
Pagi ini seperti biasa, hmm .. aku bangun agak kesiangan nih dan teman sekosku juga tidak membangunkan aku.
Kalau sudah seperti ini, aku tidak akan ada waktu mandi, jadi aku langsung bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
Setelah selesai semuanya, seperti biasa aku langsung berangkat menuju ke kampus bersama teman sekosku Angel.
“Ngell, kenapa gak bangunin aku sih tadi, aku bangun kesiangan tahu,” celetukku sambil membuka gerbang kos.
“Hehehehehe, aku sendiri juga bangun kesiangan Claire,” jawab Angel sambil tersenyum sekilas.
“Oh ya, kita ke tempat fotokopi sebentar yaa, aku harus ambil hasil fotokopiku kemarin nih.” Ajak Angel padaku.
“Okee, buruan yahh tapi,” jawabku singkat yang dibalas dengan anggukan Angel.
Sesampainya berjalan ke tempat fotokopi, aku memutuskan hanya menunggu Angel di depan toko.
“Ihhhh… ganteng bangett ya ampunnn, lu liat cepetannn.” Gumam salah satu cewek yang berada tak jauh dari tempatku bersama dua temannya.
“Gue meleleh liatnyaa, sumpah yaa kayak gak ada kurang-kurangnya muka dia tuh,” sambung salah satu teman cewek tersebut.
Spontan sekarang aku bingung sebenernya siapa yang sedang mereka bicarakan, tapi mereka bertiga seperti sedang menghadap ke arahku.
Sontak akhirnya aku mencoba menoleh ke belakang dan benar saja, di belakang tak jauh dariku tampak seorang pria tinggi dengan kemeja hitam dan sedang memegang jas putih yang menunjukkan kalau dia adalah anak koas.
Jujur, ketika aku melihat ke arahnya menurutku dia asing, aku merasa kurang tahu dia siapa. Selama di kampus kurang lebih setahun, aku masih kurang up to date banget kalau masalah kating, karena aku semenjak di sini merasa gak pede sama sekali buat bergaul langsung sama banyak orang. Berbeda dengan ketika aku SMA dulu, aku seperti masih mudah bergaul dengan semua orang.
Di sini aku minder sekali karena mayoritas orang-orangnya yang high class dan orang tuanya pada punya jabatan-jabatan.
“Clairee ……, Clairee….., Clairee…. oiii,” tegur Angel dengan suara agak kencang.
Spontan aku berbalik dari pandanganku dan menghadap ke Angel, “Hah kenapa?” tanyaku spontan pada Angel.
“Ihh…. aku dah panggil tiga kali loh, mau pinjem 500 perak ada gak? Itu bapaknya gak ada kembalian,” jelas Angel padaku.
“Ohh bentar, ada-ada,” jawabku langsung membuka tas untuk mengambil dompet.
“Liatin apa sih sampek segitunya banget,” celetuk Angel dengan suara cukup keras.
Sontak mataku membulat dan langsung mengisyaratkan Angel untuk diam.
“Hahh kenapa sih?” tanya Angel lagi sambil mencoba melihat ke sekeliling.
“Ohhhh kamu liatin kak Jeff yahh.” Tebak Angel dengan girang dan suara yang lantang.
__ADS_1
Spontan aku langsung menoleh ke arah lelaki itu dan benar saja kini sekarang dia sedang melihat ke arahku.
Merasa malu, aku langsung menarik Angel dan mengajak dia berjalan ke arah kampus dan sekilas aku mendengar suara-suara dari tiga cewek yang tadi aku dengar pembicaraannya, seperti,
“Itu adik tingkat semester berapa sih?”
“Eh iyaa, itu jadi dia suka juga sama kak Jeff yaa?”
“Kenapa sih kamu nih Claire, aku belom bayar bapaknya tuntas loh, masih kurang tahuu.” Gerutu Angel setelah aku tarik dan sekarang sudah dekat dengan gerbang kampus.
“Ihh gila banget ya kamu, kesel banget deh aku. Aku tuh gak tahu apa-apa ya, aku tuh cuma spontan noleh ke arah cowok itu, soalnya ada kating kita cewek-cewek lagi bicarain tentang tuh cowok, aku kepo terus aku liat ternyata dia anak koas. Dia noleh tahu ke arah aku tadi, aku bahkan juga gak tahu dia tuh siapa,” kataku menjelaskan ke Angel.
“Hmm .. sorry, habis tadi aku kepo, tapi kalau kak Jeff gapapa deh, dia baik tahu, waktu ospekin kita aja muka dia galak, tapi aslinya dia baik katanya,” balas Angel sambil tersenyum-tersenyum.
“Tau ahh kesel banget deh, dia sapa aja aku gak tahu. Ntar dikiranya aku adek tingkat yang gimana-gimana lagi, ah tau deh buruan masuk kelas.” Balasku pada Angel sambil berjalan meninggalkan dia yang ada di belakangku.
...--------...
Selesai kelas hari ini pikiranku kacau deh rasanya, masih juga baru masuk semester baru, buku yang harus beli buat modul pertamaku sudah banyak sekali.
Rasanya berat banget kalau nanti pulang telpon mama tapi harus minta uang buat beli buku, tapi kalau gak gitu, aku juga gak bisa beli buku.
“Claire, Angel minggu depan nanti nonton yukk sama kita-kita, bisa gak?” tanya Jane yang sedang menunggu jemputan sopir sama Aurel dan Grace.
“Okee ntar gue cariin tiketnya dulu, ntar gue infoin di grup yahh,” balas Aurel tak kalah semangat dengan Angel.
...--------...
Sesampainya di kos, tiba-tiba telponku berbunyi dan yap, seperti biasa mama menelponku untuk menanyakan kabarku hari ini.
Setelah selesai telepon dengan mama, aku langsung kerja kelompok dengan teman-temanku melalui call line untuk menyelesaikan tugas yang harus aku kumpulkan besok pagi.
Di tengah-tengah aku sedang kerja kelompok, aku merasa sangat bosan terlebih sekarang bagian tugasku sudah selesai dan aku harus menunggu teman-temanku yang belum selesai ini.
Akhirnya seperti biasa, untuk mengisi waktu kosong aku membuka instagram untuk melihat apa yang hari ini update.
Tiba-tiba aku menjadi teringat dengan apa yang tadi Angel katakan kalau kak Jeff itu pernah ospekin kita, tapi kenapa aku merasa lupa tetapi samar-samar dibayanganku orang itu memang jadi tidak asing.
Aku pun langsung mencoba mencari instagram kak Jeff tapi aku tidak tahu nama lengkapnya.
Lelah mencari-cari kepoin teman sana sini untuk cari nama instagramnya, akhirnya aku memutuskan untuk menyerah dan kerja kelompokku pun juga sudah selesai, jadi aku memutuskan untuk tidur.
...--------...
__ADS_1
Tak terasa sudah seminggu aku masuk di semester baru ini dan pagi ini, aku harus berangkat ke kampus lebih pagi dari biasanya, karena hari ini aku ada jam praktikum.
Dan sialnya, ternyata jam kamarku mati. Saat aku bangun jam masih menunjukkan pukul 06.00 pagi jadi aku masih ada sejam untuk persiapan dan aku bersantai-santai. Tetapi setelah aku keluar dari kamar mandi dan akan mengecas hpku ternyata ini sudah jam 06.45, yang artinya 15 menit lagi aku masuk. Jam kamarku pun masih tetap menunjukkan pukul 06.00
Seketika aku langsung memakai baju yang langsung bisa aku raih saat membuka lemari, lalu aku langsung mengambil ranselku, dan keluar kamar langsung memakai sepatuku.
Dari lantai 3 kosku, aku menuruni tangga dengan cepat dan ketika sampai di lantai 1 aku langsung mengetuk pintu kamar Angel.
“Ngelll … ngelll …., “ teriakku memanggil Angel, tetapi tidak ada balasan dari pemilik kamar tersebut.
“Non .. Angel sudah berangkat tadi sama satu temennya cewek gitu,” kata ibu kos yang menghampiriku dari belakang.
“Oh gitu ya bu, makasih ya bu.” Balasku ke ibu kos dan aku langsung menggerutu jalan keluar kos sendiri dengan kesal.
“Ngeselin banget sih pakek ninggal-ninggal segala, biasanya juga gak gitu selalu kabarin kalau mau apa-apa, ihh nyebelinn dahhh.”
BURG.
“Awhhh.” Erang seseorang yang tak sengaja aku tabrak dengan gerbang kos saat aku mau keluar.
“Kakk maa … aaa..fff,” kataku dengan terbata-bata dan terkejut.
“Hmm ...” balas cowok di depanku dengan suara dingin dan berjalan meninggalkanku dengan salah satu tangannya tetap memegangi tangan lainnya yang terluka dan masuk ke kosku.
Yap, mataku tidak salah kali ini, itu kak Jeff dan seketika aku ingat dia benar memang ada waktu di ospek.
****
Flashback:
“Woiii kelompok E lu pada denger gakk gua ngomong apa sama lu semuaa.” Teriak salah satu kakak panitia yang tepat berdiri di depan kami bersepuluh.
“Jawabb woiiiiiiiiiii.” Teriak kembali salah satu teman kakak panitia tersebut.
Suasana penat dan terik matahari yang sangat menyengat seperti ini seketika membuat kepalaku pusing dan membuatku ingin menundukkan kepala karena pusing ini.
“Lu kenapa?” Tiba-tiba terdengar suara dingin di belakangku.
“Eh gapapa Kak,” balasku singkat karena aku takut.
“Kalau lu emang gak kuat, gak usah dipaksa-paksain,” celetuk orang tersebut kembali yang hanya aku balas dengan anggukan karena kepalaku yang terasa masih cukup pusing.
****
__ADS_1