
HAPPY READING :)
.
.
.
Pagi hari Zafran berangkat ke kampus tanpa sarapan. Ia ingin menghindar dari Sarah karena tidak kuat untuk melihatnya. Sarah heran kenapa putranya ini tumben tidak sarapan. Ia juga merasa kalau putranya itu menghindari dirinya lantaran dari tadi diam tidak membuka suara seperti biasanya.
Dikampus Zafran hanya diam menyendiri dipojok kelas. Ia sengaja duduk dibangku paling pojok belakang bertukaran dengan salah satu temannya.
Aisyah masuk kelas bersama Maya dan melihat Zafran duduk paling dibelakang. Aisyah heran kenapa Zafran duduk disitu, biasanya juga duduk di sampingnya.
" Kenapa Zafran duduk disana?" tanya Maya kepada Aisyah.
" Tidak tahu." jawab Aisyah.
Aisyah mencoba menghampiri Zafran. Sebenarnya dari tadi Zafran tahu kehadiran Aisyah. Tapi ia diam tidak mau bicara atau mendekatinya seperti biasa. Dirinya masih shock dengan apa yang terjadi semalam.
" Hai." sapa Aisyah ke Zafran.
" Hm." jawab Zafran menunduk tidak mau bertatap muka.
Aisyah bingung kenapa Zafran begitu? Biasanya juga antusias jika disapanya.
" Kenapa kamu duduk disini?" tanya Aisyah.
" Ingin saja."
" Kamu kenapa sih?" tanya Aisyah lagi.
" Tidak apa-apa."
Hasan dan Rea masuk kelas dan langsung melihat Aisyah yang sedang bicara dengan Zafran. mereka berudua menghampiri Maya yang dari tadi melihat Zafran dan Aisyah.
" Ada apa?" tanya Rea kepada Maya.
" Tidak tahu." jawab Maya dengan menggerakan bahunya ke atas.
Hasan dan Rea hanya saling pandang. Mereka yang tahu kejadiannya hanya bisa diam saja tidak mau mencampuri urusannya. Bukannya tidak mau membantu, hanya saja ini sudah urusan pribadi keluarganya. Jadi biarkan Zafran yang menyelesaikannya sendiri.
__ADS_1
Aisyah kesal melihat Zafran yang cuek. Dari tadi ia ajak bicara tapi hanya dijawab singkat atau diam saja. Apalagi Zafran menundukkan kepalanya tidak mau melihat orang yang mengajaknya bicara.
Aisyah membalikan badannya dan meninggalkan Zafran melangkah menuju mejanya. Ia merasa terabaikan dengan tingkah Zafran yang seperti itu. Ia hanya diam saja saat berjalan melewati teman-temannya itu. Intinya Aisyah kalau sebal sama orang satu, dia juga bakal diam sama orang lain. Walaupun orang lain itu tidak tahu masalahnya. Aneh ya? iya emang. Dasar aku eh Aisyah maksudnya.
Zafran melihat Aisyah berjalan dari belakang. Sungguh ia tidak menyangka bisa bersikap begitu kepada Aisyah. Ia merasa bersalah karena telah mengabaikannya. Tapi apa daya, ia sama sekali tidak sanggup melihat Aisyah. Ia ingin sekali memberitahu Aisyah yang sebenarnya, tapi ia masih takut.
" Maafkan aku Za." ucap Zafran dalam hati.
*****
Shah terus mencoba menghubungi nomor Sarah yang dulu. Tapi sama sekali tidak tersambung. Ia pikir Sarah mungkin sudah ganti nomor. Bayangkan sudah sangat lama nomor itu, pastinya ya sudah ganti.
Dia bingung mau mencari kemana lagi Sarah nya itu. Sudah dua hari Shah mencarinya tapi tidak ada jejak dari Sarah. Ia terus mencari bantuan dari sosial media. Mungkin saja Sarah orang yang gaul dan mempunyai akun sosmed. Jadi akan lebih mudah untuk menghubungi Sarah jika memang ia bermain sosmed.
Saat Shah mengetikan nama Sarah di kolom pencarian, ia menemukan satu akun faceb**k yang menunjukan nama Sarah dan terlihat ada fotonya juga. Shah langsung antusias melihat itu. Ia dengan senang mengeklik akun itu dan saat dilihat. Dan memang benar ini akun Sarah, tapi saat ia melihat masa aktifnya, Shah langsung lemas. Akun ini sudah tidak aktif lagi. Bayangkan akunnya sudah tidak aktif lagi selama 5 tahun terakhir. Itu sudah sangat lama. Mana mungkin ia bisa menghubungi Sarah lewat ini.
Shah sangat kecewa dengan ini. Kenapa akunnya tidak aktif lagi. Padahal hanya ini satu-satunya ia bisa berharap untuk menghubungi Sarah.
*****
Terlihat Zafran dan Hasan sedang mengobrol di bangku taman kampus.
" Lalu apa yang ingin lu lakukan sekarang?" tanya Hasan kepada Zafran.
" Hmm. Tapi lu kagak bisa dong diemin Ais begitu. Yang ada nanti dia curiga."
" Gue tahu, tapi apa gue harus cerita semua ke dia?"
" Iya itu seterah lu."
" Gue cinta San sama dia. Gue takut kalau nanti dia tahu, dia bakal ngejauhin gue."
" Lah, apa yang sebab nya dia akan ngejauh dari loe?"
" Ya kan dia nanti tahu kalau sebenarnya kita Kakak Adik. Gue takut kalau kita gak bakalan bersatu."
" Hmmm. Fran dengerin gue. Ingat, dia bukan adik kandung loe. Loe sama Ais kagak ada ikatan darah sama sekali. Jadi kalian masih bisa bersatu. Ais gak akan pernah ngejauhin loe. Gue yakin kalau dia juga cinta sama Loe." jelas Hasan.
Zafran diam mendengar penjelasan dari Hasan. Memang benar dirinya dan Aisyah tidak ada hubungan darah sama sekali. Tapi entah kenapa dia merasa akan jauh dari Aisyah.
" Gue tahu persis kalau Za memang bukan Adik kandung gue. Loe bisa bicara seperti itu karena loe gak tahu apa masalah gue." ucap Zafran setelah lama diam.
__ADS_1
" Lah, Apa masalah loe? Ya loe kan takut kalau kalian gak bisa ber... "
" Bukan itu maksud gue." ucap Zafran memotong omongan Hasan.
" Terus apa?"
Zafran menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya kasar.
" Gue mikir, apa bisa gue menjadi menantu dari Bunda gue sendiri? Dan aku tahu persisi apa yang nanti akan difikirkan si Za jika mertuanya adalah Ibunya sendiri? Gue bingung dengan ini San. Gue udah menganggap Bunda seperti Ibu kandung gue sendiri, walau nyatanya tidak. Bunda telah merawat ku sedari kecil bahkan memberikan kasih sayang penuh untuk gue. Sebelum nya gue sudah janji dalam diri sendiri jika nanti menemukan putrinya, gue akan menyayangi dia seperti adik gue sendiri. Toh apakah anak yang menganggap seorang wanita seperti Ibunya sendiri, dia akan bisa menikahi anaknya suatu hari nanti?" Jelas Zafran panjang lebar.
Hasan yang mendengar ucapan Zafran hanya diam. Dia bingung harus berkata apa lagi kepadanya. Tapi benar juga apa yang dikatakan Zafran. Bagaimana ceritanya nanti jika Ibu yang sudah merawatnya sedari bayi akan menjadi mertuanya. Pasti akan sangat lucu.
*****
Aisyah masih kesal terhadap sikap Zafran tadi pagi. Dia masih saja murung karena merasa terabaikan dari tadi. Rea dan Maya pun hanya menggelengkan kepalanya melihat Aisyah yang begitu. Mereka tahu persis sahabatnya ini sangatlah tidak suka jika diabaikan. Apalagi kalau sudah murung, pasti akan mengabaikan atau cuek kepada orang yang ada disekitarnya walau tidak salah apapun.
" Sudah lah, jangan di fikirkan lagi." ucap Maya.
" Gak tahu ah males." jawab Aisyah.
" Lah gak tahu apa? Males apaan? Kebiasaan ni orang kalau lagi marah, gue ngomong apa jawabnya apa. Udah gitu kalau marah semuanya ikut dimarahin." kata Maya ikutan sebal jadinya.
" Huh!" ucap Aisyah sambil memanyunkan bibirnya.
Rea hanya terkekeh melihat dua sahabatnya itu.
" Sudah-sudah gak usah pada cemberut gitu. Ais sudah loe jangan murung mulu. Mungkin Zafran lagi ada kepentingan kali." ucap Rea.
" Kepentingan apa yang bisa membuat dia mengabaikan aku? Bahkan dia mendiamkan aku sejak keluar kelas tadi." sebal Aisyah.
" Ya mungkin dia ada masalah yang tidak bisa dijelaskan." kata Rea.
" Tapi masalah apa? Dia kan selalu cerita jika ada masalah. Apakah tentang Tante Sarah?" Aisyah bertanya-tanya.
" Entah lah." ucap Rea pura-pura tidak tahu apa masalah yang dihadapi Zafran.
Sejatinya Rea kasihan kepada Aisyah yang begini. Dia ingin cerita, tapi ini bukan haknya. Dia takut jika nanti nya malah menjadi masalah yang besar.
~"-*-"~
Thank you💞
__ADS_1
@dinda_mahardhika21