Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
S2- Akhirnya 5!


__ADS_3

Ingat! Ini masih dalam pantauan dari Flashback! hihihi! Suht gak usah ketawa!


.


.


.


Happy Reading :)


.


.


.


Malam hari, di kediaman rumah Shah.


Shah dan Dilara sedang cecok satu sama lain. Mereka sedang membicarakan tentang Aisyah. Shah selalu menolak apa yang dikatakan istrinya. Tapi Istrinya selalu tidak ingin kalah.


" Antarkan aku ke rumahnya," ucap Dilara.


" Tidak. Aku tidak ingin mengantarmu. Jangan buat Ais murka lagi!"


" Aku tidak peduli. Aku akan merebut Ais kembali dari wanita itu!" Seru Dilara.


" Kau tidak bisa begitu. Sarah adalah ibunya. Apa kau sama sekali tidak punya rasa malu bertindak seperti ini?!" Ucap Shah tidak kalah seru.


" Aku akan kerumahnya sekarang. Jika kau tidak mau mengantarkan ku. Aku bisa kesana sekarang. Jangan menyesal jika aku bertindak lebih apa yang kau bayangkan," kata Dilara seakan mengancam.


Dilara langsung pergi dari hadapan Shah. Dan benar saja dia keluar dari kamar membawa tas jinjing bersiap untuk pergi.


" Tunggu. Baiklah aku akan mengantarmu. Tapi aku peringatan kau jangan berbuat macam-macam!" Tegas Shah.


Dilara hanya diam setuju mendengar ucapan Shah. Shah menarik tangan Dilara menuju garasi mobil. Shah sudah pusing mendengar ocehan istrinya dari siang tadi. Rasanya muak dengan ini semua. Shah langsung melajukan mobilnya ke arah apartemen Zafran. Ia berharap semoga saja Istrinya tidak menciptakan keributan disana.


Setelah beberapa menit kemudian, akhrinya mereka sampai di depan gedung apartemen. Mereka keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam apartemen. Saat sudah sampai di depan pintu unit apartemen Zafran, Shah langsung memencet bel. Dan beberapa detik kemudian pintu terbuka dengan menampilkan sosok wanita yang sangat dicintai oleh Shah.


Sarah sangat terkejut selah membukaan pintu. Ia melihat wanita yang sangat dibencinya selama ini. Ada apa wanita ini kesini? Malam-malam pula.


Dilara hanya menatap dingin melihat ekspresi Sarah. Ia yakin bahwa Sarah sangat terkejut dengan kedatangannya ini.


Shah hanya diam saja melihat kedua wanita yang ada dihadapannya saling pandang dengan dingin. Ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


" Dimana Ais?" Tanya Dilara dingin.


" Ada. Mau apa?" Jawab Sarah.


" Aku ingin bertemu Ais."


Shah menggeleng ke Sarah. Seolah tidak memperbolehkan Sarah menuruti keinginan Dilara.


" Tidak. Ais sudah tidur. Lagi pula ini sudah malam," tolak Sarah.


" Kau ini siapa hah!? Aku Mamanya. Aku berhak bertemu dengannya."


" Kau ini bicara apa? Aku ibu kandungnya. Aku lebih berhak atas dirinya,"


" Oh rupanya sekarang kau sudah mulai berani ya kepadaku? Aku akan merebut kembali Ais darimu," ucap Dilara langsung memaksa masuk kedalam unit apartemen.


" Hei kau apa-apaan sih! Tidak sopan sekali kau masuk kerumah orang dengan begini," kata Sarah sambil mencengkeram lengan Dilara.


" Lepas! Aku tidak peduli. Aku ingin bertemu Ais!" Ucap Dilara dengan keras.


" Kau jangan buat malu ya. Kau sudah berjanji tidak akan berbuat macam-macam dan menciptakan keributan!" Tegas Shah pada istrinya.

__ADS_1


Dilara tidak mendengarkan perkara Shah dan memaksa melepaskan cengkraman Sarah. Setelah lepas Dilara langsung memaksa semakin masuk ke dalam rumah.


" Ais. Ais kau dimana? Ini Mama, ayo pulang," teriak Dilara saat sudah di dalam rumah.


" Kau ini apa-apaan hah? Ini bukan rumah mu. Jangan seenaknya berteriak begitu!" Tegas Sarah.


Lagi-lagi Dilara hanya mengacuhkan ucapan Sarah. Dia masih tetap memanggil nama Ais dengan teriakan yang cukup keras. Shah hanya bisa pasrah. Dia tahu betul Dilara ini seperti apa. Shah hanya berharap, ini tidak akan menganggu tetangga yang lain.


Aisyah yang sedang dikamar dan mendengar teriakan memanggil namanya pun langsung menghampiri teriakan itu. Ia sangat terkejut saat melihat Mamanya sudah ada di bawah sana. Aisyah yang tidak suka melihat Mamanya ada disini pun langsung menuruni anak tangga. Dan Zafran melakukan hal yang sama seperti Aisyah.


" Mama, apa-apaan ini? Kenapa malam-malam kesini membuat keributan!" ucap Aisyah.


" Mama kesini untuk mengajakmu pulang,"


" Tidak. Aku tidak ingin pulang. Ini rumahku sekarang," tolak Aisyah.


" Jangan buat Mama marah, Ais!" Tegas Dilara.


" Justru yang harus disini marah adalah aku. Aku berhak memilih untuk tinggal dimana. Sekarang Mama pulang atau aku akan membencimu selamanya," ucap Aisyah dengan amarah.


" Tidak. Kau harus pulang bersama Mama sekarang."


" Kau apa-apaan sih Hah! Sudah ayo kita pulang. Biarkan Ais tinggal disini," sahut Shah.


" Jangan buat Mama murka, Ais. Ayo ikut Mama pulang!" Tegas Dilara lagi.


" Sudah aku bilang. Aku tidak mau! Apa Mama tidak paham?"


" Ohhh jadi kamu mau Mama bertindak diluar batas ya," ancam Dilara.


" Sudah cukup! Apa kau tidak dengar Ais bilang apa? Dia tidak mau pulang dengan mu. Sekarang aku minta kau pergi dari sini Nyonya Dilara!" Seru Sarah.


" Aku tidak akan pergi dengan membawa Ais. Ayo Ais kau akan Mama bawa pergi jauh dari sini," ucap Dilara sembari menyeret tangan Aisyah paksa.


Sarah pun menarik tangan Aisyah satunya lagi. Dan terjadi tarik-tarikan tangan antara Sarah dan Dilara. (Udeh kayak lomba tarik tambah nih wkwk)


" Dilara! Lepas kan tangan Ais!" Seru Shah.


Dilara langsung menarik keras Aisyah dan berhasil melepaskan tangan Aisyah dari genggaman Sarah. Dilara langsung nyeret Aisyah keluar dari Apartemen. Saat didepan Shah, Dilara langsung menyaut kunci mobil yang ada di saku celana milik Shah. Dilara menyeret Aisyah dengan cepat. Dan di kejar oleh Sarah, Shah, dan Zafran. Dilara dan Aisyah sudah ada didalam lift. Saat Sarah, Shah, dan Zafran akan masuk, sayangnya lift sudah menutup. Zafran langsung lari melewati tangga darurat. Shah dan Sarah menunggu lift terbuka lagi. Karena mengingat umur, kakinya pasti akan lempoh jika melewati tangga darurat. Maklum unit apartemen Zafran kan di lantai 8, ya walaupun tidak tinggi-tinggi amat kan mereka berdua sudah berumur.


" Mama apa-apaan sih! Lepaskan aku," pinta Aisyah.


" Tidak akan!"


Saat sampai parkiran mobil. Dilara langsung memaksa Aisyah masuk kedalam mobil. Dilara langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Zafran yang tahu itu langsung mengejar mereka berdua (Aisyah dan Dilara) dengan mobilnya. Shah dan Sarah tertinggal karena lama menunggu lift tadi.


" Mah jangan ngebut. Jalanan masih ramai," Teriak Aisyah.


" Mama tidak peduli!"


" Sebenarnya Mama akan membawa aku kemana?"


" Tempat yang sangat jauh. Biara mereka tidak bisa menemui mu."


Aisyah hanya pasrah dengan perlakuan Mamanya ini.


Zafran terus melajukan mobilnya mengikuti mobil yang dikendarai Dilara.


" Aku tidak akan membiarkan mu jauh lagi dengan Bunda, Za. Sudah cukup Bunda merasakan rindu yang mendalam kepadamu. Sekarang akan aku pastikan setelah ini kau akan hidup bahagia. Aku janji akan menyatukan kalian walau itu harus mengorbankan nyawaku," ucap Zafran pada dirinya sendiri.


Dilara masih mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Aisyah sudah mulai merasa tidak nyaman dengan ini. Aisyah terus memperingatkan Dilara agar pelan-pelan saja, tetapi Mamanya itu tidak mau menggubris. Malah jika Aisyah buka mulut, Dilara akan langsung menambah kecepatannya. Akhirnya Aisyah hanya pasrah saja dengan apa yang dilakukan Dilara. Dan pada akhirnya....


" Mah, Mama! Kurangin kecepatannya! Itu didepan lampu merah! Mah berhenti!" Teriak Aisyah.


Saat Aisyah teriak begitu malah Dilara semakin menambah gas nya.

__ADS_1


" Mah, apa kau gila?! Pelan-pelan!" Aisyah semakin takut dengan tindakan Dilara. Apakah Mamanya ini akan menerobos lampu merah?


Zafran yang melihat dari belakang pun terbelalak dengan kecepatan mobil yang dikendarai Dilara.


" Ya Allah. Apakah Tante Dilara akan menerobos? Dia benar-benar gila. Aku akan hentikan dia," ucap Zafran dan langsung menambah kecepatan mobilnya untuk menyampingkan mobil Dilara.


" Tante buka kacanya," Teriak Zafran yang sudah ada di sebelah mobil yang dikendarai Dilara.


Dilara tidak menggubris itu dan malah langsung mempercepat. Dilara pun menerobos lampu merah dan dengan tidak sadar Zafran pun ikut menerobos.


Aisyah melihat kesamping jendela dengan mata yang terbelalak, karena melihat ada 2 mobil yang mengarah kepada mobil mereka.


" Mah, awasssss!" Teriak Aisyah.


Dilara pun langsung kaget dan menengok ke arah samping Aisyah dan detik kemudian.


BRAKKKKKK!


" Akhhhhhhhhhhhhh....."


Mobil mereka tersempar kearah samping. Dan mobil yang dikendarai Zafran pun ikut kesempar.


*****


Orang-orang langsung mengerubungi mobil mereka. Ada 4 mobil yang mengalami kecelakaan. Mobil Zafran, mobil yang dikendarai Dilara, dan 2 mobil yang menabrak.


Shah dan Sarah kaget, karena sopir taxi tiba-tiba mengerem mendadak.


" Ada apa Pak?" Tanya Shah pada sopir.


" Tidak tahu Pak. Ada kerumunan orang disana. Mungkin telah terjadi kecelakaan," jawab si sopir.


Shah dan Sarah saling pandang. Mereka langsung berfikiran, apakah itu istri dan anak-anak?


Shah dan Sarah langsung turun, tidak lupa mengasih ongkos kepada sopir taxi itu. Mereka berdua melangkah cepat dengan sesekali berlari kecil menuju kerumunan orang-orang disana. Saat mereka .menerobos kerumunan itu. Shah dan Sarah terkejut melihat mobil yang sangat mereka kenali sudah ancur. Mereka langsung mendekati mobil itu untuk melihat keadaan.


" Ais, Dilara!" Teriak Shah.


" Ya Allah Zafran.. Ais," ucap Sarah dengan isakan sembari menutup mulutnya tidak percaya apa yang dia lihat.


" Bapak-bapak Ibu-ibu tolong hubungi ambulan sekarang. Mereka Istri dan anak-anak saya," pinta Shah pada orang-orang disana dengan panik.


Orang-orang disana pun langsung menuruti permintaan Shah. Mereka langsung menelfon rumah sakit terdekat untuk mengirimkan ambulan dengan segera.


Singkat cerita mereka sudah berada di rumah sakit. Aisyah, Zafran, Dilara, dan 2 orang di masukan ke ruang ICU. Sarah terus-menerus menangis. Dia sangat mengkhawatirkan Aisyah dan Zafran. Dia takut jika dua anaknya itu kenapa-kenapa. Shah berusaha tegar agar bisa menenangkan Sarah. Dari tadi Shah terus berbicara guna menenangkan Sarah yang terus merasa khawatir.


~"FLASHBACK OFF!"~


.


.


.


~"-*-"~


Sudah kelar nih Flashback nya! Wkwkwkwk.


Gak jelas banget sumpah ini. Tapi ya sudah lah.


Kira-kira bagaimana keadaan mereka?


Thank you💞


@dinda_mahardhika21

__ADS_1


__ADS_2