
Selesai kuliah Hilman dan Haris berpisah, Haris akan langsung pergi ke rumah Hilman yang berada di kompleks perumahan sedangkan Hilman pergi menjemput Susan dikelasnya. Mereka berdua berencana untuk mencari pakaian yang akan mereka berdua kenakan pada saat acara besok, sebelumnya Susan sudah membeli 1 stel gaun yang akan dikenakannya dalam acara pertunangan tapi warnanya tidak sesuai dengan keinginan Hilman.
[🔉Ting..., Berbuatlah kebaikan dengan menolong seorang mahasiswa yang sedang kebingungan mencari pinjaman uang untuk membayar SPP]
[🔉Ting..., Berbuatlah kebaikan dengan menyatakan kesanggupan Tuan untuk membantu kepala perpustakaan membuat program inventarisasi buku-buku bacaan di perpustakaan kampus]
Hilman yang mendengar suara langit dalam pikirannya akhirnya berbelok arah menuju ke perpustakaan sambil mencari sosok seorang mahasiswa yang memerlukan bantuannya, dan akhirnya sebelum dia jauh melangkah kearah gedung perpustakaan dia melihat sosok mahasiswa yang terlihat sedang kebingungan.
"Hai Bro...!, apa loe lihat kepala perpustakaan lewat sini barusan?" kata Hilman mencoba melakukan pendekatan dengan sosok mahasiswa tersebut.
"Ehh..., maaf Bro...!, gue nggak ngeliat, tapi loe bisa langsung chek kedalam gedung perpustakaan, siapa tahu beliau masih berada didalam!" kata mahasiswa tersebut dengan ramah.
"Oh iya, saya Hilman!, dari jurusan TI semester VI" kata Hilman sambil menjulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Bakri, gue dari jurusan akuntansi baru semester IV"
"Hmm..., loe bisa ngitung angka-angka artinya?, kalo gitu loe tolong bantu gue ya?, kita buat program inventarisasi sekalian bantu kepala perpustakaan, ayo ikut gue, dari pada bengong sendirian!, kan lumayan siapa tahu dikasih honor yang lumayan sama beliau?" kata Hilman sambil mengajak Bakri.
"Ohh..., ada honornya ya?, wah kebetulan gue lagi butuh dana buat bayar SPP nih!, ayo deh, gue ikut!"
Keduanya kemudian berjalan memasuki gedung perpustakaan dan mencari keberadaan sang kepala perpustakaan, dalam pikirannya Hilman merasa senang karena dalam sekali jalan 2 misi bisa dia selesaikan.
"Selamat siang Pak!, saya dari mahasiswa TI ingin bertemu pak kepala perpustakaan!" kata Hilman kepada seorang petugas perpustakaan.
"Ohh..., itu beliau ada didalam ruangannya, masuk aja kedalam!" kata sang petugas sambil menunjukkan ruangan sang kepala perpustakaan.
Hilman dan Bakri menuju keruangan mengikuti arah yang ditunjukkan oleh petugas perpustakaan tersebut,
Tok..., tok..., tok...
__ADS_1
"Masuk...!"
"Selamat siang Pak, saya Hilman dari jurusan TI dan ini Bakri, saya mendengar dari teman-teman bahwa bapak memerlukan seorang programmer untuk membuat program inventarisasi buku bacaan, kalau boleh saya lihat skema program yang bapak inginkan?, mungkin saya bisa membatu!" kata Hilman.
"Iya kamu benar, ini coba kamu pelajari!, kalau bisa langsung saja kamu buatkan programnya, karena besok banyak buku-buku cetakan baru yang akan masuk!" kata sang kepala perpustakaan.
"Hmm..., ini memang program yang tidak mudah pak!, kalau saya diberi kesempatan?, mungkin dalam waktu 3 hari bisa saya selesaikan, saya juga masih membutuhkan file daftar semua jenis buku yang sudah ada di perpustakaan ini!" kata Hilman.
"Sebentar saya ambilkan, ini...!, apakah kamu akan mengerjakannya di disini atau dikerjakan ditempat lain?"
"Untuk siang ini saya akan memulainya disini bersama Bakri teman saya ini, dan juga, saya butuh bantuan bapak untuk melihat struktur tampilannya apakah sudah sesuai dengan keinginan bapak atau belum!"
"Baiklah!, kamu bisa menggunakan komputer yang ada di sana, karena disitu sudah dilengkapi dengan sambungan internetnya!"
"Baik pak, kalau begitu kami berdua permisi untuk mulai bekerja!"
[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan menyatakan kesanggupan Tuan untuk membantu kepala perpustakaan membuat program inventarisasi buku-buku bacaan di perpustakaan kampus, Selamat..., Tuan mendapatkan hadiah 1.500.000 PP, 900.000 ($) dan 5 PS, masih tersisa 11x per buatan baik untuk membuka Misi Biasa Bulanan]
"Ahh..., itu nanti belakangan saja pak!, kita akan membicarakannya nanti kalau programnya sudah jadi?"
Hilman dan Bakri kemudian menuju kesebuah meja yang berada disudut ruangan perpustakaan, dimana di sana terdapat satu set peralatan komputer yang juga sudah terhubung dengan jaringan internet. Belum ada 5 menit dia duduk Hilman kemudian mendengar bunyi suara dari smartphonenya yang berada didalam tas kuliahnya, segera dia mengambil smartphonenya tersebut dan melihat ada pesan masuk dari Susan yang menanyakan tentang keberadaannya.
Segera dia menghubungi sang kekasih untuk memberitahu lokasinya saat ini dan sekalian mengajak Susan untuk membantunya bekerja, sedangkan tentang rencana mereka ke bandara untuk menjemput Mama Susan masih ada waktu 3 jam lagi.
Selang 1 jam kemudian program buatan Hilman yang dibantu oleh Susan dan Bakri yang membantu menghitung secara cepat dari segi jumlah jenis dan judul buku mulai terlihat, tampilan outputnya juga sudah bisa dilihat walau masih dalam bentuk layar hitam dan garis-garis putih.
"Bakri, nanti hari senin selesai kuliah loe langsung datang saja ke perpustakaan ini, dan untuk dana SPP yang loe butuhkan ada berapa jumlahnya?" kata Hilman.
"4,5 juta Bro...!, tapi gue baru ada 2 juta jadi masih butuh 2,5 juta lagi?"
__ADS_1
"Berikan nomor rekeningmu, biar gue transfer dan loe juga nantinya bisa bayar uang SPP pake ibanking!"
"Ini bro..., nomor rekening dan juga nomor handphone gue"
"Oke, bentar gue transfer dulu!"" kata Hilman kemudian meminta Nui Syste untuk mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening Bakrie.
[🔉Ting..., Tuan telah memindahkan dana sebesar 350 ($) ke nomor rekening milik Bakri Wantono dan langsung dikurangkan dari kekayaan milik Tuan]
[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan menolong seorang mahasiswa yang sedang kebingungan mencari pinjaman uang untuk membayar SPP, Selamat..., Tuan mendapatkan hadiah 1.500.000 PP, 900.000 ($) dan 5 PS, masih tersisa 10x per buatan baik untuk membuka Misi Biasa Bulanan]
"Ahh..., sudah masuk Bro, terimakasih bantuannya, senin nanti gue akan langsung kesini membantu pekerjaan loe" kata Bakri.
"Oke, loe bisa pergi sekarang karena gue bersama tunangan gue juga akn pergi karena ada keperluan lain"
Setelah saling berpamitan dan juga memberitahu kepada sang kepala perpustakaan mereka kemudian pergi meninggalkan kampus, Hilman dan Susan belum langsung menuju ke bandara karena mereka mash memiliki sisa waktu untuk melhat pakaian yang akan mereka kenakan besok hari pada saat acara pertunangan.
Mereka berdua menuju kesebuah butik terkenal di kota itu yang disampingnya juga terdapat toko pakaian pria dari merek-merek terkenal, karena sudah ada kesepakatan sebelumnya diantara mereka berdua maka Hilman dan Susan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memilih 2 set gaun yang akan dia kenakan serta 2 pasang pakaian Jas untuk Hilman dengan warna yang senada dengan gaun milik Susan.
Semua biaya pembelian di butik dan toko pakaian itu menggunakan kartu ATM milik Susan, dan kemudian atas kesepakatan mereka berdua maka pakaian-pakaian baru tersebut akan mereka bawa ke rumah Hilman yang berada di kompleks perumahan agar besoknya langsung bisa mereka kenakan pada saat acara.
20 menit kemudian mereka berdua telah berada di terminal kedatangan bandara tepat saat pesawat yang membawa Julia Wang dari Kalimantan mendarat, dan mereka masih harus menunggu 20 menit berikutnya sampai bisa melihat Julia keluar dari ruangan kedatangan sambil menarik koper kecilnya.
"Mama...!" kata Susan menyambut Julia.
"Ehh..., anak Mama, bagaimana kabar kalian?"
"Kami baik Ma...!, bagaimana dengan Mama?, juga kabar Papa di Taiwan?" kata Hilman yang ikut menyapa Julia kemudian mengambil alih koper bawaan sang calon mertuanya itu dan berjala beriringan menuju tempat terparkir nya mobil Hilman.
"Urusan bisnis Mama di Kalimantan akhirnya sukses, dan kabar Papa kalian di Taiwan juga mengejutkan karena semalam dia mulai berubah pikiran karena menanyakan tentang keberadaan mu saat ini San...!, sepertinya dia kuatir juga dengan putri satu-satunya yang dia usir dari rumah!, hehehe..., malah dia menyuruh Mama untuk mencarimu serta katanya kalau perlu minta bantuan Hilman, karena Mama tidak memberitahu Papa bahwa sebenarnya kamu itu tinggal di rumah Hilman sekarang!" kata Julia menjelaskan keadaan Hendrik Segara saat ini.
__ADS_1
"Hmm..., biarkan saja seperti itu saat ini, karena kami sebenarnya akan langsung pindah ke rumah kami sendiri setelah bertunangan Ma...!, rumah yang Hilman cicil itu sudah selesai dan siap dihuni!" kata Susan.