Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
S2- Aisyah Shock!


__ADS_3

Happy Reading :)


.


.


.


Sudah 3 jam berlalu saat Aisyah sadar. Shah dan Sarah masih setia menemani putri tercinta. Untuk Aashad, tadi pamit untuk mengurus pemakaman Dilara dan Zafran. Tentunya dengan tanpa sepengetahuan Aisyah. Mereka akan memberitahu Aisyah setelah nanti kondisinya lebih membaik.


" Nak, kau makan dulu ya," ucap Sarah.


Aisyah hanya mengangguk setuju. Sarah langsung menghampiri putrinya dengan membawa makanan di tangannya. Ia menyuapi Aisyah dengan lembut dan penuh kasih. Aisyah yang mendapat perilaku dari Bundanya pun tersenyum senang. Baru kali ini ia merasakan, bagaimana rasanya di suapi dengan kasih sayang dari ibu sendiri.


Shah meminta izin untuk keluar karena dapat pesan via Line dari Aashad. Sarah dan Aisyah mengangguk saja.


" Bun, Zafran dan Mama ada dimana? Apakah mereka baik-baik saja? Dari tadi kok, Ais belum melihat mereka," tanya Aisyah pada Sarah. Dia heran sudah lama ia sadar, tetapi kenapa Mamanya dan Zafran tidak muncul juga di hadapannya.


Sarah diam membisu. Ia tidak tahu harus mengatakan apa pada putrinya.


" Bun, Bunda. Kenapa diam?" Panggil Aisyah menyadarkan Sarah yang melamun.


" Eh, iya."


" Katakan sesuatu pada Ais, Bun. Perasaan Ais tidak enak dari tadi. Apa ada sesuatu yang terjadi pada Mama dan Zafran?"


" Em, begini. Zafran dan Mama sudah tidak merasakan apapun lagi. Mereka sudah sembuh dari sakitnya. Mereka tidak akan lagi merasakan sakit," jelas Sarah sembari menggenggam tangan Aisyah.


" Apa maksud Bunda?"

__ADS_1


" Mereka sudah tiada," sahut Shah dari belakang.


" Innalillahi wainnailaihi raji'un. Bagaimana semua ini terjadi? Ini tidak benar kan Pah. Papa hanya bercanda kan? Bunda tolong katakan bahwa mereka baik-baik saja. Ais baru saja bertemu Zafran tadi. Tidak mungkin Zafran pergi meninggalkan Ais. Zafran telah berjanji untuk selalu menemani Ais," racau Aisyah tidak percaya.


" Suthhhhh, tenang ya sayang," ucap Sarah memeluk Aisyah sembari meneteskan air matanya.


" Bunda, hiks hiks. Zafran tidak mungkin pergi. Dan Mama, walau Mama begitu tetapi Ais sayang sama Mama. Bunda, tolong katakan bahwa ini tidak benar hiks hiks," tangis Aisyah dipelukan Sarah.


Sarah melepas dekapannya pada Aisyah. Ia mengusap air mata putrinya dengan lembut.


" Dengarkan Bunda baik-baik, hm. Benar Mama dan Zafran telah tiada. Mereka telah meninggalkan kami semua. Kau tadi bercerita, bahwa kau bertemu Zafran tetapi Zafran memilih pergi, bukan? Ya memang sudah waktunya Zafran pergi. Dan 2 orang yang ada bersamanya adalah orang tuanya, benar? Zafran sudah sangat ingin bertemu dengan Mama dan Ayahnya. Mungkin memang sudah waktunya untuk Zafran berkumpul lagi bersama orangtua nya. Bunda tahu kau sangat sedih mendengar ini, begitupun dengan Bunda. Bunda sangat sedih kehilangannya, tapi Bunda berusaha ikhlas. Kita tidak tahu takdir dari tuhan. Dan Bunda tahu kau sayang pada Mama. Mama yang membesarkan mu sedari kecil. Sudah sepantasnya kau menyayangi nya. Maka dari itu ikhlaskan mereka pergi. Do'akan mereka agar tenang di alam sana. Kau mau tahu sesuatu?" jelas Sarah penjelasan agar tenang.


Aisyah terisak mendengar penjelasan dari Sarah. Ia masih belum menyangka bahwa Mamanya dan Zafran telah tiada meninggalkannya. Aisyah mengangguk saat Bundanya akan memberi tahu sesuatu.


" Darah Zafran ada padamu," ucap Sarah langsung.


" Darah Zafran? Ada padaku?" Bingung Aisyah.


" Ya. Darah Zafran telah mengalir di dalam Tubuh mu. Kalian telah menjadi satu menjadi anak Bunda. Sebelum tiada, Zafran meminta agar mendonorkan darahnya untuk kamu, Nak. Padahal saat itu kondisi Zafran sangat tidak baik. Kami telah memberi penjelasan padanya agar tidak melakukan itu, karena jika itu terjadi, Zafran akan menerima konsekuensi nya. Tetapi Zafran sangat keras kepala dengan keinginannya. Ia ingin kau selamat dari kritis agar bisa cepat di operasi. Ia telah berkorban untuk kau sepenuhnya. Ia sangat ingin agar Bunda selalu bisa bersamamu sepanjang masa. Dan yang paling menyakitkan untuk Bunda adalah, Bunda tidak bisa mendonorkan darah Bunda untuk mu. Begitupun dengan Papa mu. Darah kami tidak cocok untuk mu. Alhasil permintaan Zafran untuk mendonorkan darahnya terpenuhi sebelum ia tiada," jelas Sarah menahan airmata di pelupuk matanya.


" AllahuAkbar. Benarkah Bunda? Darah yang sekarang mengalir pada tubuh Ais adalah darah Zafran?"


" Benar, Nak," sahut Shah.


Aisyah kembali terisak mendengar itu semua. Ia tidak menyangka bahwa Zafran melakukan itu semua. Demi menyelamatkannya, Zafran rela berkorban nyawa. Ia merasa tidak enak hati pada Bunda. Karena dirinya ini, Bunda harus kehilangan putranya.


Shah hanya bisa diam melihat dua wanitanya. Ia benar-benar sangat terharu atas kedekatan Ibu dan anak itu.


" Ais minta maaf, Bun."

__ADS_1


" He, kenapa kau meminta maaf,hm."


" Karena Ais, Bunda harus kehilangan Zafran,"


" Kenapa kau bilang begitu? Ini semua adalah takdir tuhan. Hidup mati seseorang ada berada di tangan-Nya. Bunda akan sedih lagi jika kau yang pergi. Bunda telah kehilangan mu dulu. Dan tidak untuk sekarang, hm. Sudah lah, sekarang ini kita harus mengikhlaskan semua ini. Lagi pula sekarang dua anak Bunda telah ada dihadapan Bunda," ucap Sarah berusaha tegar.


Aisyah tersenyum haru pada Sarah dan langsung memeluk Bundanya tersebut.


" Ais ingin datang di pemakaman Mama dan Zafran nanti," pinta Aisyah.


" Baiklah. Tapi harus dengan izin dokter," jawab Shah.


Aisyah hanya mengangguk setuju.


Dibalik pintu ruangan itu Aashad mendengar semua percakapan dari mereka semua. Ia sangat terharu atas kedekatan Sarah dan Aisyah. Lebih lagi rasa tidak kepercayaan Aisyah bahwa Zafran telah tiada. Benar adanya bahwa gadisnya sangat sedih atas kehilangan Zafran. Ia melihat benih cinta yang sangat besar di mata gadisnya untuk Zafran. Ia jadi merasa tidak pantas untuk berada di samping Aisyah. Ia tidak melakukan apapun untuk gadisnya. Ia benar-benar takut jika cintanya tertolak hanya karena pengorbanan Zafran yang besar pada gadisnya.


.


.


.


~"-*-"~


Gua gak tahu ini nulis apa, beuhhh. Maaf ok.


Thank you💞


@dinda_mahardhika21

__ADS_1


__ADS_2