
HAPPY READING :)
.
.
.
Malam hari tiba-tiba kedua sahabat Aisyah, Rea dan Maya datang ke rumah Aisyah guna meminta ikut untuk pergi ke Surabaya dengan orangtua Aisyah. Jadi kemaren Aisyah sempat bilang ke mereka kalau orangtuanya pasti akan nekat menghampiri dia ke sini jadi Aisyah meminta agar dua sahabatnya itu ikut dengan orangtuanya.
Ting tong ting tong. Suara bel rumah. Dan keluar lah PRT.
" Assalamu'alaikum Bi." salam mereka kepada PRT tersebut.
" Wa'alaikumussalam, eh Neng teman Non Ais, ada apa ya? Non Ais nya belum pulang dari Surabaya." jawab Bibi.
" Iya kami tahu kok kalo Ais belum pulang, kami kesini ingin bertemu dengan tante Dilara, ada Bi?" ucap Rea.
" Oh ada, nanti tunggu ya Neng, Bibi panggil dulu."
mereka hanya mengangguk perkataannya. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Dilara muncul dihadapan mereka.
" Malam tante." sapa mereka.
" Iya malam. Kalian temannya Ais bukan?"
" Benar tante, kami temannya Ais."
__ADS_1
" Ada apa kalian malam-malam kesini?"
" Begini tante, kami tadi dapat telfon dari Ais, katanya tante dan Om akan pergi menyusul Ais." ucap Maya.
" Iya memang benar, lalu?"
" Kami diminta ikut dengan tante untuk kesana oleh Ais. Apakah tante tidak keberatan." kata Rea.
" Hmm, Ais yang bilang seperti itu?"
mereka hanya mengangguk.
" Baiklah, besok pagi kalian kesini saja, kita berangkat dari sini." Dilara menujuinya.
" Ok tante, kami akan kesini lagi besok pagi." ucap Rea.
Dilara hanya mengangguk dan tersenyum sebagai respon.
" Baiklah tante, kami permisi dulu. Assalamu'alaikum." pamit mereka berdua.
" Ya hati-hati. Wa'alaikumussalam."
*****
Pagi hari, Rea dan Maya sudah berada di rumah Aisyah. Mereka masih menunggu Shah dan Dilara yang masih bersiap. Setelah mereka semua siap, mereka langsung memutuskan berangkat untuk menyusul Aisyah di Surabaya. Mereka berangkat menggunakan mobil pribadi.
Di dalam mobil Dilara merasakan gundah yang luar biasa, entah kenapa hati nya sangat resah. Shah pun juga merasakan hal yang sama seperti istrinya itu, tetapi mereka saling menutupi perasaan itu, lantaran ada dua teman Ais yang ikut. Setelah sampai ditengah perjalanan mereka pun istirahat sebentar di sebuah mini market.
__ADS_1
" Pah ini minum lah dulu." tawar Dilara kepada suaminya.
Shah mengambil air mineral dari tangan istrinya lalu meminumnya.
" Pah kenapa ya hati Mama dari tadi sangat resah." ucap Dilara setelah lama terdiam di dalam mobil tadi.
" Hm, Papa pun sama."
" Seperti akan ada sesuatu yang besar terjadi."
" Ya sudah lah. Pasti ini hanya perasaan kita saja, ayok kita lanjut saja perjalanan nya." kata Shah untuk menghalau perasaan nya.
Dilara hanya manut saja dengan perkataan suaminya. Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Rea dan Maya yang mendengar percakapan antara kedua orangtua Aisyah hanya diam, karena mereka tidak tahu apa yang dibicarakan itu.
Pukul 03.00 A.m. Sampailah mereka di Surabaya. Kota dimana penuh kenangan yang menyeramkan bagi Shah dan Dilara. Kota mereka berasal, tetapi mereka memutuskan untuk minggat dari kota tersebut karena ada sesuatu hal yang sangat extrem terjadi kepada mereka. Mereka menempuh perjalanan dari Jakarta ke Surabaya kurang lebih 19 jam. ( Cerita nya belum ada jalan tol ya gaes. Kalau sekarang sudah ada jalan tol dan perjalanan hanya 9 jam.)
Mereka semua memutuskan tinggal di salah satu hotel yang ada disana. Sebenarnya mereka mau langsung menuju tempat dimana Aisyah berada, namun mereka tidak tahu keberadaan Aisyah dan sedari tadi mereka menelfon Aisyah tidak ada jawaban. Jadi lah mereka tinggal di hotel, karena mereka juga sudah sangat lelah. Setelah memesan hotel, akhirnya mereka beristirahat. Shah berfikir mungkin besok siang baru mereka akan menemui Aisyah.
~"-*-"~
Heyyyo! Bosen ya? Sama gaes aku juga bosen. Huft mumet gaes, wkwk. No problem lah. Karena sudah terlanjur bikin, ya kudu diselesaikan, ye kan. Semangat Dinda! Ok aku semangat, hm!
Thank you💞
@dinda_mahardhika21
__ADS_1