Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
Detik-detik...?


__ADS_3

HAPPY READING :)


.


.


.


Aisyah sedang berada di kantin bersama dengan Rea dan Maya. Setelah kejadian tadi pagi yang Zafran lewat depan nya tetapi cuek, Aisyah menjadi sangat diam. Dia mikir kenapa Zafran sampai seperti itu? Maya yang melihat Aisyah menjadi diam pun merasa iba. Ingin ia cerita semuanya, tapi dia sudah berjanji kepada Rea bahwa ketika ia mengetahuinya ia tidak boleh memberitahu Aisyah apapun alasannya.


" Ais, Lu kenapa diem mulu?" Tanya Rea.


" Hum? Aku masih memikirkan Zafran Re."


" Hufttt, sudah lah lu tenang saja. Paling sebentar lagi dia juga biasa."


" Gimana gua bisa tenang. Sudah tiga hari dia begini Re. Apa gua punya salah ke dia? Tapi apa?"


" Kenapa lu beranggapan begitu?" Sahut Maya bertanya.


" Entah lah May. Gua merasa ada yang gak beres sama dia. Masa iya dia bisa cuekin gua selama ini."


Rea dan Maya hanya diam mendengar ucapan Aisyah. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menenangkan Aisyah dan mendengarkan semua ocehan nya yang kesal.


Di lain sisi terlihat Zafran dan Hasan sedang duduk berdua di tempat biasa mereka bertiga nongkrong. Ya bertiga, karena tambah Kintha. Ngomong-ngomong Kintha sudah lama juga tidak pulang-pulang, memang nya apa yang dilakukannya di Singapore sana? Zafran dan Hasan kan rindu dengan nya yang centil. Apalagi Hasan yang rindu berat ingin menggoda dan menjahilinnya.


" Kenapa lu masih bersikap begini kepada Ais Fran?" Tanya Hasan.


" Entah, gua juga gak tahu kenapa gua masih bersikap demikian kepadanya? Ingin gua dekati dia tapi selalu ada pria itu bersamanya."


" Apa lu CEMBURU?" Tanya Hasan lagi dengan menekan kan kata cemburu.


" Ahaha, siapa yang cemburu? Gua? Kagak lah. Ngapain juga gua cemburu sama pria tua itu," kekeh Zafran.


" Hmm, ya mungkin lu bisa bohong dengan ucapan lu itu, tapi kagak dengan raut wajah lu. Mungkin iya pria itu tua, tapi juga tidak beda jauh dengan umur kita. Dia bahkan terlihat dewasa. Tidak ada yang tidak akan jatuh cinta kepadanya. Pasalnya dia itu ganteng dan rupawan bahkan ia pria yang cerdas. Mahasiswi disini pun sudah mulai klepek-klepek dengan adanya kehadiran dirinya. Ingat, dia itu mempunyai pesona yang kuat, tidak bisa dipungkiri jika wanita pada jatuh cinta kepadanya, termasuk si ZA lu itu! Apa lagi mereka terlihat sangatlah akrab," tegas Hasan.


Zafran hanya diam mendengar ucapan Hasan. Dia ingin berlari menemui Aisyah dan mengatakan semua yang sebenarnya. Tapi dia langsung ingat bahwa ini semua bukan hak nya untuk memberitahu. Dia sangat takut Aisyah akan meninggalkan nya. Tapi dia telah merasakan cepat atau lambat mereka pasti akan berpisah.


" Apa yang harus gua lakukan sekarang?" Tanya Zafran pada Hasan.


" Ungkapkan perasaan lu selama ini kepadanya. Katakan kalau lu itu cemburu saat Ais bersama pria itu."


" Mana bisa gua katakan kalau gua cemburu."


" Ku laki kan?"


Zafran mengangguk.


" Katakan dengan sejujurnya. Perlihatkan kegentleman mu Man."


" Hufft, baiklah gua akan jujur kepadanya."


" Nah gitu dong. Ini baru sahabat gua yang ganteng," goda Hasan.


" Hish, jijik gua dibilang ganteng sama lu."


" Ahahahah." Hasan tertawa.


Disela mereka lagi bercanda tiba-tiba....


" Hoyyy boys," teriak seseorang ya tidak asing bagi mereka dari belakang.


Mereka berdua terkejut dan langsung menengok ke arah sumber suara. Dan mereka terlihat senang setelah melihat siapa yang meneriaki tadi yang ternyata adalah Kintha.

__ADS_1


" Wohhhh girl," girang Hasan dan Zafran.


Mereka langsung berpelukan ala Teletubbies yang ngomongnya kagak pernah jelas untuk menghilngkan rasa rindu diantara mereka bertiga. Mereka terlihat sangat senang sekali karena sudah kumplit lagi geng nya ini.


" Lu lama banget sih pulangnya?" Tanya Hasan.


" Iya nih. Kirain sudah lupa sama kita," sindir Zafran.


" Ahahaha. Maafin gua ya. Soalnya disana Grandma gua gak bolehin gua balik cepat ke Indonesia. Soalnya sudah lama banget kita tidak bertemu. Ya gak lah, masa gua lupa sama kalian."


" Hmmm. Terus gimana kabar lu sekarang? Kok lu gemukan sih," ledek Hasan.


" Baik. Mulai deh godain gua," kesal Kintha.


" Ahahahaha," tawa Hasan.


" Ish."


" Dah dong jangan cemberut begitu. Lihat itu pipi lu tambah chubby, wkwkwk," goda Hasan.


" Ihhhh ngeselin," kata Kintha sembari mengangkat tangannya untuk memukul Hasan.


" Sudah ah. Kalian itu kalau sudah bertemu pasti gini. Pusing gua lihat nya," ucap Zafran.


" Hasan dulu nih," rajuk Kintha.


" Hihihihi, maaf." Hasan meringis.


" Dah, yuk kita kemana kek," ajak Zafran.


" Kuy lah kemana ayok," ucap Hasan.


" Gua ngikut saja lah," kata Kintha.


" Ya sudah ayok kita pergi dari sini," ucap Zafran.


Mereka bertiga langsung meninggalkan tempat itu dan pergi dengan arahan dari Zafran untuk kemananya.


*****


Terlihat Shah sedang menunggu seseorang di depan sebuah apartemen. Sudah hampir lima menit dia menunggu tetapi orang yang ditunggu gak muncul juga. Dia memilih masuk kembali ke dalam mobil karena dia merasa panas diluar. Dia pandang pintu masuk koridor apartemen dan beberapa detik kemudian muncul lah seseorang yang selama ini ia tunggu. Wanita itu terlihat tersenyum saat melihat mobil yang kemaren ia lihat. Ia hampiri mobil tersebut guna bertemu orang yang ada didalamnya.


" Maaf lama," ucap wanita itu yang ternyata adalah Sarah, saat sudah berada di depan mobil.


" Tidak apa. Ya sudah masuk gih," tutur Shah.


Sarah masuk kedalam mobil. Mereka duduk berdampingan.


" Kau mau kemana sekarang. Biar aku temani kamu seharian ini," ucap Shah.


" Emmm. Apakah Dilara tidak akan tahu ini?"


" Tidak. Dia baru akan pulang malam nanti."


Sarah hanya mengangguk saja.


" Lalu mau kemana ini?" Tanya Shah lagi.


" Terserah kau lah mau kemana. Tapi nanti ke Mall ya. Aku ingin membeli sesuatu dan bertemu seseorang."


" Hm, baiklah."


Setelah lama berdiskusi (alah cie berdiskusi ya kali, wkwkwk) Shah langsung melajukan mobilnya keluar dari halaman apartemen.

__ADS_1


Selama perjalanan Sarah ke ingat untuk menelfon seseorang. Dia ambil ponselnya dari tas dan menekan nomor yang akan dituju.


" Maaf ya, aku akan menelfon seseorang dulu," ijin Sarah.


Shah hanya mengangguk.


" Hallo, Assalamu'alaikum Nak. Kau dimana sekarang?" Tanya Sarah pada orang yang ditelfonnya.


"......"


" Oh baiklah, nanti jika sudah balik dari kampus kau ke Blok-M Square Mall ya bersama Zafran. Nanti kita bertemu disana."


"......"


" Ok, nanti Tante tunggu. Bye." Sarah mematikan sambungannya setelah menjawab jawaban dari seberang telfon.


" Siapa yang kau telfon?" Tanya Shah.


" Teman putraku."


" Oh baiklah."


Shah tidak sadar jika tadi Sarah mengucapkan nama Zafran di telfon. Mungkin jika sadar dia akan tanya lebih lanjut tentang siapa Zafrannya Sarah itu.


Kembali ke Aisyah dan sahabatnya. Rea dan Maya menatap Aisyah yang habis menerima telfon dari seseorang. Tiba-tiba Aisyah terlihat bingung setelah mendapat telfon itu.


" Siapa yang menelfon, Ais?" Tanya Maya.


" Tante Sarah."


" Memang ada apa? Kenapa lu jadi kelihatan bingung gitu?" Sahut Rea bertanya.


" Gua diminta untuk ke Blok-M Square Mall bertemu dengannya."


" Lalu apa yang buat lu bingung?" Tanya Rea lagi.


" Gua suruh kesana bersamaan dengan Zafran."


" Ya sudah tinggal pergi saja sana," ucao Maya.


" Tapi bagaimana gua ngomong ke Zafran?"


" Ya tinggal ngomong saja. Apa susah nya sih?"


" Kan dia lagi cuek sama gua. Gak enak gua mau ngomong sama dia."


" Huffttt. Ayok kita temenin lu untuk ngomong," ajak Rea.


Aisyah mengangguk dan langsung beranjak dari kursi yang diikuti oleh dua sahabatnya. Mereka langsung pergi dari sana untuk mencari keberadaan Zafran.


.


.


.


~"-*-"~


Gimana? Ketemu nih nanti di Mall.


I need your support guys :)


Like yups, ok.

__ADS_1


Thank you💞


@dinda_mahardhika21


__ADS_2