
Acara pesta tersebut akhirnya berakhir pada pukul 14:45, dan dengan adanya puluhan anggota Pengelana Budiman tempat penyelenggaraan pesta langsung bersih kembali seperti semula. Mereka terlihat bekerja cepat dan tidak menunggu sampai sore atau malam hari nanti, hal itu membuat Hilman terkagum kagum dengan semua pengaturan yang telah dilakukan Haris, Rico dan Ratna.
"Sudah beres Bro..., tinggal menunggu Bondan dan Jeffri yang sedang mengambil truk untuk mengangkut kembali besi-besi tenda dan perlengkapan katering itu!" kata Haris.
"Ehh..., kalau begitu nanti truknya boleh juga untuk mengangkut barang-barang pindahan gue ke rumah yang baru?" tanya Hilman.
"Apa nggak kasihan sama barang-barang loe itu?, masa barang bagus mau diangkut pake truk pengangkut pasir?" kata Haris yang memberitahu bahwa truk yang dibawa Bondan dan Jeffri adalah truk pengangkut pasir dimana tempat mereka bekerja sehari-hari.
"Ohh..., tapi mereka memiliki SIM mobil kan?"
"Ya iyalah..., kan semua anggota kita dibantu AKP Jacky saat pembuatan SIM, dan ada beberapa anggota yang sekaligus membuat SIM A untuk kendaraan roda 4, termasuk Bondan dan Jeffri!" kata Haris menjelaskan.
Setelah mendengar kondisi truk yang dimaksudkan Haris maka, Hilman segera meminta Nui untuk membelikannya 2 unit mobil box berukuran sedang yang akan dia gunakan mengangkut barang-barang pribadi keluarganya ke rumah baru mereka serta sebuah mobil sedan pribadi yang akan dia berikan kepada Susan.
[🔉Ting..., Tuan telah membeli 2 unit mobil box seharga 40.000 ($) yang langsung dikurangkan dari kekayaan milik Tuan, dan kedua mobil tersebut sedang diantar oleh pihak dealer ke rumah Tuan, bukti pembelian dan surat-surat kendaraan telah berada didalam inventory System]
[🔉Ting..., Tuan telah membeli sebuah mobil pribadi kategori biasa seharga 100.000 ($) yang langsung dikurangkan dari kekayaan milik Tuan, dan mobil tersebut akan diantarkan oleh pihak Showroom ke rumah Tuan, bukti pembelian dan surat-surat kendaraan telah berada didalam inventory System]
[🔉Ting..., Selamat..., Tuan telah menyelesaikan Misi Harian (2) dan mendapatkan hadiah 1.500.000 PP]
"Iya maksud saya, nanti akan ada 2 buah mobil box yang sedang diantar kesini, dan aku tidak tahu siapa nantinya yang akan menjadi sopir dari kedua mobil Box tersebut!" kata Hilman.
__ADS_1
"Ehh..., loe beli mobil baru?"
"Ya, itu hadiah dari sebuah perusahaan yang aku beli sahamnya kemarin, nanti kamu atur Ris...? siapa yang akan mengurus kedua mobil tersebut dan nanti juga akan ada mobil Susan yang akan diantarkan oleh Showroom ini surat-suratnya tolong kamu terima ya, gue mau lihat kedalam dulu!" kata Hilman kemudian masuk kedalam rumah untuk menemui anggota keluarganya.
"Beb...!, nih..., Mama katanya mau ikut melihat rumah baru kita?, nanti malam kan kita pergi?" kata Susan.
"Iya ikut aja Ma...!, nanti setelah beres-beres kita langsung pindah nanti malam, dan hanya pakaian dan barang-barang pribadi yang bisa diangkut!" kata Hilman menjelaskan.
"Terus bagaimana dengan rumah warisan bapakmu ini Man?, apakah sudah kamu jual?" tanya Hana.
"Nggak Mi..., rumah ini akan tetap menjadi milik Mami, dan sementara akan dirawat oleh Anton dan adik-adiknya, saya juga sengaja akan tetap membiarkan foto keluarga lengkap kita terpajang didinding itu, warung Mami juga masih akan tetap ada, nanti disampingnya akan bersanding dengan kios bakso milik Anton!"
"Hmm..., kirain sudah kamu jual satu-satunya warisan Papi kamu yang tersisa ini!, ya sudah Mami mau beres-beres dulu, kamu juga Nith, maaf ya Jeng...!, saya tinggal sebentar mau beres-beres dulu!" kata Hana kemudian masuk ke kamarnya.
"Mama melamun apa sih?" kata Susan yang mengagetkan Julia.
"Ehh..., nggak kok!, Mama cuman lagi senang saja, karena melihat kamu sepertinya sedang bahagia!" kata Julia.
"Ya iyalah Ma...!, karena walaupun belum resmi tapi secara pandangan orang gue sudah terikat dan menjadi milik Hilman sekarang?, dan rencana selanjutnya tinggal menyelesaikan kuliah Hilman yang setahun lagi selesai, terus kami akan langsung menikah!, bagaimana menurut Mama?" kata Susan dengan serius.
"Benar Ma..., persoalan kuliah Susan nanti bisa dilanjutkan setelah kami menikah nanti!" kata Hilman menambahkan.
__ADS_1
"Lakukan saja yang sudah kalian berdua rencanakan!, Mama masih akan terus berusaha membujuk Papa, walaupun sudah ada titik terang tapi kita harus tetap mendapatkan kepastian dari Papa kalian!" kata Julia.
"Kapan Papa kembali Ma...?" tanya Susan.
"Beberapa hari lagi, sampai kesepakatan kepemilikan Saham selesai, hanya saja paman kalian yang di Hongkong tetap berkeras tidak mau membagi saham perusahaan yang dikelolanya, padahal perusahaan itu adalah milik kami berdua, hanya saja belum dibagikan oleh nenek kalian yang ada d Hongkong itu!" kata Julia menjelaskan.
"Tenang saja Ma...!, Susan sudah liat sendiri kok, kalau calon menantu Mama itu sebentar lagi akan...mmpptt...!" kata Susan yang dicegah oleh Hilman dengan menutup mulutnya dengan tangan.
"Maksud Susan, aku sedang melakukan trading saham Ma...!, hanya saja ini baru awal dan masih belajar, nanti mudah-mudahan akan meningkat seiring perjalanannya waktu!" kata Hilman yang memotong pembicaraan Susan.
"Ohh..., Mama berharap saja semoga usahamu itu sukses Man...!, karena bagaimanapun kamu harus menghidupi putri Mama satu-satunya ini!" kata Julia.
"Terimakasih Ma...!, semoga dengan doa Mama usaha Hilman akan sukses!" kata Hilman.
"Man...!, tuh mobilnya sudah datang!, mobil Susan juga barusan tiba tuh!" kata Haris yang tiba-tiba masuk kedalam rumah.
"Mobil gue?, apa maksud loe Ris?" tanya Susan yang terkejut dengan perkataan Haris.
"Itu...!, mobil hadiah dari perusahaan yang sahamnya dibeli Hilman, mengirim 2 unit mobil Box dan sebuah mobil sedan sport yang katanya buat loe San...!" kata Haris menjelaskan.
Mereka kemudian keluar untuk melihat kedatangan mobil-mobil tersebut, Susan sangat senang dengan sebuah mobil sport berwarna biru muda sesuai dengan warna favoritnya. Demikian juga dengan Julia yang sangat senang putrinya kini kembali memperoleh sebuah mobil seperti sebelumnya, kemudian mobil sport tersebut diparkir berdampingan dengan mobil MPV Elgrand VIP milik Hilman.
__ADS_1
Semua barang-barang pribadi telah dimasukkan kedalam koper-koper serta beberapa buah kardus, kemudian barang-barang tersebut dimasukkan kedalam 2 buah mobil box yang akan disupiri oleh Bondan dan Jeffri. Sementara Bimi akan membawa mobil MPV Elgrand VIP milik Hilman untuk membawa Hana dan Anitha didalamnya, sedangkan Susan akan mencoba mengendarai mobilnya yang baru dibelikan oleh Hilman bersama tunangannya tersebut menuju ke rumah baru mereka yang berada dikawasan Buolevard Real Estate.
Proses pindah rumah itu berlangsung cepat karena Anton bersama beberapa orang adiknya juga sudah datang dan siap untuk tinggal di rumah Hilman, beberapa anggota Pengelana Budiman juga masih terlihat berada di rumah Hilman itu karena mulai malam ini markas kelompok mereka akan berpindah ditempat tersebut.