Suara Langit

Suara Langit
Menghadapi Kebimbangan


__ADS_3

Hilman telah bersiap untuk pergi bekerja ketika Susan dan Anitha pulang, karena melihat waktu masih cukup untuk berbincang dia segera membawa Susan keruangan makan dimana ibunya Hana sedang menyiapkan makan siang untuk putra putrinya itu.


"Mi..., boleh ganggu sebentar nggak! kata Hilman yang datang menemui Hana sambil menggandeng tangan Susan.


"Hmm... ada apa?, bicara saja Mami sudah selesai kok!"


"Begini Mi..., saya sebenarnya sudah berbicara banyak dengan Papa dan Mama Susan, dan kami berdua saat ini sudah diberikan pilihan untuk segera menikah atau tidak sama sekali mendapat restu dari orang tua Susan, hanya saja pilihan untuk menikah mempunyai syarat dan itu yang terus terang berat untuk saya, untuk itu kami berdua minta pertimbangan dan petunjuk dari Mami!" kata Hilman menceritakan pembicaraannya dengan Hendrik dan Juliana.


"Duduklah dengan tenang dan ceritakan semuanya kepada Mami!, apa sebenarnya syarat yang diminta oleh Papa dan Mamanya Susan!"


Hilman yang ditambahkan oleh Susan mulai menceritakan syarat pernikahan mereka yang harus pergi ke Negara Taiwan untuk menemani sang nenek diusianya yang sudah tua, langkah tersebut adalah sebuah upaya Hendrik dan Juliana yang ingin mendapatkan perhatian dari sang ibu agar mewariskan harta kekayaannya yang sangat besar tersebut kepada keluarga mereka khususnya kepada Susan. Hanya saja perasaan Hilman yang berat untuk meninggalkan sang ibu dan adik perempuannya jika dia harus mengikuti keinginan kedua orang tua Susan tersebut, dan setelah mendengar semua cerita tersebut Hana sang ibu memberikan sarannya kepada Hilman dan Susan.


"Man..., kamu adalah seorang laki-laki, benar sekarang kamu sedang bertanggung jawab atas keluarga kita sebagai pengganti Papimu yang telah tiada, tapi ingat kamu juga memiliki masa depan sendiri dan akan hidup mandiri bersama keluargamu dimasa depan, Mami mengijinkan mu pergi asalkan kamu dan Susan benar-benar ingin menjalaninya demi masa depan kalian sendiri bukan karena pengaruh harta kekayaan yang akan kalian peroleh nantinya!, dan juga pikirkan kembali bagaimana dengan kuliah kalian!, apakah tidak sebaiknya menunggu sampai kuliah kalian itu selesai?" kata Hana memberikan pertimbangannya.


"Bu..., saya juga memang agak keberatan jika mengikuti syarat dari Papa dan Mama itu, tapi bagaimana jika kami tidak mendapatkan restu dari mereka?, tapi saya berjanji apapun yang terjadi saya hanya akan menjadi milik Hilman dan kalau Hilman setuju walau hanya mendapatkan restu dari Ibu kami berdua akan tetap bersama dengan segala resiko yang akan kami tanggung bersama!" kata Susan dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Kalian masih muda, banyak tantangan yang masih akan kalian hadapi didepan, jangan kuatir dengan Mami dan Anitha, kami masih ada gaji pensiun ayahmu serta hasil dari warung, Mami hanya berpikiran tentang kuliahmu Man..., karena itu titipan pesan dari Papimu sebelum meninggal agar kamu selesai sampai menjadi seorang sarjana!" kata Hana.


"Baiklah Mi..., saya dan Susan akan memikirkannya kembali dan akan memberitahu Mami dengan keputusan yang kami berdua ambil" kata Hilman.


"Ya sudah, panggil adikmu dan makanlah dulu kalian, kamu juga sebentar lagi harus bekerja bukan?" kata Hana.


"Iya Mi...!" kata Hilman kemudian memanggil Anitha untuk makan bersama sambil pikirannya berputar mencari-cari solusi untuk menjawab keinginan dari Hendrik dan Juliana kedua orang tua Susan, kebimbangan yang besar menyelimuti hati dan perasaan Hilman tapi dia tetap berusaha untuk mencari jawaban terbaik untuk masalah tersebut.


Walaupun perut mereka masih terasa kenyang baik Hilman maupun Susan dan Anitha sebelum kembali ke rumah sudah mampir makan diluar tapi untuk menghargai sang ibu yang sudah berusaha memasak makanan-makanan di atas meja itu, maka mereka berusaha untuk menyenangkan hati Hana dengan menyantap semua hidangan tersebut. Setelah selesai makan Hilman berpamitan kepada Hana untuk pergi bekerja demikian juga dia pamit kepada Susan yang masih akan tinggal bersama Anitha karena kedua gadis tersebut masih mempunyai rencana lain setelah ini untuk keluar shoping berdua.


"Nah..., kebetulan kamu sudah ada Man..., nih tolong bantu koreksi program pembatasan masukan nilai untuk aplikasi monitoring pencapaian prestasi bulanan perusahaan!" kata Julian.


"Ya..., saatnya kamu tunjukkan nilai indeks prestasimu yang sempurna itu Man...!, apakah sesuai atau tidak, jangan hanya jadi pajangan saja!, nih kerjakan...!" kata Ivan sambil memberikan sebagian tumpukan lembaran kertas berisi susuan program tersebut.


"Boleh..., coba saya lihat seperti apa output yang ingin ditampilkan?" kata Hilman.

__ADS_1


"Seperti ini...!' kata Julian sambil menunjukkan sebuah lembaran kertas yang menunjukkan contoh tampilan yang dimaksudkan.


"Boleh saya kerjakan sendiri tanpa adanya gangguan?, karena program seperti ini butuh ketelitian sehingga membutuhkan ketenangan!" kata Hilman yang melihat pekerjaan itu bisa dia kerjakan sendiri dan tidak membutuhkan waktu yang lama.


"Ahh... yang benar Man...!, kami berempat sudah dari pagi loh mengerjakannya tapi tidak berhasil?" kata Hardy sambil memandang Hilman dengan wajahnya yang tidak percaya karena mereka berempat adalah seorang sarjana TI dan sudah berpengalaman 1 sampai 2 tahun sedangkan didepan mereka walaupun mempunyai prestasi sempurna tapi Hilman hanyalah seorang karyawan baru dan masih berstatus mahasiswa.


"Tenang saja, berikan saja waktu kepadaku untuk menyelesaikannya, dan setelah itu bisa kalian trial dulu kemudian serahkan kepada usernya kalau sudah yakin benar bisa dioperasikan!" kata Hilman.


"Jangan sombong dulu kamu Man...!, tapi baiklah kami akan memberikan waktu sampai sore nanti sebelum kami pulang dan itu adalah waktu yang sama sejak kami memulainya pagi tadi, nah selamat mulai bekerja, kami akan turun ke kantin dulu!" kata Yudi kemudian mengajak 3 orang temannya yang lain untuk pergi ke kantin.


4 orang rekan 1 tim Hilman itu pergi meninggalkannya sendiri, sambil mengutuk kesombongan Hilman yang menganggap remeh pekerjaan tersebut, padahal mereka tidak mengetahui bahwa pemrograman adalah spesialisasi Hilman dan bahkan kalau ada yang mengetahui bahwa sosok Hilman yang sebenarnya sudah setara dengan seorang Hacker tingkat internasional karena dia sudah bisa masuk keluar dan menembus firewall beberapa program online tanpa diketahui oleh para pemiliknya.


Hanya dengan melihat output tampilan yang diinginkan dan sekilas melihat struktur program buatan 4 orang rekan 1 timnya, Hilman sudah mengetahui dengan pasti bagaimana dia akan membuat program tersebut. Dengan kecerdasan dan ilmu yang dipelajarinya Hilman membuat ulang semua rangkaian program tersebut dan mencobanya berulang-ulang kali dalam waktu singkat, setelah dia merasa yakin sudah benar dan melihat output programnya sama persis dengan contoh yang diperlihatkan kepadanya oleh rekan-rekan 1 timnya itu Hilman membiarkan komputer tempat dia bekerja tetap menyala dan dia pindah bekerja di komputer lain sambil menunggu kedatangan 4 orang rekan 1 timnya tersebut.


Dengan penuh perhatian Hilman melakukan pengontrolan semua sistim operasi komputerisasi perusahaan yang selalu berjalan nonstop 1 x 24 jam, Hilman juga melakukan pengecekan status Firewall atas semua program dan website milik perusahaan dari jejak-jejak digital orang-orang iseng. Pekerjaannya terhenti ketika empat orang rekan 1 timnya kembali dari kantin dan melihat pekerjaan besar mereka telah diselesaikan oleh Hilman dalam waktu singkat, mereka tidak percaya dan mencoba mengoperasikan program buatan Hilman tersebut berulang-ulang dan tetap mendapatkan hasil yang sama sesuai dengan output yang diinginkan oleh manajemen perusahaan.

__ADS_1


Hilman yang melihat keheranan keempat rekannya tersebut hanya tersenyum kecut karena masih dihimpit oleh kebimbangan perasaan hatinya yang juga belum mendapatkan jawaban terbaik dari masalah hubungan asmaranya dengan Susan, sementara itu disisi lain Julian sang ketua tim merasa Hilman telah mencoreng muka mereka dengan hasil tersebut karena jika diketahui oleh Pak Andreas Manajer mereka maka akan membuat harga diri mereka menjadi rendah dibandingkan dengan Hilman yang hanya seorang karyawan baru dan belum berpengalaman serta mash berstatus mahasiswa tidak seperti mereka yang sudah seorang sarjana bahkan Julian dan Hardy saat ini sedang kuliah S2 dengan jurusan yang sama.


__ADS_2