Suara Langit

Suara Langit
Ketegangan Hilman Menjelang Acara


__ADS_3

Hari masih pagi sekali ketika Hilman dibangunkan oleh Susan,


"Beb..., bangun...!, ayo, temeni gue ke kamar mandi, gue takut sendirian!" kata Susan sambil menggoyang-goyang tubuh sang kekasih.


"Ennmm..., ngapain sih Beb...!, ini masih pagi sekali!, bukannya c1um selamat pagi kek, ini malah gangguin orang tidur!" kata Hilman yang masih terlihat malas untuk bangun.


"Gue mau mandi sayang!, tolong jagain gue, itu tadi sepertinya ada orang di bagian dapur entah siapa?" kata Susan beralasan.


"Hahh...!, ada orang?, uhh..., ayo gue anterin!" kata Hilman yang kemudian terpaksa bangkit dari tempat tidur dan mengantar Susan ke kamar mandi yang berada di bagian belakang rumah.


[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan menemani istri Tuan yang sedang ketakutan, Selamat..., Tuan mendapatkan hadiah 1.500.000 PP, 900.000 ($) dan 5 PS, masih tersisa 9x perbuatan baik untuk membuka Misi Biasa Bulanan]


[🔉Ting..., Selamat..., Tuan telah menyelesaikan Misi Harian (1) dan mendapatkan hadiah 600.000 PP dan 300.000 ($)]


Sambil duduk disamping pintu rumah bagian belakang, Hilman mendengar suara langit yang bergema didalam pikirannya. Didalam hatinya dia mulai mencerna perkataan Nui System dengan perbuatan baik yang harus dia lakukan agar lebih cepat meningkatkan kekuatan, kemampuan dan kekayaan miliknya, dia mulai sadar bahwa pada setiap langkahnya baik didalam rumah maupun diluar rumah akan ada sesuatu yang bisa dia lakukan sebagai wujud dari perbuatan baik tanpa harus dengan memberikan bantuan materi.


Sambil tersenyum Hilman menetapkan hatinya untuk lebih jeli lagi melihat situasi dan keadaan setiap orang yang ditemuinya,


"Hehh..., senyum-senyum mesum ya!, loe ngintip ya gue mandi barusan, astaga Beb...!, loe nggak puas ya udah ngelihat seluruh tubuh gue, sampe harus pake acara ngintip segala?" kata Susan yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi dan memergoki sang kekasih sedang tersenyum sendiri.


"Siapa juga yang ngintip, gue itu tadi senyum-senyum membayangkan beberapa jam lagi kita akan tunangan!, ihh..., ngintip?, kalau gue mau langsung aja gue ikut masuk kedalam kamar mandi terus makan loe didalam situ!" kata Hilman membantah tuduhan Susan.


"Ihh..., ngelak lagi!, ayo sana mandi, biar ntar nggak ngantri, nanti gue ambilkan handuknya!" kata Susan kemudian masuk kedalam rumah.


"Oke nyonya Gerhana!" kata Hilman kemudian mengikuti apa yang dikatakan sang kekasih.


Dalam acara mandinya Hilman menyempatkan diri memeriksa status misi yang dia miliki saat ini,


"Nui tolong tampilkan status misiku saat ini!"


[🔉Ting..., System : Status Misi Host]


Nama : Hilman Gerhana


Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 22 Hari

__ADS_1


Level : 7/99 (Manusia Biasa)


Status Misi :



Misi Biasa \= 1 Misi.


- Misi Harian (2) : Menggunakan Kekayaan minimal 100.000($), Progress : 0%, Batas Waktu : 24 Jam, Hadiah : 1.000.000 PP


-.Misi Bulanan \= Belum Ada, Progress : 0%, Batas Waktu : Nihil, (masih perlu 9x perbuatan baik untuk membuka Misi ini)


Misi Khusus \= Belum Ada, Progress : 0%, Batas Waktu : Nihil


Misi Kejutan \= 1 Misi.


- Mendapatkan restu dari Ibu dan Adik Kandung serta dari Ayah atau Ibu Susan. Progress : 75%, Sisa Waktu : 2 Bulan dan 25 Hari, Hukuman : Kehilangan Gairah/Impoten, Hadiah : 7.500.000 PP, 20.000.000($), 20 PS, 1 Kotak Misterius Gold, 1 Kotak Misterius Diamond dan Keahlian Pengobatan Kuno/Alkemis.


Nui System Versi : 02/10


"Beb...!, ini handuk loe, cepetan mandinya, itu Mami sama Anitha juga mau mandi sekarang katanya!" kata suara Susan dari balik pintu kamar mandi.


"Iya..., ini juga masih mau nyabun?, itu handuk gue gantung aja didepan pintu, ntar gue ambil kalo udah selesai!" kata Hilman dari dalam kamar mandi.


Hilman masih mengenakan pakaian biasa seelah selesai mandi, dia keluar dari dalam kamarnya dan pergi melihat keluar rumah karena mendengar sudah ada beberapa anggota kelompok Pemotor Pengelana Budiman yang sudah datang.


"Selamat pagi bos kedua!, maaf kami baru datang karena masih harus mampir memeriksa kesiapan katering, dan yang lain masih akan menyusul kesini!" kata Yaya seorang anggota yang kesehariannya membuka bengkel sepeda motor.


"Selamat pagi!, gue yang harus berterima kasih kepada loe-loe semua, ini masih terlalu pagi tapi kalian sudah pada datang, ehh..., baju yang gue belikan?, apa belum dibagikan sama ketua Haris?" kata Hilman yang melihat para anggota tersebut masih mengenakan pakaian harian.


"Sudah kok!, hanya saja kami masih mau merapikan tenda acara ini agar benar-benar siap, dan kami baru akan mengenakan pakaian baru itu saat acara pertunangan akan dimulai!" kata Yaya mewakili empat orang anggota lainnya.


"Oke, kalau begitu sekarang loe pada sarapan dulu, karena gue tahu saat datang kesini loe-loe pasti belum sarapan bukan?, tuh Mami gue lagi buatin nasi goreng di dapur!" kata Hilman.


"Ahh..., memang rejeki buat orang baik seperti kita nggak bakalan jauh!, hehehe..., makasih bos kedua!" kata Yaya dan diiyakan oleh keempat temannya.

__ADS_1


[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan menghargai sesama anggota Pengelana Budiman atas semangat dan niat kerja keras mereka membantu mensukseskan acara pertunangan Tuan, Selamat..., Tuan mendapatkan hadiah 1.500.000 PP, 900.000 ($) dan 5 PS, masih tersisa 8x perbuatan baik untuk membuka Misi Biasa Bulanan]


"Ya..., nanti kalau nasi gorengnya nggak cukup dan masih ada teman-teman kita yang lain belum sarapan, nanti loe tawarin tuh di warung Mami masih ada banyak mie instan berbagai rasa!" kata Hilman menjelaskan.


"Beres Man...!, gue jamin nanti tidak akan ada satupun anggota kita nanti yang kambuh sakit maag nya saat acara sedang berlangsung, hehehe..." kata Yaya menjamin.


Waktu sudah menunjukkan pukul 07:00 dan tinggal 1 jam lagi acara pokok akan segera dimulai, semua persiapan acara sudah selesai dilakukan dan Hilman serta Susan serta anggota keluarga lainnya telah berpakaian dengan rapi. Hilman juga telah memanggil Bimo dan Bimi untuk datang ketempat acara dan membantu para anggota Pengelana Budiman, sementara itu Julia Wang sudah memberi kabar kepada Susan bahwa dirinya sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Hilman.


"Beb...!, Mama sedang menuju kesini dengan mengendarai mobil gue!" kata Susan.


"Baik, bentar gue kasih tahu Mami dan Anitha untuk menyambut Mama nanti!"


"Man..., Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota bersama AKP Jacky sedang menuju kesini!" kata Haris yang sudah mengenakan pakaian seragam Batik pemberian Hilman.


"Oke, Tolong loe bantu gue menyambut para undangan penting itu, dan juga tolong kasih tau Anton dan Rico untuk menyambut pendeta dan petugas Gereja yang akan memimpin acara ini!" kata Hilman.


"Oke Bro, loe tenang saja serahkan semuanya acaranya ke gue, Anton, Rico dan Ratna!" kata Haris.


"Baiklah, nanti loe juga akan dibantu oleh 2 orang asisten pribadi gue!" kata Hilman kemudian memanggil Bimo dan Bimi.


"Bimo..., Bimi...!, ini Haris sahabat saya!, tolong kalian berdua bantu dan beri dukungan sepenuhnya kepadanya serta semua anggota Pengelana Budiman untuk suksesnya acra ini!" kata Hilman.


"Baik Tuan, kami akan melaksanakan semua perintah Tuan!" kata Bimo dan Bimi bersamaan.


Ditengah kesibukan Hilman yang sedang mengarahkan para pemimpin dan anggota Pengelana Budiman tiba-tiba Susan mendekat dan memberitahu kedatangan Mamanya, dengan segera Hilman pergi mendapatkan Hana untuk bersama-sama menyambut Julia Wang didepan rumah mereka.


"Selamat datang di rumah kami yang sederhana ini Nyonya Julia Wang!" kata Hana dengan ramah sambil menyalami Mamanya Susan tersebut.


"Ahh..., jeng Hana nggak usah berlebihan, kita akan menjadi sebuah keluarga sebentar lagi, tidak usah sungkan denganku seperti itu dan panggil saya dengan Juli saja!" kata Julia dengan penuh keakraban walau baru pertama kali bertemu Hana.


"Ayo jeng mari masuk, kita duduk didalam saja sambil menunggu pendeta dan petugas Gereja yang akan memimpin acara nanti!" kata Hana.


Beberapa saat kemudian para undangan mulai berdatangan dan suasana didalam rumah mulai dipenuhi oleh para undangan penting tersebut, Hari dan Rico terlihat duduk ikut menemani Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota dan AKP Jacky yang merupakan mitra kerjasama kelompok pemotor Pengelana Budiman dalam kegiatan sosial dan penanggulangan bencana.


__ADS_1


__ADS_2