Suara Langit

Suara Langit
Berjuang untuk sebuah Restu


__ADS_3

Menjelang sore hari Hilman dan Susan sudah bersiap pergi ke bandara untuk menjemput menjemput Hendrik Segara dan Juliana Wang kedua orang tua Susan yang kembali dari kalimantan dalam perjalanan bisnis mereka, dengan mengendarai mobil Susan mereka berangkat ke bandara dan perjalanan ke bandara akan mereka tempuh dengan waktu hampir 1 jam karena lokasi bandara yang berada diluar kota.


Dalam perjalanan Hilman dan Susan banyak berdiskusi tentang bagaimana caranya agar kedua orang tua Susan dapat luluh hatinya dan membuat mereka merestui hubungan Susan dan Hilman, mulai dari hobby sampai barang-barang kesukaan Hendrik maupun Juliana sudah diceritakan oleh Susan. Hal ini dimaksudkan Hilman agar mendapat celah untuk lebih mengambil hati calon kedua mertuanya itu karena kalau menunjukkan harta saja sebenarnya Hilman saat ini sudah mampu dengan keberadaan Nui System dalam dirinya, hanya saja dia merasa tidak etis jika melakukan hal tersebut karena terkesan dia melakukan penyogokan.


"Beb...!, bagaimana kalau kita belikan saja barang-barang kesukaan bokap atau nyokap loe, nanti kita carikan barang yang limited edition atau barang langka yang biasanya hanya diperoleh melalui proses pelelangan!" kata Hilman mengusulkan.


"Ehh... sayang!, loe kira barang-barang seperti yang loe maksud itu murah?, dan juga biasanya barang-barang seperti itu dijual dengan menggunakan jenis mata uang dari negara Paman Sam! harganya juga bisa jutaan dolar?" kata Susan menjelaskan.


"Kan gue sudah kerja!, nanti kita kumpulin duit sedikit-sedikit juga membelinya satu-satu nggak sekaligus!, gimana?"


"Ya terserah loe aja dah...!, gue nurut aja sama calon kepala keluarga gue, eennmm...?"


"Nah gitu dong, tambah cantik calon istriku ini kalo wajah loe imut seperti itu!, hehehe..., meleleh gue Beb...?"


"Apaan sih Beb...!, perhatiin jalan saja sana!, entar keserempet mobil lain lagi?, gue yang repot ntar!"


"Oke sayang..., nanti loe cari tahu barang terfavorit atau yang paling diinginkan oleh mereka!, terus kita kasih surprise, gimana?, keren nggak ide gue?"


"Hmm..., iya tahu...!, orang sekampus juga tahu kalo IP loe 4, hanya saja siapa dulu dong calon istrinya?, hehehe..."


[🔉Ting..., Berbuatlah kebaikan dengan membantu seorang ibu dan anaknya yang masih kecil sedang tersesat mencari loket pembelian tiket]


"Hmm..., kita masuk parkiran dulu apa langsung saja ke terminal kedatangan ya?" kata Hilman sambil memperhatikan sosok seorang ibu dan anaknya yang membutuhkan pertolongan.

__ADS_1


"Langsung saja ke terminal kedatangan, karena di sana juga diperbolehkan untuk parkir sementara!"


"Oke..., siap laksanakan calon nyonya Hilman Gerhana yang cantik!"


"Hihihi..., dasar tukang gombal loe Beb...!"


Hilman memarkirkan kendaraan mereka ditempat yang sudah disediakan oleh otoritas bandara, kemudian berdua mereka turun dan berjalan kearah pintu terminal kedatangan sambil Susan melihat jadual kedatangan pesawat dari kalimantan yang masih 10 menit lagi sedangkan Hilman memperhatikan sosok target misinya.


"Ehh... Beb...!, itu ibu sepertinya sedang kebingungan?" kata Hilman yang sudah melihat seorang ibu dan anaknya yang terlihat sedang bingung mencari sesuatu.


"Yang mana...?, ohh..., iya benar..., loe kenal?"


"Nggak..., hanya saja siapa tahu dia memerlukan bantuan, itu sama anak kecil lagi!, yuk kita samperin!" kata Hilman sambil mengajak Susan untuk mendatangi ibu tersebut.


"Iya dek..., saya kok tidak melihat adanya loket penjualan tiket disini ya!, sudah sedari tadi saya sama anak saya keliling tapi nggak melihatnya?" kata sang ibu yang menggandeng putrinya yang terlihat masih berusia 6 atau 7 tahun.


"Mari saya antarkan bu...!, karena loketnya berada di terminal keberangkatan, tuh..., di sana!, kalau disini tempatnya kedatangan penumpang yang baru turun dari pesawat!" kata Hilman menjelaskan.


"Ohh begitu?, wah makasih ya dek bantuannya, mudah-mudahan loketnya masih buka!" kata sang ibu sambil mengikuti Hilman dan Susan menuju terminal keberangkatan yang jaraknya lumayan jauh dengan lokasi terminal kedatangan.


[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan membantu seorang ibu dan anaknya yang tersesat, Selamat, Tuan mendapatkan hadiah 400.000 PP, 200.000($) dan 5 PS, masih tersisa 1x perbuatan baik untuk membuka Misi Biasa Harian dan 16x untuk membuka Misi Biasa Bulanan]


Setelah mengantarkan ibu tersebut Hilman dan Susan kembali ke Terminal kedatangan menunggu ayah dan ibu Susan keluar dari ruangan kedatangan, tidak menunggu lama terlihat Susan telah melambaikan tangannya untuk memberi tanda kepada Hendrik Segara dan Juliana Wang tentang keberadaannya di terminal kedatangan tersebut untuk menjemput mereka.

__ADS_1


"Hai Pa..., Ma...!, bagaimana perjalanan kalian?, apakah menyenangkan?" sambut Susan kepada kedua orangtuanya.


"Selamat datang kembali om..., tante...!" kata Hilman ikut menyapa kedatangan Hendrik dan Juliana.


[🔉Ting..., Berbuatlah kebaikan dengan membantu Hendrik Segara dan Juliana Wang dengan membawa koper mereka berdua kedalam bagasi mobil Susan]


"Wah..., kalian berdua kenapa repot-repot menjemput kami?, padahal kami masih bisa naik taxi untuk sampai di rumah!" kata Hendrik.


"Kebetulan aku lagi membawa tugas kampus ke rumah dosenku yang lokasi rumahnya tidak jauh dengan bandara, jadi sekalian saja aku mengajak Hilman untuk menjemput papa dan mama!" kata Susan beralasan.


"Iya benar om..., tante...!, dan permisi, biar koper-kopernya saya yang bawakan, dan mobilnya juga sudah saya parkir didepan terminal kedatangan ini, itu...!" kata Hilman yang menunjukkan lokasi terparkir nya mobil Susan sambil mengambil alih kedua koper besar milik Hendrik dan Juliana untuk dibawanya menuju mobil.


[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan membantu Hendrik Segara dan Juliana Wang dengan membawa koper mereka berdua kedalam bagasi mobil Susan, Selamat, Tuan mendapatkan hadiah 400.000 PP, 200.000($) dan 5 PS, Misi Biasa Harian terbuka, Tuan bisa memeriksa Misi Status untuk melihat dan masih tersisa 16x perbuatan baik untuk membuka Misi Biasa Bulanan]


"Ya sudah, ayo kita pulang, papa dan mama sudah kelelahan mau cepat-cepat istirahat, kita nanti ngobrol malam hari saja sambil makan malam, gimana pa...?" kata Juliana sambil masuk kedalam mobil.


"Iya boleh saja!, asalkan kalian berdua ada waktu" kata Hendrik kemudian mengikuti istrinya Juliana masuk kedalam mobil Susan, sementara itu Hilman langsung menuju pintu kemudi setelah meletakkan koper-koper milik Hendrik dan Juliana kedalam bagasi yang diikuti oleh Susan yang duduk di kursi samping sopir.


Tidak banyak percakapan yang terjadi disepanjang perjalanan menuju rumah kediaman keluarga Hendrik Segara, hal itu disebabkan karena kedua orang tua Susan itu benar-benar kelelahan sehingga mereka tertidur didalam mobil. Melihat situasi tersebut Hilman dengan sangat hati-hati mengemudikan mobil Susan disepanjang perjalanan, sementara itu Susan yang berada disamping Hilman beberapa kali mengajak kedua orangtuanya untuk berbincang tapi belum mendapat tanggapan yang serius dari mereka.


Satu jam kemudian mereka tiba di kompleks perumahan elit dimana rumah keluarga Hendrik dan Juliana berada, Hilman yang dibantu oleh seorang pelayan rumah membawa koper-koper milik Hendrik dan Juliana masuk kedalam rumah dan setelah itu Hilman pulang kerumahnya dengan naik taxi setelah berpamitan dengan Susan.


Hilman sudah membuat janji akan datang pada malam harinya untuk makan malam bersama keluarga Susan dan akan membicarakan masalah hubungan keduanya, Hilman dan Susan juga akan berusaha mendapatkan restu walaupun mereka berdua menolak keinginan Hendrik dan Juliana untuk pergi ke Negara Taiwan dalam rangka menemani sang nenek untuk menghabiskan masa tuanya.

__ADS_1


__ADS_2