
Sementara Susan dan mamanya sibuk dengan mutiara-mutiara langka tersebut, kembali Hilman mendengar gema Suara Langit didalam kepalanya dan kemudian dia bertanya untuk memastikan.
"Apakah yang kamu maksudkan adalah tentang isi hati dan pikiran dari papanya Susan, Nui...?" tanya Hilman dalam hati.
[🔉Ting..., Benar Tuan, dan juga untuk Juliana bisa Tuan tambahkan beberapa buah Mutiara Hitam lagi agar bisa dirangkai untuk dijadikan sebuah Kalung Mutiara!, karena Nui melihat Juliana sangat suka dengan Mutiara Hitam tersebut]
"Baiklah, tapi bagaimana dengan Papanya Susan?, apa yang kamu ketahui tentangnya?" kata Hilman dalam hati sambil memperhatikan Susan dan Mamanya yang sedang mengagumi keindahan mutiara-mutiara tersebut.
[🔉Ting..., Hendrik Segara, Usia 46 tahun, seorang pebisnis handal yang datang dari kalangan menengah keatas, menikah dengan Juliana Wang seorang kalangan atas yang kaya raya kemudian mendapatkan modal dari keluarga Wang dan mulai berbisnis, karena kecerdasan dan keuletannya perusahaan milik keluarga Wang yang bergerak di bidang pertambangan mineral dan eksplorasi batu atau logam mulia yaitu Wang Resources & Mineral Company serta bisnis perhiasan Wang & Co. Jewelry berhasil dan maju pesat, Hendrik sangat berambisi untuk tetap memimpin perusahan keluarga Wang dengan menunjukkan seluruh eksistensinya sebagai seorang CEO yang handal di perusahaan yang mengelola wilayah Asia Tenggara, dia mendapat saingan dari saudara iparnya yang berada di Hongkong yang mengelola perusahaan wilayah Asia Tengah, dia juga seorang kolektor sepeda motor tua]
"Hmm..., apa yang Nui sarankan untuk aku lakukan?"
[🔉Ting..., Hendrik sangat berambisi untuk itu Tuan bisa membantunya dengan kepemilikan Saham Wang Resources & Mineral Company, Tuan bisa melakukannya dalam Trading Online atau di Bursa Efek, sekaligus menunjukkan kepada keluarga Susan dan keluarga Tuan sendiri bahwa kekayaan milik Tuan salah satunya diperoleh dari bisnis Trading]
"Sepengetahuanku Bisnis Trading online, jarang mendapatkan keuntungan yang besar Nui!, bagaimana aku bisa meyakinkan mereka?"
[🔉Ting..., Tuan hanya perlu menjalankannya saja, selebihnya serahkan kepada Nui]
"Baiklah Nui, besok kita akan mulai setelah aku membelikan semua peralatannya!, terimakasih"
"Beb..., bagaimana dengan ini?" kata Susan yang tiba-tiba menanyakan status ketiga butir mutiara yang masih dipegang Juliana.
__ADS_1
"Beb..., sudah menjadi niatku untuk memberikannya kepadamu, awalnya aku hanya membawa contohnya saja karena ingin kamu memilih yang mana yang kamu sukai dari ketiga jenis mutiara itu?" kata Hilman yang mulai merencanakan rencana lanjutannya.
"Apa...?, nak Hilman...!, jangan kamu katakan jika kamu masih memiliki lebih dari 1 butir untuk setiap jenis mutiara-mutiara langka ini!" kata Juliana yang tersentak kaget mendengar perkataan 'hanya membawa contohnya saja' dari Hilman.
"Iya tante, yang berwarna hitam itu ada 5 butir dan yang berwarna kemasan ada 7 butir dan yang berwarna pink ada 10 butir, semuanya masih saya simpan disebuah toples karena kotak penyimpanannya sudah usang dan lapuk!"
"Astaga Hilman...!, nanti tante berikan tempat penyimpanan yang layak dan bagus untukmu, sayang itu semua harta tak ternilai, mmm..., kamu ternyata menyimpan harta karun yang tak ternilai harganya, karena 1 butir Black Pearl saja bisa dihargai sampai 1 milyar lho?, sedangkan South Sea Pearl yang ukurannya seperti ini bisa dihargai 600 ~ 750 juta, kalau untuk Akoya Pearl bisa mencapai 200 ~ 300 juta sebutirnya!" kata Juliana menjelaskan nilai dari masing-masing mutiara tersebut.
"Mama!, kalau menurut mama yang bagus dan cocok untuk Susan yang mana?" tanya Susan kepada Juliana.
"Hmm..., kulitmu putih mulus begitu sebaiknya yang South Sea Pearl saja warna keemasan akan terlihat kontras jika dibuat menjadi kalung, sedangkan Black Pearl bagus dijadikan anting atau gelang!" kata Juliana memberikan saran.
"Tapi Mama?, kan Hilman hanya bisa memberikannya kepadaku 1 jenis saja, karena pasti jenis yang lainnya masing-masing diperuntukkan untuk Mami dan adiknya!"
"Ya Dewa...!, tidak salah aku merestui mereka, ahh..., mudah-mudahan Hilman menjadi berkah buat keluarga kami!" kata Juliana dalam hati sambil bersuka cita mendapatkan calon menantu yang baik dan memiliki harta yang tak ternilai.
[🔉Ting..., Tuan mendapat Restu dari Ibu Susan Progress Misi Kejutan : 75%, Batas Waktu 2 Bulan 29 Hari]
"San...!, ayo ikut Mama untuk mencari kotak perhiasan yang cocok untuk meletakkan mutiara-mutiara tersebut, sayang nanti kalau tergores-gores nanti nilainya akan menurun" kata Juliana sambil mengajak Susan untuk masuk kedalam.
Setelah Juliana dan Susan pergi dari ruangan tamu meninggalkan Hendrik dan Hilman yang masih terlihat kaku untuk melanjutkan pembicaraan mereka, hal itu terjadi setelah keputusan Hilman yang menolak keinginan Hendrik dan Juliana untuk menikah dan pindah ke Taiwan dalam rangka menemani sang nenek di usia tuanya.
__ADS_1
"Hahh..., walaupun kau sudah memberikan barang-barang berharga kepada Susan dan ibunya itu, tapi kamu belum mendapatkan restu dariku sebelum kamu menunjukkan apa yang aku minta!, dan selama itu pula semua fasilitas Susan akan saya tarik kembali, akan saya lihat!, bagaimana kamu menjamin semua kebutuhannya, terserah apa mau kalian berdua, aku tidak akan perduli, hanya saja jika aku melihat kamu menyia-nyiakan kehidupan putriku satu-satunya itu?, maka bersiaplah kamu untuk mempertanggungjawabkannya, karena saya akan menuntut kamu secara hukum jika hal itu terjadi!" kata Hendrik dengan tegas kemudian meninggalkan Hilman seorang diri di ruangan tamu.
[🔉Ting..., Tuan harus tetap tenang, Papa Susan hanya sedang menguji Tuan, langkah selanjutnya Tuan akan melaksanakan rencana selanjutnya untuk menguasai perusahaan milik keluarga Wang dalam proses Trading online maupun di Bursa Efek]
"Lho?, kok tinggal sendiri Beb...?, Papa kemana?" suara Susan yang tiba-tiba datang dari arah bagian dalam rumah besar tersebut.
"Barusan pergi mungkin lagi kebelakang!, loe juga datang sendiri?, nyokap loe kemana?"
"Lagi lihat makan malam sudah siap apa belum!, nih kotak untuk menyimpan mutiara-mutiara punya loe, jangan di toples ntar tergores dan nilainya akan menurun kata nyokap!, dan ada surprise buat loe Beb!"
"Ehh..., surprise apaan?, tuh...!, bokap loe kayaknya kecewa berat dengan keputusan kita?"
"Selamat...!, loe mendapat restu dari Mama!, hehehe..., gue bilang juga apa?, nyokap pasti mendukung gue kan?, dan sebagai imbalannya loe harus ngasih gue hadiah sekarang!, pokoknya yang harus menyenangkan perasaan gue" kata Susan yang kemudian bergelayut manja kepada Hilman.
[🔉Ting..., Tuan harus memberikan belaian kasih sayang, karena hal itu yang sangat diharapkan oleh Susan saat ini, Nui menyarankan agar Tuan mengajak Susan untuk makan malam diluar dengan mencari sebuah restoran yang romantis dan Nui menyarankan untuk pergi ke Boulevard Restaurant sebagai tempat yang cocok untuk memadu kasih]
"San...! gue laper banget!, gimana kalau kita makan diluar saja sekalian mampir ke rumah untuk mengambil mutiara-mutiara lainnya!" kata Hilman yang sangat senang karena selangkah lagi Misi Kejutannya akan selesai.
"Uhh..., baru juga mau gue bilang!, keknya pikiran dan hati kita sudah mulai menyatu Beb...!, tunggu sebentar, gue harus ganti pakaian biar sesuai dengan penampilan loe sekalian pamitan sama bokap dan nyokap" kata Susan kemudian bergegas kembali kedalam.
"Nui, belikan lagi 3 jenis mutiara-seperti sebelumnya sesuai dengan jumlah yang sesuai seperti yang aku katakan kepada Mamanya Susan!"
__ADS_1
[🔉Ting..., Tuan telah membeli 9 buah mutiara Akoya seharga 18.000($), 6 buah Mutiara Laut Selatan seharga 30.000($) dan 4 buah Mutiara Hitam seharga 40.000($), Tota Kekayaan Tuan dikurangi 88.000($) dan semua barang telah berada didalam Inventory System]