
"Beb...?, ada Haris dan lainnya diluar, ayo sana!, temui dulu!" kata Susan yang tiba-tiba masuk menemuinya didalam kamar.
"Oh iya, baiklah aku akan segera keluar!" kata Hilman kemudian segera beranjak dari tempat tidurnya untuk menemui para sahabatnya yang juga diikuti oleh Susan.
"Apa kalian sudah lama menunggu?"
"Baru juga nyampe!" kata Haris.
"Ya sudah kalian ngobrol dulu, gue kebelakang sebentar untuk nyiapin minuman untuk kalian!" kata Susan kemudian pergi ke dapur.
"Bagaimana pengaturan kalian apakah sudah beres?" tanya Hilman.
"Beres Broo...!, besok pagi sudah ada orang-orang dari perusahaan penyedia panggung acara yang akan membuat tenda acaranya, mereka akan diantar oleh Bondan, Yogi, Tatang dan Dion!" kata Haris.
"Begitu juga dengan katering makanan sudah beres Bos kedua!, Novy yang akan mengantarnya kesini saat acara lusa nanti" kata Ratna.
"Untuk gedung Hill San sudah 80% selesai dibersihkan, 20% sisanya tinggal pengecatan kembali gedung dan menunggu warna apa yang loe inginkan Bos!, teman-teman sudah siap melakukannya dan tidak perlu menyewa perusahaan lain lagi!" kata Rico.
"Apakah dananya masih cukup?" tanya Hilman kepada mereka.
"Itu juga masalahnya Bro...?, uang terakhir hanya cukup untuk membayar tenda acara, sedangkan untuk katering dan biaya pengecatan gedung belum tersedia!" kata Haris.
"Hmm..., sebaiknya kita menunjuk salah satu diantara kalian yang akan menjadi bendahara, dan dia juga yang akan memegang kendali atas keuangan organisasi kita ini!, bagaimana?" tanya Hilman yang memberikan usulannya.
"Bagaiman denganmu Rat...!, kalian perempuan kan biasanya bagus mengatur soal keuangan?" kata Anton.
"Ya, terserah kalian, gue sih, oke-oke saja?, apalagi gue sekarang sudah tinggal di gedung Hill San, jadi nggak susah mencari gue kalo ada perlu!" kata Ratna.
"Baiklah, gue menunjuk Ratna sebagai pemegang keuangan kita, untuk urusan operasional organisasi tetap di tangan Rico untuk urusan luar dan untuk urusan dalam oleh Anton!" kata Haris sebagai ketua kelompok pemotor Pengelana Budiman.
"Bagus!, tunggu sebentar gue ambil dulu uangnya!" kata Hilman kemudian masuk kedalam kamarnya untuk meminta bantuan Nui untuk menukar uang kedalam bentuk mata uang negaranya serta membuat sebuah kartu debit yang baru untuk digunakan oleh Ratna dalam rangka keperluan organisasi ataupun keperluan lainnya yang berhubungan dengan gedung Hill San milik Hilman.
[🔉Ting..., Tuan telah menukarkan 2.000 ($) dan mendapatkan 28.000.000 (IDR) dan uang sudah berada didalam inventory milik Tuan]
[🔉Ting..., Tuan telah membuat sebuah kartu debit yang penggunaannya akan langsung mengurangi jumlah kekayaan milik Tuan]
"Terimakasih Nui!"
__ADS_1
Hilman kemudian kembali keruangan tamu dan memberikan uang dan kart debit tersebut kepada Ratna sebagai bendahara organisasi mereka,
"Ini uangnya Rat...!, dan juga ini ada kartu debit yang bisa kalian gunakan untuk semua keperluan organisasi dan mengurus gedung milikku itu!, tolong pergunakan kartu ini dengan baik dan jika kebutuhannya dalam jumlah yang besar tolong beritahu kepadaku atau Susan terlebih dahulu!" kata Hilman menjelaskan.
"Baik Bos kedua...!, gue akan bertanggung jawab penuh untuk semua penggunaannya dan akan memberikan laporan secara berkala kepada Bos maupun kepada nyonya Bos nantinya!" kata Ratna.
"Baik, sekarang kalian bertiga temani gue untuk menemui pak RT dan menyampaikan rencana kita dan mendapatkan ijinnya!" kata Hilman.
"Tenang saja Bro, gue tadi siang sudah menghubungi AKP Jacky teman kita di kepolisian yang akan menjamin terselenggaranya acara kita itu, dan kemungkinan dia juga sudah menghubungi RT kompleks perumahan ini agar kita mendapat kemudahan dalam mengurus perijinannya!" kata Haris menjelaskan.
"Baguslah kalau begitu!, dan sebaiknya kamu juga menyampaikan undanganku untuk AKP Jacky agar bisa menghadiri acara pertunanganku lusa nanti!, biar sekalian menunjukkan kepada orang-orang dikompleks perumahan ini bahwa organisasi kita ini adalah sebuah organisasi yang baik bukan seperti kelompok geng!" kata Hilman.
"Hehehe..., tanpa loe suruh sudah gue lakukan Bro!, dan bukan hanya ke AKP Jacky saja, undangannya juga sudah gue sampaikan kepada kepala badan penanggulangan bencana Kota yang sering bekerjasama dengan kita, dan kepada kepala dinas sosial Kota dan mereka semua mengatakan kesediaan mereka untuk hadir karena mendengar seorang wakil ketua kelompok Pengelana Budiman akan bertunangan!" kata Haris menambahkan.
"Wah..., ternyata kamu sudah bergerak lebih jauh Ris...!, gue nggak nyangka loe akan mengundang semua mitra kegiatan sosial kelompok kita!" kata Hilman yang kagum dengan eksistensi sahabatnya itu.
"Ini juga untuk menunjukkan peran sosial aktif kita kepada masyarakat luas, agar mereka tidak memandang kita sebagai kelompok geng dan bahkan akan menjauhi kita!, ayo kita temui pak RT nya sekarang biar malam tidak terlalu larut!" kata Haris.
Mereka berempat kemudian berpamitan kepada Hana dan Susan dan segera pergi dengan berjalan kaki ke rumah ketua RT kompleks perumahan tersebut, mereka diterima baik oleh sang ketua RT yang juga sudah mendapat pemberitahuan dari AKP Jacky tentang kedatangan mereka sebelumnya. Mereka juga mendapat ijin penyelenggaraan acara pesta tersebut dengan syarat acara tersebut tidak dilakukan sampai larut malam, dan juga sang ketua RT menyatakan kesediannya untuk menghadiri acara tersebut.
Pertemuan para pemimpin kelompok pemotor Pengelana Budiman tersebut berakhir setelah mereka makan malam sederhana di rumah Hilman, semua persiapan telah dilakukan dengan baik dan tinggal menunggu hari pelaksanaannya saja 2 hari kemudian.
"San...!, apakah kamu sudah mendapat kabar dari kedua orang tua mu?" tanya Hana.
"Sudah Mi...!, Papa sekarang sedang berada di Taiwan, dan Mama masih berada di Kalimantan dan baru besok pulang!, dan mungkin setelah kuliah nanti besok siang, aku dan Hilman akan pergi untuk menjemput Mama di Airport!" kata Susan.
"Apakah kalian juga sudah menghubungi pendeta yang akan meneguhkan pertunangan kalian berdua?" kata Hana.
"Sudah Mi..., nanti dari Gereja tempat Susan dan keluarganya beribadah yang akan memimpin acara pertunangan kami!, aku hanya berharap saja, dengan hal itu akan menggerakkan hati Papa Susan agar bisa merestui kami nanti!" kata Hilman sambil berharap.
"Benar Mi!, karena pendeta di gereja kami itu sangat akrab dengan Papa karena mereka sudah berteman sejak kecil, semoga saja Pendeta Mark bisa membujuk Papa!" kata Susan menambahkan.
"Ya sudah, kalau begitu kalian istirahat saja dulu sekarang, karena besok hari masih banyak yang akan kalian lakukan!, San..., kamu tidur bersama Anitha dan kamu Hilman masuk kekamar mu sendiri sana!" kata Hana yang tetap ketat dengan pasangan kekasih itu.
"Iya Mi...!" kata Susan dan Himan bersamaan dan masing-masing menuju ke kamar mereka dengan senyum kecut.
Sesampainya didalam kamar Hilman kembali menyapa Nui untuk mengetahui statusnya saat ini,
__ADS_1
"Nui tolong tampilkan statusku!"
[🔉Ting..., System : Status Host]
Nama : Hilman Gerhana
Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 20 Hari
Level : 7/99 (Manusia Biasa)
P.Pengalaman : 75.000.000/90.000.000
Kekayaan : 177.227.000($)
Point Skill : Nihil
Kondisi : Sehat (100â„…)
Inventory :
- 5 bh Token Bawahan
- 1 Bh Token Keahlian
- 1 bh Kartu 200% Point Pengalaman
Misi Aktif : 0/1
Nui System Versi : 02/10
[Status]-[Performance]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]
"Nui, masih tersisa waktu berapa lama lagi untuk misi kejutan itu?"
[🔉Ting..., Waktu penyelesaian dari misi kejutan yang aktif masih tersisa selama 2 bulan dan 27 hari, Tuan!]
"Baiklah Nui, nanti tolong beritahu aku jika sudah saatnya aku membutuhkan sebuah keahlian baru atau bawahan baru lagi!"
__ADS_1
[🔉Ting..., Baik Tuan!, Nui akan memberikan rekomendasi dan saat yang terbaik untuk membuka token-token milik Tuan tersebut]