Suara Langit

Suara Langit
Berdatangan dari Berbagai Arah


__ADS_3

Hilman tiba di rumah dan memarkirkan sepeda motornya langsung didalam rumah karena hari sudah malam, samar-samar dari arah rumah sebelah dia mendengar masih ada suara dari beberapa orang ibu yang sedang memperbincangkan tentang keadaan keluarganya. Dia segera berdiam diri dan mencoba mendengarkan dengan lebih jelas apa saja yang sedang mereka bicarakan itu,


"Ehh..., tadi sore aku lihat sendiri si Nitha pulang dengan membawa banyak barang belanjaan, dan dia turun bersama wanita yang katanya pacar si Hilman, nah kan...?, bahwa berita pacar Hilman itu seorang wanita panggilan!, liat saja bentar lagi si Anitha bakal ikut bersamanya menjadi wanita peliharaan om-om, cuiihh..., mau hidup enak tapi dengan cara hina seperti itu!, idiihhh..., amit-amit...!" kata suara dari seorang ibu muda.


"Benar bu..., tapi heran ya kok si Hana nggak tau kelakukan ana-anaknya..., masa dibiarkan saja bergaul dengan wanita tidak baik-baik?, atau karena Hilman juga sudah bekerja sebagai gigolo?, liat saja badanya yang kekar, itu adalah salah satu ciri khas para gigolo?" kata sebuah suara seorang perempuan.


"Gigolo itu apaan sih mbak?"


"Ahh... dasar kupret kamu..., itu laki-laki pemuas nafsu tante-tante yang kesepian, dan mereka mendapatkan bayaran yang mahal!, jadi sama halnya dengan para wanita kupu-kupu malam"


"Ohh..., laki--laki juga ada yang begituan ya?, haiisss..., dunia jaman sekarang tambah edan!"


"Pantas saja!, tuh lihat dia barusan pulang sudah jam segini, kan tidak biasanya?, pasti barusan pulang dari memanjakan seseorang tante kaya yang kesepian!"


"Awas pelan-pelan nanti didengarnya lho!"


"Walah..., ngapain juga takut, kelakuan bejat begitu mending disebar luaskan biar kompleks kita bersih orang-orang seperti anaknya si Hana itu!"


Hilman hanya bisa mengelus dada mendengar perbincangan para tetangganya itu, dia akhirnya masuk kedalam rumah dan disambut ibu dan adiknya.


"Selamat malam Mi...!"


"Memang jam segini jam pulang kerjamu nak?" tanya Hana sang ibu.


"Nggak Mi..., jam kerjaku hanya sampai pukul 20:00, hanya saja tadi sepulang kerja aku mampir ke rumah Susan, karena ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh kedua orang tua Susan denganku!"


"Ehh kak..., titipan dari kak Susan semuanya ada didalam kamarmu, dan ini...!, aku juga dibelikan sama kak Susan, ibu juga!" kata Anitha sambi menunjukkan smartphone baru yang dibelikan Susan.


"Iya nak..., ibu juga dibelikan, padahal ibu nggak tau cara memakainya?, apa semua ini nggak apa-apa nak?"

__ADS_1


"Semalam Susan memang sudah bilang mau membelikan handphone baru untukku, tapi tidak tahu kalau dia juga membelikannya untuk ibu dan Nitha?, tapi semua itu uang hasil tabungannya kok Mi..., Susan memang orang kaya tapi dia yang orang baik!, tidak seperti orang kaya kebanyakan yang mengganggap orang seperti kita tidak ada artinya dimata mereka!"


"Ya Mami berharap saja kamu tidak akan mengecewakan hati nak Susan, dan tetap menjaga kehormatannya, ingat itu Man...!"


"Ya Mi..., Hilman tau kok!, dan akan menjaga nama baik juga kehormatan keluarga kita dan Susan serta keluarganya, tapi aku laper banget nih, Mami tadi ada masak apa?"


"Ya sudah ganti pakaianmu dulu, baru setelah itu makan, dimeja masih ada ikan goreng dan sambalnya, ada juga sayur acar kesukaanmu"


"Wuihh mantap, ada acar!"


Setelah makan malam Hilman duduk santai sambil nonton acara di TV, sementara itu Anitha sedang menuntun ibunya dan memberitahu bagaimana cara menggunakan smartphone. Kemudian dia masuk kedalam kamarnya dan mengambil smartphone baru yang dibelikan Susan untuknya, dilayar depan dia melihat foto dirinya bersama Susan dan dia mengingat gambar itu dibuat Susan saat mereka berdua pergi ke kampus dengan mengendarai mobil Susan.


Hilman kemudian memindahkan chip nomor telepon dari ponsel bututnya kedalam smartphone baru tersebut, setelah di restart kembali dia mulai menjelajahi semua fitur-fitur yang berada didalam telepon pintar tersebut. Kemudian dia mencoba mengirim pesan kepada Susan karena melihat akun milik susan sedang aktif dengan adanya tanda hijau dibawah foto Susan, tidak beberapa lama kemudian langsung mendapat respon dengan sebuah panggilan video call dari sang kekasih.


"Beb...!, udah loe pindahin nomornya ya?, mmm...,setel lagi gambarnya Beb...!, disini gue lihatnya agak gelap?" kata Susan dengan wajahnya yang senang.


"Bentar gue atur dulu, nih gimana?"


"Kalo gini?"


"Ya udah pas...!, ehh..., gimana elo sudah cerita sama Mami?, dan gimana...?, apa tanggapan Mami!"


"Belum semuanya, tadi gue baru bilang bahwa gue barusan diajak ngobrol sama bokap dan nyokap loe, dan bicara soal hubungan kita, ya baru itu dan Mami cuman bilang gue harus menjaga kehormatan keluarga?, gue masih harus mencari waktu yang pas untuk bicara sama Mami, loe tunggu aja kabar dari gue"


"Hmm..., pelan-pelan aja ngasih tahunya Beb..., jangan sampe Mami shock, atau gimana kalo kita berdua yang ngomong ke Mami?"


"Terserah loe kalau mau!, kapan loe ada waktu biar gue atur bareng waktu gue nanti!"


"Besok malam aja, karena besok pagi Bokap dan Nyokap mau ke Kalimantan selama 2 hari"

__ADS_1


"Oke dech..., nanti sore aja loe kesini, sambil nunggu gue pulang kerja!, bagaimana?"


"Siipp..., Beb, nanti loe coba pake kemeja sama celana yang gue beliin ya?, tuh udah gue sama Mami atur didalam lemari pakaian, biar cowok gue tambah keren kalo kekantor nanti!, asal saja jangan lirik sanna lirik sini ya!, karena gue tau kalo di perusahaan itu banyak juga cewek-cewek cantik dan genit lagi!"


"Hehehe..., kok cemburu sih!, kan maunya sendiri pengen liat cowoknya keren?, terus apa harus nggak pake baju aja itu!"


"Aduh jangan...!, malah tambah banyak yang ngejar-ngejar nanti kalo liat tubuhmu itu!, gue aja belum pernah liat tubuh polos calon suami gue, ehh..., malah mau dipamerin ke orang banyak, awas loe ya kalau berani!"


"Ya nggak lah..., kalo loe pengen lihat bisa kok, ntar besok malam!"


"Yeee..., bikin penasaran!, bener ya..., awas kalo sampe nggak!"


Percakapan mereka baru berakhir setelah keduanya mulai diserang rasa ngantuk yang berat, dan akhirnya mereka berdua memutuskan sambungan video call tersebut kemudian pergi tidur.


Keesokan harinya seperti biasa Hilman mengantar Anitha ke sekolahnya baru dia lanjut menuju ke kampus dengan sepeda motor Kingnya, mendekati kawasan universitas tempat kampus Hilman berada terlihat ada 2 mobil angkot yang terparkir didekat gerbang pintu masuk dan ketika dia semakin dekat terlihat ada beberapa orang yang berlompatan keluar dari dalam mobil angkot tersebut dan mencegat sepeda motor yang sedang dikendarai Hilman.


"Hei kamu..., berhenti!" teriak salah seorang diantara mereka.


"Ada apa Om...!" tanya Hilman yang kemudian menghitung jumlah orang tersebut ada 12 orang banyaknya.


"Kamu yang bernama Hilman Ya!"


"Memangnya ada apa kalau gue yang bernama Hilman?" kata Hilman menantang karena dia tidak mengenal orang-orang tersebut, tapi disekitar mereka mulai ada kerumunan para mahasiswa dalam jumlah yang lebih banyak dari orang-orang yang mencegat Hilman.


"Kami hanya ingin mengenalmu, dann ada salam dari boss kami Jhon, tunggu saja..., akan ada waktunya untukmu!" kata seorang diantara mereka yang terlihat sangat sanggar karena memiliki brewok dan tubuhnya yang kekar seperti Hilman.


"Ohh..., ya saya mengerti, salam balik buat Jhon semoga cepat sembuh, dan kembali kejalan yang lurus!"


"Jangan sombong kamu, tunggu pembalasan boss Jhon nantinya, kami akan mengawasi kamu mulai saat ini!"

__ADS_1


Akhirnya kerumunan itu bubar seiring dengan perginya 12 orang yang mencegat Hilman didepan pintu gerbang masuk kampus dengan menggunakan 2 buah mobil angkot, Hilman juga menjadi sadar bahwa dia sekarang sudah diincar oleh para preman Kota para anak buah si Jhon.


__ADS_2