Suara Langit

Suara Langit
Bantuan Nui (3)


__ADS_3

Hilman sedang berganti pakaian didalam kamarnya dengan memilih-milih beberapa pakaian yang dibelikan Susan untuknya, kemudian dia mendengar suara Anitha adiknya dari arah luar kamar.


"Kak...!, ada tamu, cepat katanya penting!" teriak Anitha dari depan pitu kamar.


"Iya bentar gue lagi pake baju nih, suruh tunggu!"


Dengan cepat dia mengambil bukti pembayaran dan surat-surat mobil serta 3 butir mutiara yang berlainan warna dari dalam Inventory System, kemudian keluar dari dalam kamar untuk menemui sosok tamu yang diyakininya berasal dari showroom tempat Nui membelikannya sebuah mobil pribadi kategori biasa.


"Selamat sore, bapak mencari saya?" tanya Hilman kepada seorang pria seumuran dengannya.


"Bapak Hilman Gerhana?" kata pria tersebut untuk mengkonfirmasi pelanggan yang dicarinya.


"Benar saya Hilman Gerhana!, bapak dari mana?"


"Ohh..., maaf pak, saya Rudi dari Showroom Raja Mobil mau mengantarkan mobil yang bapak beli via telepon tadi, tolong bapak tandatangani surat pengiriman ini dan kalau boleh disertai fotocopy KTP bapak!"


"Hmm..., maaf, saya tidak memiliki fotocopy KTPnya!, bagaimana kalau saya memperlihatkan saja bukti pembelian dan KTP asli saya ini?" kata Hilman sambil menunjukkan KTP aslinya serta bukti pembelian mobil tersebut berupa surat transaksi elektronik.


"Ohh... iya ini cukup pak Hilman, tinggal tanda tangani surat pengirimannya kalau begitu!"


"Sebentar saya masih harus memeriksa fisik kendaraannya, baru setelah saya merasa yakin baru akan saya anda tangani, mari tunjukkan mobil yang saya beli tersebut!"


Mereka keluar dan menuju ke halaman rumah yang persis berada disamping warung milik Hana, dimana sudah ada sebuah mobil MPV Nissan Elgrand VIP berwarna hitam telah terparkir di sana. Kemudian orang showroom tersebut mulai menjelaskan setiap fitur-fitur mobil mewah tersebut dan juga jaminan pemeliharaan selama setahun serta asuransi kendaraan yang menyertai seluruh harga pembelian, setelah merasa yakin dengan keadaan mobilnya yang lengkap dan tanpa goresan akhirnya Hilman menandatangani surat pengiriman tersebut sebagai tanda barang yang dibeli sudah diterima dengan baik oleh si pembeli.


Hilman terkejut melihat mobil tersebut yang adalah salah satu jenis mobil mewah untuk ukuran orang-orang kaya di Kotanya, dan dia mulai memikirkan jawaban apa yang akan dia sampaikan jika mami dan adiknya bertanya perihal mobil tersebut.


"Man...!, mobil siapa itu?, terlihat seperti mobil mewah?, apa mobil itu juga punya Susan?" tanya sang mami dari jendela warung.


"Hmm..., bukan Mi...!, ini mobil gue yang sudah 18 bulan gue beli dengan cara cicilan, dan saat cicilan sudah mencapai 60% maka mobilnya baru bisa diambil dari showroom!" kata Hilman menjelaskan.

__ADS_1


"Kamu nggak bohong kan Man...?, itu sepertinya mobil mewah dan harganya pasti ratusan juta, dari mana kamu memeroleh uang sebanyak itu?"


"Nggak kok Mi..., kalau dibeli cash ni mobil cuman 150 juta saja dan kalau dicicil setiap bulannya gue cuman menyisihkan 4 sampai 5 jutaan saja!"


"Awas loe ya kalau bohongi mami?" kata Hana yang mencoba menyelidiki sang putra.


"Nggak akan dong Mi...!, ni mobil buat kita semua?, juga untuk memperlihatkan kepada papa dan mamanya Susan bahwa dengan bekerja keras gue bisa menjamin kehidupan anak mereka nantinya!" kata Hilman beralasan.


"Iya, asal saja duit yang kamu peroleh itu bukan dari hasil pekerjaan yang menentang hukum atau hal-hal maksiat lainnya!"


"Hilman tidak akan melakukannya Mi...!, gue dapat duit dari bekerja yang baik-baik dan juga ada sedikit bermain saham dan valuta asing di internet dan keuntungannya lumayan sehingga mobil ini adalah salah satu hasilnya, bahkan beberapa minggu yang lalu gue hampir berhasil mendapatkan sebuah perusahaan tambang karena sebagian besar sahamnya sudah menjadi milik Hilman!"


"Hmm..., asalkan benar saja perkataanmu itu mami akan senang!, ya sudah sana, segera bersiap biar kamu tidak sampai ditunggu-tunggu sama papa dan mamanya Susan!"


"Oke, doain gue ya Mi...?, biar secepatnya gue dapat restu! "


Akhirnya Hilman bisa bernafas lega setelah tidak ada lagi pertanyaan lanjutan dari sang Mami, sedangkan untuk pertanyaan dari sang adik dia merasa cukup dengan hanya menempelkan 2 lembar uang kertas berwarna merah maka mulutnya akan diam.


Sambil berharap semua rencananya akan berhasil Hilman berpamitan kepada maminya kemudian segera meluncur dengan mobil barunya menuju ke kompleks perumahan elit dimana kediaman Susan berada, dan disepanjang perjalanan dia beberapa kali berkomunikasi dengan Nui System untuk memastikan semua penampilan dan persiapannya telah terlihat sempurna.


[🔉Ting..., Tuan harus optimis, karena penampilan Tuan saat ini sangat mempesona, dan ingat ajak ayah Susan untuk berkomunikasi sedikit lama, dan Nui akan memberikan bantuan tentang sesuatu yang sangat disukai oleh ayahnya Susan, cukup 10 menit saja maka semua isi hati dan pikirannya sudah bisa Nui ketahui]


"Oke Nui..., aku akan mengandalkan mu malam ini, karena tanpa restu dari papi dan maminya Susan aku tidak bisa memiliki Susan seutuhnya!"


[🔉Ting..., Tuan bisa mengandalkan Nui, bersemangat lah dan semoga sukses]


"Terimakasih Nui!"


15 menit perjalanan mobil MPV berwarna hitam itu memasuki kompleks perumahan elit tersebut dan memasuki sebuah halaman rumah mewah tempat kediaman Hendrik Segara dan keluarganya, dengan penuh pesona Hilman turun dari mobil barunya dan melangkahkan kakinya menuju pintu masuk yang terlihat masih terkunci.

__ADS_1


Ning..., Nong...


Setelah menekan Bel Hilman menunggu beberapa saat sampai seorang pelayan membukakan pintu rumah tersebut,


"Selamat malam!, saya Hilman ingin bertemu Susan" kata Hilman kepada sang pelayan rumah itu.


"Non Susan sepertinya masih di kamarnya?, tapi silahkan masuk dulu tuan, dan duduklah biar bibi beritahu non Susan kalau tuan sudah datang"


"Terimakasih bi...!, kalau papa dan mamanya Susan ada?"


"Tuan dan nyonya ada di kamarnya, barusan tadi sore kembali dari Kalimantan!, tapi sebentar lagi pasti keluar karena beberapa menit lagi waktunya untuk mereka makan malam"


"Baiklah Bi!, tolong beritahu Susan saja dulu!"


5 menit kemudian Susan menampakkan dirinya di ruangan tamu dan segera ikut duduk disamping sang kekasih yang telah menunggunya,


"Wuiihh..., kerena banget loe Beb...!, nah cocok kan, kemeja dan celana yang gue beliin buat loe!, hmm..., pacar gue tampan sekali malam ini!, chuupphh...!" kata Susan kemudian meng 3cup b1b1r Hilman sekilas.


"Ihh..., genit amat!, gue udah tampan dari sononya Beb...!, tapi loe juga kelihatan cantik kalau berpakaian dress seperti ini, kelihatan anggun!, dan gue suka?"


"Iya, loe sudah pernah bilang kalau suka melihat gue berpakaian dress seperti ini, jadi setiap loe dateng apel pasti gue berpakaian begini, tapi kalau gue ke kampus bolehlah pake seperti biasanya mahasiswi!, jeans dan kemeja atau kaos, bagaimana?"


"Boleh tapi jangan yang ketat, karena itu...!, pasti akan menonjol dan membuat mata laki-laki nggak akan berkedip, itu cuman buat gue oke?"


"Hihihi..., siap boss!, semuanya hanya untukmu sayang?" kata Susan sambil bergelayut manja.


"Bagaimana?, informasi apa yang loe dapatkan dari bokap dan nyokap?"


"Hmm..., pas nyampe rumah tadi mereka berdua langsung masuk kamar dan istirahat, jadi belum sempat ngobrol, tapi nanti kalau sempat diajak ngobrol lagi sekalian aja loe tanya ntar gue bantuin juga ya...!"

__ADS_1


"Ya ntar kita liat aja gimana situasinya!"


Pasangan kekasih itu terlihat asyik berbincang di ruangan tamu sehingga mereka berdua tidak sadar akan kehadiran Hendrik dan Juliana yang sudah keluar dari kamar mereka untuk pergi keruangan makan, dan kedua orang tuan Susan tersebut sempat melihat putri mereka menc1 um kekasihnya Hilman didepan mata mereka.


__ADS_2