
HAPPY READING :)
.
.
.
Pukul 06.30 A.m. Dilara mencoba menghubungi Aisyah untuk bertanya dimana dia berada. Sambungan pertama tidak ada jawaban, lalu Dilara mencoba lagi menghubungi dan tidak ada jawaban lagi, sampai sambungan ketiga dan pesan note pun nihil tidak ada jawaban apapun dari Aisyah.
" Dimana ini anak? dari semalam tidak ada jawaban." gumam Dilara.
" Bagaimana Mah, sudah ada info dari Ais?" tanya Shah yang baru keluar dari kamar mandi.
" Belum." singkat Dilara dengan terus menghubungi Aisyah.
" Coba Papah akan tanya ke teman Ais itu." ucap Shah.
Dilara hanya mengangguk mendengar ucapan Shah.
Shah melangkah menuju kamar Rea dan Maya yang ada di sebelah kamar nya. Ia mengetuk pintu kamar Rea dan Maya, dan terbukalah pintu.
" Eh Om Shah." sapa Rea.
" Hm, kalian sudah dapat informasi dari Ais?" ucap Shah langsung ke inti.
" Belum Om, ini kami juga sedang menghubungi Zafran, dan hasilnya pun sama tidak ada jawaban." jelas Rea.
" Sewaktu kalian berkomunikasi dengan Ais, Ais mengatakan sesuatu tidak, em semacam dia tinggal dimana? di hotel atau dimana gitu?"
__ADS_1
Ya, disini Shah tidak tahu tempat tinggal Aisyah. Lantaran Aisyah tidak pernah ngomong kalau dia tinggal dimana, dan kalau Shah atau Dilara bertanya pun Aisyah hanya menjawab bahwa dia tinggal di rumah orang yang sangat baik. Dan sampai saat itu Shah dan Dilara pun tidak pernah bertanya lagi tentang tempat tinggal Aisyah.
" Ais hanya mengatakan dia senang berada di sini dan tidak mau pulang ke Jakarta, dan seingat saya Ais mengatakan kalau dia tinggal di rumah Zafran." Rea menjelaskan.
" Kau tahu dimana rumahnya itu?"
Rea pun menggeleng mendengar pertanyaan dari Shah. Shah pun sekarang merasa cemas dengan keberadaan putrinya yang tiba-tiba hilang kontak begini.
" Ya sudah kalian bersiaplah, kita akan pergi untuk mencari Ais." ucap Shah kepada Rea dan Maya. Dan ia langsung menuju kamarnya guna bersiap.
Rea dan Maya saling pandang dan merasa bersalah kepada kepada orangtua Aisyah ini.
Rea dan Maya telah siap untuk pergi dengan Shah dan Dilara guna mencari keberadaan Aisyah.
" Pah , apakah kita harus lapor polisi?" tanya Dilara tiba-tiba saat sudah ada di dalam mobil.
" Itu lebih baik Mah. Ya sudah sekarang kita langsung saja ke kantor polisi." jawab Shah.
" Jangan dulu Om." cegah Maya spontan.
Shah dan Dilara pun kaget dengan ucapan Maya langsung menoleh ke belakang.
" Kenapa?" tanya Shah dengan menaikan alisnya sebelah.
" Em begini Om, kan Ais baru semalam dia hilang kontak, jadi belum tentu kalau Ais hilang. Kalau pun kita lapor polisi, pasti polisi pun akan menolak laporan kita, lantaran Ais baru saja hilang semalam. Dalam hukum kan harus menunggu tiga hari terlebih dahulu. Kalau memang tiga hari itu kita tidak mendapatkan info apapun dari Ais, maka kita baru melaporkan nya ke pihak kepolisian." ucap Maya menjelaskan.
Rea menghembuskan nafasnya lega setelah mendengar penjelasan dari Maya.
" Tumben banget ini anak otak nya encer, biasanya juga lemot." kekeh Rea dalam hati.
__ADS_1
" Hm, benar juga kata kamu." Shah menanggapi penjelasan Maya.
" Nah itu Om." tanggap Maya lagi.
" Lalu sekarang bagaimana?" tanya Dilara.
" Bagaimana kalau Om dan Tante menetralkan pikiran terlebih dahulu, biar tidak berfikir macam-macam tentang Ais." usul Rea.
" Benar juga, lalu kita sekarang kemana ini?" tanya Shah.
" Kita ke Mall saja dulu Om, berhubung kita belum sarapan jadi sekalian saja." ucap Maya enteng.
Rea langsung menyenggol bahu Maya. Seakan mengatakan "tidak tahu malu kamu." Maya hanya terkekeh saja.
" Ya sudah kita sarapan dahulu." Shah menyetujui usulan Maya tersebut.
Dilara hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Maya yang konyol. Akhirnya mereka menuju Mall yang disarakan oleh Maya dan ya mereka ke Grand City Mall. Dimana Mall ini adalah Mall yang pernah di kunjungi oleh Aisyah, Sarah, dan Zafran tempo lalu.
~"-*-"~
No bosen-bosen guys, OK!
Aku sebenarnya mau curhat tentang bagaimana aku bisa bikin ini, tapi aku tidak berani gaes, hufftt.
Kalian tahu? Aku buat novel, ini seperti bumerang untuk ku sendiri. Tapi ya apa daya, aku sudah memulainya jadi aku harus mengakhirinya. Selalu enjoy ya guys.
Thank you💞
@dinda_mahardhika21
__ADS_1