Suka Sayang Cinta

Suka Sayang Cinta
BAB 4


__ADS_3

Setelah menunggu kurang lebih satu jam, akhirnya kini giliranku untuk masuk diwawancarai.


“Semangat Claireeee, pasti kamu bisaaaa,” kata Angel menyemangatiku ketika aku akan masuk ke ruangan wawancara.


Saat masuk ke dalam ruangan tersebut, ternyata di dalam ruangan terdapat 5 meja dengan di setiap meja itu terdapat 1 kating yang duduk menunggu kita yang akan diwawancarai.


“Atas nama siapa Dek?” tanya Kak Arthur yang berdiri mengabsen di dekat pintu masuk.


“Claire Jasmine Kak,” jawabku pelan.


“Okee, di meja 4 ya.” Perintah Kak Arthur kepadaku.


Saat aku melangkah ke meja 4, aku merasa tampak sepasang mata yang mengekoriku saat aku berjalan hingga ke meja 4 ini.


Yap, itu Kak Jeff yang berada di meja 3. Merasa gugup akhirnya aku hanya terus menunduk dan duduk di depan meja 4 tersebut.


“Sore Dek, perkenalkan nama Kakak Naomi, di sini kakak yang akan mewawancarai Adek hari ini,” kata perempuan berambut panjang dan berkaca mata di depanku memperkenalkan diri.


“Ehh iyaa Kak, nama saya Claire Jasmine,” jawabku dengan suara pelan dan sedikit gugup.


“Okee, tenang-tenang, jangan gugup yaa. Nama panggilannya siapa ya?” kata Kak Naomi sambil menenangkan aku.


“ Claire Kak,” jawabku singkat.


Setelah perkenalan singkat tersebut, wawancara pun dimulai. Selama wawancara aku merasa sedikit tidak nyaman karena aku tetap merasa tidak jauh dariku terdapat sepasang mata yang terkadang seperti mengawasiku.


“Okee, untuk yang terakhir yaa, selama setahun di FK, sudah ada punya kenalan anak BEM belum? Kalau ada, sapa aja ya?” tanya Kak Naomi.


“Belum ada Kak,” jawabku langsung karena kenyatannya memang selama tahun angkatanku belum boleh masuk BEM, aku sama sekali juga belum ada kenalan kating yang merupakan anggota BEM.


“Makasih banyak ya Clairee, sudah mau berpatisipasi di pendaftaran anggota BEM ini, semoga nanti hasilnya memuaskan ya,” kata Kak Naomi dengan ramah.


“Terima kasih juga Kak,” balasku dengan tersenyum dan bersiap untuk beranjak keluar ruangan.


“CLAIREEEEEEEEEE gimana-gimanaaa, bisa jawabin semua pertanyaannya ga? Ada ditanya yang aneh-aneh gitu gaak?” tanya Grace dengan penuh semangat.


“Hehehehe bisa kok, aman-aman,” jawabku dengan sedikit tersenyum.


“Ihh sumpahh yaa, tadi gue sempet gak fokus, gue kan di meja 2 itu meja 3 ada kak Jeff, dia ganteng banget dari samping, terus kayak kalau lagi wawancarain itu serius banget, bener-bener kayak perhatiin orangnya gitu. Kenapaa aku gak dapet dia yaa.” Celetuk Grace sambil senyum-senyum sendiri yang langsung mendapatkan dorongan pelan dari Aurel untuk menyadarkan Grace yang terlalu halu.


“Ihh ngapain sih dorong-dorong.” Tegur Grace pada Aurel.


“Lu sumpah yaa, kayak orang kesambet dahh, gak usah halu aneh-aneh lu, pakek senyum-senyum segala lagi.” Tegur Aurel balik ke Grace.

__ADS_1


“Hmm .. kita tungguin Angel sekalian kali yaa, kan dia setelah ini nih.” Kataku pada Aurel dan Grace yang langsung dibalas dengan anggukan dari mereka.


Aku bersama Aurel dan Grace akhirnya memutuskan untuk tetap duduk di ruang tunggu tempat selesai wawancara untuk menunggu Angel sampai keluar dari ruangan.


...--------...


Di tempat tunggu untuk masuk wawancara, kini Angel hanya tersisa bersama 3 orang lainnya. Kini, mereka berempat dipanggil untuk masuk semua.


“Atas nama siapa Dek?” tanya Arthur pada Angel.


“Mirabel Angel Kak,” jawab Angel.


“Okee langsung ke meja 3 ya.” Balas Arthur mengarahkan Angel.


“Sore Kak.” Sapa Angel saat sampai di meja nomer 3.


“Sorrr…ree.” Jawab Jeff sambil mengangkat kepala menatap Angel dan tampak kaget saat mengetahui siapa yang ada di depannya.


“Silahkan duduk.” Perintah Jeff sambil mengernyitkan dahi memikirkan sesuatu hal.


“Kenalin nama gue Jeff, gue di sini yang akan wawancar lu,” kata Jeff memperkenalkan diri singkat dengan nada datar.


“Baik Kak, nama saya Mirabel Angel Kak, biasa dipanggil Angel.” Sambung Angel memperkenalkan diri juga pada Jeff dengan perasaan sedikit takut.


Setelah perkenalan singkat tersebut, wawancara pun dimulai.


Sebelum mengakhiri wawancara tersebut, karena Jeff penasaran dengan sesuatu akhirnya dia mencoba untuk menanyakannya.


“Lu sebenernya yang waktu itu di tempat fotokopi sama temen lu satu lagi itu kan?” Tanya Jeff langsung pada Angel yang membuat Angel membelalakkan mata.


“Eh yang mana ya Kak maksudnya?” Karena bingung harus bagaimana, akhirnya Angel mencoba untuk pura-pura lupa.


“Gak usah pura-pura lupa deh, lu kan yang waktu itu ngomong agak kenceng tentang temen lu yang lagi liatin gue? Ya ga?” Kata Jeff yang kini lebih mendesak Angel untuk mengatakan yang sebenarnya.


“Ehh …i...yaa…Kakk, ma….af Kak, tapi itu cuma salah paham.” Jawab Angel akhirnya mengakui dengan terbata-bata karena gugup.


“Maksud lu salah paham gimana tuh?” tanya Jeff kembali ingin tahu.


Angel kali ini benar-benar sangat bingung sekali, harus menjelaskan bagaimana ke Jeff. Di sisi lain dia juga takut salah ngomong ke Jeff yang bisa membuat Claire jadi semakin banyak masalah.


“Jeff lu wawancaranya tumben lama banget?” Tanya salah satu temannya yang sedang merapikan ruangan karena pewawancara yang lain sudah pada selesai kecuali meja Jeff.


“Iyaa, ini juga dah kelar kok.” Jawab Jeff dengan mengacungkan jempol kepada temannya tersebut.

__ADS_1


“Laen kali, gue cari lu, lu harus jelasin maksud lu waktu itu apa sama temen lu,” kata Jeff berbisik sambil berdiri meninggalkan meja tersebut.


Badan Angel kini seperti terasa bergetar karena merasa takut dengan Jeff.


Apa yang selama ini dia pikirkan dan ketahui tentang Jeff yang aslinya katanya baik, berbeda 180 derajat dengan apa yang dia hadapi sekarang benar-benar di depannya sendiri.


...--------...


“ANGELLLLLL … lancarrkannn? Ato gimana? Gimana tuh diwawancarain sama kak Jeff dia kayak serius banget yahh orangnya?” tanya Grace yang tetap paling heboh.


“Hehehehehe aman kok. Iyaa sih dia emang kayak serius gitu nanyainnya, sama kayak kalau ngomong datar aja gitu ya ternyata orangnya.” Balas Angel dengan sedikit tersenyum menyembunyikan ketakutannya yang kini sudah mulai menghilang.


“Dia inget gak lu siapa?” tanya Aurel.


“Ehh gak kok, hehehehhe.” Jawab Angel berbohong karena tidak ingin teman-temannya tahu apa yang terjadi di dalam tadi.


“Ya dahh yukk kita pulang sekarang.” Ajak Aurel ke semuanya.


...--------...


“Ngell, kamu beneran gapapa tadi? Aman sama kak Jeff?” Tanyaku ingin memastikan lagi pada Angel karena aku ragu dengan apa yang aku lihat sendiri saat Angel keluar dari ruangan.


“Benerann Clairee, cuma ya seperti yang tadi aku bilang, ternyata dia orangnya kalau ngomong datar gitu, kayak dingin-dingin gimana gitu, hehehehe” balas Angel dengan sedikit tersenyum.


“Hmm .. okee deh. Nih kita pulang mau mampir ke swalayan biasanya dulu gak? Kan bahan makanan kita dah mau habis nih,” kataku bertanya pada Angel.


“Boleh deh,” balas Angel singkat.


Sesampainya di swalayan, seperti biasa kita langsung menuju ke area bahan makanan, untuk memilih-memilih apa saja yang kita perlukan.


Kali ini aku dan Angel cukup banyak memilih makanan-makanan yang akan ingin kita jadikan stok.


Setelah selesai memilih-milih apa saja yang dibeli, kini kita berdua sedang antre di kasir. Saat sedang antre tiba-tiba pintu swalayan terbuka dan tampak dua orang pria yang masuk sambil berbincang-bincang.


“Iyaa nih, coba tadi Jeff gak lama, breafing kita juga gak ditunda jadi besok gak sih.” Kata salah satu pria yang baru saja memasuki swalayan tersebut.


“Ehh Claire, kamu lagi bawa uang banyak gak? Ini kayaknya atmku ketinggalan deh, aku lagi gak bawa.” Kata Angel tiba-tiba sambil menepuk bahuku yang membuat aku sekarang menjadi menoleh ke Angel.


Deg, seketika aku merasa, ada sesuatu yang baru saja terjadi dengan Angel tetapi dia tidak menceritakannya padaku.


Rupanya Angel baru saja juga mendengar percakapan dua orang tersebut, tetapi dia ingin aku tidak mendengarnya sehingga dia mengajakku berbicara seperti itu.


Kini ketika kita sudah di antrian depan, Angel langsung mengambil keranjang belanjaan dariku dan mengeluarkan barangnya untuk dibayar. Dia seperti sedang menyibukkan diri agar aku tidak bertanya-tanya atau mengajak dia berbicara.

__ADS_1


__ADS_2