
Ingat! Ini masih flashback!
.
.
.
Happy Reading :)
.
.
.
Dirumah kediaman Shah, Dilara sedang menunggu kepulangan suami dan anaknya. Sudah lama mereka berdua pergi tetapi belum juga kembali.
" Sebenarnya mereka kemana? Sudah hampir 4 jam mereka pergi tapi belum pulang juga," gerutu Dilara sambari berjalan bolak-balik di ruang keluarga.
Dilara yang cape memilih duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. Saat ia sedang santai menunggu suami dan anaknya tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda WhatsApp masuk. Dia langsung membuka pesan tersebut.
" Tanyakan suami dan anakmu bahwa mereka baru saja pergi kemana jika sudah kembali. Ada sesuatu hal menarik saat kau tahu itu, hahaha," Dilara membaca pesan tersebut.
" What? Maksud dari pria ini apa? Lebih baik telfon dia."
Dilara menelfon orang yang tadi mengirim pesan tadi kepada dirinya.
" Hallo," ucap Dilara saat sudah tersambung.
" Hai Mrs. Dilara haha," jawab pria itu dalam telefon.
" Keh, aku ingin tahu apa maksud kau mengirim pesan itu?"
" Kau tanyakan saja apa yang sudah aku bilang di pesan itu pada suami mu itu."
" Kenapa aku harus menanyakan itu kepada suamiku?"
" Ada hal yang menarik. Intinya kau akan merasakan bagaimana dibenci oleh Aisyah yang disebut dengan anakmu itu hahaha."
" Hai, a a apa maksudmu. Dibenci oleh Ais? Tapi karena apa?" Bingung Dilara saat mendengar ucapan pria itu.
" Hahaha, kau lihat saja nanti," Kekeh pria itu.
" Katakan intinya. Tidak usah basa-basi begini!" kesal Dilara karena sudah dibuat bingung.
__ADS_1
" Hm, baiklah aku akan memberitahu mu. .....
................." Pria itu menjelaskan semuanya.
Dilara terkejut mendengar semua penjelasan dari pria itu. Dia sangat tidak percaya apa yang diomongkan pria itu.
" Tidak mungkin. Kau bercanda kan?"
" Terserah kau mau anggap aku berbohong atau tidak. Aku pastikan Aisyah akan sangat membencimu dan kau akan menderita. Hahahaha."
" Ton Tony apa yang kau maksud hah? Ton.." Tut tut tut. Belum juga Dilara selesai bicara tetapi pria itu yang adalah Tony sahabat dari Shah memutuskan panggilannya.
Brak.
" Arghhhhhhhhhhhh," Teriak Dilara sembari membanting ponselnya.
*****
30 menit kemudian.
Ting Tong Ting Tong. Suara bel rumah berbunyi.
" Eh tuan dan Non Ais," Sapa Bi Sum.
Shah dan Aisyah hanya tersenyum dan mengangguk untuk membalas sapaan Bi Sum. Mereka berdua langsung masuk kedalam rumah. Saat mereka sudah berada di ruang tengah. Shah terkejut melihat Dilara sedang menunggu dengan tatapan yang dingin penuh amarah. Shah merasa ada hal yang tidak baik nih setelah ini. Aisyah pun hanya cuek saja melihat Dilara seperti itu dan melangkahkan kakinya ke kamar.
" Ke kamar," jawab Aisyah singkat dan melanjutkan langkahnya.
" Tunggu. Mama ingin bicara dulu."
Aisyah pun langsung membalikkan tubuhnya ke arah Dilara.
" Baru darimana kalian berdua?" Tanya Dilara pada Shah dan Aisyah.
" Dari rumah teman Papa. Kan tadi Papa sudah bilang," jawab Shah.
" Teman yang mana? Wanita polos yang ada dalam kehidupan masalalu kamu Hah!?" Gertak Dilara.
" Siapa yang kamu bicarakan?"
" Hehh, pura-pura tidak tahu. Wanita tidak tahu diri itu. Wanita yang ada di masalalu kamu. Wanita yang selalu kau pikirkan selama ini. Kau kira aku tidak tahu hah? Kenapa kau menemui wanita itu!?" Tutur Dilara.
" Karena dia ibuku. Wanita yang kau anggap tidak tahu diri itu adalah ibuku. Bukankah kau yang sepantasnya tidak tahu diri Nyonya Dilara? Kau telah merebut pria dari seorang wanita. Kau telah memisahkan anak dari ibunya dan kau telah mengancam suami mu untuk berbuat jahat. Apakah setelah ini kau pantas disebut wanita yang baik? Anda adalah wanita yang sangat keji," sahut Aisyah emosi saat mendengar penuturan Dilara yang mengatakan bahwa Sarah disebut sebagai wanita yang tidak tahu diri.
Dilara terkejut saat mendengar ucapan Aisyah. Apakah putrinya sudah tahu semua yang terjadi?
__ADS_1
Shah hanya diam saja mendengar itu dari Aisyah. Ia membiarkan Aisyah mengatakan apa yang ada dibenaknya.
" A a apa maksudmu?" Tanya Dilara gugup.
" Kau sudah tahu apa maksudku Nyonya Dilara. Jangan sok tidak tahu!"
" Kau ini sedang bicara pada Mama mu sendiri ya. Tidak pantas kau bicara begitu pada Mama," ucap Dilara.
" Oh ya? Setelah ini kau bukan lagi Mama ku!" Kata Aisyah langsung meninggalkan orangtuanya.
" A a Aisss. Mama belum selesai bicara pada mu," teriak Dilara.
" Bagaimana?" ucap Shah dingin pada Dilara.
" Kenapa kau tidak cerita padaku tentang semua ini? Kenapa kau tidak pernah memberitahu ku bahwa Sarah ada di kota ini hah!?" Tanya Dilara penuh amarah kepada Shah.
" Aku sengaja tidak memberitahu mu tentang Sarah. Aku ingin menebus semua kesalahan ku padanya. Kau selalu saja mengancam aku jika mencari keberadaan Sarah. Tapi kali ini tidak. Dan alhamdulillah bahwa Sarah ada di Jakarta dan aku bertemu dengannya saat itu. Ini mungkin sudah takdir bahwa Ais akan bertemu dengan ibu kandungnya. Ais sudah kenal Sarah selama ada di Surabaya. Dan menariknya lagi adalah bahwa Zafran anak tiri dari Sarah. Jadi sudah dipastikan bahwa selama Ais ada di Surabaya, dia tinggal dan mulai dekat dengan Sarah. Dan yang sudah aku bilang tadi., bahwa Ais telah mengenal dekat dengan Sarah. Jadi aku ingin Ais tinggal bersama ibunya," jelas Shah.
" Aku tidak akan membiarkan Ais bersama Sarah. Tidak akan."
" Kenapa tidak? Sarah adalah Ibu kandungnya."
" Tapi aku adalah Mamanya selama ini. Pokoknya aku tidak akan pernah membiarkan Ais tinggal bersama Sarah. Aku akan melakukan apapun untuk tidak kehilangan Ais. Aku sayang sama Ais. Aku tidak mau kehilangan dia."
" Jangan berbuat macam-macam kepada mereka, terkhusus Sarah! Sudah cukup kau menyakitinya. Jika kau berani menyakiti Sarah, itu artinya kau juga menyakiti Ais. Kau sayang kan sama Ais? Jadi jangan sakiti mereka! Kau mengeti!" Tegas Shah.
" Tapi kenapa kau membela wanita itu? Kau suami ku. Seharusnya kau mendukung ku. Jika Ais ada padaku, Ais juga akan ada padamu. Kenapa kau selalu saja memikirkan tentang Sarah? Hah!?"
" Sudah cukup aku mendengar ini darimu. Aku sudah selalu menuruti apa perkataan mu sampai itu menyakiti Sarah. Melakukan hal keji pun aku lakukan terhadapnya untuk mu. Tapi sekarang tidak. Ais juga sudah dewasa, dia sudah tahu semua. Jangan berbuat macam-macam lagi pada Sarah. Kau ingin tahu kenapa aku membela Sarah dan selalu memikirkan dia? Karena aku masih sangat mencintai dia, apa kau mengerti!?" Ucap Shah dan langsung pergi dari hadapan Dilara.
Dilara benar-benar stres dengan keadaan ini. Dia tidak ingin Aisyah pergi darinya. Dia tidak ingin jika Aisyah sampai membencinya. Dia bingung akan melakukan apa setelah ini.
" Aku tidak akan membiarkan Ais pergi dariku dan tinggal bersama Sarah. Tidak akan!" Ucap Dilara pada diri sendiri.
.
.
.
~"-*-"~
Flashback belum kelar! Ok.
Thank you💞
__ADS_1
@dinda_mahardhika21