
Kecelakan tragis tersebut menjadi perhatian banyak warga sekitar juga para pengendara lainnya yang kebetulan melewati lokasi tempat kejadian tersebut, dan ada beberapa diantara mereka yang membuat foto maupun rekaman video untuk sekedar dijadikan konten pada akun youtube milik mereka. Beberapa menit kemudian mulai berdatangan para petugas kepolisian yang mendapat kabar tentang kecelakaan tersebut dan segera membantu memberikan pertolongan kepada korban yang selamat serta mengatur lalu lintas, kemudian disusul dengan datangnya rangkaian mobil pemadam kebakaran yang mendapat panggilan darurat karena kobaran api di lokasi kejadian kecelakaan yang semakin membesar sehingga mengancam pemukiman penduduk yang tidak berjauhan dengan lokasi kecelakaan tersebut.
"Cepat kesini...!, tolong bantu saya, orang ini masih hidup, cepat...!, mana petugas medis dan ambulans, walaupun pingsan dan terbakar tapi orang ini masih bernafas!" kata seorang anggota polisi yang menemukan tubuh Hilman dalam kondisi seluruh pakaiannya yang hangus serta kulit di bagian wajah, tangan dan sebagian badannya yang hitam hangus karena terbakar.
"Awas hati-hati, angkat bersamaan dan letakkan ditandu, biarkan petugas medis yang akan membawanya ke rumah sakit terdekat dengan ambulans!" kata seorang anggota Pemadam Kebakaran yang sudah melihat kondisi Hilman yang hangus terbakar.
Sementara itu di rumah Hilman seisi rumah tengah menanti kedatangan Hilman, Hana yang merasa heran karena tidak biasanya Hilman telat pulang sampai sudah 1 jam lebih karena kalaupun terlambat dia pasti sedang mampir ke rumah Susan tapi saat ini Susan sedang berada bersamanya yang juga menunggu kedatangan Hilman.
"Nak Susan...!, apakah tadi Hilman sempat memberitahu kalau akan mampir-mampir ketempat lannya?" tanya Hana.
"Nggak bu...!, tadi dia hanya mengatakan keputusannya tentang tawaran Papa dan Mama itu, terus bilang agaraku segera kesini dan menunggunya karena dia juga akan segera pulang?" kata Susan menjelaskan.
"Hmm..., kemana tuh anak?, tidak biasanya dia kelayapan selain kalau ke rumahmu nak Susan...?" kata Hana yang mulai terlihat gelisah.
"Mungkin ada urusan mendadak Mi...!, bentar juga kak Hilman datang?" kata Anitha yang menenangkan sang ibu.
"Benar Bu..., kita tunggu saja, saya dan Anitha juga tidak terburu-buru balik ke rumah saya, karena di sana masih ada bibi pelayan yang sedang menunggu rumah!" kata Susan yang ikut memberikan ketenangan kepada Hana agar tidak gelisah.
2 jam telah berlalu tapi Hilman masih juga tak kunjung datang dan sudah berganti-ganti Anitha maupun Susan mencoba untuk menghubungi smartphone milik Hilman tapi tidak bisa dihubungi, dan juga indikasi didalam group chat Susan bersama Hilman menandakan smartphone sang kekasih tidak aktif. Kemudian Susan mengambil inisiatif untuk mencoba menghubungi Haris untuk menanyakan tentang keberadaan Hilman,
__ADS_1
"Halo Ris..., loe lagi bersama Hilman ya?"
"Nggak ada tuh San...!, ini gue lagi kumpul dengan beberapa orang teman di markas tapi tidak ada Hilman disini!, kenapa dia belum balik kerumah ya?" kata Haris.
"Belum Ris!, ini gue lagi dirumahnya sedang menunggu dia pulang bersama Anitha dan Maminya, loe tau nggak tempat lainnya yang biasa dia nongkrong?" kata Susan.
"Mana ada tempat lain selain bersama gue San...?, Hilman itu orangnya kuper, kalo nggak bersama gue ya pasti bareng loe, kalau nggak ya molor dia dirumahnya!" kata Haris menegaskan.
"Hmm..., tolong loe bantu cariin dia dong!, ini Maminya dah gelisah nunggu, hpnya juga nggak bisa dihubungi?, coba tolong loe check dikantornya siapa tahu dia di sana dan sedang lembur?" kata Susan.
"Gue juga penasaran kenapa hpnya mati nggak bisa dihubungi?, ini bukan kebiasaan Hilman, baik gue jalan dulu sama teman-teman, ntar gue kabarin loe kalo dah ketemu!" kata Haris kemudian memutuskan sambungan telepon dari Susan.
Di markas kelompok sepeda motor Pengelana Budiman Haris yang selesai melakukan percakapan telepon dengan Susan, segera memberitahu perihal keluhan Susan tersebut kepada teman-temannya terlebih dia sangat mengetahui kebiasaan Hilman yang tidak akan mematikan ponselnya walaupun sementara di Charge. Terlebih lagi dia mengingat ancaman geng bulan sabit terhadap Hilman sehingga membuat Haris agak kuatir jika sudah terjadi sesuatu dengan teman akrabnya itu, dia kemudian mengajak teman-teman yang sedang nongkrong di markas besar mereka itu untuk menuju kekantor Hilman dan mencari tahu tentang keberadaannya.
"Selamat malam pak Muhdi, saya Haris teman kuliah Hilman seorang karyawan perusahaan ini!, mau menanyakan apakah Hilman masih sedang bekerja di kantor?" kata Haris yang melihat papan nama sang security dengan jelas.
"Hilman?, dia sudah pulang sejak pukul 20:10 tadi dan kebetulan dia berpamitan dengan saya waktu mau pulang!, kenapa apakah nak Hilman belum tiba di rumah?" kata Pak Muhdi menjelaskan yang sebenarnya dan merasa aneh karena sepengetahuannya Hilman telah kembali pulang sejak tadi.
"Benar Pak muhdi, barusan saya diberitahu oleh pacarnya yang sedang menunggu kedatangannya di rumah Hilman!, makanya saya datang kesini untuk mencari tahu" kata Haris yang semakin gelisah tentang keberadaan Hilman saat ini.
__ADS_1
Kelompok Haris kemudian berencana untuk menyusuri jalan pulang Hilman dimulai dari titik kantor perusahaannya dengan membagi 2 kelompok, karena jalan menuju ke rumah Hilman jika dari Kantor ada 2 alternatif dan dengan segera 2 kelompok yang terdiri dari 4 buah sepeda motor tersebut bergegas menyusuri jalan yang menuju rumah Hilman.
Kelompok pertama dipimpin oleh Rico yang akan menyusuri jalan yang melewati kompleks perumahan tentara, sedangkan Haris memimpin kelompok kedua yang akan melewati perempatan lampu merah depan rumah makan padang dimana lokasi tersebut 2 jam yang lalu terjadi kecelakaan tabrakan beruntun yang mengakibatkan adanya korban meninggal dan luka-luka berat.
Sepanjang perjalanan Haris mendapat hambatan karena situasi jalan utama yang sudah larut malam tapi masih dalam keadaan macet total, sambil merayap perlahan Haris dan orang temannya mengikuti alur lalulintas yang bergerak pelan tersebut. Beberapa kali dia menyempatkan diri melihat chating group WA Pengelana Budiman untuk mengetahui posisi kelompok pertama serta perkembangan pencarian mereka, 20 menit kemudian Haris tiba di lokasi terjadinya kecelakaan dengan masih melihat adanya api dari sebuah truck tangki BBM serta banyaknya berbagai jenis kendaraan yang selain ringsek juga hangus terbakar.
Haris mengajak ketiga temannya untuk melihat keadaan lokasi kecelakaan tersebut serta melihat beberapa sepeda motor yang rusak berat serta dalam keadaan hangus terbakar,
"Kalian coba periksa siapa tahu ada sepeda motor milik Hilman di sana, aku akan memberitahu yang lain untuk datang kesini!" kata Haris yang membagi tugas kepada anggota kelompoknya tapi dia kemudian melihat seorang perwira polisi yang dikenalnya dan segera mendatanginya.
"Selamat malam Pak Jacky!"
"Hei Ris..., tumben kamu ada disini biasanya nongkrong dengan teman-temanmu di taman kota?" kata AKP Jacky.
"Kebetulan saja Pak Jacky, karena saya lagi mencari seorang teman saya yang sudah 3 jam belum sampai di rumah!" kata Haris.
"Wah..., 3 jam yang lalu kecelakaan besar ini terjadi dan banyak menelan korban jiwa, sudah ada 4 orang yang meninggal dunia dan 8 orang luka parah serta 14 orang luka ringan, ini daftar korban serta lokasi-lokasi rumah sakit tempat para korban luka berat dan luka ringan sedang dirawat!" kata AKP Jacky sambil memperlihatkan daftar korban tersebut.
Haris meneliti daftar korban tersebut satu persatu tapi tidak menemukan nama Hilman di sana, kemudian dia beralih ke daftar korban meninggal yang ternyata semua korban berjenis kelamin perempuan. Haris kembali melihat daftar korban luka berat dan di sana dia menemukan ada 6 korban yang tanpa identitas tapi yang jelas ada 2 korban perempuan dan 4 orang korban berjenis kelamin laki-laki, dari 4 korban laki-laki tersebut tersebar di 2 rumah sakit yaitu 2 korban berada di rumah sakit umum kota dan 2 orang korban lainnya berada disebuah rumah sakit milik swasta.
__ADS_1
"Oke pak Jacky saya akan mencoba mencari teman saya itu, siapa tahu dia juga adalah salah satu korban dari kecelakaan ini!"
"Baik Ris..., semoga saja temanmu itu masih selamat karena sebagian besar korban luka berat itu keadaanya sangat mengenaskan karena tubuh mereka hampir 90% terbakar dan mengalami luka bakar tingkat 3" kata AKP Jacky menjelaskan kondisi para korban luka berat tersebut.