Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
NoTtle 10!


__ADS_3

HAPPY READING :)


.


.


.


~ Shah ~


Aku senang lantaran putri ku sudah kembali. Entah kenapa semenjak ia kembali dari Surabaya aku merasa senang yang tidak bisa digambarkan. Aku merasakan itu datang kembali. Senang saat awal bertemu dengan Sarah. Bersama dengannya membuat aku merasa bahagia yang luar biasa. Tapi setelah kejadian itu hilang sudah kesenang dan kebahagiaan. Kejadian dimana aku harus menikahi Dilara dan harus meninggalkan Sarah. Sakit rasa mengingat itu kembali.


Mungkin kalian akan mengatakan bahwa aku adalah lelaki yang kurang ajar telah meninggal kan wanita begitu saja. Ya aku memang lelaki yang bre****k. Lelaki yang tidak tahu diri dan tidak bertanggung jawab. Rela meninggalkan wanita yang aku cintai demi hanya sebuah karir.


Asal kalian tahu, aku melakukan ini semata-mata hanya untuk menyelamatkan nya. Aku takut jika saat itu tidak meninggalkannya, mungkin ia tidak akan ada lagi di dunia ini. Aku sangat mencintai dia tapi aku tega menyakitinya.


Aku merasa menjadi lelaki b*j*ng*n saat melakukan hal yang sangat kejam terhadap nya. Ya aku mengambil putri ku dari nya dan memisahkan dia dengan Ibu kandung nya. Aku terpaksa melakukan ini, jika tidak Dilara akan melakukan hal yang diluar batas.


Jika aku ditakdirkan bertemu dengannya kembali. Aku akan meminta maaf walau mungkin itu mustahil untuk dia terima dan intinya aku akan mengatakan bahwa aku masih sangat mencintai Sarah.


**********

__ADS_1


At 10.00 A.m.


Sarah sedang membuat makanan untuk sarapan. Ya di kesiangan lantaran tidur pada pukul 04.00 A.m. Saat sedang asik berkutik dengan masakannya Sarah di kaget kan dengan suara yang begitu besar, siapa lagi kalau bukan putranya yang jahil si Zafran.


" Bundaaaa." teriak Zafran.


" Yaaa, Bunda didapur Nak." Sarah menjawab teriak Zafran sambil menggelengkan kepalanya.


Zafran yang sudah mengetahui keberadaan Bundanya langsung ia menghampiri suara itu.


" Ada apa sih teriak-teriak. Masih pagi juga, sudah seperti anak kecil saja." ucap Sarah ketika sudah melihat Zafran dari balik tembok yang membatasi antara ruang tengah dan dapur.


" Hehehe, maaf Bun. Lagian Zafran cari di kamar Bunda tidak ada. Aku kira Bunda keluar dari Apartemen."


" Ya kali aja Bunda begitu, kan Zafran tidak tahu." ucap Zafran sambil mengangkatkan kedua lengannya.


" Dasar kau ini, ya sudah makan dulu itu sarapannya."


" Ok, makasih Bunda."


" Sama-sama."

__ADS_1


Setelah selesai sarapan Zafran langsung memasuki kamarnya lagi guna untuk mandi. Selesai mandi ia langsung menghampiri Sarah yang sedang asik menonton TV.


" Bun bagaimana?" tanya Zafran saat sudah duduk disamping Sarah.


" Bagaimana apa nya?" bingung Sarah.


" Kita mencari Aisyah." ucap Zafran langsung ke inti.


" Bagaimana cara nya kita bisa menemukan dia? Bahkan Bunda tidak tahu wajah nya sama sekali."


" Hm, iya juga. Nanti coba Zafran cari identitas dia dari Internet, siapa tahu ketemu."


" Bagus itu Nak, coba saja dulu."


" Baiklah, Zafran akan ke kamar dulu." ucap Zafran langsung menghilang dari hadapan Sarah.


Sarah hanya menggangguk mendengar ucapan Zafran. Dia berharap jika Zafran akan menemukan identitas putri nya itu, setidaknya tahu wajahnya terlebih dahulu. Dia sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan putrinya. Ingin tahu seperti apa putrinya sekarang.


~"-*-"~


Heyyo! Garing ya? maaf ya guys wkwkwk.

__ADS_1


Thank you💞


@dinda_mahardhika21


__ADS_2