Suara Langit

Suara Langit
Perlahan namun Pasti


__ADS_3

Keesokan harinya Hilman terbangun dari tidurnya dan mendapati sosok tubuh ramping dengan piyama tidur bercorak garis-garis sedang terlelap sambil memeluknya dengan erat, dia mengucek kedua matanya untuk meyakinkan pemandangan didepan matanya apakah hanya sebuah ilusi atau nyata.


Dengan perlahan Hilman berbalik dan menghadap kearah sang kekasih yang tidak dia ketahui sejak kapan sudah masuk ke kamarnya dan tidur bersamanya saat ini.


"Nui!, apakah kamu juga ikut tidur saat aku sudah tidur?"


[🔉Ting..., Nui tidak pernah tidur Tuan]


"Berarti kamu mengetahui kapan Susan masuk ke kamarku?"


[🔉Ting..., Istri Tuan menyelinap masuk pada pukul 04:25, dan sebenarnya dia sudah berusaha membangunkan Tuan!, tapi Tuan sangat lelap tidurnya sehingga tidak terusik dengan gangguan dari Istri Tuan, buktinya ada di dada Tuan]


"Ehh..., jadi selama ini!, kamu bisa melihat semua perbuatanku bersama Susan?"


[🔉Ting..., Mmm..., adakalanya Nui harus menutup mata Tuan!, karena Nui tidak kuat melihat adegan untuk orang dewasa itu]


"Ahh..., apakah kamu juga memiliki perasaan selayaknya seorang manusia atau lebih khususnya seorang perempuan?"


[🔉Ting..., Nui memang diciptakan menjadi seorang perempuan Tuan dan untuk perasaan yang Tuan maksudkan tidak tersimpan dalam memory Nui, jadi hanya saat melihatnya saja dan setelah itu akan hilang dengan sendirinya]


"Ohh..., syukurlah kalau begitu"


"Ennmm..., syukur apaan Beb?, gue dicuekin sejak 2 jam yang lalu, padahal dari tadi gue kepingin, ihh..., sebel...!" kata Susan yang tiba-tiba terbangun mendengar sang kekasih bicara sendiri.


"Ehh...,loe udah bangun?, maksud gue tadi itu, syukur loe bisa menyelinap ke kamar gue ini!" kata Hilman mengalihkan perhatian Susan yang sepertinya curiga.


"Atau loe masih mengingau tadi ya?"


"Sssttt..., jangan keras-keras ntar Mami bangun?, habislah kita!"


"Loe juga sih pake acara ngingau gitu!, bukannya manjain gue kek...!" kata Susan yang terlihat mulai merajuk.


"Hehehe..., sini...!, loe itu kelihatan manja banget kalau lagi kepengen ya?, tapi gue suka..., mmm..., chhuuphh..."


Suara-suara aneh secara samar mulai terdengar dari dalam kamar tidur tersebut, bahkan terlihat Hilman harus menutup mulut Susan agar tidak sampai mengeluarkan jeritan tertahan yang pastinya bisa didengar oleh orang yang berada diluar kamar tersebut.


Selesai pergulatan mereka di subuh hari itu Susan segera menuju ke kamar mandi yang berada di bagian belakang rumah mereka itu untuk membersihkan dirinya, sementara itu Hilman masih tetap berada didalam kamarnya menanti Susan selesai mandi dan mereka akan bergantian.


Pagi hari ini mereka akan ke kampus dan sore harinya akan menjemput Juliana Wang mamanya Susan di bandara, setelah selesai sarapan mereka segera berangkat dengan mengantar Anitha terlebih dahulu ke sekolahnya.


[🔉Ting..., Berbuatlah kebaikan dengan menolong mengantar seorang siswa SD yang akan berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki]

__ADS_1


Hilman segera mengedarkan pandangannya ke sisi kiri dan kanan dari mobilnya untuk mencari keberadaan seorang siswa sekolah SD yang berjalan kaki, dan dari kejauhan dia melihat seorang anak perempuan berseragam putih merah yang sedang berjalan dengan semangatnya menuju ke sekolah.


"Hai dek, selamat pagi...! ayo ikut kakak?, sekolahnya dimana?" tanya Hilman saat mobilnya menghampiri anak tersebut.


"Selamat pagi kak...!, beneran kak...?, tapi sekolah Anggie jauh kak!" kata anak SD tersebut yang mengaku bernama Anggie.


"Ayo naiklah!, itu juga ada adik kakak bernama Anitha yang mau kakak antar ke sekolahnya!"


"Baik, terimakasih Kak...!" kata anak tersebut kemudian ikut naik dan duduk disamping Anitha.


Suasana didalam mobil bertambah meriah dengan kehadiran Anggie yang berceloteh banyak tentang teman-temannya disekolah dan setelah mengantar Anitha, mereka melanjutkan perjalanan menuju ke sekolah Anggie yang ternyata tidak jauh kampus Hilman dan Susan.


[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan menolong mengantar seorang siswa SD yang akan berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, Selamat...!, Tuan mendapatkan hadiah 1.500.000 PP, 900.000 ($) dan 5 PS, masih tersisa 12x perbuatan baik untuk membuka Misi Biasa Bulanan]


[🔉Ting..., Selamat, Tuan telah menyelesaikan Misi Harian (1) dan mendapatkan hadiah 600.000 PP dan 300.000 ($)]


"Terimakasih Nui!, jangan lupa untuk mengingatkanku saat ada yang butuh bantuanku nanti setelah kuliahku selesai!" kata Hilman dalam pikirannya setelah dia tiba dihalaman parkir kampus dimana sudah terlihat banyak kendaraan para mahasiswa yang terparkir di sana.


"Beb!, gue langsung menuju ke kelasku ya?, ini sudah hampir jam masuk kelas soalnya" kata Susan


"Oke, hati-hati sayang...!, sampai siang nanti!" kata Hilman kemudian ikut turun juga dari mobil dan menuju keruangan kelasnya sendiri.


"Man...!, barusan 10 menit, Ratna menghubungi gue, katanya ada tagihan rekening listrik yang belum dibayarkan dan jumlahnya lebih dari 100 juta, terus ada lagi tagihan gas yang nilainya hampir sama!, sekarang dia lagi menunggu persetujuan loe!, bagaimana?" kata Haris.


"Katakan kepada Ratna!, kartu debit yang gue berikan kepadanya itu bisa digunakan sampai limit 500 juta, jadi gunakan saja kartu debit itu untuk melunasi semua hutang-hutang itu!" kata Hilman.


"Oke, semua anak-anak di gedung itu sudah kuatir akan diusir soalnya!" kata Haris kemudian mengirim pesan kepada Ratna tentang persetujuan Hilman untuk menggunakan kartu debit tersebut.


[🔉Ting..., Tuan telah menggunakan Kartu Debit (3) dan menghabiskan dana sebesar 100.000 ($) yang langsung dikurangkan dari Kekayaan milik Tuan]


[🔉Ting..., Selamat, Tuan telah menyelesaikan Misi Harian (2) dan mendapatkan hadiah 1.500.000 PP]


Tidak menunggu lama setelah konfirmasi persetujuan itu disampaikan Haris melalui pesan teks kepada Ratna, Hilman kembali mendengar suara langit dalam pikirannya yang menyatakan hutang-hutang gedung miliknya itu sudah diselesaikan.


"Bagaimana?, apakah sudah beres?" tanya Hilman kepada Haris untuk memastikan.


"Belum ada balasan dari Ratna, mungkin dia masih melakukan transaksi pembayaran!" kata Haris.


[🔉Ting..., Selamat, Trading account milik Tuan telah berhasil membeli 10% saham Wang Resources & Mineral Company dan 20% saham Wang & Co. Jewelry, dan total komulatif kepemilikan saham Tuan saat ini adalah 15% saham Wang Resources & Mineral Company dan 30% saham Wang & Co. Jewelry, saldo Account Trading milik Tuan tersisa dana sebesar 3.500.000 ($), transaksi pembelian masih tetap dilanjutkan]


"Oke. sudah nih ada pesan balasan dari Ratna, dan katanya total keseluruhan hutang listrik dan gas berjumlah 280 juta, buset dah!, pantas saja perusahaannya bangkrut" kata Haris yang terkejut dengan biaya tagihan listrik dan gas tersebut.

__ADS_1


"Ahh..., itu mungkin tagihannya sudah berbulan-bulan atau setahun belum dibayarkan, jadi ya tagihannya sampai membengkak seperti itu, tapi kalau hanya pemakaian sebulan aku yakin tidak akan sebesar itu" kata Hilman dengan santainya.


"Wuih..., sudah punya duit berapa banyak loe sekarang Man...?, apa trading loe menang terus setiap harinya?"


"Nggak juga!, hanya saja gue beruntung setiap membeli saham yang turun, eh..., tiba-tiba sorenya naik, ya..., dari situlah gue dapat margin yang lumayan!" kata Hilman menjelaskan.


"Kalo gue punya modal kek loe?, mungkin gue juga pengen nyoba ikutan trading!"


Sebelum pelajaran dimulai Hilman menanyakan statusnya kepada Nui,


"Nui...!, tolong tampilkan statusku saat ini!"


[🔉Ting..., System : Status Host]


Nama : Hilman Gerhana


Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 21 Hari


Level : 7/99 (Manusia Biasa)


P.Pengalaman : 78.600.000/90.000.000


Kekayaan : 178.322.000($)


Point Skill : 5


Kondisi : Sehat (100â„…)


Inventory :


- 5 bh Token Bawahan


- 1 Bh Token Keahlian


- 1 bh Kartu 200% Point Pengalaman


Misi Aktif : 0/1


Nui System Versi : 02/10


[Status]-[Performance]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]

__ADS_1


__ADS_2