Suka Sayang Cinta

Suka Sayang Cinta
BAB 10


__ADS_3

Pagi ini sebelum berangkat ke kampus, aku mendapatkan kabar bahwa nanti sepulang kuliah ada pertemuan perdana seluruh kepengurusan BEM lama dan baru.


Saat perjalanan berangkat ke kampus aku memberitahu Angel agar nanti dia dapat pulang lebih dahulu.


Sesampainya di kampus, saat masuk kelas aku melihat Grace dan Aurel terlihat sedang mengerjakan sesuatu.


“Hii guys,” sapaku pada mereka berdua.


“Claireee …” Kata mereka berdua sambil memelukku.


“Claire sorry ya, gara-gara ngikutin ide gila gue, lu jadi kenapa-kenapa kemarin.” Kata Grace meminta maaf padaku.


“Aku gak kenapa-kenapa kok, gak ada luka juga, gapapa Grace.” Jawabku pada Grace yang membuat dia langsung melihat badanku untuk memastikan aku benar baik-baik saja.


“Kemarin kamu kenapa tiba-tiba lari ninggalin kita?” Tanya Aurel seusai melepaskan pelukannya padaku.


“ Hmm .. gapapa, aku gak usah aja keributan kayak gitu,” jawabku dengan tersenyum.


“Oh ya trus kemarin tuh gimana ya jadinya setelah aku tinggal?” Tanyaku penasaran pada Grace dan Aurel.


“Hmm.. jadi waktu lu pergi, kita sempet kan panggil-panggil mau kejar lu gitu, nah itu si pelakunya juga kayak bodo amat pergi gitu. Terus akhirnya yang nerusin ngejar liat kondisi lu tuh Angel doang kan, gue sama Grace akhirnya nyamperin kak Jeff sama Theo. Trus Grace sama dia kayak minta maaf sama bilang makasih gitu sih, trus kan gue ngeliat tangan dia kayak memar merah gitu, mungkin kena keserempet spionnya kali ya, nah gue sempet nawarin kayak mau obat gak, terus dia bilang gak usah, gak lama itu dia pergi sama kak Theo ninggalin kita berdua.” Jelas Aurel padaku yang sedikit terkejut mendengar bahwa ternyata di tangannya memar, sedangkan di chat dia bilang baik-baik aja.


“Oh emang parah ya memar tangannya?” Tanyaku masih penasaran.


“Jujur aja aku gak terlalu tau banget, dia tutupin bagian tangannya yang kena itu sama tangan satunya lagi,” jawab Aurel padaku.


“Hehehehe kalau penasaran kondisinya, chat aja deh Claire.” Goda Grace padaku dengan senyum lebar.


“Ihh gakk mau, kan cuma nanya. Kemarin aku gak tau soalnya akhirnya gimana.” Balasku menanggapi godaan Grace yang tidak dilanjutkan lagi karena dosen pengajar pagi ini sudah datang.


...--------...


Sepulang kuliah hari ini aku, Aurel, dan Grace langsung menuju ke ruang BEM untuk datang ke acara perdana kita.


Ketika kita sampai di depan ruang BEM, sekilas aku lihat ke dalam dan tampak ruang BEM sudah cukup ramai dengan beberapa anggota BEM dari kepengurusan yang lama.


“Ayoo dekk silahkan masuk.” Sambut salah satu Kakak tingkat cewek yang ada di dekat pintu.


Kita bertiga pun langsung masuk bersama dengan dua orang teman seangkatan kita yang lain.


Setelah masuk ke dalam ruangan tersebut, Aurel langsung mengajak aku dan Grace untuk duduk di pojok belakang dekat pintu masuk di bagian anggota kepengurusan baru.


Di depanku, di tempat gerombolan kepengurusan lama, terlihat Kak Jeff bersama Kak Theo dan Kak Arthur yang seperti biasa selalu bersama sedang berbincang-bincang bersama dua teman cowok lainnya.

__ADS_1


Tetapi tak jauh dari Kak Jeff terdapat dua orang cewek yang duduk dan seperti sedang ikut berbincang-bincang dan bercanda bersama Kak Jeff dan teman-temannya. Saat melihat cewek tersebut, menurutku tidak asing dua cewek tersebut di mataku.


Dua cewek itu melekat diingatanku, yap, itu kating yang dulu pernah ada di depan fotokopi waktu kejadian itu. Satu temannya tidak ada, tetapi dua orang ini termasuk dari tiga cewek yang waktu itu ada di depan tempat fotokopi itu.


Salah satu dari dua cewek itu yang berambut lebih panjang, lama kelamaan bila diamati duduknya semakin dekat dengan Kak Jeff.


Rupanya Kak Jeff menyadari hal tersebut dan kini dia memilih untuk berdiri dan pamit meninggalkan teman-temannya ke toilet.


Saat jalan ke toilet, Kak Jeff terlalu fokus menunduk melihat ponselnya hingga dia tidak sengaja menabrak punggung seorang cowok teman seangkatannku yang sedang berdiri di dekat toilet.


Ketika menabrak, dari yang aku lihat dia langsung memegangi lengan kanannya sambil sedikit meringis menahan sakit.


Melihat hal itu, aku menjadi khawatir dan menjadi ingat apa yang dikatakan Aurel tadi pagi berarti benar, dia ada memar di tangannya.


...--------...


Acara akhirnya dimulai dengan diawali sapaan pembuka dari ketua BEM periode lama.


Setelah itu, diadakan games-games kecil untuk menghidupkan suasana pertemuan hari ini.


Awalnya yang seperti ada jarak antara angkatanku dengan para kating kini sedikit-sedikit mulai bisa membaur bersama.


Setelah selesai bermain games, mulai masuk ke acara resmi yaitu pembahasan untuk melakukan pemilihan ketua BEM periode baru.


Saat mengetahui hal itu, aku terpikirkan untuk memilih Kak Jeff sebagai ketua BEMnya. Tetapi kita semua anggota BEM, masih belum boleh memberitahukan kepada orang lain tentang hal ini.


Tidak lama lagi, kita anggota BEM baru akan mulai bekerja untuk melakukan pemilihan ketua BEM yang masih dibantu oleh anggota BEM lama.


Beberapa hari lagi, kita akan dibagi-bagi tugas dan dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari anggota BEM lama dan baru, tetapi untuk BEM lama yang masih menjabat lagi di periode baru ini, dalam bekerja akan lebih banyak berjalan sendiri.


“Eh semoga nanti kita bertiga bisa kerja bareng, kita sekelompok yaa.” Kata Grace berbisik ke aku dan Aurel.


“Hmm iyaa.” Balas Aurel singkat dengan suara pelan.


Setelah menjelaskan tentang pelaksanakan pemilihan ketua BEM, kita para anggota baru BEM yang sama sekali belum pernah menjabat di BEM, diminta untuk duduk di daerah depan layar yang akan menayangkan power point karena kita mau lebih dikenalkan tentang apa itu BEM, aturan-aturan yang ada di BEM, dan lain-lain yang berkaitan dengan diri kita selama menjabat di BEM.


Aku, Aurel, dan Grace langsung berpindah tempat duduk dan kita memilih duduk di barisan yang paling belakang.


Dari tempatku aku mencoba melihat-lihat ke sekitarku dan tak sengaja mataku menangkap kembali, di ujung dekat pintu masuk, Kak Jeff sedang berbicara dengan salah satu Kakak tingkat lain. Di belakang Kak Jeff tak jauh darinya dua cewek yang tadi aku lihat duduk di kursi belakang Kak Jeff.


“Ngeliatin apa Claire?” Tanya Aurel berbisik padaku.


Aku berpikir sejenak, apa perlu memberitahukan tentang dua cewek kating tersebut ke Aurel.

__ADS_1


“Hmm itu cewek yang di deket Kak Jeff, itu termasuk dua dari tiga cewek kating yang waktu itu Angel ceritain waktu kejadian di fotokopi.” Jelasku pada Aurel akhirnya.


“Hahhh dua cewek itu?” Tanya Aurel tampak terkejut.


“Iyaa. Tapi waktu itu ada tiga orang, cuma satunya gak ada di sini.” Kataku pada Aurel dengan berbisik.


“Kenapa kalian?” tanya Grace yang ingin tahu.


“Lu tahu kan itu dua cewek yang sekarang lagi duduk di belakang Kak Jeff yang lagi berdiri di deket pintu.” Jelas Aurel menyuruh Grace melihat ke arah Kak Jeff.


“Iyaa gue tau, itu kating dua tahun di atas kita kan ya, bawahnya kak Jeff satu?” Celetuk Grace sambil berbisik.


“Nahh bener. Itu ya Claire yang duduknya lebih ke Kak Jeff namanya Kak Daisy, trus kalau yang sebelahnya Kak Olive. Nah yang kayak terkenal di kalangan kating-kating gitu tuh yang Kak Daisy. Dia kan juga selebgram gitu, dia lumayan terkenal deh, kamu gak tahu?” Jelas Aurel padaku yang jujur baru kali ini lagi aku baru tentang semua itu.


“Gak tahu, aku masuk kampus sini tuh bener-bener gak tahu apa-apa, gak ada kenalan juga. Setahun di sini makanya rasanya kayak masih kurang, aku gak terlalu tahu banyak orang,” kataku pada Aurel.


“Ntar lu pulang liat deh ig yang ak Daisy, dia update banget di ignya, jadi kalau lu mau tau lebih tentang dia, ikutin aja ignya.” Jelas Aurel kembali memberitahu aku.


“Hmm trus hubungannya sama Kak Jeff apa ya?” tanyaku masih penasaran.


“Nah, kalau itu gue gak tau. Mungkin dia emang suka, kalau misal jadian apa gimana gue gak tau, kayaknya di ig yang Kak Daisy juga gak pernah sih ada foto dia sama Kak Jeff.” Kata Aurel yang aku balas hanya dengan anggukan kecil.


Kini aku menjadi sedikit lebih penasaran dengan Kak Daisy tersebut karena aku sama sekali tidak tahu tentang dia.


Bila aku lihat sepanjang di ruangan ini, memang Kak Daisy sepertinya sangat suka dengan Kak Jeff karena dia yang terlihat seperti terlalu agresif.


Sekarang jam menunjukkan jam lima sore dan akhirnya acara hari ini selesai.


Pertemuan selanjutnya masih akan diadakan lagi dalam waktu dekat, tetapi untuk waktu tepatnya kapan masih belum diberitahu.


Saat jalan keluar kampus karena aku masih penasaran, aku mencoba bertanya kembali pada Aurel.


“Rell, terus kak Daisy ini jadi kayak cewek terkenalnya kampus ini ya?” tanyaku langsung pada Aurel.


“Hmm gimana ya, kalau dibilang terkenal iyaa, tapi yang lain kan top-top dari kampus kita juga masih banyak. Cuma dia tuh kalau di angkatannya yang paling terkenal ya dia gitu, terus dia emang kayak terkenal suka deket sama banyak kating, terutama kating cowok. Kakak gue tuh bahkan sempet ada kenal tahu sama dia,” jelas Aurel padaku.


“Intinya dah lu ati-ati aja ke depannya. Ribet kalau sampe urusan sama dia, gue gak boong deh, kan lu ngerti sendiri lah kalau orang famous gitu tuh gimana. Gue gak heran kalau ternyata kating yang lu maksud dia, makanya bisa nyebernya cepet sampe ke temen-temennya gitu, tapi tenang aja Claire, lu aman sepanjang lu gak cari-cari masalah sama dia.” Sambung Aurel menjelaskan kembali padaku.


“Clairee, Rell gue duluan ya, itu mobil gue dah sampe.” Oamit Grace padaku dan Aurel.


“Ehh gue kayaknya juga dah di jemput, itu belakang mobil Grace mobil gue deh. Gue pulang juga ya Claire.” Kini pamit Aurel padaku.


Setelah Aurel dan Grace pulang, aku memutuskan untuk langsung jalan kaki pulang ke kos.

__ADS_1


Saat pulang jalan sendiri, aku merenung dan sedikit menjadi kepikiran lagi tentang sebenarnya kak Daisy itu sama temen-temennya sudah ngomong apa aja, apa namaku di angkatan dia sudah tersebar kalau aku suka kak Jeff? Atau bahkan sampai sudah ke beberapa kating yang di atas dia juga ya?


__ADS_2