Suara Langit

Suara Langit
Hampir Lupa


__ADS_3

Hilman masih duduk termenung sendirian didalam kamar yang berada dilantai 2, dia kembali mengingat perjalanan hidupnya sebelum menyatu dengan Nui system dan merasakan ada sebuah yang tertinggal. Dia hampir melupakan kalau sebelum kecelakaan tersebut dia sudah diterima bekerja di perusahaan yang dulunya adalah tempat Papinya berkerja, tapi dia juga merasa aneh karena hampir seminggu ini dia tidak mendapat panggilan atau pesan teks dari Pak Yanto yang adalah Kepala Departemen Personalia perusahaan tersebut.


Hilman akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor perusahaan pada besok hari setelah selesai kuliah, dia juga masih mengingat hutangnya kepada kepala perpustakaan kampus yang berjanji akan menyelesaikan sebuah program inventarisasi buku-buku perpustakaan milik kampus tersebut.


[🔉Ting..., Berbuatlah kebaikan dengan membantu seorang bapak yang sedang berusaha mencari pekerjaan]


Mendengar ada sebuah misi dari Nui System, Hilman langsung bergegas keluar rumah mewahnya itu dan berjalan kebagian depan gerbang masuk dimana ada Bimo yang sedang berjaga di pos penjagaan kediamannya tersebut.


"Selamat Siang Tuan!" sapa Bimo dengan sopan.


"Selamat siang Bimo!, Bimi kemana?, kenapa sedari tadi aku tidak melihatnya?"


"Bimi sedang mengawal kedua nyonya besar Tuan, mereka sepertinya sedang melihat-lihat sekeliling kompleks real estate ini!" kata Bimo memberi penjelasan.


"Oh begitu?, ehh..., itu siapa Bimo?, coba kamu lihat sepertinya bapak itu sedang kebingungan dan butuh pertolongan?" kata Hilman yang sudah melihat target misinya.


Bimo yang mendapat perintah dari tuannya segera mendapati sosok seorang pria dewasa yang sedang berjalan menuju kearah kediaman Hilman, sementara itu Hilman menunggu mereka di pos penjagaan tempat Bimo bertugas.


"Maaf Tuan, bapak ini ingin bertemu dengan Tuan!" kata Bimo yang datang dengan membawa sosok pria dewasa tersebut.


"Siapa nama bapak?" tanya Hilman dengan ramah.

__ADS_1


"Maaf Tuan!, mungkin saya sudah mengganggu kenyamanan Tuan!, nama saya Lukas, saya sedang mencari pekerjaan, dan saya bisa melakukan pekerjaan rumah tangga apa saja termasuk bersih-bersih disekitar kediaman Tuan ini!" kata sosok pria dewasa itu yang mengaku bernama Lukas.


"Hmm..., memangnya bapak tidak memiliki keahlian lain selain pekerjaan rumah tangga?"


"Maaf Tuan, saya orang kecil dan sekolah hanya sampai SMP, dulunya saya seorang sopir angkot, tapi setelah tidak bisa memperpanjang SIM A saya maka saya berhenti dan mencari pekerjaan lainnya secara serabutan!"


"Bapak tinggal dimana?, dan apakah tinggal bersama keluarga?"


"Saya tinggal di kampung Rawa Tuan, dan kami sering digusur untuk mencari tempat tinggal yang baru, saya tinggal bersama anak perempuan saya satu-satunya, sementara istri saya sudah meninggalkan kami dan pergi dengan laki-laki lain!, maaf Tuan kalau saya sudah curhat!"


"Ahh..., tidak apa-apa pak Lukas, itu wajar karena saya memang ingin mengetahui latar belakang bapak!" kata Hilman sambil berkomunikasi dengan Nui untuk mencari tahu isi hati dan pikiran sosok pria didepannya tersebut.


[🔉Ting..., Lukas Satrio, usia 42 tahun, Jujur, sopan dan pekerja keras, memiliki seorang anak perempuan bernama Yanti Satrio usia 10 tahun dan berhenti sekolah sampai kelas 5 SD, Tuan bisa mengambilnya untuk menjadi tukang kebun sekaligus mewujudkan impian Hana yang ingin memiliki sebuah kebun bunga, Tuan juga bisa membeli sebidang tanah yang berada di bagian belakang rumah Tuan ini agar ada lahan yang cukup luas untuk sebuah kebun bunga dan sebagai kebun buah-buahan]


"Ohh..., kalau hanya mengurus sebuah kebun saya juga sudah punya pengalaman setahun Tuan, itu waktu saya berhenti menjadi sopir angkot saya pernah mengurus kebun sayur milik seorang juragan di kampung rawa, tapi akhirnya kebun sayur tersebut dijual oleh juragan tersebut dan saya kembali kehilangan pekerjaan!"


"Baiklah, bapak akan saya terima bekerja di rumah saya ini sebagai tukang kebun!, dan saya juga meminta bapak untuk tinggal disini bersama anak perempuan bapak, sekarang masuk dulu dan melihat-lihat bagian belakang rumah saya ini yang nantinya akan menjadi tempat bapak sehari-hari!" kata Hilman kemudian mengajak Lukas melihat tempat yang akan dia jadikan kebun bunga dan buah-buahan nanti.


Hilman kemudian segera memerintahkan Bimo untuk menanyakan kekantor pemasaran Boulevard Real Estate kalau lahan kosong yang berada di bagian belakang rumahnya itu dapat dia beli, dan seandainya bisa maka Bimo diperintahkan untuk segera melakukan transaksi dengan menggunakan kartu debit yang dipegangnya. Bimo yang mendapat perintah segera pergi ke kantor pemasaran Boulevard Real Estate untuk melakukan tugas yang diperintahkan oleh tuannya, sementara itu Hilman sedang menunjukkan lahan yang berada di bagian belakang kediamannya itu kepada Lukas serta sebuah kamar yang berada di bagian dapur yang nantinya akan menjadi tempat tinggal Lukas dan putrinya.


"Bagaimana paman Lukas?, kalau bapak sanggup mengolah lahan ini?, bapak bisa tinggal dikamar itu bersama putri bapak, dan saya juga masih akan memberikan gaji setiap bulannya kepada bapak sebesar 6 juta rupiah!"

__ADS_1


"Waduh Tuan...!, untuk pekerjaan saya tidak menjadi masalah dan gajinya juga sudah sangat besar menurut saya jika hanya untuk mengolah lahan kebun yang kecil ini Tuan, hanya saja saya tidak enak jika saya dan putri saya harus tinggal disini, apakah nanti tidak akan merepotkan Tuan dan keluarga?"


"Tidak paman Lukas, justru saya mengharapkan paman bisa tinggal disini agar bisa setiap saat merawat kebun nantinya juga mungkin paman bisa membuatkan sebuah taman bunga disekitar rumah saya ini karena ibu saya menginginkannya?, juga nantinya putri paman bisa menjadi teman adik saya yang juga seorang perempuan berusia 15 tahun!" kata Hilman menjelaskan.


"Baiklah Tuan!, kalau begitu saya akan bersiap dulu untuk mengajak putri saya kesini, dan mungkin sore nanti kami sudah kembali disini dan memulai pekerjaan saya ditempat Tuan ini!"


[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan membantu seorang bapak yang sedang berusaha mencari pekerjaan, Selamat..., Tuan mendapatkan hadiah 1.500.000 PP, 900.000 ($) dan 5 PS, masih tersisa 4x perbuatan baik untuk membuka Misi Biasa Bulanan]


"Hmm..., tunggu sebentar paman Lukas, biar nanti Bimo yang akan mengantar paman dan sekaligus membawa paman dan putri paman kesini, bawa saja barang-barang pribadi paman dan pakaian, karena selebihnya sudah tersedia disini!, sebentar lagi Bimo akan kembali, silahkan melihat-lihat saja dulu" kata Hilman sambil menunggu kedatangan Bimo yang sedang bernegosiasi perihal lahan kosong yang berada di bagian belakang kediaman Hilman di kantor pemasaran Boulevard Real Estate.


"Ahh..., Tuan sungguh sangat baik, saya tidak menyangka bisa bertemu dengan Tuan hari ini, semoga Tuan mendapatkan balasan banyak berkah dari sang pencipta karena sudah menolong saya dan putri saya keluar dari kesulitan kami!" kata Lukas Satrio dengan tulus.


[🔉Ting..., Selamat..., Tuan mendapat hadiah ganda dari berbuat kebaikan kepada Lukas Satrio, Tuan mendapatkan hadiah 3.000.000 PP, 1.800.000 ($), 10 PS dan 1 buah Kotak Misterius Emas, masih tersisa 3x perbuatan baik untuk membuka Misi Biasa Bulanan]


"Terimakasih Nui!, kamu memang yang terbaik!"


[🔉Ting..., Sama-sama Tuan!, teruslah jeli melihat perbuatan baik!, karena masih banyak kesempatan yang Tuan lewatkan]


"Baik Nui!, aku akan lebih fokus lagi untuk memperhatikan kesempatan itu!"


[🔉Ting..., Tuan telah menggunakan kekayaan sebesar 120.000 ($), untuk membeli sebuah lahan kosong didalam kawasan Boulevard Real Estate]

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Bimo kembali setelah sukses melakukan transaksi pembelian lahan kosong yang berada tepat dibelakang rumah Hilman tersebut, dan selanjutnya dia mendapat tugas mengantar Lukas untuk menjemput putrinya dan membawa barang-barang pribadi mereka untuk pindah kekediaman Hilman.


Kemudian Hilman menghubungi Haris untuk meminta beberapa anggota Pengelana Budiman yang sedang nganggur untuk datang ke kediamannya yang baru, dia berencana untuk segera membongkar pagar tembok yang membatasi lahannya dan membuat pagar tembok yang baru sekaligus menyatukan lahannya dengan lahan yang baru saja dia beli itu.


__ADS_2