
Hilman baru terbangun pada pukul 07:10 pagi harinya setelah pulang kerumah saat lewat tengah malam dan melanjuttkan berkomunikasi dengan Nui sampai pukul 02:30 subuh hari, hal ini membuat dia merasa sangat kelelahan tapi dia harus bangun untuk menjalankan rencananya untuk mulai melakukan trading apalagi banyak yang dia harus siapkan untuk memulai rencananya tersebut.
[🔉Ting..., Berbuatlah kebaikan dengan membantu ibu kandung yang sedang kesulitan membuka pintu rumah bagian belakang]
Mendengar adanya misi yang harus dia lakukan Hilman segera bangkit dari tempat tidurnya dan langsung menuju kebagian belakang rumah untuk mendapatkan Hana yang sedang mengalami kesulitan, sesampainya disana dia melihat sang ibu sedang berusaha membuka daun pintu yang tidak dibuka.
"Biarkan aku yang membukanya Mi...!"
"Ahh... syukurah kamu sudah bangun nak!, ini nggak tahu pintunya kok agak susah dibukanya?"
Kreekkk...
"Nah itu sudah bisa Mi...!, hmm..., kayaknya engselnya yang sudah rusak dan harus diganti, biar nanti aku yang akan memperbaikinya"
[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan membantu ibu kandung dengan membuka pintu rumah yang susah dibuka, Selamat Tuan mendapatkan hadiah 1.000.000 PP, 600.000($) dan 5 PS, masih tersisa 15x perbuatan baik untuk membuka Misi Biasa Bulanan]
[🔉Ting..., Selamat Tuan telah menyelesaikan Misi Harian (1) dan mendapatkan Hadiah 400.000PP dan 200.000($)]
"Iya itu sudah tugasmu!, adikmu sudah berangkat kesekolah naik angkot barusan, tadinya minta diantar, tapi Mami lihat kamu masih tertidur pulas dan juga mengetahui kalau kamu pulang kerumah sudah lewat tengah malam"
"Iya Mi..., banyak yang harus kami bicarakan dengan kedua orang tua Susan semalam!, dan akhirnya aku mendapatkan restu dari ibunya Susan tapi dengan ayahnya masih tetap dengan syarat awalnya?"
"Kamu harus menunjukkan kesungguhanmu nak...!, Mami yakin kamu pasti bisa?"
Setelah membantu Maminya, Hilman kembali kekamarnya untuk mempersiapkan semua rencananya.
"Nui, tampilkan status Performasi!"
[🔉Ting..., System : Performance Status]
Nama : Hilman Gerhana
Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 19 Hari
Level : 5/99 (Manusia Biasa)
P.Pengalaman : 36.100.000/50.000.000
Kekayaan : 85.889.700($)
__ADS_1
P. System : 15
Daya Pikat : 10 %
Daya Serang : 40 %
Daya Bertahan : 40 %
Kecepatan : 40 %
Penyembuhan : 30 %
*Keahlian Khusus*
Trader
CEO
*Pengikut*
Anitha Gerhana, 15 Tahun, Status \= Adik Kandung.
Susan Segara, 19 Tahun, Status \= Istri, Daya Pikat \= 100%.
Juliana Wang, 45 Tahun, Status \= Calon Ibu Mertua.
*Asset*
Belum Ada
Nui System Versi : 01/10
[Status]-[Performansi]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]
"Sekarang belikan saya sebuah Laptop dan sebuah Smartphone seperti milikku sebelumnya yang dibelikan oleh Susan berserta pulihkan kembali nomornya yang rusak]
[🔉Ting..., Tuan telah membeli sebuah Laptop siap pakai dengan harga 50.000($], sebuah Smarphone dengan harga 5.000($), biaya Rebuild chip nomor telepon sebesar 200($), dan semua barang telah berada didalam inventory]
__ADS_1
Setelah mengambil barang-barang tersebut, Hilman menghidupkan Smartphonenya yang baru dan sama persis dengan yang dibelikan Susan kemudian rusak akibat kecelakaan, selanjutnya dia mulai mengoperasikan laptopnya dan menginstall sebuah program trading yang ada didalam website.
"Nui, sekarang kirimkan 1.000.000($) kedalam akun trading milikku"
[🔉Ting..., Tuan telah memindahkan kekayaan sebesar 1.000.000($) kedalam akun Trading milik Tuan]
Dengan kemampuannya saat ini yang telah menjadi seorang ahli trading dia mulai melakukan transaksi dengan mengambil jenis Trading Jual/Beli saham dan Investasi Saham dengan fokus pada perusahaan keluarga Wang yaitu Wang Resources & Mineral Company serta Wang & Co. Jewelry,
"Nui, apakah kamu sudah bisa mengontrol akun Trading milikku ini?"
[🔉Ting..., Nui sudah melakukannya saat Tuan melakukan transfer dana kedalam akun tersebut!]
"Baik, sekarang lakukan tugasmu dan berikan yang terbaik, juga buatkan saya sebuah Perusahaan Investasi kemudian hubungkan dengan akun Trading milikku!, sementara itu aku akan melakukan hal lain hari ini"
[🔉Ting..., Maaf Tuan!, sebaiknya Tuan juga sudah harus memiliki sebuah Kantor untuk dijadikan alamat Perusahaan, untuk itu Nui menyarankan Tuan membeli sebuah perusahaan yang hampir bangkrut dan segeralah mencari sebuah kediaman sesuai dengan rencana Tuan sebelumnya, Nui merasa Tuan akan sangat membutuhkannya dalam waktu dekat karena Susan sedang menghadapi kesulitan saat ini dikarenakan oleh ayahnya]
"Hmm..., baiklah Nui!, lakukan saja dan cari perusahaan yang bersih dan tidak terkait dengan semua jenis tindak kejahatan, dan untuk trading investasi agar segera membeli setiap lembar saham perusahaan keluarga Wang berapapun harganya!"
[🔉Ting..., Baik Tuan!]
Hilman segera bersiap diri untuk pergi melihat-lihat sebuah rumah yang akan dia jadikan tempat kediaman barunya berserta keluarganya, kemudian dia memeriksa Smartphonenya dan melihat banyaknya panggilan tak terjawab, pesan masuk serta banyaknya pesa group WA yang belum terbaca. Hal ini wajar terjadi karena sudah hampir 48 jam ponselnya tidak diaktifkan karena hangus terbakar, dia kemudian mulai melihat satu-persatu dan membalas pesan masuk seperlunya.
Hilman melihat sebuah pesan teks dari sebuah nomor asing karena tidak terdaftar dalam nomor kontaknya, dia kemudian membaca pesan tersebut yang ternyata datang dari Juliana Wang yang memberitahu tentang tindakan suaminya Hendrik Segara yang telah mencabut semua fasilitas Susan bahkan tega mengusir Susan dari kediaman mereka sebagai hukuman yang tidak mengikuti keinginan Hendrik dan terlebih lagi Hendrik sudah mengetahui bahwa sang putri telah menyerahkan mahkotanya kepada Hilman.
Dalam pesannya itu Juliana meminta Hilman untuk tetap menjaga Susan dengan membawanya tinggal dirumah bersama Hilman sementara Juliana akan melakukan pendekatan kepada suaminya agar bisa menerima hubungan putri mereka bersama Hilman, Juliana juga mengatakan bahwa Susan saat ini sedang menuju kerumah Hilman dengan pakaian dibadan dan keuangan yang sangat minim serta tidak memiliki ponsel lagi. Juliana sangat mengharapkan bantuan Hilman agar dapat menepati janjinya untuk menjaga Susan sampai dia meluluhkan hati suaminya Hendrik Segara, Juliana juga mengatakan bahwa dia tidak bisa berbuat sesuatu untuk membantu karena dia juga sendiri diancam akan diperlakukan sama seperti Susan jika ketahuan oleh Hendrik dia memberikan bantuan kepada putri mereka itu ataupun kepada Hilman.
Tanpa melanjutkan memeriksa Smartphone miliknya, Hilman segera berlari keluar rumah untuk mencari keberadaan Susan. Dia sampai didepan gerbang kompleks perumahan yang berbatasan dengan jalan raya dan melihat-lihat kesekeliling serta memperhatikan setiap taxi atau angkot yang lewat, dan dalam kegelisahaannya kembali Hilman mendengar suara langit yang memberitahukan keberadaan sang kekasih.
[🔉Ting..., Istri Tuan dalam keadaan kurang baik saat ini, dia sedang menuju kearah Tuan dari arah sebelah kanan, dengan berjalan perlahan sambil menahan rasa sakit, karena kahabisan biaya transport dan akibat perbuatan Tuan semalam kepadanya]
Hilman segera berlari dengan cepat kerarah kanan sesuai dengan petunjuk Nui, dan dari kejauhan dia melihat sosok Susan yang sedang berjalan dengan pelan sambil menenteng sebuah tas yang sering dia bawa kalau kekampus. Hilman mempercepat larinya untuk segera mendapati sang kekasih yang sudah terlihat sangat kelelahan.
"Beb...!, Ya Tuhan kenapa sampai seperti ini?" kata Hilman kemudian memeluk Susan yang terlihat mulai pingsan.
"Beb..., ge..., gen..., dong...!, gu..., gue nggak kuat la...!" kata Susan kemudian pingsan dalam pelukan Hilman.
"San..., Beb..., bangun..., ahh...!" kata Hilman yang panik melihat sang kekasih pingsan, kemudian segera mengendongnya dan membawa Susan menuju krumahnya yang berada tidak jauh dari alan raya tersebut.
__ADS_1