
Didalam kamar sebenarnya Hilman tidak tidur tapi dia berkomunikasi dengan Nui, dia sudah berniat untuk minta bantuan Nui untuk memberikan solusi yang terbaik untuknya dalam menghadapi permasalahan dengan kedua orang tua Susan.
"Nui apakah kamu mendengar ku?"
[🔉Ting..., Nui selalu mendengar dan merasakan perasaan hati Tuan, karena Nui sudah menjadi bagian dalam kehidupan Tuan, demikian juga dengan niat Tuan untuk minta solusi sudah Nui ketahui nah apa yang ingin tuan inginkan?]
"Ehh..., yang benar saja Nui!, masa belum saya tanyakan sudah kamu ketahui?" tanya Hilman yang merasa bingung dengan perkataan Nui yang katanya sudah mengetahui semua keinginan Hilman.
[🔉Ting..., apakah Tuan sadar bahwa hanya dengan pikiran Tuan saja, sebelumnya Tuan sudah bisa memerintahkan apa saja kepada Nui?, itu artinya apa saja yang ada dalam pikiran tuan maka itu juga semua sudah diketahui Nui!]
"Wah..., itu berarti saya tidak bisa berbohong dan menyembunyikan sebuah rahasia dari hadapanmu Nui?"
[🔉Ting..., Benar Tuan!]
"Hmm..., kalau kamu sudah mengetahui semua isi hatiku, maka tolonglah bagaimana dan apa yang harus saya lakukan agar papa dan mama Susan bisa menerimaku?"
[🔉Ting..., Nui dapat melihat pikiran dan isi hati dari Hendrik Segara dan Juliana saat Tuan dan Susan menjemput mereka tadi, dan dapat Nui simpulkan bahwa kedua orang tua Susan terebut adalah orang-orang yang mengutamakan material atau kekayaan dalam hidup mereka dan hanya dengan kekayaan juga yang dapat meluluhkan hati mereka]
"Hmm... jadi aku harus menunjukkan kekayaan yang saya miliki saat ini?, apakah itu tidak akan membuat suatu kehebohan karena seorang Hilman Gerhana yang miskin tiba-tiba menjadi seorang konglomerat?"
[🔉Ting..., Tidak yang seperti yang sedang Tuan pikirkan, Tuan bisa memperlihatkan semua yang Tuan miliki pada suatu saat dan belu sekarang!, dan untuk saat ini Tuan bisa memulainya dengan hal-hal kecil terlebih dahulu, misalnya saya tadi melihat dalam pikiran Juliana Wang yang sangat kecewa karena tidak berhasil mendapatkan barang impiannya yaitu sebuah Mutiara Hitam dari Kalimantan, nah di Toko System ada dijual barang-barang mewah termasuk berbagai jenis batu mulia yang tingkatannya akan disesuaikan dengan Versi System, Tuan bisa menyiapkannya sebagai hidangan pembuka untuk meluluhkan hati Juliana yang sedang dahaga dengan bahan perhiasan yang langka tersebut nanti malam]
"Hmm..., ada berapa jenis batu mulia yang tersedia di Toko System saat ini Nui?"
[🔉Ting..., Toko System saat ini sudah tersedia Emas, Berbagai jenis Mutiara dan Berlian yang kualitasnya seperti barang-barang berharga di dunia saat ini, dan kualitas dan jenisnya akan meningkat saat Versi System Tuan Upgrade ke sampai ke level 5]
"Apakah di Toko System tersedia Mutiara Hitam yang sesuai dengan keinginan mamanya Susan?"
[🔉Ting..., Ada Tuan, dan Nui menyarankan untuk menyediakan 3 jenis mutiara yang tersedia di Toko System sebagai modal tuan untuk meluluhkan hati Juliana Wang]
"Bagaimana dengan papanya Susan?, apakah Nui juga melihat sebuah peluang untuk saya membuatnya bertekuk lutut?"
[🔉Ting..., Nui masih harus menatapnya lebih dalam lagi dan mencari peluang tersebut untuk Tuan, dan usahakan untuk Tuan melakukan perbincangan yang serius dengan Hendrik Segara malam nanti]
"Baik Nui tolong belikan 3 jenis barang yang diinginkan mamanya Susan tersebut!"
[🔉Ting..., Tuan telah membeli sebuah Mutiara Akoya seharga 2.000($), sebuah Mutiara Laut Selatan seharga 5.000($) dan sebuah Mutiara Hitam seharga 10.000($) Total kekayaan Tuan dikurangi 17.000($), dan semua barang telah berada didalam Inventory System]
"Terimakasih Nui, kamu memang yang terbaik dan dari suaramu saya bisa pastikan jika kamu adalah seorang manusia maka kecantikanmu bagai seorang Dewi" kata Hilman yang merasa senang kembali mendapat bantuan Nui.
[🔉Ting..., Selamat, Tuan mendapatkan hadiah kejutan dari Nui System berupa 20.000.000 PP, 20.000.000 ($), 20 PS dan 1 Kotak Misterius Diamond karena telah membuat Nui senang dengan pujian atas kecantikan Nui dengan tulus]
[🔉Ting..., Selamat, Tuan telah naik level 5 dan mendapatkan 1.000.000 PP, 2.000.000 )$), 20 PS dan 1 Kotak Misterius Emas]
"Wah..., kejutan lain darimu Nui!, tapi saya berkata dengan benar Nui?, bukan karena mengharapkan sesuatu darimu, bukankah kamu mengajariku untuk bekerja keras?" kata Hilman karena merasa terkejut dengan hadiah dari Nui.
[🔉Ting..., Nui dapat melihat apa yang ada dalam pikiran dan isi hati Tuan, jadi Nui memberikannya karena Tuan dengan tulus mengatakan pujian tersebut tanpa maksud lain]
"Tolong buka semua Kotak Misterius milikku serta gunakan semua Point System dengan merata pada semua Status Skill"
[🔉Ting..., Selamat, Tuan telah membuka Kotak Misterius Perak dan mendapatkan 1.000.000 PP]
[🔉Ting..., Selamat, Tuan telah membuka Kotak Misterius Emas dan mendapatkan 2.000.000 PP dan 2.000.000 ($)]
__ADS_1
[🔉Ting..., Selamat, Tuan telah membuka Kotak Misterius Diamond dan mendapatkan 5.000.000 PP, 5.000.000 ($), 20 PS dan Kartu 200% peningkatan Point Pengalaman]
[🔉Ting..., Menambah 5 Point Skill Intelligence, 20 Point Skill Strenght, 20 Point Skill Vitality, 20 Poin Skill Agility dan 20 Point Skill Alchemic, Selamat...!, Tuan bertambah Kuat, Cepat dan semakin mempesona lawan jenis]
"Ahh..., terimakasih Nui, saya merasakan perubahan besar didalam tubuhku!" kata Hilman yang sedang merasakan aliran darah dan detak jantungnya yang semakin cepat sehingga dua harus duduk diam di atas tempat tidurnya.
[🔉Ting..., Tuan bisa duduk tenang untuk menstabilkan aliran darah dan detak jantung Tuan]
"Baiklah, sekarang tolong tampilkan Status Skill & Teknik dan Status Performance saya!"
[🔉Ting..., System : Status Skill & Teknik Host]
Nama : Hilman Gerhana
Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 18 Hari
Level : 5/99 (Manusia Biasa)
Point Pengalaman : 4.700.000/50.000.000
[Status Skill Host]
Point Skill : Nihil
Intelligence : 10/100
Strength : 40/100
Vitality : 40/100
Alchemic : 30/100
[Status Teknik Host]
Pesona : 10 %
Menyerang : 40 %
Bertahan : 40 %
Kecepatan : 40 %
Penyembuhan : 30 %
Nui System Versi : 01/10
[Status]-[Performansi]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]
[🔉Ting..., System : Performance Status]
Nama : Hilman Gerhana
Umur : 20 Tahun, 6 Bulan, 18 Hari
__ADS_1
Level : 5/99 (Manusia Biasa)
Pengalaman : 4.700.000
Kekayaan : 44.432.900($)
Daya Pikat : 10 %
Daya Serang : 40 %
Daya Bertahan : 40 %
Kecepatan : 40 %
Penyembuhan : 30 %
*Keahlian Khusus*
Belum Ada
*Pengikut*
Hana Lusiana, 47 Tahun, Status \= Ibu Kandung.
Anitha Gerhana, 15 Tahun, Status \= Adik Kandung.
Susan Segara, 19 Tahun, Status \= Istri, Daya Pikat \= 100%.
*Asset*
Belum Ada
Nui System Versi : 01/10
[Status]-[Performansi]-[Skill & Teknik]-[Upgrade]-[Toko]-[Inventory]-[Misi]-[Bantuan]
"Oke Nui...!, cukup dulu untuk saat ini, aku mau istirahat sebentar" kata Hilman kemudian berbaring untuk beristirahat.
Menjelang malam dia baru dibangunkan oleh ibunya, Hilman terbangun dan melihat bahwa hari sudah gelap kemudian dia segera beranjak dari kamar tidurnya dan pergi mandi. Dia harus segera bersiap untuk pergi ke rumah Susan karena dia harus menumpang kendaraan umum atau taxi karena saat ini sepeda motornya sedang diperbaiki karena rusak parah, dan saat sedang mandi pikirannya melayang untuk bisa mendapatkan sebuah kendaraan yang akan dia gunakan malam ini.
"Nui!, apakah di Toko System ada tersedia kendaraan seperti sepeda motor atau mobil?"
[🔉Ting..., Toko System menyediakan semua kebutuhan Tuan sampai dengan berbagai jenis pesawat jet pribadi]
"Hmm..., kalau begitu tolong belikan saya sebuah mobil yang tidak terlalu mewah agar tidak membuat kehebohan!" kata Hilman.
[🔉Ting..., Tuan telah membeli sebuah mobil pribadi kategori biasa seharga 100.000($) dan segera akan diantarkan oleh pihak Showroom ke rumah Tuan, bukti pembelian dan surat-surat kendaraan telah berada di Inventory System]
"Terimakasih Nui" kata Hilman kemudian melanjutkan acara mandinya yang tertunda.
[🔉Ting..., Sama-sama Tuan, tapi lain kali jangan memanggil Nui jika keadaan Tuan dalam keadaan seperti itu, karena Nui bisa melihat benda pusaka Tuan yang ukurannya Jumbo itu dengan jelas]
__ADS_1
"Ehh..., astaga Nui!, kamu adalah cewek pertama yang melihatnya!, ahh..., hilang sudah keperjakaan gue, mmm..., seandainya kamu seorang manusia aku akan minta pertanggungjawaban darimu Nui!" kata Hilman sambi menutup benda pusaka miliknya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.