
HAPPY READING :)
.
.
.
~ POV SARAH ~
Aku heran kenapa tiba-tiba merasa aneh terhadap sikap Zafran. Dari kejadian malam itu saat dia pulang terlambat. Aku tidak tahu kenapa putraku itu pulang larut malam. Aku hanya tahu kalau dia sedang mencari keberadaan putriku. Tapi aku merasa ada yang janggal dengan hal ini. Mengapa dia pulang selarut itu. Apalagi dia pulang dengan raut muka yang kaku. Saat aku bertanya ada apa, dia hanya menjawab tidak apa-apa. Dan saat aku bertanya tentang Zaara, dia seperti terkejut dan tiba-tiba ucapannya menggagap. Dan yang paling membuat ku heran adalah dia bicara dengan ku tetapi tidak memandang diriku. Tapi aku mencoba berfikir yang santai, mungkin dia kecapaian karena sudah mencari keberadaan putriku. Aku membiarkan dia memasuki kamarnya, karena mungkin butuh istirahat. Mungkin besok pagi dia akan kembali seperti semula.
Pagi hari saat aku menyiapkan sarapan untuk kita makan. Aku melihat Zafran sedang tergesa-gesa seperti orang sibuk. Dia melihat ku sedang menata makanan di meja makan. Tapi dia tidak menyapa ku seperti biasa atau memberikan tanda-tanda dia akan duduk di kursi meja makan.
" Kenapa kau tergesa-gesa seperti itu nak?" tanya ku saat dia sedang memakai jam tangannya di ruang tengah.
" Aku akan pergi ke kampus cepat." jawabnya tanpa melihatku sama sekali.
" Kau tidak sarapan dulu?" tanya ku lagi.
" Tidak, aku sudah terlambat." jawabnya lagi dan sekarang sedang memakai sepatunya.
__ADS_1
Aku hanya diam mendengarkan jawaban dari Zafran.
" Aku berangkat Bun. Assalamu'alaikum." ucapnya setelah selesai memakai sepatu dan lagi-lagi tanpa melihatku. Dia langsung pergi saja tanpa besalaman dengan ku.
" Ya, hati-hati. Wa'alaikumussalam." jawab ku, sambil terus melihat punggung nya yang kian menjauh.
Hati ku tiba-tiba merasa sedih mendengar jawaban Zafran yang tidak biasanya. Sikap yang tidak biasa. Bicara tanpa melihat lawan bicara. Menjawab dengan nada ketus. Dan yang paling aku sakit hati adalah saat dia menyebutkan dirinya sendiri dengan kata "AKU". Dia tidak biasa memanggil dirinya sendiri "aku" saat berbicara dengan ku. Dia pasti selalu menyebutkan dirinya sendiri dengan namanya. Entah aku merasa ada yang disembunyikannya sampai dia seperti menghindari ku. Tapi Apa?
Lama aku memikirkan itu semua. Aku bergegas bersiap untuk pergi ke suatu tempat yang sangat aku rindukan di Jakarta. Tempat pertama kali yang aku kunjungi dulu di kota ini. Tempat yang paling nyaman menurutku. Dan tempat ini adalah tempat dimana dia mengatakan perasaannya kepadaku. Tapi perkataan itu hanyalah kebohongan belaka. Aku tidak mempercayai perkataan nya lagi semenjak dia mempermainkan ku dan membohongi ku. Dan ya, sudah jelas aku mengetahui tempat ini itu saat dia mengajak ku pertama kali ke Ibu Kota.
Saat aku sudah sampai di tempat ini. Aku lihat sekeliling tempat ini dan masih sama seperti dulu, hanya saja bunga-bunga dan pohon-pohon ini diganti dengan jenis yang lain. Tapi tempat duduk, stand light masih sama berada di tempat yang dulu.
Aku duduk di salah satu bangku yang ada di taman ini. Angin semilir yang masuk kedalam tubuhku yang kering melewati rongga-rongga baju yang ku pakai membuat aku merasakan nyaman berada disini. Terasa sejuk dan bisa menghilangkan kepenatanku saat ini.
"finish POV."
*****
Shah sedang mengemudikan mobil mewahnya. Menatap jalanan dengan kosong. Terlihat seperti orang yang sedang berfikir berat dan tampak lelah.
" Dimana lagi aku harus mencari Sarah?" ucap Shah sendiri.
__ADS_1
" Sudah 2 hari aku mencarinya tapi tidak ada tanda-tanda menemukan dia." ucap Shah lagi.
Shah mengusap wajahnya kasar. Dia senderkan tubuhnya ke samping pintu mobil berfikir mencari dimana lagi Sarahnya itu sambil mengigit kecil jari telunjuknya.
" Apakah Tony berbohong kepadaku? Apakah dia sedang mengerjai aku dengan mengatakan kalau Sarah ada di kota ini dan ingin membuatku ketakutan seperti ini. Akhhhh, tapi tidak mungkin dia berbohong, apalagi dia mengatakan itu dengan serius." ucap Shah frustasi.
*****
~ POV SHAH ~
Aku tidak tahu harus mencari dia dimana lagi? Sudah dua hari aku mencarinya tapi tidak tanda-tanda menemukannya. Entah aku harus mencarinya kemana dan dimana lagi. Ini kesempatan terakhirku untuk mencarinya secara bebas lantaran esok Dilara akan pulang dari Singapura. Aku takut jika nanti Dilara akan mengetahui ini. Aku yakin kalau dia tahu, pasti akan ada keributan yang mengancam adanya bahaya untuk semua orang.
Kalian pasti berfikir kalau aku tergolong sebagai suami yang takut istri. Hm, terserah kalian akan ngomong apa. Aku tidak peduli. Ya aku takut kepadanya lantaran jika dia mengetahui ini dia pasti akan menyakiti Sarah lagi. Aku tidak tahu apa yang akan Dilara lakukan nanti kepada Ais. Tapi aku yakin pasti dia akan membawa Ais pergi ketempat yang tidak diketahui oleh kita. Aku akui memang Dilara sangat menginginkan Ais sedari kecil dulu. Tapi entah rasa inginnya itu bentuk dari rasa sayang nya atau bukan. Intinya dia orang yang sangat protektif kepada Ais. Tidak mau jika Ais harus berpisah dengan dirinya itu.
Aku pusing memikirkan itu semua. Aku mengemudikan mobilku ke arah tempat favoritku. Tempat yang indah. Yang memiliki sejuta kenangan bersama wanita yang sangat ku cintai sampai sekarang ini. Tempat dimana aku pertama kali membawanya kesini. Tempat pertama kali aku mengucapkan perasaan ku kepadanya.
Aku parkir kan mobil ku tidak jauh dari pintu masuk taman ini. Aku keluar dari mobil dan melangkahkan kaki ku berjalan menuju taman itu. Lama aku berkeliling di taman itu sambil mengingat kenangan saat bersamanya. Tidak semua sih aku kelilingi, karena luas taman ini yang tidak tahu ukuranya seberapa. Dan tidak mungkin aku kelilingi seluruh taman ini karena mengingat umurku yang mungkin sudah tidak muda lagi. Bisa-bisa nanti aku bengek mendadak, kan gak lucu. Akhirnya aku memutuskan duduk di salah satu bangku yang ada disini. Aku mendudukan bokong ku, menarik nafasku kasar. Aku sandarkan tubuhku pada senderan tempat duduk. Mengadahkan kepalaku keatas sambil memejamkan mataku. Merasakan hembusan angin yang menusuk tubuhku. Membayang jika tiba-tiba wanitaku ada disini, pasti aku akan sangat bahagia.
~"-*-"~
Like gaes like ok, wkwk.
__ADS_1
Thank you💞
@dinda_mahardhika21