
Susan keluar dari dalam kamarnya dan langsung menemui Hilman yang sedang menunggunya di ruangan tamu, sebelumnya dia sudah meminta ijin kepada ibunya dengan alasan sekaligus akan mengambil mutiara-mutiara lainnya yang masih disimpan Hilman dirumahnya. Dengan mengenakan Slip Dress berwarna Silver sebuah gaun tanpa lengan yang memiliki potongan tali tipis atau spaghetti strap membuat Susan terlihat feminim dan menawan, apalagi dengan bentuk tubuhnya yang proporsional dengan pinggul yang sedikit padat serta belahan dua bukit kenyalnya yang jelas terlihat sangat menantang.
"Beb...!, kok bengong?, loe kenapa?" kata Susan yang melihat sang kekasih terpana menatapnya tanpa berkedip.
"Ehh, nggak apa-apa!, gue cuman kaget aja melihat ada cewek cantik berdiri didepan gue!, mmm..., untung aja gue kuat!, kalo nggak udah klepek-klepek disini?" kata Hilman yang terpesona dengan penampilan Susan.
"Ihh..., emang gue jadi berbeda ya!, kalo pake beginian?, ini masih polos lho...!, tanpa aksesoris?, ntar kalo loe udah punya duit banyak, beliin ya...?, biar loe tambah ngebet jalan bareng gue, ayo!, katanya udah laper"
"Loe udah pamitan dan dapat ijin?"
"Udah sama nyokap tadi, ayo cabut!, keburu tutup restorannya" kata Susan kemudian segera mengajak Hilman untuk segera pergi ke restoran untuk makan malam berdua.
Sambil bergandengan tangan mereka berdua menuju ke mobil baru Hilman yang sedang terparkir, dengan perlahan mobil MPV Elgrand VIP itu keluar dari halaman rumah Susan dan meluncur dengan nyaman di atas aspal jalan raya Kota. Hilman mengarahkan mobilnya ke kawasan boulevard yang adalah tempat bagi kalangan kelas atas yang terdiri dari perumahan, apartemen, mansion, hotel dan restoran terdapat dalam kawasan tersebut, ditempat ini juga yang menjadi rencana Hilman untuk membeli sebuah rumah masa depannya bersama Susan dan juga untuk Hana ibunya dan adiknya Anitha.
"Beb...!, loe mengajakku makan malam ditempat mewah ini?, ingat kita harus mengirit mulai sekarang!, soalnya fasilitas gue udah dicabut sama bokap lho...?" kata Susan yang kuatir setelah melihat mobil yang sedang dikendarai Hilman memasuki kawasan elit tersebut.
"Tenang saja Beb...!, sesekali gue memanjakan kekasih gue kesini nggak apa-apa khan?" kata Hilman dengan santai.
"Benar ya nggak apa-apa?, awas loe kehabisan duit ntar!"
"Santai aja, dan nikmati malam kencan pertama kita yang sebenarnya!, oke?"
"Hehh..., sok romantis sekarang loe ya?, kenapa nggak dari dulu-dulu aja!"
"Hahaha..., gue dulu yang nggak dianggap!, malah disuruh sandiwara, ehh..., tak taunya ada yang sudah menyimpan rasa sama gue yang tampan ini!"
"Jangan menyinggung gue, loe juga khan begitu!, ada yang selama ini pura-pura cuek, huhh... ternyata udah kepincut kecantikan seorang Susan, hehh..., tadi aja sampe nggak berkedip"
"Iya dech, waktu itu sebenarnya kita sudah sama-sama saling menyukai?, tapi masing-masing masih malu, hehehe..., tapi memang bener, sejak dulu gue sudah suka banget sama loe!"
__ADS_1
"Gombal...!, bilang aja ada maunya?"
[🔉Ting..., Tuan mendapat Misi Kejutan, Misi : Menyenangkan hati Susan dengan menuruti keinginannya saat makan malam bersama, Batas waktu : 3 Jam, Hukuman : Kehilangan Kesadaran selama 3 Hari, Hadiah : 10.000.000 PP, 20.000.000 ($), 1 Kotak Misterius Gold, 1 Kotak Misterius Diamond dan Keahlian sebagai seorang Trader dan Keahlian sebagai seorang Chief Executive Officer]
"Iya ada!, gue ingin menanyakan apa keinginan loe malam ini?, jawab yang jujur!, dan gue akan memberikannya" kata Hilman yang terkejut mendengar suara langit didalam pikirannya.
"Bener?, janji ya!, awas kalau nggak, hmm..., ahh..., ntar aja, nanti gue katakan kalo kita udah nyampe"
"Ya, sudah bentar lagi nyampe kok!'
Hilman kemudian membelokkan mobilnya ke Boulevard Restoran dan memarkirnya di lobby restoran tersebut, terlihat seorang Valet Parking segera datang menghampiri mobil dan menunggu sampai Hilman dan Susan turun kemudian membawa mobil Hilman untuk diparkirkan.
"Selamat datang tuan dan nona di Boulevard Restoran, apa yang bisa kami bantu?" sambut seorang resepsionis yang bersiaga didepan pintu masuk restoran tersebut.
"Beb...!, biar gue yang order ya?, loe ngikutin aja" kata Susan yang ingin melakukan pesanan tempat dan hidangan yang mereka inginkan.
"Kami menginginkan makan malam dengan suasana romantis, mungkin sebuah private room, dan tolong sediakan menu terbaik yang dimiliki restoran ini!" kata Susan.
"Baik, segera akan kami siapkan!, dan sambil menunggu mari ikuti saya keruangan tunggu!" kata sang resepsionis kemudian membawa Hilman dan Susan kesebuah ruangan yang nyaman.
Sesampainya di ruangan tersebut terlihat ada 2 orang pelayan lainnya yang sudah siap melayani pasangan kekasih itu.
"Silahkan duduk tuan dan nona!, dan silahkan menikmati welcome drink dari Boulevard Restoran!" kata seorang pelayan di sana.
"Terimakasih!" kata Hilman yang terkagum-kagum dengan pelayanan restoran tersebut, karena mereka sudah diservis sejak tiba di loby restoran hingga mendapatkan pelayanan hanya untuk menunggu tempat makan malam mereka yang sementara disiapkan.
Hilman dan Susan hanya menunggu tidak lebih dari 5 menit kemudian datang seorang pelayan lainnya yang mengatakan bahwa ruangan mereka telah siap, kemudian mereka berdua diantarkan menuju tempat yang sudah dipesankan oleh Susan sebelumnya.
"Silahkan tuan dan nona, untuk hidangan makan malam spesial untuk anda sedang disiapkan, jika ada kebutuhan lainnya silahkan menekan tombol pemanggil pelayan yang berada disisi bawah meja makan, saya mengucapkan selamat menikmati makan malam romantis untuk tuan dan nona!" kata pelayan tersebut kemudian meninggalkan Hilman dan Susan.
__ADS_1
Sebuah ruangan pribadi yang bagian terbukanya menghadap kearah kota dan menampilkan pemandangan gemerlapan lampu yang menerangi hampir sebagian kota kemudian didalam ruangan tersebut ada sebuah meja makan dengan sebuah liling yang sudah menyala serta dua buah kursi yang saling berhadapan, ruangan itu hanya diterangi oleh sebuah lampu yang cahaya lampunya bisa di setel sesuai dengan keinginan tamu yang datang.
"Nah...!, sekarang katakan apa yang loe inginkan, jangan buat gue penasaran!" kata Hilman setelah mereka duduk saling berhadapan didalam ruangan khusus tersebut.
"Bentar!, tuh..., makan malamnya sudah datang" kata Susan yang melihat ada beberapa pelayan yang sedang berdatangan sambil membawa pesanan mereka.
Setelah semua hidangan sudah disajikan dan seorang pelayan laki-laki menuangkan sedikit anggur merah dimasing-masing gelas milik Hilman maupun Susan, para pelayan itupun segera pergi meninggalkan ruangan khusus tersebut.
Pasangan kekasih itu segera menyantap hidangan makan malam mereka, apalagi Hilman yang sedari tadi memang sudah merasa lapar. Lain halnya dengan Susan yang senantiasa menatap intens kearah kekasihnya itu sambil memikirkan sebuah permintaannya yang harus dikabulkan oleh Hilman, Susan berencana membuat permintaan yang selain untuk menyenangkan perasaannya juga sekaligus bisa membuat sang kekasih ikut merasakan kesenangan tersebut.
"Dimakan tuh...!, masa cuman dilihat doang?" kata Hilman yang mengejutkan Susan yang sedang melayang pikirannya.
"Iya..., gue cuman sedang memikirkan sebuah keinginan yang harus loe penuhi malam ini!, hanya saja gue ragu apa loe bisa melakukanya atau tidak?"
"Makanya bila ke gue dong!, gimana gue bisa memutuskan bisa atau tidak sedangkan gue belum tau apa yang loe inginkan itu?"
"Habisin aja dulu makannya, terus setelah selesai?, kita duduk di sofa yang menghadap kerah pemandangan kota itu oke?"
"Baiklah!, ayo..., nikmati makanan loe sekarang, punya gue hampir selesai nih!"
Selang 10 menit kemudian mereka berdua telah duduk berdampingan di sofa yang menghadap kearah pemandangan malam kota, sambil bergelayut manja disisi Hilman, Susan mulai mengatakan permintaannya kepada sang kekasih.
"Beb...!, loe sayang kan sama gue?"
"Ehh..., masih pake nanya lagi!, harus bagaimana gue tunjukkin untuk meyakinkan bahwa gue cinta banget sama loe?, coba katakan apa yang loe inginkan!" kata Hilman yang lebih menarik lagi pinggang sang kekasih agar lebih mendekat dan bersandar kepadanya.
"Mmm..., gue pingin dimanja sama loe, dan perasaan itu selalu datang waktu loe habis kecelakaan, kemudian membuat gue takut kehilangan loe, akhirnya gue terus kepikiran bahwa gue harus tetap berada disamping loe setiap saat!, uhhh..., sebel..., kenapa juga gue sampe lengket kek gini ya?" kata Susan kemudian memeluk dan menempel erat ditubuh sang kekasih.
"Hehehe..., itu karena loe dulu sok jual mahal ke gue, padahal sebenarnya loe sudah suka banget!, iya kan?, chuupphh...!" kata Hilman kemudian memberikan kecupan hangat di kening Susan sambil merasakan kehangatan yang sedang diberikan oleh sang kekasih.
__ADS_1