
HAPPY READING :)
.
.
.
Sudah hampir satu minggu lamanya, Zafran terus mencari adiknya. Memang dia mungkin bukan adik kandungnya bahkan tidak ada ikatan darah sama sekali. Tetapi dia anak dari Ibu yang sudah membesarkannya sedari bayi, sudah sepantasnya ia membalas apa yang sudah Ibunya lakukan kepada Zafran walau mungkin itu tidak akan pernah bisa sepadan dengan apa yang sudah diberikan oleh Ibunya.
Zafran hampir frustasi karena ingin segera menemukan adiknya itu. Dia berulang-ulang mencari identitasnya di internet bahkan sudah sampai di saluran internasional pun tidak ketemu. Sempat heran kenapa tidak bisa menemukan identitasnya, padahal satu tahun lalu saat ia mencari teman lamanya yang lost contact dengan mudah menemukannya, hanya cuma tahu nama lengkap dan kota asal. Tapi kok saat mencari adiknya ini sangat sulit.
Sarah selama satu minggu itu pun selalu memikirkan dimana ia bisa menemukan putrinya. Ia selalu menunggu kabar baik dari Zafran yang terus mencari lewat online, berharap akan segera mengetahui keberadaan putrinya itu.
Sempat ia berfikir ingin langsung menghubungi Shah, tapi ia tidak tahu juga keberadaannya. Boro-boro tahu keberadaannya, nomor handphone nya saja ia tidak tahu.
" Bun, hasilnya nihil." ucap Zafran yang sudah berada disamping Sarah.
Sarah menghembuskan nafasnya kasar.
" Hufftt, bagaimana lagi kita akan mencarinya?"
" Mungkin kita harus mengetahui keberadaan Ayah nya dan sepertinya itu lebih mudah untuk mengetahuinya." Saran Zafran.
" Hm, bahkan Bunda tidak tahu ia dimana."
" Ya sudah, nanti Zafran akan meminta bantuan teman yang bisa dengan hal begini."
" Hm, Bunda ingin sekali bertemu dengannya." ucap Sarah lesu dengan meneteskan air matanya.
Zafran yang melihat Sarah sedih pun juga merasa demikian. Ia tahu betapa sayang nya Sarah kepada adiknya itu. Sudah jelas dengan ia memberi kasih sayang kepada diri nya, untuk menganggap bahwa dirinya lah anak Sarah.
" Bunda jangan sedih ya. Zafran janji akan menemukan Zaara."
" Bunda tidak tahu harus bagaimana? Bunda merasa menjadi Ibu terburuk yang tidak bisa menjaga anaknya sendiri. Seharusnya dulu Bunda tidak boleh kalah melawan mereka. Tapi Bunda sangat lah lemah, dan membiarkan Zaara dibawa oleh mereka, hiks hiks." tangis Sarah pecah.
" Bunda tidak boleh merasa seperti itu. Bunda adalah Ibu terbaik. Bunda adalah orang yang sangat kuat. Sudah ya Bunda jangan sedih, hapus air mata Bunda hm. Zafran akan terus berusaha mencari keberadaan Zaara." ucap Zafran menenangkan Sarah.
Zafran merasa sakit melihat Sarah menangis. Ia tahu arti tangisan itu. Tangisan seorang Ibu yang merindukan anaknya setelah lama kehilangan.
Dert dert dert. Ponsel Zafran berdering yang mengganggu moment kesedihan mereka.
" Hallo Za." Ucap Zafran setelah mengangkat telefon yang ternyata adalah Aisyah.
" Kamu dimana?" tanya Aisyah dalam telefon.
" Di rumah. Memangnya ada apa?"
" Ya Allah Zafran, kau masih dirumah, dan menanyakan ada apa? Kau ini gimana sih, kan kita ada bimbingan untuk hari ini. Dan katanya kau akan menjemput ku. Sudah lama aku menunggu kau tidak datang juga." omel Aisyah di telefon.
" Astaghfirullah aku lupa Za, baiklah aku akan segera menjemputmu. Tunggu ya, jangan berangkat dulu." kaget Zafran langsung ingat setelah mendengar omelan Aisyah.
" Baiklah, cepat jangan kelamaan, kita sudah sangat terlambat ini. Awas saja kalau lama, aku akan berangkat sendiri." ucap Aisyah masih saja mengomel.
" Iya iya, kau ini cerewet sekali jadi cewe."
" Apa kau bilang? aku buk...."
" Sudah-sudah jangan ngomel mulu, nanti tambah lama jadi nya." ucap Zafran memotong omongan Aisyah.
__ADS_1
" Huh, baiklah, ingat CEPAT." kata Aisyah menekan.
" Ok." ucap Zafran langsung menutup telfon nya.
" Ada apa?" tanya Sarah setelah ia melihat Zafran sangat kaget sewaktu ditelfon Aisyah.
" Itu Bun, Zafran hari ini ada bimbingan bersama Za. Tapi Zafran lupa, padahal sudah janji untuk menjemputnya."
" Ya Allah kau ini. Ya sudah sana cepat kau bersiap, kasihan Ais sudah menunggu kamu."
" Baiklah." ucap Zafran dan langsung ngacir ke kamar.
Setelah bersiap Zafran langsung berpamitan dengan Sarah.
" Zafran berangkat dulu ya Bun."
" Baiklah hati-hati ya, dan salam untuk Ais."
" Ok lah. Assalamu'alaikum." ucap Zafran langsung lari dari hadapan Sarah.
" Wa'alaikumussalam."
Sarah tersenyum geli dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah putranya itu.
*****
Di lain tempat terlihat Shah sedang mengechek berkas-berkas yang diberikan oleh sekretaris nya tadi. Saat sedang berkonsentrasi dengan itu ia diganggu oleh suara ketokan pintu ruangannya.
Tok tok tok
" Silahkan masuk." ucap Shah yang masih saja fokus ke berkas.
Shah yang mendengar suara itu langsung mendongakkan kepalanya. Betapa terkejutnya ia saat melihat siapa yang datang.
" Ada apa kau kemari?" tanya Shah dingin.
" Hmmm, kau tidak sopan dengan tamu."
" Sudah cepat katakan niat mu kemari untuk apa."
" Kau tidak bisa basa basi sekali."
" Aku sibuk, tidak ada waktu untuk basa basi."
" Ok baiklah. Aku akan mengatakan bahwa Sarah ada di Jakarta sekarang."
Shah kaget mendengar apa yang diucapkan oleh orang itu.
" Apa kau bilang? Sarah ada di Jakarta?"
" Yap, bahkan dekat dengan kita."
" Kau tidak usah mengada ada ya." ucap Shah tidak percaya.
" Hahahaha. Aku sedang tidak bercanda."
" Dimana dia sekarang?" tanya Shah.
" Hei, kenapa tiba-tiba kau menanyakan keberadaannya?"
__ADS_1
" Katakan dimana dia sekarang Tony." geram Shah.
" Aku tidak mau memberitahukan itu pada mu. Yang jelas dia sangat dekat dengan kita bahkan AISYAH." ucap seseorang itu yang bernama Tony.
Shah kaget saat Tony menekan kata Aisyah. Dia bilang Sarah juga sangat dekat dengan Aisyah.
" Kan aku sudah bilang waktu itu, cepat atau lambat Aisyah pasti akan tahu kebenarannya. Sekarang putri mu sudah dekat dengan Sarah. Dan itu kemungkinan besar dia akan segera mengetahuinya."
Shah langsung diam memikirkan apa yang di ucapkan Tony.
" Dan disaat Aisyah mengetahui semuanya, dia mungkin akan sangat membencimu Shah, aku yakin itu." ucap Tony lagi.
" Tolong beri tahu aku dimana Sarah sekarang." ucap Shah.
" Aku tidak akan pernah memberitahukan mu. Cepat atau lambat kau pasti akan bertemu dengannya sendiri. Hm baiklah aku akan pergi dari sini. Sudah selesai aku bicara dengan mu." kata Tony dan pergi dari hadapan Shah.
" Tunggu." ucap Shah menghentikan langkah Tony.
Tony membalikan badan nya kearah Shah seraya bertanya ada apa.
" Tolong jangan beri tahu apapun kepada Dilara tentang ini semua." ucap Shah memohon.
" Aku tidak akan memberitahukan ini kepadanya. Aku tahu sifat asli nya. Aku tidak sudi kalau sampai dia mencelakai Sarah lagi." jelas Tony dan langsung membuka pintu ruangan lalu pergi dari sana.
Shah agak lega setidaknya Dilara tidak akan tahu ini. Tapi dia bingung apa yang akan dia lakukan sekarang. Dia takut kalau benar Aisyah sampai akan membencinya. Dia akui memang dirinya salah, tapi dia tidak akan tahan jika sampai putrinya itu benci dengannya.
" Apa yang harus aku lakukan." ucap nya lirih.
" Apa aku harus segera memberitahu Ais tenang ini semua sebelum Sarah menemukan Ais dan memberitahu semuanya? Tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakan ini." ucap nya lagi
Shah frustasi memikirkan ini semua. Dia sekarang sangat bingung dengan ini.
" Aku harus mencari keberadaan Sarah. Aku harus menemuinya segera." tekadnya dalam hati.
*****
Balik lagi di kediaman Sarah. Sarah berfikir keras bagaimana cara ia bisa menemukan putrinya itu. Dia sudah berada di sini, akan sia-sia jika tidak bisa menemukan putrinya itu.
" Apa aku memang harus menemui Shah? Tapi bagaimana untuk menemuinya?" bingung Sarah ngomong sendiri.
Saat Sarah sedang berfikir ia baru ingat bahwa Shah memiliki perusahaan yang besar bahkan terkenal. Bagaimana ia bisa lupa kalau seorang ArShah itu begitu sangat terkenal di dunia industri bisnis. Bodoh sekali dirinya ini.
" Aku harus mencari Shah dengan menggunakan nama perusahaannya. Jika aku bisa bertemu dengannya, akan sangat mudah bagiku untuk menemui putriku." ucap nya sendiri.
**********
Guys mampir ya di story ku yang satu ini. Cerita nya seru eii. Alur Cerita ini aku ambil berdasarkan dari kehidupan seseorang yang sangat aku kagumi. Cuss guys di ampiri ya๐๐๐
Weh udah keren belum aku promosi nya, wkwkwk. Ok lah guys ingat jangan lupa mampir ke story itu yups. pissโ
~"-*-"~
Hufftt. Aku lelah guys. Segini dulu yups.
Sekarang sudah pukul 03.05 Sudah 3 jam aku ngetik dan cuma dapat segini. Maaf ya guys.
Thank you๐
__ADS_1
@dinda_mahardhika21