
Selesai mengunjungi gedung Hill San, dengan diantar Bimo mereka meluncur melihat keadaan rumahnya yang berada di kompleks perumahan sederhana. Di rumah itu kini tinggal Anton dan 2 orang adiknya yang sudah remaja dan sedang bersekolah di SMP dan SMA, dan ditempat itu Anton selain membuka Kios Bakso dia dan kedua adiknya juga melanjutkan usaha warung yang ditinggalkan Hana.
"Hei Ton..., gimana kabar kalian?" tanya Hilman sesampainya di bekas kediamannya itu.
"Sangat baik Man...!, semua usaha gue lancar, hehehe..., ternyata orang-orang kompleks perumahan ini baik-baik semua?, tuh..., buktinya jualan bakso gue nggak sampe malam, sudah habis?" kata Anton menjelaskan.
"Wah..., baguslah kalau begitu!, terus warungnya gimana?, apa masih banyak yang datang belanja kesini?"
"Untuk orang-orang kompleks lumayanlah yang datang belanja kesini, hanya saja untuk keperluan harian?, setiap minggu langsung diborong habis sama Ratna untuk kebutuhan anak-anak yang tinggal di gedung Hill San!"
"Hmm..., baiklah Ton..., gue serahkan tempat ini kepada loe, tolong jagain dan nanti kalo anak-anak pada ngumpul disini?, tolong juga perhatiin keamanan dan kenyamanan para tetangga!" kata Hilman
[🔉Ting..., Tuan telah menggunakan Kekayaan sebesar 120.000 ($) untuk membayar pembelian sebuah mobil di Showroom Hongkong Motor City]
[🔉Ting..., Tuan telah menggunakan Kekayaan sebesar 10.000 ($) untuk membayar Tagihan di Royal Plaza Hotel Hongkong]
Sebelum Hilman berpamitan dia kembali mendengar suara langit yang bergema didalam pikirannya, dan didalam hatinya dia merasa senang karena Katrine sudah tiba di Hongkong dan segera memulai tugasnya sebagai perwakilan Hill San Investment Company di Hongkong.
"Beres Man...!, gue akan memperhatikan akan hal itu, loe tenang aja!" kata Anton menjamin situasi keamanan di kompleks perumahan tersebut.
Hilman kemudian berpamitan untuk kembali ke kediamannya, Bimo yang sedari tadi mengantarkan tuannya itu segera meluncur diatas aspal jalan kota menuju ke Kawasan Boulevard Real Estate. Waktu telah menunjukkan pukul 19:10 ketika Hilman sampai di rumahnya, dan dia hanya melihat mobil sedan sport milik Susan di garasi rumah sedangkan mobil Julia belum terlihat di sana.
"Hai Beb...!, Mama dan Mami belum kembali ya?" tanya Hilman kepada Susan.
"Mama sudah kembali ke rumah!, kalo Mami?, itu..., sedang di kamarnya bersama Anitha, loe sendiri dari mana aja?, jam segini baru pulang?"
"Gue tadi mampir ke gedung Hill San dan juga ke tempat Anton tinggal sekarang!, gimana, apa keperluan Yanti sudah dapat semuanya?"
"Udah...!, besok tinggal diantar paman Lukas kesekolahan dan dia kembali bisa bersekolah!, dan untuk keperluan biayanya juga udah gue kasih ke paman Lukas!, ayo sekarang sana mandi, sebentar lagi Bimi akan selesai membuat hidangan makan malam!"
"Oke nyonya!, mau temenin gue nggak...?" kata Hilman yang menggoda sang tunangannya itu.
"Nggak...!, gue sudah mandi tadi!, dasar mesum, ayo sana!" kata Susan.
"Bener nih?"
"Idiihh..., apaan sih Beb!, ntar kepergok Mama baru tahu rasa loe!"
Godaan Hilman kepada tunangannya itu tidak berhasil, dan akhirnya dia pergi sendiri kedalam kamar pribadi mereka untuk membersihkan dirinya karena sebentar lagi mereka akan makan malam bersama. Didalam kamar mandi Hilman melakukan komunikasi dengan Nui System,
"Nui tolong buka 2 buah Kotak Misterius Emas yang berada didalam inventory!"
[🔉Ting..., Selamat, Tuan telah membuka 2 buah Kotak Misterius Emas dan mendapatkan 6.000.000 PP dan 6.000.000 ($)]
"Sekarang gunakan semua Point System milikku dan distribusikan kesemua status skill sesuai dengan rekomendasi mu!"
[🔉Ting..., Tuan menambah 25 Point Skill Intelligence, 20 Point Skill Strenght, 20 Point Skill Vitality, 20 Point Skill Agility, Selamat..., Tuan bertambah Kuat, Cepat dan semakin mempesona lawan jenis]
[🔉Ting..., System : Automatic Status Skill & Teknik Host]
Nama : Hilman Gerhana
__ADS_1
Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 23 Hari
Level : 8/99 (Manusia Biasa)
P.Pengalaman : 25.200.000/95.000.000
[Status Skill Host]
Point Skill : Nihil
Intelligence : 50/100
Strength : 90/100
Vitality : 90/100
Agility : 90/100
Alchemic : 50/100
[Status Teknik Host]
Pesona : 50 %
Menyerang : 90 %
Bertahan : 90 %
Penyembuhan: 50 %
Nui System Versi : 02/10
[Status]-[Performansi]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]
"Beb...!, ngapain aja sih didalam?, kok lama banget mandinya?" terdengar suara Susan dari balik pintu kamar mandi.
"Bentar lagi selesai sayang?"
"Cepetan Mami dan Anitha sudah menunggu di meja makan tuh!"
"Oke, 5 menit gue nyusul!"
Bergegas dia menyelesaikan acara mandinya, setelah dia mendengar anggota keluarga lainnya sudah menunggunya untuk segera makan malam. Dengan hanya mengenakan piyama tidur Hilman segera keluar dan menuju ke meja makan,
"Wah..., Bimi masak menu apaan tuh?" katanya setelah sampai dimeja makan dan duduk disamping Susan.
"Ini pesanan Mama tadi sore, tapi dia harus kembali karena mendengar Papa akan kembali malam ini dari Taiwan, tuh cobain...!, ini menu chinese food namanya?" kata Susan menjelaskan sambil membantu mengambilkan beberapa jenis makanan untuk Hilman.
"Oke sudah cukup itu, jangan kebanyakan!, terimakasih Beb..., mmm...?" kata Hilman yang mendapatkan perhatian dari sang tunangan.
"Ya sudah makan dulu, jangan ngobrol kalau sedang makan!" kata Hana mengingatkan anak-anaknya.
__ADS_1
Selesai makan malam mereka berkumpul di ruangan keluarga dan membicarakan beberapa hal termasuk pekerjaan penyelesaian pembuatan pagar tembok keliling di bagian belakang rumah, dan rencana pembuatan kebun bunga dan kebun buah di lahan kosong yang baru dibeli Hilman untuk Maminya. Kemudian Hilman juga berencana untuk menemui Papa Susan sesampainya dari Taiwan, untuk membicarakan masalah asset perusahaan keluarga Wang serta untuk mendapatkan restu hubungannya dengan Susan.
Seperti biasanya Hana belum mengijinkan Hilman untuk tidur sekamar dengan Susan malam itu, dan dengan berat hati dia kembali menuju ke kamar yang berada dilantai 2 untuk beristirahat. Beberapa rencana telah dibuat Hilman untuk dia lakukan besok hari, selain menyelesaikan proyek pembuatan program di perpustakaan kampusnya bersama Bakrie dia juga akan mengajak Susan untuk bertemu Papanya setelah mendapat kabar kepastian kepulangan Hendrik Segara dari Taiwan.
Sebelum beristirahat Hilman kembali berkomunikasi dengan Nui System,
"Nui...!, apakah kamu masih bisa melihat isi pikiran dan perasaan Papanya Susan?"
[🔉Ting..., Maaf Tuan, Nui hanya bisa membaca isi pikiran dan perasaan hati seseorang jika sedang menatapnya, kecuali para bawahan Tuan yang berasal dari System, walaupun mereka berada jauh jaraknya dengan Tuan tapi Nui mengetahui dengan pasti apa saja yang mereka lakukan saat ini]
"Begitu ya...?, kalau begitu, bagaimana dengan Katrine yang berada di Hongkong?, apakah dia sudah mulai dengan tugasnya?"
[🔉Ting..., Katrine sudah mendatangi Perusahaan Perhiasan milik keluarga Wang dan sudah memperkenalkan dirinya, saat ini dia sedang mengusahakan sebuah apartemen yang akan menjadi tempat tinggalnya selama berada di Hongkong dan untuk sementara selama 2 hari ini Katrine menginap disebuah Hotel]
"Baiklah, mudah-mudahan akuisisi kedua perusahaan keluarga Wang itu dapat berjalan dengan lancar!"
[🔉Ting..., Nui menyarankan agar Tuan segera mengaktifkan Kartu 200% Point Pengalaman agar level Tuan dapat segera meningkat dengan cepat, dan kartu itu juga akan berlaku selama 1 bulan]
"Baik Nui, tolong aktifkan kartu tersebut agar besok pagi aku sudah bisa menikmati hasilnya!"
[🔉Ting..., Selamat..., Tuan telah mengaktifkan 200% Point Pengalaman, semua perolehan hadiah Point Pengalaman akan meningkat sebesar 2 kali lipat]
"Baik terimakasih Nui!, sekarang tolong tampilkan statusku!"
[🔉Ting..., System : Status Host]
Nama : Hilman Gerhana
Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 23 Hari
Level : 8/99 (Manusia Biasa)
P.Pengalaman : 25.200.000/95.000.000
Kekayaan : 202.911.650 ($)
Point Skill : Nihil
Kondisi : Sehat (100â„…)
Inventory :
- 4 bh Token Bawahan
- 1 bh Token Keahlian
Misi Aktif : 1/3
Nui System Versi : 02/10
[Status]-[Performance]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]
__ADS_1