
[🔉Ting..., Tuan mendapat Misi Kejutan, Misi : Mendapatkan Restu dari ibu dan adik kandung serta dari ayah dan ibu Susan, Batas Waktu : 3 bulan, hukuman : Host kehilangan gairah/Impoten, hadiah : 7.500.000 PP, 20.000.000($), 20 PS, 1 Kotak Misterius Gold, 1 Kotak Misterius Diamond dan Keahlian Pengobatan Kuno/Alkemis]
[🔉Ting..., System : Automatic Status Misi]
Nama : Hilman Gerhana
Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 18 Hari
Level : 4/99 (Manusia Biasa)
Status Misi :
Misi Biasa \= Belum Ada, Progress : 0%, Batas Waktu : Nihil
Misi Khusus \= Belum Ada, Progress : 0%, Batas Waktu : Nihil
Misi Kejutan \= 1 Misi.
- Mendapatkan Restu dari ibu dan adik kandung serta dari ayah dan ibu Susan. Progress : 0%, Batas Waktu : 3 Bulan, Hukuman : Kehilangan Gairah/Impoten, Hadiah : 7.500.000 PP, 20.000.000($), 20 PS, 1 Kotak Misterius Gold, 1 Kotak Misterius Diamond dan Keahlian Pengobatan Kuno/Alkemis.
Nui System Versi : 01/10
[Status]-[Performance]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]
Masih dalam keterkejutannya ketika melihat layar virtual didepan matanya, akhirnya Hilman melepaskan pagutannya dengan Susan karena keduanya hampir kehabisan oksigen didalam paru-paru mereka.
"Terimakasih sayang...!, apapun yang akan terjadi gue akan tetap menjadi milikmu, gue berjanji dengan sepenuh hati!, mmm..., chuuphh" kata Susan dengan bersungguh-sungguh.
"Gue juga demikian Sayang...!, dan gue akan berusaha mendapatkan persetujuan dan restu dari bokap dan nyokap loe, nanti sore kita berdua yang akan menjemput mereka di bandara, bagaimana?" kata Hilman yang sudah bertekad untuk berjuang mendapatkan restu karena mengingat misi yang harus dijalankan apalagi dengan hukumannya yang harus dia terima jika tidak berhasil menyelesaikan misi tersebut.
"Tapi bagaimana dengan kondisi loe?, apakah loe udah benar-benar sehat dan kuat?" tanya Susan yang masih mengkuatirkan kondisi kesehatan Hilman setelah kecelakaan yang dialaminya.
"Sudah...!, gue baik-baik saja, nih loe lihat sendiri bukan?" kata Hilman sambil bergaya selayaknya seorang binaragawan.
__ADS_1
"Hihihi..., loe itu yah!, hmm..., baiklah tapi bagaimana dengan SIM punya loe? kan ikut terbakar sama dompetmu?, ehh... kartu ATM gue juga ikut hangus ya?" kata Susan
"Kalau kartu ATM, itu...!, ada didalam laci meja!, sedangkan untuk SIM, KTP, KTM dan yang lainnya gampang ngurusnya nanti, loe tenang aja!" kata Hilman meyakinkan karena dia akan meminta bantuan Nui untuk membuatnya.
"Baiklah, tapi sementara kamu harus berhati-hati mengendarai kendaraan, takut kena tilang sama polisi nanti"
"Iya sayang..., percayalah sama calon suamimu ini!, oke?"
"Eeuumm..." Susan sangat senang mendengar semua perkataan sang kekasih, kemudian memeluk Hilman dan sedikit bermanja ria.
Mereka berdua keluar dari dalam kamar Hilman dan langsung menuju kemeja makan dimana Hana dan Anitha sudah menunggu untuk makan siang bersama, Hana dan Anitha menatap curiga wajah sepasangan kekasih itu sampai lupa menawarkan hidangan yang sudah tersaji di atas meja makan.
"Man..., Susan...!, kalian berdua tidak melakukan apa-apa bukan?, kenapa kalian berdua senyum-senyum seperti itu?" kata Hana yang menatap Hilman dan Susan dengan tajam.
"Ya elah mami...!, kami berdua itu tadi didalam kamar cuman kangen-kangenan aja kok!, kami berdua tetap menjaga kehormatan kami masing-masing dan tahu batasan yang kami lakukan, gue ini anak baik mami begitu juga dengan Susan, hanya saja tadi kami sempat membicarakan bagaimana kalau dalam waktu dekat kami mau bertunangan, ya hitung-hitung sebagai tanda ikatan!, karena kami berdua sudah merasa sangat cocok, kira-kira bagaimana pendapat mami dan kamu juga Nith...!" kata Hilman menjelaskan dan meyakinkan sang ibu kalau dia dan Susan tidak berbuat sesuatu yang melanggar.
"Hmm..., benar itu Susan?" tanya Hana yang masih belum percaya dengan anaknya sehingga harus memastikannya kepada Susan.
"Benar mami...!, aku hanya memeluk Hilman sama menciumnya sedikit dibibir, ennmm..., itu hal yang wajar kan?, bagi kami sebagai sepasang kekasih!" kata Susan menjelaskan.
"Benar juga kata mami...!, tapi gue masih setahun lagi kuliahnya mi...!, apalagi Susan yang baru masuk semester IV, apa sebaiknya menunggu gue selesai dulu?" kata Hilman.
"Ya itu maksud mami!, segera selesaikan kuliahmu dan setelah itu kalian berdua menikah, untuk Susan kuliahnya masih bisa dilanjutkan walaupun sudah menikah, kan banyak itu ibu-ibu muda seperti Susan yang masih tetap kuliah!" kata Hana.
[🔉Ting..., Tuan mendapat Restu dari ibu kandung, Progress Misi Kejutan : 25%, Batas Waktu : 3 bulan]
"Baiklah!, nanti sore kami berdua mau menjemput papa dan mama Susan di bandara, mereka kembali sore nanti dari Kalimantan, saya juga mau mengutarakan maksud saya itu kepada kedua orang tua Susan dan untuk mendapatkan restu mereka, doain kami ya Mi.., Nith...!" kata Hilman mengatakan rencananya dengan Susan sore hari ini kemudian tersenyum karena ada suara langit yang barusan ia dengar.
"Ya, mami akan selalu mendukung kalian berdua dengan doa"
"Gua juga kak..., kak Susan...!, semoga saja rencana kakak berdua lancar-lancar saja, dan gua akan selalu mendukung dengan berada dibelakang kakak berdua untuk mencapai tujuan kakak berdua menjadi pasangan suami istri!" kata Anitha sambil menghabiskan santapannya.
[🔉Ting..., Tuan mendapat Restu dari adik kandung, Progress Misi Kejutan : 50%, Batas Waktu : 3 bulan]
"Terimakasih Nith...!, nanti walaupun kakak sudah menikah, loe akan tetap menjadi tanggung jawab kakak sampai loe selesai kuliah!" kata Hilman sambil tersenyum senang karena kembali dia mendengar suara langit.
__ADS_1
"Bener Nith..., kak Susan akan selalu mensupport loe nantinya!, loe sama gue kan sohib!, tul nggak?, hehehe..." kata Susan sambil tertawa senang melihat keakraban keluarga dari sang kekasihnya itu.
[🔉Ting..., Berbuatlah baik dengan memberikan bantuan kepada seorang kakek pengemis yang sedang berada didepan warung milik ibumu]
"Mi..., di warung masih ada minuman soda nggak!" tanya Hilman.
"Ehh..., tumben loe kak, biasanya loe anti dengan minuman yang mengandung soda, karena asam lambung loe yang sering kambuh?" kata Anita yang heran dengan pertanyaan Hilman.
"Bukan buat gue, tapi untuk Susan...!, benar kan sayang?" kata Hilman sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Susan.
"Ya sudah sana...!, ambil sendiri di rak jualan dekat karung beras" kata Hana.
"Bentar ya Beb...!, gue ambilkan dulu minuman sodanya" kata Hilman kemudian berjalan menuju warung yang berada didepan rumah mereka untuk menjalankan misi dari Nui System dimana dia harus menolong seorang kakek pengemis.
Sesampainya di warung dia melihat kearah luar untuk mencari keberadaan kakek pengemis yang dimaksudkan Nui, dan dia menemukan pengemis tersebut sedang duduk bersandar didinding warung.
"Kek..., mau beli apa?"
"Ahh... tidak nak, kakek cuman numpang berteduh sebentar dari teriknya matahari" kata kakek pengemis tersebut yang terlihat lemas tak bertenaga.
"Hmm..., sepertinya kakek belum makan ya?, sebentar kek...!, kebetulan keluarga kami sedang makan siang, dan sepertinya masih banyak lebihnya, saya ambilkan ya kek?" kata Hilman kemudian masuk kembali kedalam rumah dan mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk serta sayur acar kesukaannya.
"Ehh..., nak untuk apa sepiring nasi itu?" tanya hana yang melihat tingkah aneh putra sulungnya itu.
"Ini ada kakek pengemis didepan, dan sepertinya dia belum makan, ya..., kebetulan kita lagi makan apa salahnya berbagi dengan orang yang sangat membutuhkan?" kata Hilman sambil berlalu untuk kembali menemui kakek pengemis yang masih menunggunya didepan warung.
"Ini kek...!, sini..., masuklah kedalam warung untuk makan, dan ini air minumnya, nah..., makanlah dulu!" kata Hilman yang kemudian memberikan juga pengemis tersebut sebotol air mineral.
"Terimakasih banyak nak, semoga banyak rejeki yang mendekati kamu dan keluargamu" kata kakek pengemis tersebut dan mulai menyantap makanan yang diberikan Hilman.
[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan membantu seorang kakek pengemis yang sedang kelaparan, Selamat, Tuan mendapatkan hadiah 400.000 PP, 200.000 ($) dan 5 PS, masih tersisa 2x perbuatan baik untuk membuka Misi Biasa Harian dan 17x untuk membuka Misi Biasa Bulanan]
Dari dalam hatinya Hilman berterimakasih kepada Nui karena kembali dia mendapatkan hadiah, dia menunggu sampai kakek pengemis itu selesai makan dan memberikan uang secukupnya untuk sang pengemis tua tersebut sebelum dia pergi meninggalkan warung milik Mami Hilman.
__ADS_1