Suara Langit

Suara Langit
Anggota Pengelana Budiman


__ADS_3

Hari ini Hilman hanya mempunya 1 materi kuliah untuk diikuti dan karena masih memiliki banyak waktu luang dia pergi mengikuti ajakan Haris untuk bertemu dengan 3 orang yang sangat berpengaruh didalam kelompok sepeda motor 'Pengelana Budiman' yang diketuai oleh Haris, mereka adalah Anton seorang pemuda utus sekolah karena kondisi keluarganya yang memiliki banyak saudara sedangkan orangtuanya hanya sebagai pekerja biasa disebuah pabrik. Kemudian Rico seorang pemuda yatim yang tumbuh besar di panti asuhan dan terakhir adalah Ratna seorang gadis tomboy tapi juga seorang ahli beladiri dan juga kesehariannya adalah seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi, dengan mengendarai sepeda motor masing-masing Haris dan Hilman menuju kesebuah kios bakso yang berada dipinggiran taman kota.


"Hei Bro..., tumben loe dateng siang-siang begini!" sambut Anton sang pemilik kios bakso tersebut sekaligus juga sebagai markas dari kelompok 'Pengelana Budiman.


"Iya Ton..., nih gue kenalin anggota baru, Hilman..., dia teman akrab gue di kampus, pemuda baik, sederhana dan tidak sombong tapi jago komputer dan juga bisa memukul 4 orang sekaligus dengan 1 jurus!" kata Haris memperkenalkan Hilman.


"Wuihh..., paket lengkap, kenapa nggak ditambah ganteng dan macho, tuh kelihatan dari tampangnya?, hehehe..., ayo duduk, kalian mau makan nggak?" kata Anton menyambut perkenalan Hilman sambil menawarkan dagangannya.


"Ya iyalah...!, kita belum makan siang nih Ton..., siapin yang spesial dan gua bayar cash nggak akan ngutang!" kata Haris.


"Busyet...!, sejak kapan loe nggak ngutang?, yang ada setiap tanggal begini numpuk tuh tagihan loe!, hehehe..." kata Anton sambil tertawa.


"Ehh..., buka kartu gue loe, ntar gue bayar bulan depan baru tahu rasa!" kata Haris.


"Loe Man..., mau pesan yang spesial juga?" tanya Anton.


"Iya dech..., samain aja sama pesanan punya Haris!"


Sementara menunggu pesanan mereka disiapkan oleh Anton, Haris mengirim pesan kepada kedua orang lainnya yang ingin dia pertemukan dengan Hilman. Saat makan Haris juga sempat menanyakan tentang orang-orang yang mencegat Hilman didepan pintu gerbang masuk kampus, dia sebenarnya sudah berada didekat lokasi tersebut hanya saja tidak sempat melihat bahwa Hilman lah yang sedang mendapat masalah tersebut dan dia baru mengetahuinya saat Hilman menceritakan kejadian tersebut ketika mereka sudah berada didalam kampus.

__ADS_1


Hilman dan Haris belum menghabiskan isi mangkok bakso mereka ketika ada 2 orang pengendara sepeda motor yang datang dan memarkirkan kendaraan mereka didekat kios bakso milik Anton, terlihat seorang pemuda dengan mengendarai sepeda motor King seri lama serta seorang gadis cantik yang mengendarai sepeda motor bermerek sama hanya saja sudah dimodifikasi sehingga terlihat nyaman dikendarai oleh seorang gadis.


"Halo bos...!" sapa sang gadis cantik tapi kelihatan tomboy itu.


"Halo ketua...!" kata sosok pemuda yang barusan datang bersama cewek tomboy tersebut.


"Ehh..., kalian sudah sampai?, ayo duduk Rat.., Ric...!, pesanlah kalo kalian berdua lapar, ntar gue yang bayarin!" kata Haris kepada kedua sosok yang baru tiba itu.


"Wah..., si bos dapet rejeki nih!, berani-beraninya traktir kita sekarang, ehh..., ada cowok ganteng, siapa dia boss, kenalin dong!" kata Ratna yang langsung mengambil tempat duduk didepan Hilman.


"Ton..., spesial 2 mangkok, tagihannya nanti ditambahkan ke rekening ketua!" kata Rico kepada Anton sang pemilik kios bakso tersebut.


"Gue memang sengaja memanggil kalian berdua kesini karena ingin memperkenalkan anggota baru kita, ini... namanya Hilman teman sekampus gue, dan kesehariannya tidak berbeda jauh dengan kita-kita, gue sudah 3 tahun bersamanya jadi tahu segalanya tentang dia, kalian nggak usah kuatir karena jaminannya gue, dan loe Ton...!, sini ikut nimbrung karena ada sesuatu yang harus kita berlima diskusikan" kata Haris.


"Denger baik-baik, gue dan Hilman sudah seperti saudara kandung karena kami sudah berteman sejak 3 tahun lalu saat kami mulai berkuliah satu fakultas, nah saat ini dia sedang mendapat ancaman dari geng yang menguasai kota ini yaitu geng bulan sabit, kalian tahu kan pemimpin geng tersebut?" kata Haris menjelaskan maksud pertemuan mereka itu.


"Ya..., si Jhon anak orang kaya dan play boy itu!, yang juga dulu ngejar-ngejar gue!" kata Ratna yang berantusias mendengar nama geng tersebut.


"Bahh..., kenapa loe sampe berurusan sama si Dewa Playboy itu bro...!" kata Anton yang ikut nimbrung.

__ADS_1


Kemudian Hilman mulai menceritakan akar perselisihannya dengan Jhon yang berhubungan dengan kasih asmaranya dengan Susan, dan kebetulan juga Jhon adalah salah satu mahasiswa di kampus yang sama dengan Himan dan Haris tapi berbeda jurusan. Dari Haris, Anton, Rico dan Ratna juga memberikan informasi tentang siapa sebenarnya Jhon dan geng Bulan Sabit penguasa kota itu kepada Hilman, karena selama ini kelompok motor Pengelana Budiman juga sering sekali berbenturan dengan geng penguasa kota tersebut.


Ratna bahkan memberitahukan bahwa adanya anggota keluarga Jhon yang memback up geng tersebut sehingga membuat mereka lebih liar dan bertindak sewenang-wenang, dan bahkan ada beberapa kejadian akibat perbuatan geng tersebut telah jatuh korban tapi anehnya mereka seperti tidak tersentuh oleh pihak penegak hukum. Hal inilah yang membuat anggota kelompok motor Pengelana Budiman berusaha untuk menghindari benturan dengan geng tersebut, mereka lebih fokus pada kegiatan-kegiatan sosial yang banyak memberikan manfaat kepada orang lain.


Hilman akhirnya diterima secara resmi sebagai anggota ke 35 kelompok motor Pengelana Budiman, yang disahkan oleh sang ketua Haris dan 3 orang pemimpin regu yaitu Anton pemimpin regu 1 yang membawahi 10 orang anggota, Rico pemimpin regu 2 juga sama membawahi 10 orang anggota dan Ratna sebagai ketua regu 3 yang juga membawahi 10 orang anggota pengendara sepeda motor wanita. Haris memposisikan Hilman berada dibawahnya langsung dan tetap dengan status sebagai anggota, berita keanggotaan Hilman segera menyebar ke seluruh anggota melalui group chat WA Pengelana Budiman.


Foto dan data dirinya juga langsung diketahui oleh semua anggota dan segera mendapat respon dengan berbagai komentar di group chat tersebut, banyak komentar genit berdatangan dari anggota cewek setelah melihat foto anggota baru tersebut tapi langsung diam setelah ada sebuah komentar yang datang dari ketua regu 3 yang berbunyi 'jangan ganggu, di punya gue!'.


Hilman yang melihat isi chat di group WA tersebut hanya tersenyum kemudian menulis sebuah pesan yang berbunyi 'terimakasih sudah mau menerimaku sebagai bagian dari kalian semua!, bersama kita kuat!, salam \=Hilman\=', kembali banyak komentar bermunculan dilayar smartphone Hilman dan kebanyakan datang dari para anggota cewek.


"Duh..., santuynya..., bikin gue meleleh!"


"Maakkk..., restui aku bersama siganteng Hilman ini!"


"Kakang Himan, godain Lasty dong!"


"Eheeemmm...!"


Chat terakhir tersebut membuat tidak ada lagi chating yang muncul dilayar karena sang pengirim pesan tersebut jelas tertulis atas nama Ratna, hal tersebut kembali membuat Hilman tersenyum kemudian menatap wajah cantik didepannya yang masih asyik menyantap habis baksonya.

__ADS_1


Setelah mengikuti pertemuan tersebut, Hilman kembali memacu laju sepeda motor Kingnya di atas aspal jalan raya kota untuk pulang kerumahnya, sementara itu Anitha sudah mengirim pesan lewat smartphonenya bahwa dia sudah dijemput oleh Susan dan saat ini mereka berdua sedang berada disebuah salon kecantikan.


Sesampainya di rumah seperti biasa Hilman memarkirkan sepeda motornya disamping warung milik ibunya, dan kembali dia mendengar kasak-kusuk para ibu-ibu tetangga yang sedang membicarakan keluarganya tapi dengan tenang Hilman meninggalkan pembicaraan para tetangga itu dan masuk kedalam rumah.


__ADS_2