
Hilman dan Susan kembali ke rumah Hana saat hari sudah menjelang malam, dan di sana sudah menunggu Haris sebagai Ketua kelompok pemotor Pengelana Budiman bersama dengan 3 orang ketua kelompok dibawahnya yaitu Rico, Anton dan Ratna sebagai ketua kelompok anggota wanita.
Kedatangan para pemimpin kelompok Pengelana Budiman tersebut dalam rangka melaporkan progres pelaksanaan rencana pelaksanaan pesta pertunangan yang diminta oleh Hilman, selain itu mereka juga sudah bersepakat dan sudah mendapatkan persetujuan dari seluruh anggota kelompok pemotor Pengelana Budiman yang berjumlah 30 orang untuk mengangkat Hilman sebagai Wakil Ketua mereka.
"Hei...!, kalian sudah lama menunggu?, maaf ya?, agak banyak yang harus gue beli, jadinya sampai malam baru kami bisa kembali, Rat...!, tolong bantu gue ya!" kata Susan yang lebih dulu turun dari mobil kemudian mengajak Ratna membawa masuk barang-barang belanjaannya.
"Oke!, wuihh..., banyak amat belanjaan mu San?" kata Ratna.
"Iya!, didalamnya juga ada bagian untukmu dan 10 orang anggotamu, nanti bisa kalian gunakan saat pesta nanti!"
Sementara itu Hilman sudah duduk di ruangan tamu dan mulai berbincang dengan Haris, Rico dan Anton tentang rencana pelaksanaan pesta,
"Bagaimana dengan perwakilan keluarga serta saksi yang akan menguatkan acara pertunangan gue itu?" kata Hilman yang terlihat bingung karena Susan tidak memiliki keluarga lainnya di Kota ini selain kedua orangtuanya.
"Lho..., kan katanya nyokapnya sudah setuju tinggal bokapnya yang belum!, ya loe minta nyokapnya datang menghadiri acara tersebut, juga acara ini kan baru acara pertunangan jadi hanya diperlukan keluarga antara kedua belah pihak dan saksinya bisa dati RT setempat serta beberapa orang yang loe tunjuk kemudian seserahan yang akan loe berikan kepada tunangan loe itu nantinya!"
"Iya juga ya!, ahh..., gue juga belum ketemu dengan pak RTnya, tapi tenang saja akan gue usahakan besok, terus bagaimana dengan yang lainnya?"
__ADS_1
"Untuk tenda acara akan disiapkan oleh Bondan dan teman-temannya yang kebetulan bekerja di perusahaan penyediaan panggung acara, untuk katering juga sudah siap melalui Novy yang bekerja di perusahaan katering 'Selera Kita', dan semua biaya masih kekurangan sebesar 37 juta dari yang sudah loe berikan sebelumnya sebesar 5 juta!" kata Haris menjelaskan.
"Untung gue tadi ngambil uang, tunggu sebentar gue ambil dulu!" kata Hilman kemudian menuju ke mobil untuk berpura-pura mengambil uang padahal yang sebenarnya adalah uang tersebut sudah berada didalam inventory System dan masih ada sebesar 50 juta didalamnya, kemudian Hilman kembali mendapatkan Haris dan Rico yang berada didalam ruang tamu sedangkan Ratna masih sibuk dengan Susan didalam kamar.
"Nah ini..., sisanya bisa kalian gunakan untuk hal lain atau dijadikan uang kas kelompok Pengelana Budiman" kata Hilman sambil menyerahkan uang yang baru saja dia ambil dari dalam inventory system.
"Oke, dan ini hasil inventarisasi kami terhadap keadaan seluruh anggota kita, dan perlu loe ketahui juga, bahwa sebagian besar dari kami semua adalah anak-anak yatim dan sebagian besar datang dari panti asuhan, dan sampai saat ini masih ada Johan dan Darta yang masih numpang tinggal di panti asuhan tapi sudah diminta keluar sekarang!" kata Haris menjelaskan sambil menyerahkan catatan yang dibuat Anton dan Ratna berisi daftar nama anggota serta pekerjaan mereka dan tempat tinggalnya saat ini.
"Hmm..., begini saja, gue punya tempat yang saat ini sudah kosong dan ada banyak kamar di sana!, nanti setelah ini walaupun sudah malam tapi gue akan mengajak kalian semua kesana untuk melihat gedung tersebut" kata Hilman yang akan mengajak mereka melihat gedung berlantai 5 yang barusan dibelinya.
"Nah ini gedung yang gue maksud, gue hanya perlu lantai 1 dan 2 saja untuk kantor perusahaan, dan selebihnya bisa dijadikan tempat tinggal bagi para anggota kita!, gue juga sedang memikirkan tempat untuk membuka usaha yang gue rencanakan untuk dikelola oleh anggota-anggota kita yang sesuai dengan keahlian mereka!"
"Loe punya rencana besar ternyata Man?, apa ini semua hasil dari trading yang sering loe lakuin?" kata Haris dengan wajah yang tidak percaya jika sahabatnya itu memiliki sebuah aset dipusat bisnis kota mereka ini.
"Ya, walaupun kecil-kecilan tapi lumayan kalau beruntung, itu tergantung dari ketekunan dan kesabaran kita saja Ris...!, loe tahu sendiri kan?, bagaimana proses trading?, seringkali rugi karena tidak bisa menahan emosi tapi kalau kita sabar dan jeli melihat peluang maka akan ada hasilnya!" kata Hilman.
"Baiklah besok gue akan mengantar Johan dan Darta kesini, dan selanjutnya mungkin Haris yang akan memberikan pengumuman melalui WA Group kepada yang lainnya!, bagaimana?" kata Rico.
__ADS_1
"Oke, kalian atur saja, karena besok gue, Susan dan Haris harus ke kampus, ini kunci-kunci gembok dan kunci pintu masuk gedung itu Ric..., dan loe Ton...!, sudah harus bersiap dari sekarang untuk pindah ke rumah gue, karena setelah acara pesta kami sekeluarga akan langsung pindah ke kediaman baru!" kata Hilman.
"Oke!, siap Bos kedua, masih ada 2 hari lagi, dan kalau gue boleh usul lantai 5 itu jadikan saja salah satu usaha restoran yang akan kami kelola sendiri, kemudian lantai 3 khusus untuk tempat tinggal para wanita dan lantai 4 bagi para kaum laki-laki, bagaimana?" kata Anton memberikan usulannya.
"Ya, itu yang gue maksud!, silahkan kalian bicarakan sekaligus tentukan orang-orangnya, gue juga nggak mau ada anggota kita yang nganggur!" kata Hilman.
Mereka kembali ke kompleks perumahan setelah melihat lokasi dan keadaan gedung yang masih dalam keadaan terawat karena baru beberapa hari ditutup disebabkan bangkrut kehabisan modal, mereka tiba kembali di rumah Hilman ketika waktu sudah menunjukkan pukul 22:00 malam dan keempat sahabatnya itu langsung berpamitan untuk pulang.
Hilman sendiri langsung masuk kedalam rumah dan menemui Hana, Susan dan Anitha yang sedang duduk menunggunya diruangan tamu, dia kemudian ikut bergabung dan duduk disamping Susan.
"Kamu dari mana malam-malam begini Man?" tanya Hana.
"Itu Mi..., gue tadi mengantar Haris dan yang lainya untuk melihat sebuah tempat yang dapat dijadikan tempat tinggal buat beberapa anggota yang sangat membutuhkan!" kata Hilman menjelaskan keadaan para anggota Pengelana Budiman yang sudah yatim piatu dan ada yang harus keluar dari panti asuhan untuk mencari tempat tinggal sendiri.
"Mami kira, kalian keluar malam-malam untuk urusan kelompok motor kalian itu?, ya sudah, istirahat sekarang karena kamu besok pagi sudah harus masuk kampus kan?, dan kamu juga Nith...!, bangun pagi-pagi biar bisa bareng kakakmu pergi ke sekolah!" kata Hana kepada anak-anaknya.
Mereka kemudian beranjak dari tempat duduk diruang tamu tersebut untuk pergi ke kamar tidur masing-masing, tapi Hilman harus pergi tidur sendiri setelah mendapatkan tatapan tajam dari sang Mami sebagai tanda bahwa mereka berdua belum diperbolehkan tidur bersama walaupun sudah tinggal satu atap.
__ADS_1