
Setelah dua minggu akhirnya, hari ini adalah pengumuman penerimaan anggota BEM.
Sepanjang kuliah, Aurel, Grace, dan Angel sangat tidak sabar menunggu hasilnya, mereka sangat berharap bisa diterima, terutama Aurel. Tetapi aku hanya pasrah, karena sebenarnya aku juga tidak tertarik masuk ke BEM, aku hanya tertarik karena bisa mendapatkan beasiswanya saja.
Ketika perkuliahan hari ini selesai, aku bersama ketiga temanku langsung menuju ke depan ruang BEM karena pengumuman penerimaan ada di sana. Ketika sampai di sana, di depan papan pengumuman sudah banyak yang berdesakan untuk melihat hasilnya.
“Yukk buruann kita maju yukk, gue dah penasaran banget nih.” Kata Aurel pada kita bertiga yang diikuti dengan Grace yang langsung melangkah maju berusaha untuk bisa melihat kertas yang ada di papan.
Dari jarak agak kejauhan aku berusaha melihat apakah namaku ada. Di lembar pertama yang berisikan 15 orang, namaku tidak ada, lalu aku berusaha untuk melihat ke lembar yang kedua.
Ternyata namaku ada di urutan ke 28, tampak namaku Claire Jasmine tertulis di lembar tersebut.
“Huwaaa aku gak masuk sendiriannn,” kata Angel sedikit sedih dan matanya yang terlihat berkaca-kaca di sampingku.
Aku masih tidak merespon Angel karena aku berusaha untuk mencari nama ketiga temanku. Ternyata benar saja, Angel tidak diterima. Dari kita berempat hanya Angel saja yang tidak diterima, sedangkan aku, Aurel, dan Grace masuk ke dalam 30 mahasiswa yang diterima.
“Ngell udahh, gak usah sedih gitu, gapapa masih ada kesempatan kok, gak harus tahun ini aja.” Kataku mencoba menenangkan Angel dan mengajak dia menepi dari kerumunan itu.
“Angellkuuu omaygatt jangann sedihh dongggg.” Kata Grace langsung memeluk Angel saat dia sudah menjauh dari kerumunan dan melihat wajah Angel yang tampak sedih.
“Gimana gak sedih, kalian semua keterima, aku doang yang gak masuk, trus gimana kalau kalian ada acara apa-apa aku akan selalu sendirian jadinya,” kata Angel dengan nada sedih.
“Ngelll lu jangan gitu dong, kalau kita ada acara, meskipun kita gak kerja bareng secara langsung gitu, kan paling gak kita bisa ada di acara itu bareng-bareng, lu bisa join sebagai pesertanya gitu Ngell.” Kata Aurel kini mencoba membuat Angel tidak sedih.
“Hmm ...” Gumam Angel menjawab Aurel kemudian mengusap air matanya yang sempat menetes sekali.
“Dah ah, pulang yuk, gak mau lama-lama di sini, buat makin sedih ntar.” Kata Angel menarik tanganku mengajak pergi.
“Ya udah, yukk kita pulang aja.” Kataku mengikuti Angel yang diikuti oleh Aurel dan Grace di belakangku.
Saat perjalanan pulang, Angel tiba-tiba mempunyai pemikiran bahwa kemungkinan penyebab yang membuat dia tidak lolos ini pasti berkaitan sama kak Jeff kemarin.
Entah mengapa tiba-tiba Angel memiliki keyakinan itu dan kini ingin marah sekali rasanya dia ke kak Jeff. Angel merasa geram sekali pada kak Jeff, padahal itu cuma hal kecil sebenarnya. Tetapi perkaranya karena salah paham dia langsung seperti itu.
“Clairee aku masuk kamar dulu yaa, capek mau bobok dulu.” Pamit Angel padaku, ketika sampai di kos.
“Okee, dah gak usah terlalu dibawa stress yang tadi itu.” Kataku mengingatkan Angel yang hanya dibalas oleh anggukan kecil dari Angel.
...--------...
“Ting” bunyi handphoneku yang menandakan ada notif masuk.
Aku langsung membuka handphone dan ternyata itu notif dari lineku. Ternyata aku baru saja diundang untuk join grup BEM kepengurusan yang baru. Seketika aku langsung join ke grup tersebut.
Tak lama setelah semua anggota pada masuk, salah satu dari kakak tingkat yang ada di grup tersebut mengucapkan selamat datang kepada anggota baru dari BEM periode ini.
Total kepengurusan BEM ini nantinya 40 orang, dengan 10 orang kating yang sudah koas dan 30 orang campuran mahasiswa FK dari semester 3-7.
Kemudian kakak tersebut menjelaskan, bahwa seperti biasa kampusku setelah melakukan pemilihan anggota BEM, maka sekarang baru waktunya menentukan ketuanya.
Ketuanya tersebut diambil dari kating yang sudah masuk koas tahun pertamanya yang sekaligus itu merupakan angkatan tertua di BEM ini.
__ADS_1
Nantinya, kegiatan pertama yang kita kerjakan dari BEM yaitu melaksanakan pemilihan umum di masyarakat kampus Fakultas Kedokteran untuk memilih ketua BEM.
Setelah menjelaskan panjang lebar mengenai kegiatan pertama yang nanti harus mulai kita pikirkan bersama, tiba-tiba kakak tingkat tersebut meminta kita untuk mengumpulkan identitas diri seperti nama lengkap, angkatan, asal kota, tanggal lahir, dan lain-lain sesuai formatnya ke kak Jefferson melalui personal chat.
Awalnya aku tidak terlalu sadar siapa itu kak Jefferson, tetapi ketika kakak tingkat yang dari tadi memberi pengumuman mengetag yang bernama Jefferson seketika aku sadar saat melihat dp linenya kalau itu kak Jeff.
Kini aku bingung dan tiba-tiba jantungku seperti berdetak cepat tak karuan.
Aku pun akhirnya langsung mencoba mengechat Aurel,
Claire: Rell, itu kita harus banget chat kak Jeff ya?
Claire: Itu Jefferson, bener nama lengkapnya kak Jeff kan ya?
Aurel: Iy, bnr. Gue jg kaget waktu dikasih tau itu
Aurel: Gue lsg kepikiran lu tau
Claire: Hmm oke :)
Aurel: Hrsnya dia dah lupa ga sih sama lu tuh?
Claire: Jujur ga tau de
Aurel: Duh, ya dah gapapa kali ya. Lu chat aja singkat, kasih data lu lsg, ga usah ngomong apa-apa lg hbs itu
Claire: Iya deh, gitu aja.
Di tengah masih chat Aurel tiba-tiba notif chat dari Grace masuk,
Claire: Belum, hehehe
Grace: Gue kaget waktu tau kalo hrs chat dia bwt kasih datanya. Gue mikirin lu gimana, dia dah lupa kali ya?
Claire: Doain aja, moga beneran kayak gitu, wkwkwk
Grace: Ahh iyaa deh, gue doain lu aman deh sama dia
Grace: Kalo sampe lu knp” kasih tau gue aja gapapa, gue bantuin
Claire: Okee”, thanks sis :)
Akhirnya kini aku memberanikan diri untuk langsung mengechat kak Jeff, setelah mengisi format yang harus aku kirim ke dia.
Claire: Malam kak, saya ingin mengirimkan data saya kak
Claire: Nama: Claire Jasmine
TTL: Blitar, 30 April 2002
Alamat: Jl. Anggur No. 25, Blitar
__ADS_1
Angkatan: 2020
Moto hidup: Jangan pernah menyerah bila gagal, karena kegagalan suatu kunci menuju kesuksesan
Claire: Terima kasih kak
Setelah mengirimkan chat tersebut aku langsung memilih untuk off dari line, karena aku sangat deg-deg an menunggu balasannya.
Tak lama dari itu, benar saja notif menandakan ada chat masuk terdengar.
Aku mencoba membuka lock screen dan melihat chat masuk tersebut hanya dari luar. Benar saja, kak Jeff sudah membalas chatku dan dari notif terlihat ada 3 chat dari dia.
Aku agak bingung tetapi juga penasaran, akhirnya aku mencoba untuk membuka chat tersebut,
Jefferson: Ok.
Jefferson: Selamat bergabung
Jefferson: Panggilannya Claire?
Saat membaca chat yang terakhir, sontak aku kaget dan cukup membuat jantungku berdetak semakin kencang.
Dipikiranku sekarang bermacam-macam, mulai dari kenapa dia tahu nama panggilanku? Apa nama panggilanku terlalu mudah ditebak? Apa aku masalah dengan dia 2x dia jadi cari tahu aku sebenernya siapa? Apa dia cuma iseng-iseng nebak?
Setelah berpikir sendiri selama beberapa menit, akhirnya aku mencoba membalas dengan singkat,
Claire: Iyaa kak, benar
Dan tak lama setelah itu, langsung masuk kembali notif dari chat. Dan ketika aku melihat chatnya dari luar, hanya ada satu kata dari balasannya,
Jefferson: Ok.
Sial. Bila tahu ternyata hanya seperti ini mengapa aku harus sampai merasa berlebihan. Menyebalkan.
...--------...
Jefferson:
“Drett.. drett..” Seketika gue langsung buka handphone gue. Dan, gue liat ada notif dengan nama Claire Jasmine masuk ke gue.
Claire: Malam kak, saya ingin mengirimkan data saya kak
Claire: Nama: Claire Jasmine
TTL: Blitar, 30 April 2002
Alamat: Jl. Anggur No. 25, Blitar
Angkatan: 2020
Moto hidup: Jangan pernah menyerah bila gagal, karena kegagalan suatu kunci menuju kesuksesan
__ADS_1
Claire: Terima kasih kak
Akhirnya yang gue cari-cari, ketemu juga nih orang.