Suara Langit

Suara Langit
Mulai Menguasai Perusahaan Wang


__ADS_3

Hilman dan Susan kemudian mengantar Julia Wang ke rumah mereka yang berada di kawasan perumahan elit, mereka tidak bisa berlama-lama di rumah keluarga Susan itu karena masih banyak yang harus mereka persiapkan berkaitan dengan acara besok. Setelah mengingatkan kembali kepada Mamanya tentang pentingnya pesta besok hari dan mengharuskan Julia hadir, kemudian Hilman dan Susan segera kembali ke rumah Hilman untuk melihat persiapan yang sedang dikerjakan oleh anggota kelompok pemotor Pengelana Budiman dibawah kepemimpinan Haris.


"Beb...!, apakah masih ada lagi yang kita perlukan sebelum kita kembali pulang ke rumah?" tanya Hilman saat mereka sudah berada didalam mobil.


"Sepertinya sudah semua sayang!, perlengkapan untuk kita berdua juga untuk Mami, Anitha dan Mama sudah semuanya, keknya kita tinggal menunggu pelaksanaan acara pada besok hari saja!" kata Susan menjelaskan.


"Baiklah!, kalau begitu kita langsung menuju rumah saja!, dan pasti di sana banyak orang yang sedang bekerja mempersiapkan tenda dan yang lainnya!" kata Hilman sambil melajukan kendaraannya.


Mereka tiba di rumah Hilman dan melihat banyak kesibukan yang sedang dikerjakan oleh hampir semua anggota kelompok pemotor Pengelana Budiman, tenda acara yang sudah terpasang mulai dihias oleh beberapa orang sementara yang lain menyusun kursi-kursi untuk tamu.


Warung milik Hana untuk sementara ditutup dan dijadikan tempat untuk menyimpan peralatan makan yang akan digunakan besok hari, Hilman melihat segala persiapan tersebut sudah berjalan dengan sebagaimana mestinya.


"Haris..., Ris...!" kata Hilman memanggil sahabat karibnya itu.


"Gimana menurut loe!, apa lagi yang kurang?"


"Keknya sudah cukup!, hanya saja gue pengen nanti saat acara makan nanti, tolong bener-bener diservis para orang-orang kompleks itu!, jadi selain buah tangan yang sudah disiapkan juga siapkan bungkusan kue atau makanan, karena itu makanan yang dipesan sudah 3 kali lipat tuh dari jumlah undangan" kata Hilman yang ingin menekankan pelayanan terbaik bagi para tetangganya satu kompleks perumahan itu.


"Loe tenang aja, koordinatornya sudah menyiapkan semuanya, bentar gue panggil dulu, Rat..!, kesini sebentar" kata Haris yang kemudian memanggil Ratna.


"Iya Ketua...!" kata Ratna


"Nih..., loe laporin persiapan tim pelayanan tamu pada acara besok" kata Haris.


"Oh itu...?, iya Bos kedua, gue bersama teman-teman sudah menyiapkan buah tangan sesuai perintah Ketua Haris dan juga ada tambahan sebuah kotak makanan yang isinya lauk sama kue untuk dibagikan saat para undangan akan pulang, dan juga setelah kami hitung memang makanan tersebut sudah berlebih jika dibandingkan dengan jumlah undangan yang akan datang!" kata Ratna menjelaskan.


"Iya Rat..., nanti tolong ya...?, karena salah satu tujuan gue membuat acara ini untuk membuat orang-orang kompleks ini tidak lagi membuat cerita miring tentang keluarga gue!" kata Himan menegaskan.


"Beres bos kedua!, serahkan kepada kami, dan kami juga berterimakasih karena sudah diberikan gaun yang mewah untuk dikenakan besok, kata Susan itu hadiah dari loe ya!" kata Susan.


"Ehh..., hadiah mewah? lha terus kami yang laki-laki dapet apa Man?, jangan pilih kasih dong!" kata Haris yang protes.


"Ya elah, laki-laki nggak perlu pake baju baru!, cukup tampil rapi dah cukup, yang penting itu tebar senyum agar cewek-cewek terpesona melihat kalian!" kata Hilman sambil tersenyum.

__ADS_1


"Idihh..., ngiri ya...!, hehehe..., sorry gue lanjut kerja lagi, masih banyak yang harus dihias!" kata Ratna kemudian pergi.


"Ya, tapi nggak adil lah!, masa para cewek pake nya seragam, terus kita laki-laki pake yang belang-belang!" kata Haris yang masih protes.


"Hahaha..., kan seru liat kalian kek zebra belang-belang, dah..., nanti sebelum pulang loe ambil tuh...!, ada didalam kamar gue, dan nanti dibagikan saat kalian sudah berada di gedung Hill San!" kata Haris.


"Nah gitu dong, biar anak-anak tambah semangat kerjanya!, hehehe..." kata Haris kemudian melanjutkan pekerjaan yang belum terselesaikan.


Hilman masuk kedalam rumah dan melihat Hana yang juga ikut sibuk menyiapkan ruangan tamu yang menyatu dengan ruang keluarga untuk dijadikan tempat acara pertunangan besok pagi, rencananya acara pokok tersebut akan berlangsung pada pukul 09:00 yang akan dihadiri hanya oleh anggota keluara dan beberapa orang saksi. Acara pertunangan itu sendiri akan dipimpin oleh seorang Pendeta dan 2 orang pelayan khusus Gereja yang sudah dihubungi oleh Rico dan Anton, dan selanjutnya akan dilanjutkan lagi pada pukul 11:30 sekalian dengan acara makan siang dengan mengundang semua orang-orang yang berada di kompleks perumahan tersebut.


"Mi..., jangan terlalu capek, besok acaranya panjang lho dari pagi sampe siang!" kata Hilman melhat kesibukan Maminya.


"Iya, Mami tau, ini juga cuman ngerjain yang kecil-kecil, yang lain sudah dikerjakan sama teman-temanmu itu!" kata Hana.


"Iya kalau sudah selesai, mending Mami istirahat saja dulu, teman-temanku yang akan menyelesaikannya sampai beres nanti!" kata Hilman kemudian masuk ke kamarnya.


[🔉Ting..., Selamat, Trading account milik Tuan telah berhasil membeli 17% saham Wang Resources & Mineral Company dan 15% saham Wang & Co. Jewelry, total komulatif kepemilikan sahan Tuan saat ini adalah 32% saham Wang Resources & Mineral Company dan 45% saham Wang & Co. Jewelry, Saldo Account Trading milik Tuan tersisa dana sebesar 2.150.000 ($), transaksi pembelian masih tetap dilanjutkan]


"Nui!, tolong pindahkan lagi dana sebesar 5.000.000 ($) kedalam Account Trading milikku dan terus lakukan pembelian dari setiap saham kedua perusahan itu!"


[🔉Ting..., Tuan telah memindahkan dana sebesar 5.000.000 ($) kedalam Account Trading dan langsung dikurangkan dari kekayaan milik Tuan, saldo Account Trading milik Tuan saat ini berjumlah 7.150.000 ($)]


"Sekarang tolong tampilkan status saya Nui!"


[🔉Ting..., System : Status Host]


Nama : Hilman Gerhana


Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 21 Hari


Level : 7/99 (Manusia Biasa)


P.Pengalaman : 81.600.000/90.000.000

__ADS_1


Kekayaan : 184.121.650($)


Point Skill : 15


Kondisi : Sehat (100â„…)


Inventory :


- 5 bh Token Bawahan


- 1 Bh Token Keahlian


- 1 bh Kartu 200% Point Pengalaman


Misi Aktif : 0/1


Nui System Versi : 02/10


[Status]-[Performance]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]


"Oke Nui, terimakasih untuk bantuanmu untuk hari ini!"


[🔉Ting..., Semua itu sudah menjadi kewajiban Nui!, hanya saja Nui menyarankan agar Tuan lebih meningkatkan jumlah perbuatan baik, karena peringatan Misi yang Nui berikan adalah semua perbuatan baik yang sulit ditemukan oleh Tuan sendiri, sedangkan yang mudah dan berada didepan mata Tuan harus ditemukan sendiri oleh Tuan dengan niat yang tulus bukan dibuat-buat]


"Tapi sepertinya aku sudah awas dengan semua hal atau situasi yang memerlukan bantuan, kenapa aku sampai tidak bisa melihatnya?"


[🔉Ting..., Tuan hanya perlu membiasakan diri dalam melakukan perbuatan baik tersebut, buktinya banyak hal yang terlewatkan oleh Tuan, contohnya tadi Tuan hanya menegur Hana bukan segera membantunya saat dia sedang mengatur ruangan, itu adalah salah satu bantuan kecil tapi akan menyentuh hati dan perasaan Hana saat Tuan membantunya, hal-hal kecil seperti itu yang Tuan lewatkan]


"Hmm..., begitu ya!, baiklah Nui, mulai besok aku akan lebih jeli lagi melihatnya!"


[🔉Ting..., Tuan harus menggunakan perasaan dan hati, jangan hanya dilihat saja!]


"Baik Nui!, terimakasih sudah perhatian dengan aku!"

__ADS_1


__ADS_2