Suara Langit

Suara Langit
Mendapatkan Asset


__ADS_3

Sesampainya di rumah Hilman langsung masuk kedalam kamarnya untuk melihat proses trading yang sementara berjalan di laptopnya yang dia biarkan tetap terbuka, tapi belum sempat melihat laptopnya yang berada di atas meja pandangannya telah teralih keatas tempat tidur.


Di sana dia melihat Susan yang sedang tidur dengan hanya mengenakan pakaian kekurangan bahan dan juga tanpa mengenakan underwear nya, Hilman mengetahui dengan pasti bahwa saat ini sang kekasih merasa kepanasan karena kamar tidurnya tidak dilengkapi dengan peralatan penyejuk ruangan.


Hilman merasa kasian melihat keadaan sang kekasih yang biasanya tidur dengan nyaman dikamar mewahnya tapi sekarang harus berlumuran peluh, dia kemudian berinisiatif untuk memberikan sedikit kenyamanan kepada Susan yang terlihat lingerie yang dia kenakan sudah mulai basah oleh keringat.


"Nui, apakah di toko system menjual alat penyejuk ruangan yang praktis untuk diletakkan di atas lantai?"


[🔉Ting..., Ada Tuan!, apakah Tuan ingin membelinya?]


"Ya!, belikan saya 2 buah!"


[🔉Ting..., Tuan telah membeli 2 buah penyejuk ruangan portable dengan biaya sebesar 500($) dan barang sudah berada didalam inventory]


Hilman mengambil kedua alat yang barusan dia beli dari toko system kemudian memasangnya dikedua sisi tempat tidur, setelah itu dia dia menutup kain gorden jendela kamar tidurnya dan merapikan pakaian yang dikenakan Susan agar tidak membuat gejolak g4ir4hnya bangkit.


Kemudian dia mulai fokus melihat layar monitor laptopnya yang sudah mulai memberikan hasil walaupun belum seperti yang dia harapkan, karena jumlah saham perusahaan keluarga Wang baru bisa dia dapatkan sebanyak 0,4% dari total saham perusahaan tersebut yang diperdagangkan. Dengan kemampuannya sebagai seorang ahli dalam Trading dia mulai menjalankan strateginya dengan menurunkan nilai pembelian Saham Wang Resources & Mineral Company dan Wang & Co, Jewelry agar memicu para pemilik saham kedua perusahaan milik keluarga Wang itu untuk menjualnya, didalam keseriusannya melihat pergerakan grafik trading Hilman dikejutkan lagi dengan terdengarnya suara langit didalam pikirannya.


[🔉Ting..., Tuan telah membeli sebuah rumah mewah dalam kawasan Boulevard Real Estate dengan biaya 500.000($) yang langsung dikurangkan dari kekayaan milik Tuan, saat ini Tuan sedang ditunggu oleh pihak Developer untuk menandatangani Akta Jua Beli]


[🔉Ting..., Tuan telah membeli sebuah properti berupa gedung berlantai 5 yang sebelumnya adalah sebuah Hotel Melati dengan biaya 650.000($) yang langsung dikurangkan dari kekayaan milik Tuan, surat-surat kepemilikan sudah berada didalam inventory]


[🔉Ting..., Tuan telah membeli sebuah Perusahaan Financial Technology bernama PT. Mudah Saja, dengan biaya 1.000.000($) yang langsung dikurangkan dari kekayaan milik Tuan, Perusahaan tersebut sedang dalam proses pemindahan Alamat Kepemilikan karena alamat sebelumnya berada di Ibu Kota Jakarta]


"Nui, apakah nama perusahaan bisa langsung diganti atau harus melalui proses tersendiri?" kata Hilman yang merasa aneh dengan nama perusahaan yang barusan dibeli oleh Nui System.


[🔉Ting..., Bisa Tuan!, apa nama perusahaan yang Tuan inginkan?]


"Aku ingin mengganti nama perusahaan tersebut dengan nama 'Hill San Investment Company'!" kata Hilman yang mengambil nama perusahaan tersebut dari gabungan sebagian namanya dan Susan yang juga bisa diartikan Hill sebagai Bukit dari bahasa negara Raja Charles dan Gunung dari bahasa negara asal nenek Susan.


[🔉Ting..., Baik Tuan!, akan Nui lakukan sesuai dengan permintaan Tuan, dan untuk saat ini Nui menyarankan agar Tuan segera pergi kekantor pemasaran Boulevard Real Estate untuk menyelesaikan surat-surat kepemilikan rumah Tuan yang baru]


"Terimakasih Nui!, sekarang tampilkan performansi status saya!"


[🔉Ting..., System : Performance Status]


Nama : Hilman Gerhana


Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 19 Hari


Level : 5/99 (Manusia Biasa)

__ADS_1


P. Pengalaman : 37.100.000


Kekayaan : 83.329.000($)


Point Skill : 20


Daya Pikat : 10 %


Daya Serang : 40 %


Daya Bertahan : 40 %


Kecepatan : 40 %


Penyembuhan : 30 %


*Keahlian Khusus*



Trader, 2. CEO.


*Pengikut*


Anitha Gerhana, 15 Tahun, Status \= Adik Kandung.


Susan Segara, 19 Tahun, Status \= Istri, Daya Pikat \= 100%.


Juliana Wang, 45 Tahun, Status \= Calon Ibu Mertua.


*Asset*


1 Unit Real Estate, Gedung berlantai 15, Hill San Investment Company.


Nui System Versi : 01/10


[Status]-[Performansi]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]


Setelah melihat performansi statusnya Hilman kemudian segera membangunkan Susan dari tidurnya untuk mengajaknya pergi melihat rumah masa depan mereka yang baru,


"Sayang...!, ayo bangun!"

__ADS_1


"Euumm..., bentar lagi Beb..., gue masih ngantuk!"


"Beneran nggak mau ikut?, gue tinggal nih!"


"Ehh..., ikut kemana?" kata Susan yang langsung membuka matanya dengan lebar ketika mendengar ajakan sang kekasih.


"Nanti juga loe tahu sendiri?, ayo sana mandi dan tutup bajumu itu dengan handuk, nanti dilihat Mami sama Anitha ntar dikira kita sudah ngapa-ngapain!"


"Ihh..., gue pake ginian karena tadi gue kepanasan sayang...?, tapi sekarang kok agak adem ya?"


"Tuh..., gue beliin penyejuk ruangan biar loe adem dikamar gue!"


"Hmm..., lumayan juga dari pada nggak ada, makasih ya?, sudah mau mengerti dengan keadaan gue!, chuupph..." kata Susan sambil memberikan k3cup4n sekilas dib1b1r sang kekasih.


"Jangan menggoda gue, ini masih siang!, ayo sana cepat!, gue tunggu"


Susan segera bangkit dari atas tempat tidur dan keluar kamar dengan menutupi dirinya dengan sebuah kain handuk yang agar besar dan menuju ke kamar mandi yang berada di bagian dapur rumah, sementara itu Hilman menunggu sambil melihat kembali grafik pergerakan proses trading di layar laptopnya.


Beberapa saat kemudian terlihat Susan sudah selesai dengan acara mandinya dan masuk kedalam kamar dengan hanya melilitkan handuk ditubuhnya, walaupun tergiur dengan pemandangan indah didepannya tapi Hilman masih bisa meredam g41r4hnya meletup-letup setelah melihat tubuh polos Susan yang tidak tertutup selembar benangpun.


"Ngapain liat-liat!, kepengen...?, weekkss..., gue masih merasa perih jadi belum boleh disentuh!" kata Susan sambil mulai mengenakan pakaian santainya.


"Siapa juga yang kepengen siang-siang begini?, hanya saja pemandangan indah seperti itu sayang kalau terlewatkan!, hehehe..." kata Hilman sambil memainkan kedua alisnya.


"Ihh..., mesum!, gue pake ginian cantik nggak Beb...?" kata Susan kemudian bergaya selayaknya seorang model sambil memperlihatkan pasangan kaos tanpa lengan dengan celana jeans ketat yang dikenakannya.


"Hmm..., cantik banget!, tapi buruan kita sudah ditunggu, ntar telat?"


"Ya..., dikit lagi!, gue dandan seadanya saja" kata susan kemudian mulai berdandan seadanya.


Setelah berpamitan kepada Hana yang sedang menjaga warung mereka, Hilman dan Susan segera bergegas pergi menuju ke Kawasan Elit Boulevard Real Estate tempat kediaman baru mereka berada. Susan sendiri belum mengetahui tentang rumah baru yang dibeli Hilman dan dia hanya menganggap bahwa dia akan dibawa Hilman untuk berbelanja karena banyak barang dan pakaian yang sangat dia butuhkan tertinggal di rumah keluarganya, hal ini memang sengaja dirahasiakan oleh Hilman agar menjadi kejutan buat sang kekasih.


"Beb...!, kita mau belanja di sini?"


"Iya, tapi kita ke kantor pemasaran Boulevard Real Estate dulu, baru kemudian pergi belanja keperluanmu, oke?"


"Terserahlah, tapi kita harus mampir belanja, gue nggak sempat bawa pakaian buat ke kampus juga sepatu dan make up, ahh..., pokoknya banyak yang nggak sempat kebawa!, ehh..., Real Estate?, katanya loe sedang bangun rumah cicilan, tapi kenapa sekarang jadi Real Estate?"


"Ya, rumah yang gue cicil itu berada dikawasan Real Estate itu, nanti juga loe lihat sendiri!"


Mobil MPV Elgrand VIP yang dikendarai Hilman terlihat memasuki halaman kantor pemasaran Boulevard Real Estate dan terparkir dengan baik di tempat parkir, kemudian keduanya turun untuk menemui staf pemasaran yang bertanggung jawab atas pembelian sebuah unit.

__ADS_1



__ADS_2