Suara Langit

Suara Langit
Kekaguman Seorang Julia Wang


__ADS_3

Iring-iringan empat buah mobil serta 10 buah sepeda motor terlihat memasuki Kawasan Boulevard Real Estate, mereka sempat ditahan didepan pintu masuk kawasan tersebut tapi dibiarkan masuk setelah melihat sang pengemudi MPV Elgrand VIP yang adalah pemilik unit termewah dan terbesar didalam kawasan tersebut.


Kedatangan Hilman dan rombongannya disambut oleh Bimo yang sudah lebih dulu kembali ke kediaman baru tuannya itu,


"Bimo!, bantu menurunkan barang-barang dari mobil box dan masukkan kedalam rumah!" kata Hilman kemudian mengajak Hana, Julia dan Anitha untuk masuk kedalam rumah baru mereka.


"Mami..., Mama...!, ayo masuk, itu kamar Mama dan sebelahnya kamar Anitha, dan yang sebelah ini kamar Hilman!" kata Susan yang mulai memperkenalkan keadaan rumah tersebut dengan semua fasilitasnya.


"Terus kamarmu dimana San...?" tanya Julia.


"Hehehe..., tentu saja sekamar dengan Hilman dong Ma...!, masa baru tunangan sudah mau disuruh berpisah?" kata Susan.


"Bukan begitu nak!, tapi kalian itu belum resmi menjadi pasangan suami istri, jadi harus tidur terpisah, dan hal ini tidak boleh dibantah!" kata Hana dengan tegas.


"Hmm..., kalau begitu aku yang akan tidur dikamar ini!, dan Hilman bisa tidur dikamar yang berada dilantai 2, di atas sana masih ada 2 buah kamar tidur lannya" kata Susan menjelaskan.


"Ya..., itu baru benar!" kata Hana.


Sementara itu Julia masih terkagum-kagum dengan keadaan kediaman baru Hilman yang sangat luas dan terkesan mewah, karena ada sebah ruangan tamu lengkap dengan kursi tamu dan sofa mewah. Demikian juga dengan ruangan keluarga serta ruangan makan, yang tempatnya berdekatan dengan bagian dapur dengan peralatannya yang serba modern.


Julia sangat terkesan dengan interior rumah tersebut yang hampir di seluruh dindingnya terdapat hiasan dan lukisan, dan juga hampir di setiap sudut ruangan juga terdapat guci-guci antik yang berukuran besar serta ada beberapa hiasan tanaman bonsai di sana.


Kekaguman Julia Wang tidak berhenti sampai disitu, karena setelah dia melihat keadaan kamar utama milik Hilman yang rencananya akan ditempati oleh putrinya Susan. Disain kamar tersebut seperti sebuah kamar mewah kelas president suite di hotel berbintang 6, dengan semua fasilitas didalamnya yang serba berkelas.


"San...!, apakah ini benar-benar milik Hilman?" kata Julia seakan tidak percaya.


"Lihat saja surat-suratnya Ma..., tuh ada didalam laci meja rias itu!" kata Susan sambil mulai merapikan barang-barang pindahannya.


"Nyonya Susan Gerhana?, ehh San...?, kok namanya kamu tapi nama belakangnya bukan Segara?, pake nyonya segala lagi!" kata Julia yang heran melihat nama pemilik rumah tersebut.


"Itu artinya?, pemilik dari rumah ini adalah istri dari Hilman Gerhana Ma...!, dan istrinya itu adalah aku!, hehehe...!" kata Susan menjelaskan kebingungan sang Mama.


Sementara itu dikamar lainnya terlihat Hilman sedang membawa masuk 2 buah koper besar yang berisi barang-barang pindahan milik Hana,


"Taro dimana Mi...!" kata Hilman.

__ADS_1


"Ngapain juga kamu yang bawa masuk kesini?, di sana kan ada banyak teman-temanmu yang bisa?" kata Hana yang melihat putranya sendiri yang membawa masuk barang-barang miliknya.


"Bukan begitu Mi...!, Hilman hanya menjaga privasi kamar pribadi Mami dari orang lain selain keluarga sendiri!, makanya Hilman tidak mengijinkan Haris, Rico dan yang lainnya untuk membawa koper-koper ini masuk sampai ke kamar Mami!" kata Hilman menjelaskan.


[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan membuat ibu kandung kagum dengan bantuan Tuan membawa barang-barang pindahan miliknya dan sangat tersanjung dengan sifat melindungi Tuan terhadap dirinya, Selamat..., Tuan mendapatkan hadiah 1.500.000 PP, 900.000 ($) dan 5 PS, masih tersisa 6x perbuatan baik untuk membuka Misi Biasa Bulanan]


"Ahh..., kamu tidak perlu sampai segitunya Man...?, tapi Mami bangga memiliki Putra yang pengertian dan sangat memahami keadaan Mami sepertimu, mmm..., terimakasih nak!" kata Hana yang kemudian memeluk Hilman anak Sulungnya itu.


"Sudahlah Mi...!, itu sudah menjadi kewajiban Hilman sebagai anak laki-laki dan pengganti almarhum Papi!, Hilman berjanji untuk membahagiakan Mami dan Anitha!" kata Hilman dengan tulus.


"Man...!, semua barang sudah diturunkan, kami mau balik sekarang!" kata suara Rico dari luar kamar.


"Temui teman-temanmu sana!, dan sampaikan terimakasih Mami kepada mereka karena sudah banyak membantu beberapa hari ini!" kata Hana.


"Baik Mi...!, gue keluar dulu ya...!" kata Hilman kemudian keluar dari kamar Hana dan menemui Rico dan Haris.


"Sudah beres semua ya...?, oke, itu mobil box kalian bawa saja dan terserah mau parkir di rumah gue yang lama atau di gedung Hill San!, dan juga Ris...!, tolong atur biar itu mobil bisa bermanfaat untuk para anggota kita!" kata Hilman.


"Beres, akan gue atur!, kalau begitu kami pamit dulu!, sampai ketemu lusa di kampus!" kata Haris kemudian berpamitan.


1 Jam kemudian mereka semua telah selesai mengatur dan menata barang-barang pindahan mereka masing-masing, Hilman juga sudah memerintahkan Bimi untuk menyiapkan makan malam untuk mereka semua.


"Semuanya sudah beres Kak..., hanya saja banyak yang kurang?, tuh lemari pakaian gue cuman setengahnya yang terisi, itu artinya masih harus ditambah biar terlihat ada isinya!, meja riasnya juga masih kosong masa cuman ada sebuah kotak bedak dan 1 buah lipstick jari?" kata Anitha.


"Hihihi..., Nith...!, besok loe ikut gue, kita lihat semua keperluanmu itu nanti!, sekalian kita test mobil barunya!" kata Susan dengan senang.


"Man...!, Mama bisa nginep disini?, soalnya Papamu belum kembali dari Taiwan dan artinya mama harus tidur sendiri di rumah!" kata Julia.


"Lha..., Ma..., nanti rumahnya kosong dong!" kata Susan menyela pembicaraan Mamanya dengan Hilman.


"Kalau Mama diijinkan nginep?, ya nanti Mama telepon si bibi dan anaknya jagain rumah kita!" kata Julia.


"Ya, telepon sekarang aja Ma...!, biar mereka tidak terlanjur pulang!, dan Mama bebas mau nginep atau juga tinggal disini terserah, kan..., ini juga rumah anak Mama?" kata Hilman yang membuat Julia tersenyum senang.


[🔉Ting..., Tuan telah berbuat kebaikan dengan membuat Julia Wang kagum dan bangga memiliki calon menantu yang baik seperti Tuan dengan mengijinkannya untuk bisa bebas tinggal di rumah Tuan, Selamat..., Tuan mendapatkan hadiah 1.500.000 PP, 900.000 ($) dan 5 PS, masih tersisa 5x perbuatan baik untuk membuka Misi Biasa Bulanan]

__ADS_1


[🔉Ting..., Selamat..., Tuan telah naik level 8 dan mendapatkan hadiah 10.000.000 PP, 3.000.000 ($). 20 PS dan 1 buah Kotak Misterius Emas]


[🔉Ting..., System : Automatic Status Host]


Nama : Hilman Gerhana


Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 22 Hari


Level : 8/99 (Manusia Biasa)


P. Pengalaman: 10.200.000/95.000.000


Kekayaan : 191.781.650 ($)


Point Skill : 60


Kondisi : Sehat (100â„…)


Inventory :


- 5 bh Token Bawahan


- 1 bh Token Keahlian


- 1 bh Kartu 200% Point Pengalaman


- 1 bh Kotak Emas


Misi Aktif : 1/3


Nui System Versi : 02/10


[Status]-[Performance]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]


"Benar Jeng...!, ngapain juga pulang dan tidur sendiri, mending disini saja dulu sampai suami Jeng kembali dari Taiwan?, biar aku juga ada teman ngobrol disini, kalau ditempat sebelumnya? kan saya ada kesibukan dengan Warung, nah disini?, apa yang harus aku lakukan selain diam?" kata Hana.

__ADS_1


"Benar Jeng, ehh... San..., Hilman...!,kalian juga harus memikirkan keadaan Mami kalian biar nantinya tidak kesepian, apa kira-kira yang cocok agar Mami ada kesibukan ditempat baru kalian ini!" kata Julia memperingatkan Hilman dan Susan.


"Iya Ma..., nanti akan kami pikirkan!" kata Hilman kemudian tersenyum mendengar suara langit yang bergema didalam pikirannya dan melihat layar hijau yang menampilkan secara otomatis Statusnya setiap mengalami kenaikan level.


__ADS_2