
Haris dan Rico datang kekediaman Himan dengan mengendarai 2 buah mobil box dengan membawa 10 orang anggota lainnya yang sedang nganggur dikediaman mereka saat ini di Gedung Hill San, para anggota yang dibawa Ketua dan salah satu pimpinan kelompok Pengelana Budiman itu adalah orang-orang yang telah memiliki pengalaman dalam bidang pertukangan dan sudah bisa dikatakan sebagai seorang ahli karena mereka sudah biasa bekerja sebagai tukang bangunan.
Hilman kemudian membawa mereka kebagian belakang kediamannya dan menunjukkan lahan kosong yang baru dibelinya, dan kemudian mengungkapkan maksud mengapa dia membeli lahan tersebut kepada mereka.
"Aku ingin kalian membobol tembok pagar itu dan kemudian membuat tembok pagar yang baru yang akan mengelilingi keseluruhan lahan kosong yang baru itu sehingga menyatu dengan lahan kediamanku ini!" kata Hilman menjelaskan.
"Wah..., untuk apa lahan seluas tu Man?, apa kamu mau membangun gedung lagi disitu?" tanya Haris.
"Bukan Ris...?, gue mau membuat kebun buah dan kebun bunga untuk Mami!, biar Mami ada kegiatan nanti dan tidak bosan tinggal di rumah gue ini, bagaimana?, apakah kalian bisa membuatnya?, kalau tidak!, terpaksa gue harus mencari kontraktor profesional yang akan membuatnya!" kata Hilman.
"Jangan Bos kedua!, kalau hanya membuat pagar tembok?, serahkan saja kepada kami-kami ini untuk membuatnya, justru kalau kami yang mengerjakannya kualitas temboknya akan terjamin nanti!, dan agar supaya lebih cepat pengerjaannya nanti?, kami butuh tambahan pekerja dan mesin pencampur adukan semen!" kata seorang anggota.
"Ahh..., kalau masalah itu gampang, aku akan meminta anggota kita yang tidak sibuk untuk datang membantu kalian disini!" kata Rico.
"Iya, nanti aku minta Ratna yang akan mengatur semua kebutuhan material serta peralatan yang kalian perlukan nanti!" kata Haris.
"Iya Ris...!, gunakan saja kartu debit yang ada di Ratna, untuk membeli semua material dan kebutuhan lainnya untuk pekerjaan mereka!" kata Hilman.
Hari itu juga 10 orang anggota Pengelana Budiman mulai bekerja membobol tembok pagar yang lama, Haris jga sudah menghubungi Ratna untuk pergi ke toko bangunan yang menjual material yang diperlukan dan memintanya untuk dikirim kekediaman Hilman.
Kesibukan di kediaman baru Hilman tersebut membuat Hana dan Julia yang baru saja tiba dari jalan-jalan terkejut melihat sebagian anggota Pengelana Budiman berada di sana,
"Nak...!, ada apa dengan mereka?" tanya Hana kepada putranya yang sedang mengawasi pekerjaan dibelakang kediaman tersebut.
"Ohh..., ini Mi..., mereka akan membuat pagar tembok yang baru!, dan lahan kosong itu akan aku jadikan sebagai kebun buah dan kebun bunga nantinya, dan itu semua untuk Mami agar tidak bosan tinggal di rumah baru ini!" kata Hilman menjelaskan.
"Hmm..., begitu ya...!, wah baguslah, tapi kalau untuk lahan sebesar itu?, kamu juga harus mencari orang yang akan membantu mengolahnya Man, kalau Mami sendiri mana kuat?" kata Hana.
"Wah...!, putramu ini memang anak yang berbakti jeng!, aku ikut bangga bisa memiliki seorang menantu sepertinya!" kata Julia Wang yang kagum dengan perhatian Hilman kepada Maminya.
"Tenang saja Mi...!, aku sudah merekrut seseorang yang akan membantu Mami untuk mengurus kebun ini nanti, dan dia juga akan tinggal disini bersama seorang anak perempuannya yang baru berusia 10 tahun, agar setiap saat nanti dia bisa merawat tanaman-tanaman itu!" kata Hilman menambahkan.
[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan membuat perasaan hati Hana senang karena mendapat perhatian dari putranya, Selamat..., Tuan mendapatkan hadiah 1.500.000 PP, 900.000 ($) dan 5 PS, masih tersisa 2x perbuatan baik untuk membuka Misi Biasa Bulanan]
"Baiklah...!, kami mau masuk dulu, nanti Mami dan Mamamu yang akan membuatkan minum untuk teman-temanmu itu" kata Hana kemudian masuk kedalam rumah bersama Julia Wang.
Beberapa saat kemudian terlihat sebuah mobil sedan sport memasuki halaman rumah, dan dari dalam mobil tersebut turun Susan dan Anitha dengan masing-masing membawa beberapa tas belanjaan.
__ADS_1
"Wuih..., banyak amat belanjaan kalian berdua?" kata Hilman menyambut kedatangan sang kekasih dan adiknya itu.
"Ini baru sebagian Kak...!, hanya karena kaki kak Susan sudah pegel tadi, jadi kami menundanya sampai besok!" kata Anitha.
"Oh iya, kalau begitu sekalian besok kalian juga mengajak putrinya paman Lukas untuk ikut, dan nanti belikan dia seragam sekolah dan semua perlengkapan yang dia butuhkan!" kata Hilman.
"Paman Lukas?, siapa itu Beb...?" tanya Susan.
"Itu adalah tukang kebun yang baru gue rekrut tadi pagi!, dan nantinya dia yang akan mengurus kebun buah dan kebun bunga yang sementara disiapkan itu!" kata Hilman kemudian menunjukkan lahan yang sementara disiapkan oleh puluhan anggota Pengelana Budiman.
Sementara itu Haris sudah bersama Ratna disebuah toko bahan bangunan, mereka berdua sedang bertransaksi atas pembelian semua material yang dibutuhkan untuk membuat pagar tembok keliling atas lahan yang baru dibeli oleh Hilman.
[🔉Ting..., Tuan telah menggunakan Kekayaan sebesar 20.000 ($) untuk membayar tagihan belanja di Toko Bangunan Suka Maju]
Hilman yang masih bersama Susan, Anitha dan Rico dihalaman belakang kediamannya kembali mendengar suara langit yang bergema didalam pikirannya, dia merasa puas karena Haris dan Ratna sedang membeli semua kebutuhan material yang diperlukannya. Tidak lama kemudian mereka melihat mobil MPV Elgrand VIP milik Hilman memasuki halaman rumah itu, dan dari dalamnya Bimo turun dikuti oleh Lukas Satrio dan putrinya Yanti Satrio dengan membawa barang bawaan mereka masing-masing.
"Nah..., San..., Nith!, ini yang namanya paman Lukas dan putrinya Yanti, mereka akan tinggal bersama kita dengan menempati sebuah kamar yang diperuntukkan bagi pelayan di rumah kita, dan nantinya juga Yanti akan melanjutkan sekolahnya?, jadi jangan lupa untuk mengajaknya besok untuk melihat semua keperluannya!" kata Hilman menegaskan.
"Oke, berarti besok kami harus menggunakan mobilmu Beb...!, karena mobilku hanya bisa ditumpangi untuk 2 orang saja termasuk sopirnya?" kata Susan.
ayo Yanti, ikut kakak kedalam!, kita lihat kamar yang akan menjadi tempat tinggal bersama ayahmu nanti!" kata Susan kemudian membawa yanti masuk kedalam rumah.
Sementara itu Lukas Satrio sudah ikut bergabung dengan para anggota Pengelana Budiman yang sedang merobohkan pagar tembok bagian belakang kediaman Hilman yang baru tersebut, dan mereka langsung membersihkan bekas-bekas tembok yang sudah dirobohkan itu agar tanahnya siap untuk dimanfaatkan untuk menanam pohon buah atau tanaman bunga. Material-material yang dibeli oleh Haris dan Ratna juga sudah terlihat mulai berdatangan ke kediaman Hilman, dan tumpukan material tersebut langsung ditempatkan di bagian belakang rumah dimana lokasi pembuatan tembok pagar yang baru akan dibangun
Keesokan harinya selesai dari kampus Hilman diantar Haris dengan mengendarai sepeda motor menuju ke kantor perusahaan dimana dia diterima bekerja, Hilman berencana untuk mengundurkan diri karena merasa tidak lagi memiliki waktu banyak.
"Maafkan saya Pak Yanto!, setelah kecelakaan itu saya sudah mangkir kerja hampir seminggu!, saya menjadi tidak enak dengan karyawan yang lainnya, untuk itu saya mengajukan pengunduran diri saya, dan mudah-mudahan setelah kuliahku selesai saya akan kembali lagi melamar pekerjaan disini dengan membawa ijazah sarjana!" kata Hilman.
"Sebenarnya kami sudah mendapat kabar dari pak Muhdi tentang kecelakaan yang kamu alami itu, tapi kamu tahu sendiri aturan di perusahaan ini bahwa kalau seorang karyawan yang sakit?, ya.., dia diharuskan mengirimkan surat keterangan sakit dari dokter atau rumah sakit!" kata Yanto Kuncoro sang manajer personalia perusahaan BUMN tersebut.
"Ya semua sudah terjadi pak Yanto, saya tidak juga tidak akan menuntut apapun dari perusahaan ini, kedatangan saya semata-mata hanya untuk mengajukan pengunduran diri secara resmi!" kata Hilman.
"Waduh...!, ini yang saya tidak duga sebelumnya nak Hilman?, sebenarnya tenagamu sangat dibutuhkan oleh perusahaan ini, tapi kami juga tidak bisa menahan dan memaksamu untuk tetap bekerja disini!"
Selesai berpamitan dengan pak Yanto, Hilman dann haris kembali ke kampus untuk melanjutkan tugasnya menyelesaikan program yang sudah dia sepakati bersama dengan kepala perpustakaan, di sana juga sudah menunggu Bakrie seorang mahasiswa akuntansi semester IV yang ditolongnya.
"Ris..., loe langsung balik aja, nggak usah nunggu gue, nanti gue akan minta dijemput Susan kalau sudah selesai nanti!" kata Hilman sesampainya mereka di kampus.
__ADS_1
"Oke!, gue langsung balik ya!" kata Haris kemudian pergi.
Hilman dan Bakrie menyelesaikan tugas membuat program di perpustakaan sampai sore hari, dan akan melanjutkan kembali pada besok hari selesai kuliah. Hilman sudah menghubungi Bimo untuk datang menjemputnya di kampus dengan menggunakan mobil Susan, dan sementara menunggu kedatangan Bimo dia berkomunikasi dengan Nui untuk mengetahui statusnya.
"Nui tolong tampilkan statusku!"
[🔉Ting..., System : Status Host]
Nama : Hilman Gerhana
Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 23 Hari
Level : 8/99 (Manusia Biasa)
P. Pengalaman: 17.700.000/95.000.000
Kekayaan : 195.141.650 ($)
Point Skill : 80
Kondisi : Sehat (100â„…)
Inventory :
- 4 bh Token Bawahan
- 1 bh Token Keahlian
- 1 bh Kartu 200% Point Pengalaman
- 2 bh Kotak Emas
Misi Aktif : 1/3
Nui System Versi : 02/10
[Status]-[Performance]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]
__ADS_1