Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
S2- Kocik?


__ADS_3

Happy Reading :)


.


.


.


4 tahun berlalu. Terlihat wanita sedang memasak di dapur. Dan pria yang sedang bermain dengan bayi kisaran umur satu tahun di ruang keluarga. Wanita itu begitu serius dengan masakannya. Ia senang akhirnya bisa lepas dari anak bocilnya yang sedang sangat rewel. Untung ada suaminya yang mau membantu menjaga. Jika tidak, ya tidak bisa masak.


" Ummm, anak Papa ganteng sekali. Cup, jangan menangis ya. Mama sedang memasak untuk kita. Nanti jika sudah selesai, Dedek Kocik bisa bermain lagi sama Mama. Ayo sini gendong sama Papa dulu," ucap seorang pria itu pada anaknya.


" Ulu-ulu, kenapa cucu nenek menangis terus. Mau sama Mama hm?" kata wanita yang sudah berumur.


" Hu'um, Nek. Si Kocik lagi rewel, hanya ingin sama Mama nya. Benar begitu, Kocik?"


" Uh, cucu ganteng Nenek pintar sekali. Sini sama Nenek."


Pada akhirnya pria itu memberikan anaknya pada sang ibu mertua.


" Titip si Kocik ya Bun. Aashad mau bantu Ais dulu," ucap pria yang ternyata adalah Aashad.


Jadi????


Ya, Aashad dan Aisyah menikah 2 tahun lalu. Tepatnya setelah kepulangan Aisyah dari Turki. Mereka berjodoh makanya bersatu. Aku tidak akan cerita di chap ini lebih jelasnya. Chap depan saja ok.


" Tenang saja Nak. Bunda pasti akan menjaga Kocik ganteng ini," balas Sarah tersenyum.


Aashad langsung menghampiri istrinya di dapur. Ia langsung memeluk istrinya dari belakang. Ia cium belakang daun telinga si istri.


" Ish Bang geli ihh. Lepas, malu jika Bunda nanti melihat," ucap Aisyah risih dengan perlakuan sang suami.


" Hm, baiklah. Ada yang bisa saya bantu Nona. Eh bukan Nona lagi. Sekarang sudah menjadi Nyonya."


" Tidak ada. Itu kenapa si Kocik ditinggal? Tidak usah menggoda. Aku juga sudah tahu jika sekarang, diriku adalah Nyonya bukan Nona lagi. Secara sudah menjadi istri dan ibu dari anak mu Tuan."

__ADS_1


" Tapi Abang ingin bantu sesuatu. Ada Bunda. Tadi Bunda yang mau menjaga. Bagus jika istriku ini sudah tahu."


" Huft kau ini. Baiklah, sekarang tolong Abang taruh makanan yang sudah siap itu ke meja makan."


" Nah begitu dong, siap." Aashad langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh istrinya. Aisyah hanya tersenyum menggeleng melihat kelakuan suami.


Semua makanan sudah siap di meja makan. Tinggal disantap saja untuk makan siang. Aisyah ijin dulu ingin mandi dan merapihkan diri. Karena baju dan badannya bau oleh masakan. Aashad hanya mengangguk setuju. Aashad langsung menghampiri Ibu mertuanya dan putranya si Kocik.


" Bun, makanannya sudah siap. Ayo Bunda makan dulu," ucap Aashad pada Sarah.


" Tunggu Za dulu saja, Nak. Pasti dia sedang mandi kan? Lagian Bunda masih ingin bermain bersama si Kocik."


" Baiklah Bun."


Aisyah keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke ruang keluarga untuk mengambil putranya. Aisyah tersenyum saat melihat suami dan Bundanya sendang bermain bersama si Kocik.


" Assalamu'alaikum. Hallo, Kakek datang," seru seseorang dari arah pruang tamu.


" Wa'alaikumussalam," sahut mereka semua.


" Papa," pekik Aisyah terkejut dan berlari ke arah Shah dan langsung mendekap sang Papa.


" Hm, kok Papa datang ke Swiss tidak bilang-bilang. Kan nanti biar Bang Aashad yang jemput ke Bandara."


" Kan Papa ingin beri kejutan untuk mu dan cucu Papa yang ganteng ini. Sini Nang sama Kakek," ucap Shah sembari mengambil si Kocik dari gendongan Sarah.


Ya jadi, mereka setelah menikah memilih untuk tinggal di Swiss. Karena ya semua pekerjaan Aashad ada di Swiss. Sarah dibawa oleh Aashad dan Aisyah untuk tinggal bersama. Awalnya Sarah tidak mau, karena ia ingin di Indonesia saja. Tetapi Aashad dan Aisyah memaksa agar Bunda Sarah ikut bersama. Alhasil Sarah pun menurut untuk tinggal bersama anak dan menantunya itu.


Sarah hanya tersenyum melihat Shah begitu bahagia. Rasanya senang deh bisa lihat sang pria tercinta tersenyum dengan tawa. Nah kan si Bunda Sarah ini sok-sok an gak mau balikan sama Papa Shah. Padahal kan masih cinta. Gak ngerti deh, wkwk. Gua kenapa ini weh, ahahaha.


Semuanya tersenyum saat si Kocik terkikik dalam dekapan sang Kakek. Mereka semua akhirnya memilih untuk saling bercanda ria. Makanan dianggurin bentar lah ya. Lagi asik main sama si Kocik, wkwk.


" Apa kabar," ucap Sarah pada Shah yang berada disampingnya.


" Hm, alhamdulillah baik. Kau sendiri?"

__ADS_1


" Syukur lah. Alhamdulillah baik juga."


" Oh iya Pah, bagaimana perkembangan perusahaan?" Samber Aashad.


" Alhamdulillah, sudah mulai stabil kembali. Terimakasih ya Nak. Jika kau tidak membantu Papa. Mungkin semuanya akan hilang."


" Syukur lah. Sama-sama. Papa juga Papa Aashad. Sudah sepantasnya Aashad membantu."


" Emmm, maaf ya Pah. Mungkin ini semua karena Ais. Gara-gara Kintha benci dengan Ais. Jadi perusahaan Papa yang imbas," sahut Aisyah sedih.


" He? Kenapa kau ngomong seperti itu hm. Ini semua bukan karena mu. Sudah jangan fikirkan itu lagi. Semua sudah terjadi. Biarkan itu menjadi masa lalu. Sekarang waktunya bersenang-senang dengan si Kocik ganteng ini. Iya tidak cucu Kakek ini hum? Kakek sayang Kocik. Gantenganya seperti Kakek ini."


Semuanya jadi tertawa saat Shah bicara sama si Kocik dengan nada seperti anak kecil. Dan si Kocik ketawa saja lagi. Memang dasar bayi kecil yang lucu.


4 tahun lalu, tepatnya waktu Aisyah berangkat ke Turki. Tiba-tiba banyak saham yang mencabut kan diri dari perusahaan milik Shah. Karena itu memang ulah perusahaan milik keluarga dari Kintha. Kintha sangat benci pada Aisyah, karena menurut dia kematian Zafran disebabkan oleh Aisyah. Jadi, ia meminta Ayahnya untuk memberi balasan ke keluarganya Aisyah. Dan Ayahnya yang tidak tega melihat Kintha sedih pun mengabulkan permintaan putrinya dengan memprovokasi para perusahaan besar yang berinvestasi di perusahaan milik Shah dicabut. Alhasil perusahaan Shah mengalami kebangkrutan yang besar. Tidak ada lagi suntikkan dana yang masuk. Untungnya ada Aashad yang mau membantu Shah. Aashad dapat kabar dari salah satu orang kepercayaan Shah yang mengatakan bahwa perusahaan mengalami masalah. Dan Aashad langsung bertindak menolong untuk membantu Shah dengan menyuntikkan sedikit saham miliknya kepada perusahaan Shah. Pada akhirnya dengan semua usaha Shah dan Aashad, perusahaan berkembang kembali. Aisyah yang berada di Turki pun terkejut mendapat kabar yang tidak baik dari Papa nya. Apalagi ini semua karena perbuatan Kintha. Ia jadi merasa bersalah pada Papa nya. Karena, keluarga Kintha berbuat seperti ini gara-gara dirinya. Sempat Aisyah ingin membatalkan study nya dan pulang ke Indonesia. Tapi, Shah melarangnya. Shah ingin agar putrinya melanjutkan study nya dan tidak usah memikirkan ini semua. Shah bilang, "biarkan ini urusan Papa. Kau tetap belajar saja dengan tenang." Aisyah ingin tidak ingin kudu manut dengan perkataan Papa nya. Disini Aisyah tidak tahu jika Aashad yang membantu Papa nya untuk semua ini. Jadi, Aisyah menikah dengan Aashad bukan karena untuk balas budi. Gua takut jika nanti kalian berfikiran seperti itu, wkwk.


***


Jam sudah menunjukan pukul 19.00 p.m. Aashad dan Aisyah akan pergi untuk menghadiri acara Stevie Awards (semacam penghargaan di dunia perbisnisan). Kebetulan perusahaan Aashad masuk dalam nominasi 5 terbesar di seluruh dunia. Jadi, semoga saja perusahaannya memenangkan penghargaan itu dalam kategori "The best companies in the world." Banyak perusahaan besar dari seluruh dunia yang ikut dalam acara tersebut. Bahkan perusahaan yang dipegang oleh Shah pun ikut serta. Tetapi Shah tidak mau menghadiri acara tersebut. Secara ia ingin bersama dengan si Kocik. Sebenarnya Aashad sudah mengajak Shah dan Sarah serta putra kecilnya ikut. Tetapi ya mereka tidak mau. Shah dan Sarah ingin tinggal dirumah saja untuk menjaga si Kocik. Alhasil, Aashad pun tidak bisa memaksa keinginannya tersebut.


Singkat cerita, Aashad dan Aisyah pun sampai di tempat tujuan. Betapa ramainya suasana disana. Banyak wartawan yang meminta untuk mewawancarai para pengusaha sukses dan meminta para pengusaha itu untuk foto.



Lihat itu foto Aashad bersama dengan rekan kerjanya. Sangat manis bukan wajahnya. Aashad bergaya dengan kedua tangannya di masukan ke kantong celananya. Dan itu membuat dirinya bertambah terlihat sangat gagah. Aisyah yang melihat suaminya seperti itu pun hanya tersenyum. Detik berikutnya Aisyah pun tiba-tiba di minta untuk foto juga. Mereka tahu bahwa wanita yang anggun ini adalah istri dari pengusaha muda yang sukses dan terkenal di dunia. Jadi, mereka para wartawan sedikit agak memaksa agar Aisyah mau diambil fotonya. Aisyah melirik kearah Aashad untuk meminta izin. Akhirnya dengan anggukan Aashad pun Aisyah bersedia untuk foto.



Lihat, sangat cantik bukan Aisyah ini, dengan gaun mewah yang menempel ditubuhnya itu. Aisyah hanya bergaya sesimple mungkin. Ia agak canggung untuk berfoto di tepat yang terbilang formal. Jadi ya apa adanya saja.


~"-*-~


Chap depan Aisyah akan menceritakan semuanya dari 4 tahun belakangan ini. Dan mungkin besok adalah chap akhir dari story ini. Jadi aku mohon minta LIKE nya ya, wkwkwk.


Eh iya. Btw, kalian penasaran nggak sama nama si Kocik? Jika penasaran tunggu emaknya saja yang beri tahu ya, hihihi.

__ADS_1


Thank you💞


@dinda_mahardhika21


__ADS_2