Suara Langit

Suara Langit
Membantu Sesama Anggota


__ADS_3

Hilman melihat buku catatan yang diberikan oleh Anton dan menyatakan kesanggupannya untuk membantu menyelesaikan semua catatan tersebut, sementara catatan dari Ratna masih belum dia dapatkan karena Ratna dan kelima anggota Pengelana Budiman wanita masih terus menghubungi para anggota lainnya secara pribadi.


Hilman kemudian meminta bantuan Nui untuk menukarkan sejumlah kekayaan miliknya untuk dijadikan dengan jenis mata uang lokal negaranya, karena selain melihat buku catatan yang diperlihatkan Anton kepadanya juga Hilman berniat membantu anggota lainnya yang sedang dalam kesulitan.


[🔉Ting..., Tuan telah mengambil kekayaan sebanyak 5.000($), dan telah dikonversi menjadi 70.000.000(IDR) dan uang sudah berada didalam inventory]


"Baiklah Ton!, sekarang loe ikut gue, karena duitnya gue simpan didalam mobil!" kata Hilman kemudian mengajak Anton untuk mengikutinya.


Setelah berada didalam mobil Hilman kemudian mengambil uang sebanyak 20 juta dari dalam Inventory System, dan selanjutnya memberikan sebesar 15 juta kepada Anton sebagai pelunasan untuk semua catatan dalam buku hutangnya.


Mereka berdua kemudian kembali kedalam kios dimana ada 12 orang anggota lainnya termasuk Ratna dan 5 orang anggota wanita yang sedang melakukan panggilan telepon,


"Dengarkan semua!, hutang kalian semua sudah dilunasi oleh Hilman!, untuk itu kalian harus berterimakasih kepadanya, dan untuk itu buku catatan ini saya musnahkan!, selanjutnya akan ada buku catatan baru yang lebih bagus dari buku yang sudah usang ini, hehehe...!" kata Anton yang terlihat senang karena masalah yang sedang dihadapi sudah mendapatkan solusinya.


[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan membantu teman sesama anggota Pengelana Budiman yang sedang dalam kesulitan, Selamat, Tuan mendapatkan hadiah 1.000.000 PP, 600.000 ($) dan 5 PS, masih tersisa 14x perbuatan baik untuk membuka Misi Biasa Bulanan]


"Ton...!, loe jangan buru-buru untuk mencari kontrakan baru, karena gue sebentar lagi pindah rumah!, dan rumah gue yang di kompleks perumahan itu akan kosong dan rencananya kalau Ketua Haris setuju akan gue jadikan markas baru kita saja!" kata Hilman yang membuat Anton dan anggota lainnya termasuk Ratna yang sedang sibuk dengan ponselnya terperangah dengan apa yang barusan disampaikan Hilman.


"Loe serius Man!, ahh..., sebaiknya kita tunggu Haris dulu dan akan membicarakannya secara serius lagi" kata Anton masih dengan wajah keterkejutannya.

__ADS_1


"Kak Anton benar, dan Kak Hilman...!, ini sudah ada beberapa catatan kebutuhan mendesak dari para anggota termasuk juga sudah ada 2 anggota yang sangat membutuhkan tempat tinggal karena mereka sudah diharuskan keluar dari panti asuhan!" kata Ratna menjelaskan.


"Gue berkata yang sebenarnya Ton...!, karena beberapa hari lagi kediaman baru gue akan selesai dibangun, dan rencananya langsung akan gue tempati, tapi sebelum itu gue ingin membuat sebuah pesta kecil-kecilan di rumah gue yang sekarang, dan untuk lebih jelasnya tunggu Haris datang dulu baru gue jelasin kelanjutannya!" kata Hilman yang membuat semua anggota yang hadir terlihat penasaran karena merasa hari ini mereka mendapatkan beberapa kejutan dari sosok seorang Hilman.


Setengah jam kemudian sebuah sepeda motor King terdengar memasuki parkiran kios bakso milik Anton, dan sosok sang Ketua kelompok Pengelana Budiman terlihat memasuki kios sambil menenteng tas kuliahnya.


"Wah..., pada rame apaan nih?, ehh..., kutu kupret!, loe kenapa bisa ada disini Man...?, emangnya loe beneran sudah baikan?" kata Haris yang melihat sahabat karibnya Hilman sedang duduk santai.


"Jangankan itu Ris...!, semua catatan hutang kalian juga sudah dibereskan oleh Hilman!, bahkan dia masih meminta data kebutuhan mendesak teman-teman yang lain, dan masih ada lagi yang akan dia bicarakan secara serius dengan kita!" kata Anton yang menjelaskan situasinya kepada Haris.


"Hmm..., loe bikin kejutan aja Man...?, terus kapan loe kembali ke kampus?, dan apa yang akan loe bicarakan?" kata Hilman yang ikut penasaran.


"Oh iya, semalam Rico juga sempat menghubungi gue!, karena handphone loe kan masih rusak!, nah..., katanya Yaya sedang membutuhkan spareparts baru untuk memperbaiki sepeda motor loe yang ringsek itu?, dan biayanya cukup lumayan ada sekitar 10 jutaan kalo gue nggak salah dengar" kata Haris menjelaskan.


"Handphone gue sudah aktif lagi sekarang!, dan nomornya masih sama dengan yang sebelumnya" kata Hilman.


Sambil menunggu kedatangan Rico, Hilman mulai melihat catatan yang dibuat oleh Ratna dan 5 orang anggotanya tentang kebutuhan yang sangat mendesak dari para anggota kelompok pemotor Pengelana Budiman, dan dari informasi awal yang disampaikan oleh Haris sebagai Ketua bahwa semua anggota kelompok tersebut berstatus anak yatim dan kebanyak dari mereka berasal dari beberapa panti asuhan anak.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Rico datang ke markas mereka bersama Yaya, kedua orang tersebut langsung ikut bergabung dan mulai mendengar penjelasan Hilman tentang rencananya.

__ADS_1


"Jadi gue berencana untuk segera pindah dan rumah di kompleks perumahan itu akan kosong, nah...!, gue akan tetap mempertahankan satu-satunya warisan dari bokap gue itu, dan tidak akan menjualnya!, jadi gue mengharapkan bantuan kalian untuk menjaganya sekalian bisa dijadikan tempat tinggal bagi anggota yang membutuhkan, dan sekaligus untuk menjadi markas!, bagaimana menurutmu Ris...?" kata Hilman menjelaskan maksudnya.


"Kalau gue sih sangat setuju dan sangat berterimakasih!, dan karena akan menjadi markas maka otomatis Anton harus tinggal disitu sekalian kios bakso ini akan pindah juga kesana?" kata Haris.


"Ya, di rumahku itu ada 3 buah kamar tidur, dan kalian bisa melanjutkan usaha warung Mami gue dan Anton bisa membuka kios baksonya disamping warung, jadi pada intinya gue hanya ingin membantu, dan selebihnya silahkan kalian berempat berdiskusi dan memprioritaskan bagi yang sangat membutuhkan, tapi jika masih ada lagi yang membutuhkan tolong infokan ke gue, dan gue siap membantu sebisa mungkin!, gue juga ingin informasi mengenai profesi dan keahlian serta tingkat pendidikan atau kursus yang dimiliki oleh semua anggota kita, tolong di inventarisir, siapa tahu ada jenis pekerjaan yang cocok dengan mereka ditempat gue bekerja sekarang ini!" kata Hilman menambahkan.


"Oke, nanti aku yang siapkan akan hal itu Kak!" kata Ratna.


"Bagian gue sama Rico yang akan melihat siapa-siapa yang akan tinggal di rumah itu, dan siapa yang akan mengelola warung Mami Hana!" kata Anton.


"Baik, yang terakhir gue juga ingin minta tolong kepada kalian semua untuk merancang sebuah pesta kecil-kecilan dalam rangka acara pertunangan gue dengan Susan, hal ini untuk meninggalkan kesan baik kepada para tetangga rumah gue yang terlalu usil dengan urusan rumah tangga keluarga gue!, nanti sekembalinya gue akan langsung menemui pak RT untuk membicarakan rencana gue tadi yang kaitannya dengan keberadaan kelompok Pengelana Budiman serta rencana pesta tersebut!" kata Hilman.


"Terus bagaimana dengan anggarannya Man?, apa loe siap?" tanya Haris.


"Gue sudah siapkan termasuk dengan biaya perbaikan sepeda motor gue!, loe sendiri kan tahu Ris...!, kalau itu sepeda motor adalah barang kesayangan bokap gue, dan gue akan tetap menjaganya sebagai kenang-kenangan, untuk itu gue minta Yaya memperbaikinya kembali seperti semula, loe butuh berapa sampai itu sepeda motor jadi Ya...!" kata Hilman kepada Yaya.


"Untuk saat ini onderdil yang dibutuhkan sekitar 10 jutaan, entah nanti kalau masih ada yang perlu diganti lagi" kata Yaya menjelaskan kebutuhannya.


"Baiklah, Ris...!, ini ada uang 5 juta, tolong loe distribusi kepada yang lainnya untuk digunakan dalam pelaksanaan rencana gue tersebut, dan loe Ya..., ikut gue ke mobil untuk mengambil uang yang loe butuhkan!" kata Hilman kemudian menyerahkan uang kepada Haris.

__ADS_1


Setelah menyerahkan sejumlah uang kepada Yaya, Hilman berpamitan kepada Haris dan anggota Pengelana Budiman lainnya untuk kembali kerumahnya.


__ADS_2