Suka Sayang Cinta

Suka Sayang Cinta
BAB 7


__ADS_3

Hari ini jadwalnya untuk praktikum kembali dan aku berangkat cukup pagi hari ini sehingga tidak terlambat.


Setelah menyimpan barang-barangku di loker seperti biasa, aku dan Angel langsung memutuskan untuk masuk ke ruang praktikum dan menunggu di dalam.


Aurel dan Grace ternyata belum datang, akhirnya aku dan Angel memilih duduk di baris ketiga di tepi kanan.


Tak lama kemudian Aurel pun datang dan kemudian disusul dengan kedatangan Grace. Ketika Grace datang, dari pintu dia terlihat sedikit berlari ke arah kita dan seperti sedang semangat.


“Ehhh kalian tau gak sih, gosipnya sapa aja yang bakalan jadi calon ketua BEM kita periode bentar lagi ini,” kata Grace dengan penuh semangat.


“Siapa aja nih?” tanya Angel penasaran.


“Katanya yang gue denger calonnya ada dua, kak Arthur sama Jeff, omaiigattt kak Theo kok ga sekalian yaaa.” Kata Grace dengan tetap penuh semangat dan senyum-senyum sendiri.


“Sungguhaannnnn????? Tapi kayaknya bisa lebih menangan kak Arthur gak sih? Dia lebih banyak kenalan apalgi kakaknya tuh dulu juga alumni sini juga,” kata Aurel memberi pendapat.


“Kalau sampai beneran gitu, kalian pada pilih siapa buat ketuanya?” Tanya Grace kembali kali ini dengan tampak sedang berpikir.


“Gue mungkin kak Arthur deh,” kata Aurel menjawab.


“Kayaknya aku juga kak Arthur,” sambung Angel menjawab.


“Aku bingung deh, beneran,” kataku menjawab.


“Samaa Claire aku juga bingung, gak ada kak Theo sih, ada dia aku langsung pilih dia lah pasti.” Kata Grace dengan senyum-senyum kembali.


“Selamat pagi semuanya.” Kata dosenku tiba-tiba saat memasuki ruang kelas yang diikuti dengan beberapa orang kating yang sepertinya asdos.


“Aduhh lagi-lagi orang itu,” batinku dalam hati saat melihat ada Kak Jeff beserta dua temannya yang selalu ada.


“Ihhh ada Kak Theo, omaygatt itu sekawan bertiga selalu bareng ya ke mana-mana.” Kata Grace dengan matanya yang tetap menuju ke depan menatap sang pujaan hati.


“Hstttt lu jangan berisik.” Tegur Aurel pada Grace yang membuat Grace kini terdiam.

__ADS_1


“Praktikum kita pagi ini saya ditemani delapan Kakak tingkat kalian yang akan membantu kalian selama praktikum hari ini. Nanti akan saya bagi 8 kelompok, sesuai nomor induk masing-masing didampingi oleh satu kakakk asdos. Sebelum praktikum kita masuk ke dalam masing-masing kelompok, sekarang saya akan memberikan materinya terlebih dahulu selama setengah jam ya,” kata dosenku menjelaskan untuk hari ini.


“Ihh nanti kita sama sapa yaa, moga dapet Kak Theo dongg, pleaseeeee.” Kata Grace dengan berbisik ke kita bertiga.


Setelah setengah jam dijelaskan materi, kini waktunya kita untuk masuk ke dalam kelompok masing-masing. Karena dibagi 8 kelompok, jadi tiap kelompok total berisi 10 orang. Aku, Aurel, Grace, dan Angel tidak ada yang 1 kelompok.


“Semuanya setelah melihat nama kelompok langsung ke meja praktikum masing-masing bersama Kakak asdos yang sudah ada.” Kata dosenku di tengah-tengah kita sedang melihat pembagian kelompoknya.


Saat aku berjalan menuju ke tempat kelompok 3, kini di depanku tampak punggung seorang pria yang sedang berdiri bersandar ke meja dan sedang sibuk memainkan handphonenya. Yapp, untuk asdosnya kelompokku dapat Kak Jeff.


Dengan berusaha menempatkan diri biasa saja, aku berjalan dan kemudian duduk di salah satu kursi yang berada di paling ujung dari meja panjang itu, agar aku jauh dari jangkauan Kak Jeff.


Saat aku menarik kursi dan kemudian duduk, sekilas aku melihat ke arah Kak Jeff dan dia masih tetap sibuk bermain handphone.


Aku melihat ke arah teman-temanku yang lain dan ternyata kelompok Aurel bersama dengan Kak Arthur, Angel bersama dengan salah satu Kakak asdos yang cantik, sedangkan Grace sesuai dengan keinginannya, ia mendapatkan Kak Theo.


“Pagi semuanya, perkenalkan di sini aku Jefferson biasanya dipanggil Kak Jeff, aku di sini yang akan bantu kalian selama di blok ini ada praktikum histologi.” kata Kak Jeff memperkenalkan ke kita kelompok 3.


Sekilas aku melihat ke teman-teman sekelompokku, cewek-cewek yang ada di kelompokku beberapa seperti sekilas senyum-senyum sendiri melihat Kak Jeff saat perkenalan.


Perkenalan di mulai dari teman sekelompokku yang berada di ujung dekat Kak Jeff. Kalau aku hitung-hitung aku urutan orang terakhir yang akan memperkenalkan diri.


“Nama aku Claire,” kataku ketika mendapatkan giliran.


“Claire sama dua teman di samping Claire, kalau aku nunjukin gambar-gambar yang ada di laptopku ini kalian keliatan jelas gak?” Kata Kak Jeff tiba-tiba bertanya padaku, Jean, dan Cassie.


Sebenarnya tidak terlalu jelas dari posisiku yang berada di paling ujung ini, tetapi dibanding aku harus berpindah tempat aku malas sekali, sehingga aku membalas dengan menganggukkan kepala sedangkan Jean dan Cassie kompak menjawab. ”Tidak terlalu Kak,” yang membuat aku terkejut.


“Hmm .. nih gimana ya, Claire yang paling ujung bilangnya jelas, tetapi yang dua di sebelahnya yang bukan paling ujung gak terlalu.” Kata Kak Jeff kemudian sambil tersenyum tipis ke arahku.


“Ya dah kalian bertiga sini pindah di samping kiri aku sini aja, daripada nanti tiba-tiba waktu ujian nilai kalian pada jelek karena gak terlalu paham.” Perintah Kak Jeff padaku dan dua temanku.


Jean dan Cassie saat pindah langsung duduk di dua kursi yang letaknya tidak persis di samping Kak Jeff, sehingga kini yang tersisa untukku mau tidak mau hanya satu kursi yang berada di samping kiri Kak Jeff persis.

__ADS_1


“Okee sekarang kita mulai ya.” Kata Kak Jeff kemudian memulai menunjukkan foto yang ada di laptopnya satu per satu sambil menjelaskan.


Wangi parfum yang dia pakai sangat harum sekali, dari tadi aku berada di sampingnya aku salfok dengan wangi parfum yang sangat menyengat di penciumanku.


Bau parfumnya soft, tetapi soft yang memang untuk pria. Bau-bau seperti ini sebenarnya sangat aku suka karena baunya mirip dengan parfum yang biasa papaku pakai.


Aku sangat suka bila seseorang itu wangi, karena aku sendiri selalu memakai parfum, lotion¸atau apapun itu yang bisa membuat diriku menjadi wangi.


“Claire, lagi dengerin yang aku jelasin gak? Coba aku tanya kalau yang ini tadi bagian apa ya?” Tanya Kak Jeff tiba-tiba padaku yang dari tadi bengong sambil menunjuk salah satu bagian dari gambar yang sedang ia jelaskan.


“Ehh ... i...tttuu...” Gumamku panik sambil mencoba membuka buku yang sedang aku pegang untuk mencoba mencari jawabannya.


“Dengerin kalau lagi aku jelasin, jangan salfok sama yang lain-lain.” Tegur Kak Jeff padaku dengan suara yang entah mengapa menurutku di telinga terdengar halus.


Seketika aku merasa wajahku memanas tetapi aku langsung menganggukkan kepala dan melihat ke arah teman sekelompokku yang tersenyum-senyum ke arahku sambil berkata pelan. “ Iyaa Kak, maaf.”


Setelah ditegur aku langsung fokus mendengarkan apa yang Kak Jeff jelaskan hingga akhirnya kini tak terasa waktu praktikum hari ini sudah selesai.


Di akhir pertemuan ini Kak Jeff sekilas mengingatkan bila minggu depan kita sudah mulai praktikum sendiri dengan menggunakan mikroskop untuk melihat apa yang sudah dia jelaskan tadi secara langsung.


Setelah itu, kita semua merapikan tempat kita masing-masing dan beranjak meninggalkan tempat.


“Lain kali kalau sudah duduk di depan fokus ke apa yang dijelasin, bukan mikirin yang lain.” Kata Kak Jeff berbisik padaku sambil melangkah pergi saat aku merapikan kursiku seperti semula.


...--------...


“Claireee demi apa, lu kenapa bisa duduk di samping kak Jeff persis, omayygatt, gimana-gimana dia orangnya kalau jelasin, pinter bangettt yak?” Celetuk Grace langsung ketika aku keluar dari ruang praktikum.


“Astagaa, itu cuma karena biar kita semua keliatan jelas aja apa yang dia jelasin jadi beberapa disuruh pindah tempat termasuk aku. Hmm ... kalau jelasinnya sih enak sih, mudah dimengerti gitu,” kataku membalas Grace.


“Aduhhh diperhatiin sama kak Jeff nih, biar keliatan apa yang dia jelasin, upss becanda.” Kata Aurel ikutan menggodaku.


“Ehh bentar mau cerita, kak Theoku omaygatt dia gak kalah ganteng tauu, pas liat dia dari deket, itu kegantengannya kayak makin nambahh, omaygatt omayygatttt.” Kata Grace dengan menggebu-gebu.

__ADS_1


“Hstttt mereka pada keluar, dah jangan bahas lagi, dah istirahat ke kantin aja yuk." Kata Aurel mengingatkan dan menarik kita bertiga untuk meninggalkan tempat.


__ADS_2