
Hana yang berada di warungnya terkejut saat melihat Hilman yang datang sambil menggendong tubuh Susan dan terlihat sedang terkulai lemas karena sedang pingsan,
"Susan kenapa Man?" tanya Hana yang juga ikut cemas melihat keadaan Susan.
"Mi..., tolong pegang tas Susan!, aku akan membawanya kedalam rumah, dia sedang pingsan karena kelelahan, sepertinya dia habis berjalan cukup jauh karena aku menemukannya dijalan depan toko sembako!" kata Ray menjelaskan.
"Tidurkan dia di sofa ruangan tamu saja, dan oleskan hidungnya dengan parfum milikmu agar dia cepat sadar dari pingsannya" kata Hana memberikan solusi kepada Hilman.
"Baik Mi..., tolong temani Susan disini, biarkan aku mengambil parfum milikku dikamar!" kata Hilman kemudian bergegas kedalam kamar untuk mengambil parfum yang beberapa hari sebelumnya dibelikan oleh Susan untuknya saat akan bertandang pertama kali ke rumah sang kekasih.
[🔉Ting..., Tuan tidak usah kuatir, karena keadaan istri Tuan baik-baik saja dan dia hanya pingsan karena kelelahan dan sepertinya kelelahan seperti ini belum pernah dia alami selama hidupnya, dengan mengoleskan bau parfum di hidungnya dia akan segera tersadar dari pingsannya]
Mendengar tambahan informasi dari Nui system yang tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Maminya, maka segera Hilman kembali keluar mendapati Susan yang masih terbaring lemas di Sofa ruangan tamu kediamannya dan mengoleskan sedikit parfum disekitar lobang hidung sang kekasih. Sementara itu Hana segera pergi ke dapur untuk mengambil minuman hangat untuk Susan, kepanikan dari seorang ibu dan anak yang berada di dalam rumah tersebut sangat jelas terlihat karena menghadapi situasi yang belum pernah mereka alami sebelumnya.
Beberapa saat kemudian Hana dan Hilman mulai melihat ada gerakan dari jari jemari Susan yang menandakan dia akan segera sadar dari pingsannya, Hilman dengan segera mengangkat kepala Susan dan memindahkan keatas pangkuannya sambil membelai rambut sang kekasih dan berharap Susan segera membuka matanya.
"Eeuuhh..., dimana gue?" kata Susan yang masih terlihat bingung melihat keadaan disekitarnya.
"Beb..., loe sudah berada di rumah gue sekarang!, maafkan gue ya!, gue nggak tahu kalau kejadian seperti ini akan terjadi, untung saja tadi gue sudah sempat mengaktifkan kembali nomor gue yang rusak bersama ponselnya, terus mendapatkan pesan dari Mama loe!" kata Hilman.
__ADS_1
"Ini nak...!, minumlah dulu, apakah kamu sudah sempat sarapan tadi?" tanya Hana.
"Maaf Mi..., aku baru bangun, terus langsung dimarahi dan diusir Papa dari rumah, dan belum sempat sarapan dan hanya bisa pergi dengan membawa tas kuliah dan dompet gue saja, isi dompetku juga sudah diambil semua sama papa, dan masih untung bibi pelayan masih sempat menyelipkan beberapa lembaran uang didalam tas kuliahku, sekarang gue laper banget Mi..., Beb...!" kata Susan dengan suara lemah.
"Ya sudah, Mami buatkan makanan buat kamu secepatnya, dan sementara itu habiskan dulu minuman itu biar badan kamu kembali hangat!" kata Hana yang kemudian segera bergegas kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan buat calon menantunya itu.
"Terimakasih Mi...!, dan loe Beb maafin gue ya?, karena mulai saat ini gua akan membuat keluarga loe repot, hanya disinilah gue bisa datang karena tidak ada keluarga atau tempat lain yang bisa gue datangin di Kota ini?" kata Susan.
"Loe bicara apaan sih?, mulai sekarang loe tinggal bersama gue disini dan gue akan mengurus pertunangan kita secepatnya agar tidak menjadi perbincangan para tetangga usil dan orang kompleks perumahan ini, karena semenjak awal kedatangan loe disini sudah ada banyak cerita miring tentang kita berdua!, masih untung teman-teman kelompok pemotor Haris banyak yang berdatangan ke rumah gue saat kecelakaan itu sehingga membuat mereka akhirnya diam sekarang, hahh..., mungkin mereka takut karena gue adalah salah satu anggota dari geng motor itu?"
"Terus apa tidak apa-apa gue tinggal disini sekarang?, apa nanti tidak menjadi bahan pembicaraan mereka lagi?, kan tidak mungkin kita bertunangan dalam waktu secepat itu?" kata Susan menyangsikan ucapan Hilman.
"Tenang saja, gue akan minta Haris dan anggota Pengelana Budiman yang akan mengaturnya, kita akan menerima hasilnya saja, karena paling tidak dengan pertunangan kita itu gue akan membuat sebuah acara kecil dengan mengundang para tetangga usil tersebut serta pak RT kompleks perumahan ini!" kata Hilman menjelaskan rencananya.
"Nih...!, kartu ini gue kembalikan kepada pemilik aslinya, karena gue sekarang sudah mempunyai sedikit modal sendiri, bahkan bisa membeli sebuah mobil buat loe, dan untuk rumah baru kita akan gue minta untuk dipercepat pembangunannya karena nanti sore akan gue tambahin setorannya juga!, ini sudah menjadi tanggungan dan resiko gue untuk mendapatkan loe seutuhnya dari tangan Papa dan Mama loe!"
"Mmm..., terimakasih untuk itu Sayang...!, gue senang mendengarnya, tapi loe dapet uang dari mana Beb?, gue nggak mau ya?, loe mencari jalan yang tidak benar hanya untuk mendapatkan uang-uang tersebut?" kata Susan yang terlihat curiga kepada sang kekasih.
"Ihh..., ngeliatnya jangan kek seorang hakim gitu dong, curiga amat sama calon suami sendiri!, sini ikut gue...!" kata Hilman kemudian memapah Susan untuk masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Hilman kemudian menunjukkan layar monitor laptopnya yang sedang melakukan trading saham investasi dan saham berjangka waktu, Susan juga yang sedikit mengerti dengan apa yang sedang ditampilkan layar monitor tersebut kemudian menanyakan tentang Saham Perusahaan keluarga mamanya yang sedang terpampang jelas dalam layar monitor tersebut.
"Beb..., kamu sedang berinvestasi saham di Perusahaan keluarga Mama ya!, wah..., perusahaan perhiasan nenek juga loe incer?" kata Susan yang tidak percaya apa yang sedang dilihatnya apalagi di sana terlihat jumlah deposit yang disiapkan Hilman sebanyak 1 juta dolar.
"Ya..., walaupun itu masih sebatas keinginan saja untuk mendapatkan kepemilikan saham dalam perusahaan keluarga Mama loe, tapi berharap lah dengan kita berusaha keras mudah-mudahan kita akan mendapatkannya, dan ini akan menjadi modal kita untuk membuka mata Papa loe tentang gue!"
"Baiklah gue percaya loe sekarang, chuupphh...!, itu hadiah buat calon suami gue yang bertanggung jawab!"
"San..?, ayo makan dulu!, nih..., Mami sudah menyiapkan makanan buat kamu, gimana mau makan dikamar atau dimeja makan?" kata Hana yang tiba-tiba masuk kedalam kamar putranya.
"Biar Susan makan dimeja makan saja Mi...!" kata Susan kemudian kembali dipapah berjalan keluar oleh Hilman menuju keruangan makan.
Sesampainya di meja makan dengan ditemani Hilman terlihat Susan mulai menyantap makanan yang baru selesai dimasak oleh Hana dan khusus dibuat untuk sang calon menantunya itu, disisi lain Hilman melakukan komunikasi dengan Nui System untuk mencari tahu tentang keadaan Susan saat ini.
"Nui...!, bagaimana keadaan Susan sekarang?"
[🔉Ting..., Kesehatan istri Tuan sudah kembali normal dan tinggal menambah asupan makanan agar dia mendapat tenaganya kembali untuk beraktivitas]
"Baiklah Nui, sekarang bagaimana dengan pencarian perusahaan yang kamu rekomendasikan?, dan juga saya minta tolong sekalian untuk mencarikan sebuah kediaman baru untuk kami tempati secepatnya, dan saya menginginkan kediaman kami berada didalam kawasan Boulevard Real Estate!"
__ADS_1
[🔉Ting..., Perusahaan yang Tuan inginkan masih dalam pencarian, karena Nui mencari yang sesuai dengan perintah Tuan yaitu sebuah Perusahaan yang bersih dan benar-benar bangkrut karena kekurangan modal, dan untuk kediaman baru akan Nui carikan sebuah Real Estate yang terbaik untuk Tuan dan keluarga, Tuan menunggu saja sampai Nui memberitahu]
Setelah mendengar kesanggupan Nui System untuk mencarikannya sebah kediaman baru maka Hilman mengalikan rencananya sore ini untuk bertemu dengan Haris serta kelompok Pengelana Budiman lainnya untuk membuat rencana pertunangannya beserta sebuah pesta kecil yang sudah dia utarakan sebelumnya kepada Susan, Hilman berencana untuk meminta bantuan dari kelompok pemotor tersebut untuk mensukseskan rencananya tersebut.