
Happy Reading :)
.
.
.
Acara pemakaman telah selesai. Zafran di makamkan di antara makam Ayah dan Mamanya. Sedangkan Dilara di makamkan di sebelah Mama Zafran. Sarah masih bersimpuh di depan makam putranya. Ada Hasan, Rea, dan Maya disamping Sarah. Sedangkan Aisyah belum bisa berjalan alhasil hanya bisa duduk di kursi roda sembari bersedih.
" Mama, Ais minta maaf. Mungkin selama ini Ais selalu kurang ajar sama Mama. Ais sudah memaafkan semua kesalahan Mama. Sejahat apapun Mama, Mama selalu tetap menjadi Mama Ais. Semoga Mama bahagia disisi-Nya, hiks," isak Aisyah di depan makam Dilara. Shah mengusap punggung putrinya sembari menenangkan.
" Zafrannnn, hiks hiks, kenapa kau bisa seperti ini," teriak Kintha yang baru saja sampai dan langsung bersimpuh di makam Zafran.
Mereka semua yang ada disitu terkejut. Kenapa ini orang teriak-teriak gak jelas. Eh jelas ding, kan sedih. Hahaha.
Kintha langsung menghampiri Aisyah.
" Ini semua karena mu kan. Zafran begini gara-gara kamu. Kau selalu saja membuat hatiku sakit. Sebelumnya kau telah merebut hati Zafran dariku. Dan sekarang kau telah meranggut nyawa nya," omel Kintha emosi pada Aisyah.
Aisyah hanya diam mendengarkan omelan Kintha. Hasan langsung menghampiri Kintha dan menariknya.
Sarah langsung menghampiri putrinya. Shah yang melihat pun ikutan.
" Lu ini apa-apaan hah! Lu tidak malu berbuat seperti ini. Lu gak pantas berbicara seperti itu pada Ais," tegas Hasan.
" Kenapa Lu membela dia. Sudah jelas-jelas dia yang telah mengakibatkan sahabat kita pergi."
" Sudah cukup. Ini semua takdir. Lu gak bisa menyalahkan Ais. Ais juga korban dari semuanya. Mending Lu pergi dari sini daripada Lu akan makin membuat keributan."
" Oh begitu. Lu tahukan kalau gua mencintai Zafran sudah sejak lama. Baiklah gua akan pergi. Tapi ingat ini. gua tidak akan pernah melepaskan gadis itu hidup bahagia. Camkan itu," kesal Kintha dan langsung pergi.
Hasan hanya bisa menarik nafas. Dia tidak habis fikir kenapa sahabatnya mempunyai hati yang pendendam.
Rea, Hasan, dan Maya masih meratap kesedihan, tidak menyangka bahwa sahabatnya telah tiada. Mereka sangat shock sewaktu diberitahu oleh Aashad perihal kematian Zafran dan Dilara.
Semuanya telah balik dari pemakaman dan langsung menuju rumah kediaman Shah.
" Ais, sabar ya." Hanya itu yang bisa Maya ucapkan.
" Aku masih merasa Zafran begini karena diriku. Mungkin jika Zafran tidak melakukan ini, dia pasti masih ada disamping kita, hiks hiks," sedih Aisyah.
" Ini sudah takdir. Kau tidak perlu merasa bersalah pada Zafran, hanya karena dia mendonorkan darahnya padamu. Walaupun dia tidak mendonorkan darahnya dia sudah pasti akan tetap tiada. Karena memang sudah waktunya dia pergi dari dunia ini," ucap Rea.
" Benar kata Rea. Kau tidak usah merasa seperti ini lagi ya. Kita semua harus ikhlas atas semua yang terjadi ini. Jangan pikirkan omongan Kintha tadi ya. Biarkan Zafran tentunya Tante Dilara tenang di alam nya sekarang," sahut Hasan.
Aashad tersenyum mendengar pembicaraan antara Aisyah dan teman-temannya. Dia sudah merasa agak lega, karena ada yang akan bisa menghibur Aisyah nantinya selain dia sendiri.
" Assalamu'alaikum, Shah," ucap seorang pria dewasa bersama dengan istrinya.
__ADS_1
" Wa'alaikumussalam. Hai, Ahmed," jawab Shah pada pria itu.
" Kami turut berduka cita ya atas meninggalnya Dilara. Kami benar-benar sangat shock saat tahu ini semua dari Aashad yang menghubungi kami kemarin. Dan maaf kami baru datang hari ini. Karena transit di Jepang lumayan lama." Ternyata itu adalah orang tua dari Aashad yang datang dari Swiss.
" Ah iya. Terimakasih ya. Tidak apa-apa, wajar saja," senyum Shah.
" Hii. Poppy, Mommy," ucap Aashad yang keluar dari dalam rumah.
" Hello, Nak. How are you?"
" Alhamdulillah. I'm ok. You?"
" Fine."
" Ya sudah ayo masuk dulu," ajak Shah.
Mereka akhirnya masuk kedalam Rumah.
" Ahmed, Delfina perkenalkan ini Sarah. Ibu dari Aisyah. Dan Sarah ini adalah orangtua dari Aashad," ucap Shah memperkenalkan.
Mereka saling berjabat tangan (Gak ada Corona). Ahmed dan Delfina sudah tidak kaget lagi tentang Sarah. Karena memang Aashad sudah menceritakan semuanya. Mereka berdua juga tidak menyangka bahwa Dilara bisa melakukan hal seperti itu. Eh orang sudah meninggal gak boleh dibicarakan lagi, maapin gua yak hihihi.
***
Di kamar, Aisyah memandangi foto Zafran. Sesekali ia selalu menyeka air mata yang menetes di pipi. Ia ingat hari-hari yang telah lalui bersama Zafran. Canda, tawa, sampai tangis yang selalu mereka lewati bersama, kini hanya tentang sebuah kenangan.
Aisyah membuka kotak itu. Dan Aisyah sangat terkejut setelah membukanya. Ternyata isinya adalah foto-foto dirinya sewaktu dulu baru menjadi Mahasiswa baru. Aisyah tidak tahu bahwa selama ini Zafran melakukan itu. Ia lihat fotonya satu-persatu. Dan saat membalikan foto-foto itu, selalu ada sebuah tulisan disana. Di foto pertama bertuliskan, " Cantik. Siapa nama mu? Aku ingin kenal dirimu. Suatu saat aku pasti akan dekat denganmu." Aisyah tersenyum geli membaca itu. Lalu Aisyah beralih ke foto kedua. Disana tertulis, " Aisyah Mumtaza, itu nama mu bukan? Cantik seperti orangnya :)"
Beralih ke foto ketiga. Zafran menuliskan, " Kita telah berkenal tadi. Kau begitu manis saat bicara. Suara lembut mu, senyum indah mu itu membuat aku merasa bahwa hatiku berdebar kencang." Aisyah tersenyum dan langsung mengingat pertama kali ia berkenalan dengan Zafran. Ia tertawa kecil saat mengingat itu. Aisyah melanjutkan melihat-lihat foto dan membaca kalimat yang ada di belakang foto. Ia selalu tersenyum dan tertawa kecil saat membaca itu.
Dan pada foto terakhir terlihat Aisyah sedang berpelukan dengan Sarah. Aisyah ingat betul itu foto saat ia pertama tahu semua kebenaran yang sesungguhnya. Di foto itu tertulis, " Aku senang, bahkan sangat senang melihat kalian tahu satu sama lain. Kalian tampak bahagia. Aku harap kalian selalu bersama tanpa ada yang akan memisahkan lagi. Aku tidak akan membiarkan kalian terpisah kembali. Kalian adalah wanita yang sangat aku cintai." Aisyah meneteskan air matanya. Mungkin bagi kalian ini biasa. Tetapi bagi Aisyah, ini adalah hal yang paling terkesan. Ia jadi ingat pengorbanan yang telah Zafran lakukan. Zafran benar-benar membuktikan ucapannya tersebut bahwa tidak akan membiarkan Aisyah dan Sarah terpisahkan kembali. Terakhir ada kertas yang dilipat. Aisyah membuka lipatan kertas itu. Dan ada sebuah tulisan.
" Saat kau membaca ini, mungkin aku telah pergi jauh. Za, aku tidak tahu apa yang aku rasakan sekarang. Aku merasa bahwa sesuatu hal besar akan terjadi dan akan membawa ku jauh darimu. Aku bermimpi bertemu dengan Ayah dan Mama ku yang akan membawa ku pergi. Aku tidak tahu mereka akan membawa ku kemana. Aku merasa mimpi itu terlihat jelas dan nyata. Aku tidak tahu itu pertanda apa. Yang jelas setelah aku bermimpi itu, aku langsung merasa bahwa aku akan pergi jauh darimu dan tidak akan kembali. Za, maafkan aku yang telah menyembunyikan hal besar pada mu waktu itu. Aku benar-benar bingung harus berbuat apa. Aku takut bahwa kau tidak akan mempercayai itu semua. Aku takut jika kau tahu, kau malah akan menjauhi Bunda. Tapi jujur yang membuat aku takut waktu itu adalah, kau akan menjauhiku dan hanya akan menganggap ku sebagai Kakak. Dan ternyata benar, sewaktu kau tahu semuanya. Kau berkata bahwa aku adalah Kakak mu. Jujur, aku sangat sedih saat kau berbicara begitu. Aku sangat tidak suka saat kau berdekatan dengan cowok lain selain diriku. Siapa namanya? Ah ya, Aashad. Mungkin aku terlalu labil saat merasakan hal itu. Tapi, itu benar-benar aku tidak suka melihatnya ada di samping mu, apalagi kau terlihat sangat senang dan nyaman saat bersamanya. Mungkin bisa dibilang aku cemburu? Hmmm ya cemburu. Za, maafkan aku yang selalu membuat kau kesal selama ini. Kejahilan ku yang selalu membuat kau jengkel, semua yang kau tidak suka dariku, aku minta maaf. Za, tolong jaga Bunda dengan baik jika aku tidak ada. Sekarang yang ada di hidup Bunda adalah dirimu. Mulai sekarang kau akan merasakan bagaimana rasanya mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu. Bunda akan memberi itu padamu lebih dari apa yang Bunda kasih padaku. Za, cepat atau lambat akan ada pria lain yang benar-benar sangat mencintaimu. Pria yang selalu sayang padamu. Pria yang selalu mengerti akan dirimu. Tapi, aku ingin memberi tahu sesuatu padamu. Ingat akan hal satu ini. Za, aku menyukaimu sejak awal aku melihatmu. Aku sangat bahagia saat aku bisa kenal dan dekat dengan mu. Hari-hari yang bisa aku lewati bersamamu. Aku sangat senang dengan itu semua. Za, I love you. I really love you." Aisyah menangis setelah membaca itu. Ia tidak menduga bahwa Zafran juga mencintainya.
" Maafkan aku Fran. Maafkan aku, hiks hiks. Aku tidak tahu ini semua. Terimakasih Fran. Aku sangat berterimakasih padamu. Jika kau tahu pasti adalah bahwa, aku juga sangat mencintaimu," ucap Aisyah terisak.
***
Aku tahu, kehidupan itu tidaklah selamanya.
Jika nanti aku kehilangan mu.
Aku akan berusaha ikhlas walau sakit.
Kau lah yang selalu aku harapkan selama ini. Hanya kau!
Tapi aku tidak bisa melawan takdir.
Hati yang tak pernah aku buka. Tapi seketika terbuka saat mengenalmu.
__ADS_1
Kau pria yang tangguh.
Kau pria yang sangat baik.
Kau cinta pertama ku.
Tapi, mungkin kau bukan lah cinta terakhirku.
Maaf jika nanti ada seseorang yang bisa menggantikan mu dihati ku.
Tapi kalau aku boleh jujur.
Sampai saat ini aku masih mencintaimu walau raga mu tidak bersama ku.
~ Aisyah Zaara Tasanee~
.
.
.
~Zafran Mohammed~
Aisyah Mumtaza eh sudah balik lagi namanya.
~Aisyah Zaara Tasanee~
Cantik tidak visual yang ini. Aku kira ini lebih cocok untuk karakter Aisyah. Mirip pula dengan visual Sarah. Best lah menurut gua ini visual. Jadi ganti Visual yaps, hihihi.
~Aashad Al-Zafar~
.
.
.
~"-*-"~
Thank you💞
@dinda_mahardhika21
__ADS_1