Suara Langit

Suara Langit
Ancaman Serius di Kampus (2)


__ADS_3

Dengan santai Hilman mengikuti kuliah pertamanya dan tidak menghiraukan ancaman dan tantangan yang dilayangkan oleh Jhon kepadanya, dia juga tidak memberitahu Susan tentang masalah ini karena merasa dia sendiri masih bisa mengatasi hal tersebut.


Haris teman sebangku Hilman mengetahui rencana yang akan terjadi dibelakang kebun kampus itu karena saat Hilman dicegat didepan pintu kelas dia juga berada di sana dan mendengar semua percakapan antara teman sebangkunya itu dengan kelompok Jhon,


"Man..., gue akan ikut denganmu nanti, jangan kuatir mereka tidak ada apa-apanya jika dibandingin loe, gue hanya ikut untuk mencegah mereka berbuat curang!" kata Haris


"Nggak perlu Ris...!, biar gue sendiri yang kesana soalnya gue takut loe juga nanti ikut terseret-seret masalah gue sama si Jhon itu?"


"Tenang Bro..., sebagai teman sebangku yang hampir 4 tahun bersama, nggak etis jika gue biarkan loe sendirian dikeroyok oleh 4 orang, gue juga punya teman-teman di luaran sana, walaupun kami hanyalah kelompok anak motor biasa tapi kami kompak dan saling setia juga tidak pernah berbuat kriminal, malah kami sering terlibat dengan kegiatan sosial dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kebaikan banyak orang?"


"Baiklah, loe boleh ikut tapi hanya nonton saja, jangan campuri urusan kami!"


"Oke.., itu baru sahabat!"


Selesai mengikuti kuliah materi pertama Hilman yang ikut ditemani Haris pergi menuju ke sebuah kebun yang berada di bagian belakang kampus, sesampainya mereka berdua di sana terlihat sudah menunggu Jhon bersama 3 orang anggota gengnya dengan sikap seperti kawanan serigala yang siap memangsa seekor domba.


"Ternyata loe berani datang juga Hilman?, tapi sayang loe laki-laki yang tidak bernyali karena datang dengan membawa teman!" sambut Jhon yang langsung menyindir kedatangan Hilman bersama Haris.


"Hmm..., jauh berbeda denganmu Jhon, yang hanya berani mendekat dan mengancam gue jika bersama dengan 3 ekor tikus pengerat seperti mereka yang sedang mengekor bersamamu saat ini!"


"Bajingan...!, apa loe bilang?, awas..., tunggu pelajaran dari gue ntar!" kata seorang teman Jhon yang tersinggung karena diibaratkan sebagi seekor tikus pengerat.


"Hehehe..., hanya seorang banci sepertimu Jhon?, ditambah dengan 3 ekor tikus pengerat itu?, gue nggak butuh bantuan orang lain, teman gue hanya datang untuk menyaksikan saja dan tidak akan ikut campur permasalahan kita ini!, nah..., tunggu apa lagi?, atau kalian masih menunggu tikus-tikus pengerat yang lain?"


"Mulut loe gede!, nih..., terimalah pelajaran dari gue!" kata Jhon kemudian segera maju untuk memukul kearah Hilman.


Hilman yang berdiri dengan jarak 5 meter juga segera membuat kuda-kuda untuk menerima serangan yang sedang dibangun oleh Jhon,


Ciiaaattt...


Uhhh..., Heeiiittt...


Dua pukulan tangan Jhon dapat dihindari oleh Hilman yang membungkukkan badannya kemudian bergerak melangkah kesamping sehingga pukulan-pukulan Jhon hanya membabat angin saja, dan dengan hanya sebuah tendangan melingkar dari Hilman telah membuat Jhon jatuh tersungkur di atas tanah.


Deeessshhh...

__ADS_1


Brrruuukkk...


"Aduh..., Eegghh..., sialan loe...!, kalian kok diem saja bantuin dong..., brengsek...!, hajar dia sampe babak belur" kata Jhon yang mengaduh dan kemudian memerintahkan ketiga anak buahnya untuk segera mengeroyok Hilman.


"Baik bos...!, ayo hajar dia Bil..., loe dari kiri gue dari kanan, dan loe Yan dari belakangnya" kata seorang anak buah Jhon kemudian bersama 2 temannya segera mengeroyok Hilman dengan pukulan dan tendangan mereka.


Ciiaatt...


Bhuukkk..., Dhesss...


"Nih..., rasakan pukulan ajian khangkhung...!"


Ciiaatt...


Bhhuukkk...


Bruuukkk...


Aduh...!,


"Heiii..., gue disini...!, disitu adanya angin doang" kata Hilman yang bergerak zig zag kemudian menghindari serangan bertubi-tubi yang datang dari 3 orang anak buah si Jhon, dan selanjutnya dia memberikan pukulan untuk mematahkan serangan mereka bertiga.


Dheesss...., Bruuukkk..., Uugghhh...


Bhuukkk..., Bruukkk..., Ampuunn...


Tiga pukulan Hilman bersarang dengan telak di tubuh 3 anak buah Jhon sehingga membuat mereka ambruk keatas tanah degan beberapa bagian tubuh mereka yang lebam membiru, sambil ngesot menjauh mereka bertiga mengelus bagian tubuh mereka yang terasa sakit akibat pukulan teak dari Hilman.


"Dia jago silat bos!, kita nggak kuat menghadapinya" kata Billy seorang anggota geng si Jhon.


"Benar bos, pukulannya benar-benar sakit!" kata Yayan anggota geng lainnya.


"Bagaimana selanjutnya bos?" kata Tony anggota geng satunya lagi.


"Bodoh kalian bertiga...!, ayo hajar lagi kita keroyok berempat" kata Jhon kemudian mengajak 3 orang temanya itu untuk mengeroyok Hilman secara bersama-sama.

__ADS_1


"Dasar lemah...!, lebih baik kalian pergi atau ku buat lebih parah lagi? hahh...!" kata Hilman dengan masih dalam posisi kuda-kudanya yang kokoh.


"Ayo serang...!" kata Jhon yang kembali beraksi walau ada anggota tubuhnya yang masih terasa sakit.


"Dasar nggak tau diri...!, baiklah rasakan ini!" kata Hilman kemudian berinisiatif memberikan serangan terlebih dahulu.


Hiiaattt...


Bhuukkk..., Kretaakk..., Aawww...


Dheesss..., Kraaakkk..., Uhhh sakiitt...


Bhuukkk..., Kreeekkk..., Wadaaww...


Dheesss..., Kraaakkk..., Ahhhkkk...


Jhon dan ketiga temannya ambruk ke atas tanah dan tidak bisa bangun lagi sambil masing-masing mengeluh kesakitan, karena dibeberapa bagian tangan mereka ada tulang yang retak dan bahkan patah akibat pukulan dan pelintiran dari Hilman.


"Ini pelajaran buat kalian agar jangan salah memilih lawan!, nah..., nikmatilah itu!" kata Hilman kemudian pergi dari tempat itu menuju kembali ke kampus.


"Awas loe Hilman!, tunggu pembalasan kami!" teriak Jhon yang sedang kesakitan yang hanya diacuhkan oleh Hilman dengan berjalan terus bersama sahabatnya Haris tanpa menengok kebelakang.


Hilman dan Haris kembali memasuki ruangan kelas untuk mengikuti materi kedua hari ini, tidak ada tanda-tanda atas diri Hilman kalau dia baru saja berkelahi dan dikeroyok oleh 4 orang di kebun yang berada di bagian belakang kampus.


"Gue senang loe memberikan pelajaran kepada si Jhon dan anggota gengnya itu!, biar mereka kapok dan tidak akan menindas lagi di kampus ini!, hanya saja loe harus waspada karena masih ada banyak anak buah si Jhon di luaran dan mereka adalah para anggota geng yang menguasai Kota ini!" kata Haris yang memperingatkan Hilman.


"Mmm..., benar-benar para pecundang!, beraninya hanya main keroyok, tapi kalau mereka ikut campur maka mau tidak mau gue akan mengajak loe Ris...!"


"Ya iyalah...!, masa gue tega akan membiarkan sahabat gue dikeroyok puluhan bahkan ratusan orang, gue juga akan memberitahu anggota kelompok motor gue, gimana?"" kata Haris yang kemudian minta persetujuan Hilman untuk melibatkan anggota kelompok motor teman-teman Haris.


"Ya..., terserah loe, hanya saja gue nggak bisa ngasih apa-apa Ris...?, karena loe tau sendiri keadaan gue seperti apa?"


"Ya elah Man..., masa di persahabatan kita loe ada pikiran imbalan materi?, nggak lah, niat gue adalah membantu seorang sahabat dan teman-teman di kelompok motor gue juga semuanya begitu, kami selalu berprinsip bahwa membantu siapapun yang lemah dan benar akan mendapatkan pahala!" kata Haris menjelaskan niatnya dalam membantu Hilman.


"Wuihhh..., mantap juga semboyan kelompok motor kalian, kalo begitu gue bisa gabung nggak?"

__ADS_1


"Loe saat ini langung menjadi anggota, karena gue adalah ketuanya!, dan nama kelompok motor kita adalah 'Pengelana Budiman' kami berjumlah 34 orang dan ditambah loe sekarang jadi 35 orang, kami semua berasal dari jalanan, tapi selama di jalanan kami banyak berbuat kebaikan untuk banyak orang, dan kami tidak pernah meminta-minta karena kami semua bekerja walaupun ada yang hanya jualan bakso, ada juga beberapa yang kuliah kek kita hanya saja berbeda universitas dan ada juga yang sudah bekerja tetap sebagai karyawan di beberapa perusahan" kata Haris menjelaskan tentang kelompok motor tersebut.


Mendengar semua penjelasan Haris membuat Hilman semakin tertarik untuk bergabung dan dia tidak sabar lagi untuk bertemu dengan semua anggota kelompok motor 'Pengelana Budiman' itu, hanya saja jadual pertemuan kelompok itu selalu dilakukan saat malam minggu dan tempatnya berada di taman kota disalah satu kios penjualan bakso yang juga diberi nama yang sama dengan identitas kelompok motor mereka.


__ADS_2