaikumsalam Za." jawab seorang di balik panggilan itu.


"Iya ada apa fran?"


"Kamu belum tidur?" tanyanya kepada Aisyah.


"Iya belum, kalo aku sudah tidur gak bakal lah aku ngangkat telfon kamu, gimana sih." jawab Aisyah sedikit sebal.


"Hehehe, ok maaf."


"Ya ada apa kamu menelfon malam-malam begini?"


"Itu, besok kamu masih berangkat kan ke kampus?" tanya Zafran.


"Iya masih, cuma mau ambil alat yang untuk dibawa ke penelitian." jawab Aisyah santai.


"Apa aku besok boleh jemput kamu di rumah? kebetulan aku juga akan ke kampus besok."

__ADS_1


"Eh? gimana yah."


"Ayo lah Za, kita berangkat bareng."


"Ok lah, tapi jangan kesiangan ya."


"Ok siap bos." ucap Zafran dengan nada canda.


"Heleh, kau ini. Ya sudah aku mau tidur ya sudah malam, dan ingat besok jangan kesiangan jemput aku nya." kekeh Aisyah.


"Hehehe, ok Za, gak bakal kesiangan tenang saja ok."


"Baiklah, ya sudah aku tutup ya panggilannya, Assalamu'alaikum."


"Ok, good night, have a nice dreams beauty, Wa'alaikumussalam." ucap Zafran sedikit menggoda.


"Ooo ok bye." kata Aisyah dengan gugup dan langsung mematikan panggilan tersebut dengan hati yang dag dig dug.


Aisyah kaget karena tiba-tiba Zafran mengatakan itu. Dia tersenyum sendiri dan tangan kanannya memegang dadanya yang bergetar dua kali lebih cepat.


Di sisi lain Zafran tersenyum dengan apa yang diucapkannya tadi, dan mendengar respon Aisyah yang gugup. Dia tidak tahu tiba-tiba saja mengucapkan kalimat itu.


"Aaaakkkkhhh, apa aku gila? hahaha" teriak Zafran dengan terkekeh.


@@@@@$$$$$@@@@@


Chap yang sangat absurd ini, hahaha, tapi tak apa lah, aku suka, wkwk.


Thank's Guys💞


@dinda_mahardhika21

__ADS_1


__ADS_2