Suara Langit

Suara Langit
Menata Perusahaan


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Hilman dan Susan pergi ke kampus dengan menggunakan mobil milik Susan, sedangkan mobil MPV Elgrand VIP milik Hilman akan digunakan oleh Tiny untuk mengantar Anitha dan Yanti pergi ke sekolah mereka. Dalam perjalanan ke kampus Hilman telah menghubungi Nui dan memintanya untuk membelikan 2 unit mobil MPV yang akan dikendarai oleh Tony dan Tiny untuk digunakan sehari-sehari dalam segala urusan keluarganya, sehingga untuknya sendiri dia dapat menggunakan sepenuhnya mobil MPV ELgrand VIP miliknya.


"Beb...!, kamu kelihatan lemas begitu!, sini biar gue yang menyetir!" kata Hilman yang melihat Susan sedang tidak bersemangat.


[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan menggantikan Istri Tuan untuk mengendarai mobil, Selamat..., Tuan mendapatkan hadiah 3.000.000 PP, 900.000 ($) dan 5 PS]


[🔉Ting..., Selamat..., Tuan telah menyelesaikan Misi Harian (1) dan mendapatkan hadian 1.200.000 PP dan 300.000 ($)]


"Nah gitu dong...!, dari tadi kek, bikin kesel aja!" kata Susan yang mash terlihat ada yang membuatnya kesal.


"Loe kenapa sih Beb...?, sepertinya nggak mod pagi ini?"


"Tau lah...!, sudah ditungguin dari tengah malam sampe subuh nggak nongol-nongol!, katanya mau menyelinap ke kamar, huhh...!" kata Susan yang mengungkapkan kekesalannya terhadap Hilman.


"Oh..., aduh!, maaf sayang...!, gue ketiduran karena benar-benar capek kemarin, ntar dech, gue tebus 2 kali lipat!" kata Hilman yang sadar telah kelupaan mengunjungi Susan semalam.


"Awas kalo sampe nggak...!" kata Susan dengan wajahnya yang menuntut.


Beberapa saat kemudian mereka tiba dihalaman parkir kampus dan berpisah menuju ke ruangan kelas mereka masing-masing yang berbeda jurusan,


[🔉Ting..., Tuan telah membeli 2 unit mobil pribadi kategori biasa seharga 200.000 ($) dan akan segera diantarkan oleh pihak showroom ke kediaman Tuan, bukti pembelian dan surat-surat kendaraan telah berada di Inventory System]


[🔉Ting..., Selamat..., Tuan telah menyelesaikan Misi Harian (2) dan mendapatkan hadiah 3.000.000 PP]


Sebelum sampai di ruangan kelasnya, Hilman mendengar pemberitahuan dari Nui bahwa pembelian kendaraan yang dimintanya telah berhasil dilakukan, dia kemudian meminta Nui untuk memberitahu Bimo agar segera datang ke kampus untuk mengambil bukti pembelian serta surat-surat kendaraan yang baru dibelinya itu.


"Hei Bro...!, kok loe kelihatan sedang bingung?" sapa Haris yang sudah lebih dulu tiba didalam ruangan kelas.


"Tuh si Susan lagi ngambek!, jadi selesai kuliah nanti gue harus menemani dia sampai sore agar ngambeknya hilang!, terus gimana yang gue minta?, apa sudah ada?" tanya Hilman.

__ADS_1


"Beres..., nih..., list dari Pak Nugroho, sedangkan untuk yang dari panti asuhan semuanya sudah ada ditangan Ratna!, tapi ingat?, nanti malam kita harus mengadakan pertemuan dengan Pak Nugroho sesuai permintaannya untuk mendiskusikan beberapa hal penting?" kata Haris menjelaskan sambil memberikan list dari Kepala BPBD Kota tersebut


"Oke..., rencananya siang ini gue sama Susan akan ke gedung Hill San untuk mengambil data yang berada di tangan Ratna, sementara untuk pertemuan dengan BPBD Kota malam nanti?, gue akan serahkan sepenuhnya kepada loe dan Allan yang akan mewakili gue, dan juga kedepannya Allan yang akan bertindak mewakili gue atas nama Hill San Investment Company, karena dia sudah gua angkat sebagai Direktur Pelaksana dari perusahaan gue itu!" kata Hilman menjelaskan.


"Hmm..., baiklah kalau begitu, ehh..., gue juga sudah diberitahu Yaya kalau sepeda motor loe sudah selesai diperbaiki?"


"Ok, nanti tolong loe anter langsung ke rumah gue!, dan kalau masih ada biaya tambahan lagi?, segera beritahu gue!"


Siang harinya Hilman dan Susan langsung menuju ke gedung Hill San untuk menemui Ratna, mereka juga sekalian ingin melihat-lihat suasana gedung tersebut setelah kehadiran Regina yang akan mengurus pembuatan Restoran di lantai 5 dan Allan yang akan mengurus perusahaan Hill San Investment Company miliknya.


Sesampainya di gedung Hill San mereka berdua disambut oleh 2 orang anggota Pengelana Budiman wanita yang bertugas sebagai petugas resepsionis pada hari itu,


"Selamat datang kak Hilman dan kak Susan...!" kata kedua resepsionis yang bertugas.


"Terimakasih..., apakah Ratna sudah kembali dari kampus?" tanya Hilman.


"Sudah kak..., Ratna sedang berada di lantai 3 bersama teman-teman yang lain!"


"Beb...!, loe temui Ratna dulu dilantai 3, gue mau melihat lantai 2 dan lantai 5!" kata Hilman yang bermaksud melihat kegiatan Regina dan Allan


"Baiklah..., jangan lama-lama, biar kita cepat pulang!"


Hilman menemui Allan terlebih dahulu di lantai 2 yang juga merupakan tempat dari kantor perusahaan milik Hilman, semua ruangannya sudah tertata dengan baik sehingga sudah terlihat sebagaimana suasana sebuah perkantoran. Hanya saja di sana baru terdapat beberapa orang anggota Pengelana Budiman yang sedang memindahkan beberapa perabotan yang sudah tidak digunakan lagi,


"Selamat siang Tuan...!" sapa Allan yang melihat kedatangan tuannya.


"Selamat siang Allan!, bagaimana...?, apakah semuanya beres?"


"Sampai sejauh ini lancar-lancar saja Tuan!, saya masih menggunakan banyak perabotan lama yang berada di lantai 2 ini, dan mungkin baru besok saya akan melengkapi ruangan-ruangan utama kantor perusahaan dengan peralatan baru serta beberapa meubelair baru!" kata Allan melaporkan.

__ADS_1


"Bagus...!, gunakan saja kartu debit yang sudah kuberikan padamu itu!"


"Siap laksanakan Tuan, nanti untuk karyawan apakah kita perlu melakukan rekrutmen baru atau menggunakan saja teman-teman Tuan?"


"Hmm..., saya kira untuk awal-awal ini kita manfaatkan saja tenaga teman-temanku itu, dan kalau ada jenis pekerjaan yang belum mereka pahami?, nanti kamu tolong ajarkan mereka saja" kata Hilman sambil memberikan pengarahan kepada Allan.


"Baik Tuan..., saya akan melakukannya dengan baik!"


"Oh iya Allan, nanti malam kamu temani Haris !, kamu akan mewakili saya atas nama Perusahaan dalam pertemuan dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota ini!, inti pertemuannya adalah kita siap memberikan bantuan peralatan yang mereka perlukan tanpa syarat, katakan saja bahwa itu adalah bentuk kepedulian kita terhadap Penanggulangan Bencana!" kata Hilman menjelaskan.


"Saya akan melaksanakannya sesuai dengan perintah Tuan!"


Selesai memberikan pengarahan kepada Allan tentang semua tugasnya, Hilman kemudian melanjutkan dengan menuju ke lantai 5 untuk menemui Regina.


Dilantai 5 Hilman melihat juga persiapan yang sudah dikerjakan Regina yang dibantu oleh beberapa orang anggota perempuan Pengelana Budiman, dan Hilman mendapatkan laporan dari Regina yang juga berencana akan mulai membeli tambahan peralatan dan perlengkapan restoran pada besok hari.


Setelah puas melihat progres yang ditunjukkan oleh kedua bawahannya tersebut, Hilman selanjutnya menuju kelantai 3 untuk menemui Susan dan Ratna.


"Hei Rat...!, mana Susan?"


"Tuh disitu..., tadi Susan kelamaan nunggunya?, dan gue lihat dia terlihat cape, jadi gue bilang untuk istirahat saja didalam kamar!" kata Ratna.


"Ehh..., itu kamar siapa?"


"Itu masih kamar kosong, tapi didalamnya sudah rapi dan juga setiap hari dibersihkan, termasuk semua kamar-kamar yang itu, dan kesemuanya adalah type kamar VIP dan ada 12 kamar yang kosong, karena yang kami tempati semuanya type kamar biasa!" kata Ratna sambil menunjukkan kamar-kamar yang belum ada penghuninya.


"Ohh..., terus mana data panti asuhan yang gue minta?"


"Sudah gue kasih Susan tadi?"

__ADS_1


"Oke dech, gue liat Susan dulu ya!" kata Hilman kemudian masuk kedalam kamar yang tepat berada disamping kamar Ratna.


__ADS_2