Suara Langit

Suara Langit
Musibah Yang Tak Terduga


__ADS_3

Keempat rekan 1 Tim Hilman di Departemen Teknologi dan Informasi Perusahaan tempat dia bekerja mulai merasa iri dengan kecerdasan Hilman yang ternyata sesuai dengan indeks prestasinya yang diberitahu oleh Manajer mereka Andreas, mereka kemudian membawa hasil pekerjaan tersebut kepada Andreas dan menjelaskan bahwa merekalah yang telah berhasil membuat program tersebut jadi dan bisa berjalan seperti keinginan para manajemen perusahaan.


Hal ini tidak dengan sepengetahuan Hilman karena saat mereka pergi menghadap Andreas Hilman sedang terpaku didepan komputer melakukan tugas pekerjaannya sambil pikirannya melayang mencari solusi terbaik atas masalah hubungannya dengan Susan, berkali-kali dia mempertimbangkan sisi baik dan kurangnya atas beberapa opsi jawaban yang terpikirkan olehnya dan pada kesimpulan terakhir selalu putus ketika dia mengingat tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga pengganti sang ayah yang sudah tiada.


"Mmm..., aku akan berterus terang saja kepada Susan walaupun berat pilihanku ini, semoga saja dia mau mengerti dengan keputusanku ini!" kata Hilman bergumam dalam hati.


Julian, Ivan, Hardy dan Yudi mendapat apresiasi yang luar biasa dari Andreas sebagai manajer mereka karena bisa mengerjakan program besar dalam waktu singkat, dengan perasaan senang mereka kembali keruangan kerja mereka dimana Hilman masih fokus didepan layar komputer kerjanya.


"Orang itu bisa kita manfaatkan Van...!" kata Julian sambil berbisik agar percakapan mereka tidak terdengar oleh Hilman.


"Iya..., biarkan saja dia seperti orang bego disitu, dan kita yang akan mendapatkan bonusnya, hehehe...!" kata Julian sang ketua tim kerja.


Menjelang sore keempat rekan tim kerja Hilman segera bersiap pulang karena waktu kerja mereka akan selesai, sementara itu Hilman masih akan terus melanjutkan pekerjaannya sampai pukul 20:00 dan bahkan bisa lebih jika masih ada tugas tambahan yang diberikan Andreas kepadanya. Disaat sedang sendiri itu Hilman melakukan panggilan telepon kepada Susan,


Tuutt..., tuutt..., tuutt...


"Halo Beb...!" suara Susan terdengar dari speaker smartphonenya.


"San..., loe lagi ngapain?"


"Barusan selesai mandi dan sedang bersiap untuk menjemput Anitha yang akan menemaniku tidur disini malam ini!, kan loe tau sendiri bokap sama nyokap gue lagi ke kalimantan tadi pagi!, atau loe yang mau nemenin gue tidur disini, eeuumm?" kata Susan yang kemudian menantang Hilman.


"Apaan sih...!, ntar gue dikira memanfaatkan keadaan, bahaya tahu?"


"Hihihi..., beneran nggak mau?, ntar bibinya gue suruh pulang tidur dirumahnya, dan hanya akan ada kita berdua loh?"


"Nggak...!, takut gue kesambet setan terus memakan loe nanti!"


"Emm..., biarin aja loe makan sekarang sama nanti kan sama aja, gue ini cuman milikmu Man...!, dan tidak akan berubah, apapun yang akan terjadi nanti!, loe harus tau itu dan loe juga harus menjaga kemurnian cinta gue dengan melakukan hal yang sama oke?"

__ADS_1


"Iya Beb..., gue janji, dan gue juga mau bilang kalau gue menolak keinginan bokap dan nyokap loe untuk kita menikah dan tinggal di Taiwan bersama nenek loe itu, biar aja kita berdua hidup sederhana tapi tetap dekat dengan Mami dan Anitha disini, maafin gue ya Beb...!, kalo sudah membuat loe kecewa"


"Apa keputusan itu adalah suara hati loe Man?, kalau benar!, gue akan ikut setuju dengan keputusan loe, karena elo akan jadi suami gue saat selesai kuliah nanti walau dengan resiko gue nggak bakalan lagi terima fasilitas dan uang jajan yang berlimpah dari bokap dan nyokap, dan mulai sekarang loe simpan baik-baik tu kartu ATM gue karena hanya itu modal hidup kita nantinya, dan juga mereka tidak mengetahui tentang kartu tersebut, gue cinta banget sama loe"


"Thanks ya Beb...!, sudah mau mengerti dengan perasaan gue, dan sama gue juga sayang banget sama loe!"


"Uhh..., untung tadi sore gue udah tambah belanja lagi sama Anitha pake kartu kredit pemberian bokap gue, kalo sempat sudah ditarik bakalan pusing, ehh..., tinggal besok masih mau beli laptop buat Anitha dan buat loe juga, tenang aja Beb..., selama masih bisa dan ada waktu"


"Ya sudah gue kembali kerja lagi ya, see you Beb...!"


"Oke..., ntar gue langsung jemput Anitha dan tungguin loe pulang kerja dirumah Mami!, see you too, i love you, muaachh...!"


Sambungan telepon tersebut berakhir dan Hilman kembali melanjutkan tugas terakhirnya sambil beres-beres meja kerjanya, Andreas telah lebih dulu pulang hari ini sehingga tinggal Hilman sendiri yang berada dilantai 5 gedung perusahaan tersebut. Dari arah bawah para petugas keamanan masih melihat ada lampu yang menyala disalah satu ruangan kerja yang berada dilantai 5 tersebut, dan mereka mengetahui bahwa Hilman memang sudah biasa selesai bekerja pada pukul 20:00 terlebih dengan pak Muhdi seorang security senior yang juga sangat mengenal Hilman dan keluarganya sejak Papi Hilman masih hidup dan bekerja sebagai seorang Manajer Personalia di perusahaan tersebut.


Selsai berbenah Hilman turun kebawah untuk kembali pulang, dia mengambil sepeda motornya di halaman parkir dan menyapa para security yang bertugas termasuk pak Muhdi yang sudah saling mengenal dengan baik itu. Dia mulai memacu sepeda motor Kingnya di jalanan kota sambil berharap agar secepatnya sampai di rumah dan beristirahat, karena seharian bukan saja pekerjaan yang ada didalam pikirannya tapi masalah mencari jawaban yang tepat atas permintaan dari kedua orang tua Susan.


Dalam perjalanan pulang Hilman dengan kondisi kelelahan jiwa akibat banyak berpikir sering kehilangan kontrol atas laju sepeda motornya sehingga tanpa dia sadari ada sebuah bus mobil tangki BBM yang sedang melaju dengan kencang dari arah belakangnya, mendekati lampu merah Hilman segera menurunkan tarikan gas sepeda motornya untuk berhenti karena ia masih melihat nyala lampu merah dari traffic light didepannya tapi tiba-tiba dia merasa seperti melayang dan sekilas mendengar bunyi benturan yang sangat keras dan penglihatannya tiba-tiba menjadi gelap.


Brraaakkk..., Drruukkk...


Chhiiiitttt...,


Dhhuuuaarrr...!


Terjadi tabrakan beruntun di lokasi lampu merah depan rumah makan Padang dimana sebuah mobil tangki BBM yang kehilangan kendali karena melaju dengan sangat cepat, sehingga kemudian menabrak beberapa kendaraan yang sedang berhenti karena posisi lampu merah termasuk sepeda motor yang sedang dikendarai oleh Hilman. Akibat tabrakan keras tersebut membuat mobil Tangki BBM itu terbalik dan beberapa kali bergulingan di atas aspal, sehingga menimbulkan percikan api yang akhirnya membuat mobil tangki BBM tersebut meledak dan terbakar.


Di rumah kediaman keluarga Hilman, Hana dan Anitha sedang menunggu kedatangan Susan yang sebelumnya telah meminta ijin kepada Hana untuk menjemput Anitha yang akan menemainya tidur karena saat ini dia sedang seorang diri dirumahnya sebab ayah dan ibunya sedang dalam perjalanan bisnis ke Kalimantan,


"Selamat malam bu..., Nitha...!" sapa Susan ketika dia tiba didepan pintu masuk rumah yang sedang terbuka.

__ADS_1


"Malam nak..., ayo masuk...!",


"Makasih Bu..., tapi aku sedang haus, ijinkan aku mengambilnya sendiri kebelakang!"


"Ya silahkan, Nith...!, temani Susan ke dapur" kata Hana.


Susan telah berjalan lebih dulu kearah dapur untuk mengambil air mineral dalam botol ukuran 1 liter yang biasanya terdapat dalam kulkas, setelah dia mengambil gelas dia membuka kulkas untuk mengambil botol air mineral yang dia inginkan.


Praaannnggg...


"Aduh...!"


"Ehh..., hati-hati kak Susan, awas pecahan gelasnya nanti terinjak" kata Anitha yang terkejut mendengar suara gelas pecah karena terjatuh kelantai.


"Ada apa nak...?" kata Hana dari arah ruangan tamu.


"Nggak apa-apa Mi...!, hanya gelas saja yang kesenggol terus jatuh dan pecah!" kata Anitha


"Maaf Nith..., nggak sengaja tadi gelasnya kesenggol pintu kulkas" kata Susan yang terlihat tangannya gemetaran karena barusan memecahkan gelas.


"Ahh... nggak apa-apa cuman gelas saja kok, apalagi nggak sengaja, dan memang itu pintu kulkas sering seret kalo mau dibuka" kata Anitha menenangkan perasaan Susan.


"Tapi Nith...!, sepertinya perasaanku agak aneh karena sekilas tadi aku melihat ada berkas cahaya putih yang melintas didepan wajahku, dan itu yang membuatku kaget sehingga tanpa sadar gelas di tanganku kesenggol pintu kulkas?" kata Susan menjelaskan.


"Ahh... itu cuman perasaan kak Susan saja, nih gelas gantinya dan ambil minumannya, biarkan aku yang akan membersihkan pecahan gelas itu, kakak duduk aja didepan bersama Mami!" kata Anitha.


Mereka berdua tidak mengetahui bahwa ketika gelas itu jatuh adalah saat bersamaan dengan Hilman yang ditabrak dari belakang oleh truck tangki BBM kemudian terlempar sejauh 15 meter dari sepeda motornya dan jatuh di atas aspal jalan perempatan lampu merah dengan tubuhnya yang sedang terbakar karena terkena percikan BBM yang meledak dari Truck tangki BBM tersebut.


Kejadian tersebut mengakibatkan banyak korban tewas karena selain dari benturan tabrakan juga karena terpanggang oleh api karena Tangki BBM yang sedang dibawa oleh Truck tersebut meledak.

__ADS_1


__ADS_2