
Dalam taxi yang sedang membawanya kembali ke rumah, Hilman memeriksa status System juga untuk mencari tahu Misi Biasa yang telah terbuka.
"Nui tampilkan Statusku! & Status Misi"
[🔉Ting..., System : Automatic Status Host]
Nama : Hilman Gerhana
Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 18 Hari
Level : 4/99 (Manusia Biasa)
Point Pengalaman : 1.700.000/10.000.000
Point Skill : 45
Kekayaan : 17.650.000($)
Kondisi : Sehat (100â„…)
Nui System Versi : 01/10
[Status]-[Performance]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]
[🔉Ting..., System : Automatic Status Misi]
Nama : Hilman Gerhana
Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 18 Hari
Level : 4/99 (Manusia Biasa)
Status Misi :
Misi Biasa \= 2 Misi.
- Misi Harian (1) : Berbuat baik 1 kali, Progress : 0%, Batas Waktu : 24 Jam, Hadiah : 400.000 PP, 200.000($)
- Misi Harian (2) : Menggunakan Kekayaan minimal 100.000($), Progress : 0%, Batas Waktu : 24 Jam, Hadiah : 1.000.000 PP
-.Misi Bulanan \= Belum Ada, Progress : 0%, Batas Waktu : Nihil
Misi Khusus \= Belum Ada, Progress : 0%, Batas Waktu : Nihil
Misi Kejutan \= 1 Misi.
- Mendapatkan restu dari Ibu dan Adik Kandung serta dari Ayah atau Ibu Susan. Progress : 50%, Batas Waktu : 3 Bulan, Hukuman : Kehilangan Gairah/Impoten, Hadiah : 7.500.000 PP, 20.000.000($), 20 PS, 1 Kotak Misterius Gold, 1 Kotak Misterius Diamond dan Keahlian Pengobatan Kuno/Alkemis.
Nui System Versi : 01/10
[Status]-[Performance]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]
__ADS_1
"Terimakasih!, Nui..., apakah kamu bisa membuatkan saya SIM?"
[🔉Ting..., Bisa Tuan!, hasil buatan Nui akan persis sama yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian Kota ini, dan bukan hanya SIM saja tapi semua jenis Kartu Identitas yang berhubungan dengan diri Tuan!"
"Hmm..., kalau begitu buatkan saya semua Kartu Identitas milikku yang telah hangus terbakar!"
[🔉Ting..., Membuat KTP, SIM-A, SIM-C, dan KTM atas nama Host, dengan biaya pembuatan sebesar 200.000($)
[🔉Ting..., Identification & Create Start...]
[Progress, 1%..., 20%..., 40%..., 60%..., 80%..., 100%..., Complete]
[🔉Ting..., Identification & Create End...]
[🔉Ting..., Syncronize & Printing, Progress, 1%..., 20%..., 40%..., 60%..., 80%..., 100%, Syncronize & Printing Compete]
[🔉Ting..., Barang pesanan Tuan telah selesai dan tersimpan didalam Inventory]
[🔉Ting..., Selamat Tuan telah menyelesaikan Misi Harian (2) dan mendapatkan Hadiah 1.000.000($)]
[🔉Ting..., System : Automatic Status Misi]
Nama : Hilman Gerhana
Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 18 Hari
Level : 4/99 (Manusia Biasa)
Status Misi :
- Misi Harian (1) : Berbuat baik 1 kali, Progress : 0%, Batas Waktu : 24 Jam, Hadiah : 400.000 PP, 200.000($)
- Misi Harian 2) : Menggunakan Kekayaan minimal 100.000($), Progress : Selesai.
-.Misi Bulanan \= Belum Ada, Progress : 0%, Batas Waktu : Nihil
Misi Khusus \= Belum Ada, Progress : 0%, Batas Waktu : Nihil
Misi Kejutan \= 1 Misi.
- Mendapatkan restu dari Ibu dan Adik Kandung serta dari Ayah atau Ibu Susan. Progress : 50%, Batas Waktu : 3 Bulan, Hukuman : Kehilangan Gairah/Impoten, Hadiah : 7.500.000 PP, 20.000.000($), 20 PS, 1 Kotak Misterius Gold, 1 Kotak Misterius Diamond dan Keahlian Pengobatan Kuno/Alkemis.
Nui System Versi : 01/10
[Status]-[Performance]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]
Hilman kemudian fokus melihat bar menu Inventory dalam pikirannya dan tiba-tiba ditangannya telah terdapat 4 buah kartu identitas yang dibuat oleh Nui System yaitu KTP, SIM-A, SIM-C dan KTM.
"Nui...!, belikan saya dompet untuk pria!"
[🔉Ting..., Ada 3 item dompet pria di toko System, 1. Dompet Pria biasa 10$, 2. Dompet Pria Berkualitas 1.000$, 3. Dompet Pria Mewah 1.000.000($), Tuan mau pilih yang mana?]
"Yang nomor 3"
__ADS_1
[🔉Ting..., Tuan telah membeli Dompet Pria Mewah dengan harga 1.000.000($), dan barang sudah tersimpan didalam Inventory]
Hilman kembali fokus melihat bar menu Inventory dalam pikirannya dan segera mengambil dompet yang barusan dibelinya dari Toko System, kemudian memasukkan 4 buah kartu identitas miliknya.
"Nui bagaimana caranya saya mendapatkan uang cash dengan jenis mata uang sesuai dengan negaraku ini?"
[🔉Ting..., Tuan hanya perlu berkata atau fokus memikirkannya didepan layar virtual Nui System, selebihnya Nui yang akan memprosesnya dan Tuan tinggal mengambilnya dari dalam Inventory System]
"Baik Nui!, saya ingin mengambil uang sebanyak 100($)"
[🔉Ting..., Tuan telah mengambil Kekayaan sebanyak 100($), dan telah dikonversi menjadi 1.400.000(IDR) dan uang sudah tersimpan didalam Inventory]
"Terimakasih Nui!, kita akan melanjutkannya setelah saya tiba di rumah!" kata Hilman dalam hati sambil memasukkan uangnya kedalam dompet yang juga baru diperolehnya dari Toko System.
"Kita sudah sampai Tuan!, biayanya 160 ribu" kata sopir taxi yang mengantar Hilman.
"Baik, terimakasih pak!, dan ini ongkosnya, kembalinya untuk bapak saja" kata Hilman kemudian memberikan 2 lembar uang berwarna merah kepada sang sopir dan turun dari dalam taksi.
"Terimakasih Tuan, anda sungguh baik, kapan-kapan kita bertemu lagi, permisi..., selamat sore!" kata sopir taxi tersebut kemudian melajukan kembali mobilnya menyusuri aspal jalanan kota.
Hilman masuk ke halaman rumahnya dan mampir melihat-lihat warung milik ibunya dan bertemu dengan Anitha yang sedang menjaga warung sambil berselancar di Smartphonenya yang dibelikan oleh Susan,
"Ehh..., kak, kok pulang sendirian?, kak Susannya kemana?" tanya Anitha.
"Ya dirumahnya!, tadi kan kakak berdua habis jemput bokap dan nyokapnya Susan di bandara?, Mami kemana Nith...?"
"Tuh...!, lagi beres-beres didalam rumah"
"Ohh, Nith..., kakak mau istirahat sebentar nanti tolong kamu bangunkan kalau sudah jam 5 sore ya...!"
"Beres...!, asal saja ada uang kuotanya, nih..., hampir habis kuota punya gue!" kata Anitha sambil menunjukkan hp nya dan melihat sang kakak merogoh dompetnya dari saku belakang.
"Widih..., dompet keren!, baru beli ya kak...!" kata Anitha yang melihat dompet baru Hilman.
"Iya baru beli tadi, lumayan lah dompet murah!, nih..., segini cukup?" kata Hilman kemudian menyodorkan 2 lembaran uang merah kepada adiknya itu.
"Wah..., banyak duit loe sekarang kak?, ehh..., tadi ada teman kakak yang namanya Rico, katanya bangkai motor kakak sudah ada di bengkel dan sedang diperbaiki, hanya saja butuh waktu lama karena kondisi motor kakak rusak parah!" kata Anitha kemudian dengan senang hati mengambil 2 lembar uang merah yang diberikan kakaknya.
"Oke, kakak masuk dulu dan jangan lupa nanti bangunkan kakak kalau sudah sore!" kata Hilman kemudian masuk kedalam rumahnya.
Didalam rumah Hilman bertemu Hana yang sedang melipat pakaian yang barusan kering dari jemuran,
"Bagaimana nak?, apa kamu bertemu dengan papa dan mamanya Susan tadi?"
"Ya iyalah Mi...!, yang membawakan koper-koper besar mereka kedalam bagasi juga gue!, hanya saja kami tidak berbincang masalah hubungan gue sama Susan, rencananya malam nanti gue mau datang kesana!, dan mudah-mudahan mereka ada waktu untuk membicarakan masalah tersebut bersama gue dan Susan!" kata Hilman menjelaskan rencananya malam nanti.
"Man..., ibu minta kamu harus tetap mendapatkan restu dari kedua orang tua Susan, karena bagaimanapun hal itu adalah berkat dan bekal masa depan kalian berdua kalau memang kalian berjodoh, dan tanpa restu dari orang tua?, sehebat apapun kalian pasti tidak akan sejahtera dan bahagia!, ingat itu Man...!" kata Hana menegaskan.
"Baik Mi..., Hilman akan berusaha, karena gue sama Susan sudah bertekad akan tetap bersama walaupun dia sekalipun akan diusir dari rumahnya"
"Ya, kamu sebagai laki-laki harus berusaha!, bagaimana caranya agar mereka bisa menerimamu dan melepas putri mereka menjadi milikmu?, sudah sana..., istirahat dulu!, Mami lihat kamu sedang kelelahan"
Hilman segera masuk kedalam kamarnya dan mendorong pintunya agar tertutup, dia segera membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk beristirahat.
__ADS_1