
HAPPY READING :)
.
.
.
Sarah yang lemas memilih duduk kembali di bangku dan menangis. Dia menunduk dan menutup mukanya dengan kedua tangannya. Dirinya masih shock melihat Shah sekarang ada dihadapannya. Ingin rasanya dia membunuh pria ini. Tapi Sarah bukan lah orang yang bisa melakukan hal itu. Tetapi Dia bersyukur telah bertemu dengan Shah, setidaknya dia akan bisa bertemu dengan putrinya. Dipastikan setelah ini pasti dirinya akan bertemu dengan putri yang sangat ia rindukan selama ini.
Shah lalu memutuskan duduk di samping Sarah dan mereka saling diam. Sarah masih membayangkan kejadian lampau yang membuat hatinya sesak. Shah masih berfikir apa yang harus ia lakukan sekarang. Dia bingung harus berbuat apa. Wanita yang ia cari selama ini sudah ada di dekatnya tapi ia malah seakan enggan untuk berbicara. Sarah masih menunggu Shah untuk berbicara. Sebenarnya ia ingin bicara banyak hal kepada Shah. Tapi ia urungkan niatnya dan membiarkan Shah yang akan berbicara dahulu.
" Bagaimana keadaan mu?" ucap Shah bertanya setelah lama diam.
" Baik."
" Huftt. Aku senang melihat mu dalam keadaan baik saat pasca kecelakaan itu."
" Hahaha, apakah kau berfikir aku akan mati saat itu?" kekeh Sarah.
" Tidak, aku tidak ada fikiran seperti itu. Bahkan aku sangat takut jika kau tidak selamat atas accident itu. Dan aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri."
" Hah, jadi selama ini yang semua kau lakukan kepadaku kau anggap biasa? Dan kau bisa memaafkan dirimu sendiri atas apa yang terjadi pada ku. Kau akan merasa bersalah jika aku mati, begitu? Betapa br***s*k nya kau selama ini." umpat Sarah.
Shah hanya diam saat mendengar itu. Dia tahu kalau memang dirinya ini sangat lah kejam. Memang sudah sepantasnya dia mendapatkan ucapan seperti itu.
" Sar, aku minta maaf. Aku tahu, aku sangat lah jahat kepada mu. Tapi aku mohon tolong maafkan aku. Aku akan memberitahu semua apa yang terjadi selama ini."
" Sangat mudah aku memaafkan. Tapi apakah kau bisa menyembuhkan rasa kecewaku ini? Dan apa yang ingin kau beritahu? Sudah jelas kau lah yang jahat selama ini. Kau memberiku cinta dan kau juga yang memberiku pengkhianatan. Kau yang membuatku mencintaimu dan kau juga yang membuatku membencimu."
Shah diam yang kesekian kalinya. Kali ini ia makin tertohok mendengar ucapan yang keluar dari Sarah. Hatinya terasa sesak melihat wanitanya sangat lah membencinya. Dia mulai membenci dirinya sendiri.
" Tolong dengarkan penjelasan ku Sar, ku mohon. Setelah ini terserah kau masih akan membenciku atau tidak. Tapi tolong kali ini saja dengarkan aku." ucap Shah memohon.
__ADS_1
" Baik, bicaralah."
" Huftt." Shah menghembuskan nafasnya lega. Akhirnya dia bisa menjelaskan yang sebenarnya.
" Malam itu setelah kita melakukan hal terlarang aku mendapat telfon dari Ibuku. Dia memintaku paksa untuk datang kerumah. Akhirnya aku kesana dan meninggal kan mu sendiri ditempat itu. Setelah sampai disana aku dikejutkan oleh keberadaan Dilara. Aku saat itu benar-benar tidak tahu kenapa dia ada dirumah orangtua ku. Aku menghampiri mereka dan menanyakan ada apa. Dan Ayahku bilang bahwa aku harus menikah dengan Dilara pada waktu dekat. Aku terkejut mendengar itu. Aku langsung tolak permintaan Ayahku itu. Ibuku menatap ku horor dan Ayahku terlihat sangat marah saat aku menolak. Dilara memaksa agar aku menikahinya dan dia mengungkapkan perasaannya terang-terangan. Kau tahukan, saat itu perusahaanku diambang kebangkrutan. Dia menawariku saham yang nilainya tidak sedikit dan Ayahnya akan membantuku mengurus bisnis yang aku punya, tetapi aku tetap menolaknya. Ayahku memarahiku didepan Dilara karena aku menolak ini. Aku mengatakan yang sebenarnya bahwa aku sudah memiliki wanita lain dan aku akan menikahi wanita itu. Tapi Ibuku tiba-tiba menamparku. Dan kau tahu apa respon Dilara saat aku mengatakan yang sebenarnya. Dia mengancam dengan akan mencelakaimu dan mungkin akan membunuhmu. Aku tidak bisa berkutik saat Dilara mengatakan itu. Aku takut jika kau nanti akan terluka hanya karena ini. Pada akhirnya mau tidak mau aku menyetujui pernikahan ini. Dan saat kau datang dan mengatakan jika kau mengandung, saat itu juga aku bertekad akan membatalkan pernikahanku dengan Dilara. Tapi seketika aku ingat ancaman yang dikatakan Dilara. Aku takut mungkin dia tidak akan mencelakaimu tapi pasti akan mencelakai janin mu juga. Maka dengan sifat b*j*ng*n, aku meninggalkanmu untuk menikahinya. Tapi jujur aku tetap sangat mencintaimu sepanjang hidupku bersama dengan Dilara. Sampai detik ini pun aku masih mencintaimu. Maafkan aku." terang Shah.
Sarah mendengarkan penjelasan Shah dengan airmata yang membanjiri matanya. Betapa berat masalah yang dihadapi Shah selama ini. Ia menikahi wanita yang tidak dicintai. Dan memaksakan diri untuk bertahan dengan ancaman itu.
" Tapi kenapa kau tidak memberitahu ku saat itu? Kau meninggalkanku dengan tidak menjelaskan yang sebenarnya." ucap Sarah sembari mengusap airmatanya.
" Aku tidak mau kau tahu yang sebenarnya."
" Jika kau saat itu benar masih mencintaiku, lalu kenapa kau tega menyakiti ku dengan mengambil putriku? Aku sudah merelakan mu pergi untuk nya, tapi kenapa kau lagi-lagi menyakiti aku."
" Aku melakukan itu demi keselamatanmu Sar. Dia lagi-lagi mengancam ku akan membunuh mu dan Aisyah. Dan sangat gilanya dia juga mengancam akan menyakiti kedua orangtua ku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa saat itu. Aku hanya bisa menuruti apa yang dimintanya."
" Apakah dia punya penyakit jiwa? Kenapa dia begitu kejam."
" Entah lah. Selama ini aku hanya takut jika kau terluka karena aksi gila nya itu."
" Aku berjanji akan membawamu bertemu dengan Aisyah. Tapi tidak sekarang." ucap Shah.
Sarah menoleh ke arah Shah.
" Kenapa?"
" Aku belum siap dibenci oleh nya. Aku sangat takut jika dia sangat membenciku. Selama ini aku bukan lah Ayah yang baik untuk nya. Aku selalu sibuk dengan pekerjaanku. Dia sudah sangat benci itu dan aku tidak sanggup melihat nya tambah membenciku karena ini semua."
" Engh, kau memang sangat pengecut." cibir Sarah.
Shah hanya diam mendengar cibiran dari Sarah. Memang benar dirinya sangat lah pengecut. Tapi ia benar-benar sangat takut jika Aisyah makin membenci dirinya.
" Aku juga takut jika Dilara tahu atas keberadaan mu. Pasti dia tidak akan tinggal diam. Di pastikan dia akan membawa Aisyah pergi jauh."
__ADS_1
" Lalu bagaimana kau akan membawaku untuk menemui putriku?"
" Aku akan fikirkan nanti."
Sarah hanya mengangguk.
" Apakah kau sudah memaafkan ku?" tanya Shah.
" Iya, tapi setelah kau akan benar-benar menepati janjimu itu."
" Huftt, baiklah."
Mereka saling diam dan saling menatap depan melihat tanaman bunga sakura jawa yang indah.
" Ekhm. Sar apakah boleh aku bertanya?" ucap Shah tiba-tiba.
" Tanyakan saja."
" Emmm, apakah kau masih mencintaiku?" tanya Shah ragu.
Deg! Sarah kaget bukan main mendengar pertanyaan dari Shah. Dia bingung harus menjawab apa.
" Eh, emm. A a aku....."
.
.
.
~"-*-"~
Percintaan orang tua, hadehhh. Part Aisyah chap depan aja ya, wkwk.
__ADS_1
Thank you💞
@dinda_mahardhika21