Suka Sayang Cinta

Suka Sayang Cinta
BAB 21


__ADS_3

Pagi ini, aku merasa masih sangat mengantuk ketika alarmku berbunyi, tanda aku harus sudah bangun.


Setelah beberapa menit sedikit menambah waktu tidur, akhirnya aku terbangun karena handphoneku bergetar terus selama beberapa kali tanda ada chat yang masuk.


Saat aku cek handphoneku ternyata ada notif chat masuk dari grup humasku. Rupanya, sepulang kuliah kak Daisy dan kak Olive meminta kita kumpul untuk melaporkan progress kerja kita selama beberapa hari berjalan ini bagaimana.


Setelah itu, aku langsung bergegas untuk menyiapkan diri berangkat ke kampus.


Setelah selesai bersiap-siap aku dan Angel langsung berangkat ke kampus karena kelas kita ternyata hari ini dimajukan 15 menit lebih awal.


Sesampainya di kampus, saat aku sedang antre lift, tak jauh dariku aku melihat Kak Daisy ditemani dengan Kak Olive seperti sedang berbicara dengan Kak Jeff yang sedang sendirian.


Dari raut wajah Kak Jeff yang aku tangkap, dia seperti sedikit emosi berbicara dengan Kak Daisy sedangkan Kak Daisy yang terlihat sedang berbicara serius ke Kak Jeff.


Tak lama dari itu, Kak Jeff terlihat langsung meninggalkan Kak Daisy sedangkan Kak Daisy dan Kak Olive yang ditinggalkan, sekilas aku lihat sebelum masuk ke lift, raut wajahnya kesal dengan Kak Jeff.


...--------...


“Guyss, aku mau ke kantin dulu ya.” Kataku pada Aurel, Grace, dan Angel setelah kita selesai kelas terakhir hari ini, yang sebenarnya Aurel mengajak kita ke perpustakaan untuk mencari buku sebagai sumber kita mengerjakan tugas yang diberikan hari ini tadi.


“Eh mau ngapain Claire?” tanya Grace padaku.


“Hmm... aku hari ini ada kumpul sama tim humasku bentar. Buat laporan hasil kerja selama beberapa hari ini gitu." Kataku menjelaskan keperluanku.


“Sama kak Daisy, kak Olive yaa?” tanya Aurel memastikan.


“Iyaa. Sama teman tim humas yang lain juga,” jawabku pada Aurel.


“Hmm... kalau gitu, gimana kalau kita ikut Claire aja? Sapa tau kak Olive sama kak Daisy lagi kumat gitu.” Kata Aurel mengajak Grace dan Angel.


“Ya ampun, gak usah gapapa kok. Aman-aman, kan ini cuma kumpul timku aja, gak kayak kemarin.” Kataku merasa sangat merepotkan mereka bila mereka harus menemaniku.


“Gapapa kali. Ya dah kayak kata Aurel aja kali ya, kita ke perpusnya masih bisa besok juga kok kan tugasnya buat seminggu. Paling gak kalau lu aman, kan kita sebagai sahabat lu juga tenang Claire.” Kali ini Grace meyakinkan aku bahwa mereka ingin ikut bersama denganku.


“Nanti kalau aku datang ramai-ramai bareng kalian, kirain mereka berdua kita mau ngapain lagi.” Kataku masih ragu menerima tawaran mereka.


“Tenang. Kita di kantin beda meja sama lu. Tapi dari kejauhan kita lihatin lu gitu. Kalau mereka mulai macem-macem nanti baru kita maju. Paling mereka berdua juga bawa si kak Rere, kan sebenernya mereka bertiga jarang pisah kecuali kalau di BEM aja.” Kata Aurel tetap ingin ikut denganku.

__ADS_1


“Ya dahh buruan deh. Nih dah pas jam tiga lebih seperempat, telat dikit nih pasti aku.” Kataku saat melihat jam sudah menunjukkan jam di mana seharusnya aku sudah kumpul dengan tim humas.


Aku dan mereka bertiga langsung bergegas untuk turun dan menuju ke kantin.


Benar saja, saat aku sampai di kantin semua sudah berkumpul kecuali aku.


“Kakk maaf terlambat. Tadi aku habis ke toilet sebentar.” Kataku menjelaskan keterlambatanku.


“Baru juga masih pertemuan awal, lu dah telat. Gimana coba nanti selanjut-lanjutnya?” Kata Kak Daisy yang terlihat sedang badmood.


Aku hanya menunduk diam dan kemudian langsung duduk di salah satu kursi yang terlihat kosong.


“Okee, sebelumnya gue kenalin ini Rere temen gue sama Olive sorry dia ikutan gabung di meja kita.” Kata Kak Daisy memperkenalkan pada kita tentang Kak Rere.


Saat itu juga aku sadar, apa yang dibilang Aurel tadi benar bahwa mereka pasti selalu bertiga ke mana-mana.


Kak Daisy dan Kak Olive langsung memulai pertemuan hari ini dengan langsung menanyakan progress kerja dari Elsa dan Juan terlebih dahulu.


Mereka berdua menyuruh Elsa dan Juan menceritakan secara sekilas apa saja yang sudah mereka lakukan sampai saat ini.


Setelah itu, mereka langsung berganti menyuruh Pandu dan Mikha untuk menceritakan sekilas juga apa yang sudah mereka selesai lakukan.


“Okee, sekarang kalau lu Claire ceritain lu dah sampe mana." Kata Kak Daisy dengan sedikit kasar nada berbicaranya padaku.


“Untuk nomer telepon dosennya yang sudah didapatkan itu lebih banyak dari yang karyawan Kak jumlahnya. Untuk dosen keseluruhan sudah dapat dua puluh kak tapi hari ini sedang proses sekitar seouluh dosen gitu Kak. Lalu untuk karyawan itu masih sekitar dua belas yang sudah fix.” Kataku menjelaskan pada keduanya tetapi dari yang aku tangkap saat aku menjelaskan mereka seperti tidak terlalu mendengarkanku, bahkan mereka tidak melihatku sama sekali ketika aku sedang menjelaskan hasilku.


“Terus itu semua kamu yang dapetin atau tuh malah semua Jeff sama Arthur yang dapetin?” Tanya Kak Daisy yang sedikit membuatku sakit hati mendengarnya.


“Bagi-bagi Kak. Aku juga ada dapetin dosen dan karyawannya.” Balasku dengan berusaha tetap biasa saja di depan mereka.


“Lu baginya kayak apa tuh?” Kali ini Kak Olive yang bertanya padaku.


“Untuk dosen yang di profesi sebagian kak Jeff yang mau mengumpulkan. Lalu untuk karyawan itu aku berbagi dengan kak Arthur.” Kataku menjawab pertanyaan Kak Olive.


“Hahh lu adik tingkat gila kali yaaa. Masak lu biarin sih kating lu kerja banyak gitu. Lu gak mikir ya kita koas tuh sibuk yaa, banyak tugasnya,” Tiba-tiba Kak Daisy berkata dengan sedikit lebih keras suaranya.


“Tapi Kak, itu mereka yang memilih. Aku gak ada nyuruh mereka untuk seperti itu.” Kataku mencoba membela diri.

__ADS_1


“Ohh jadi lu sok-sokan mau pamer ke kita? Kalau lu sama mereka diperatukan. Lu dienakin sama mereka, itu maksud lu, kan?” Tanya Kak Daisy kembali dengan nada tinggi dan kasar padaku.


Perasaanku kini sangat campur aduk dan aku tidak tahu harus menjawab dia bagaimana lagi.


“Nih dengerin gue ya. Gue gak mau lu memperberat hidupnya Jeff ataupun Arthur terutama Jeff gue. lu kerjain tuh tugas lu sendiri, lu ambil alih tuh bagian dia yang lumayan banyak itu. Lu gak usah sok-sokan lemah di depan mereka, sampe selanjutnya gue masih tahu Jeff Arthur kerja banyak, lihat aja ya lu kena sama gue." Kata Kak Daisy dengan nada mengancam tetapi suaranya tidak keras karena dia sepertinya takut orang-orang di kantin melihati dirinya.


Aku hanya bisa membalasnya dengan menganggukkan kepala dan menundukkan kepala.


“Sekarang lu berempat dah kelar. Lu semua boleh pergi kecuali Claire.” Kata Kak Olive menyuruh keempat temanku untuk pergi meninggalkan tempat.


“Heh lu! Tatap gue sini!” Perintah Kak Daisy setelah keempat temanku pergi dan kini dia bersama Kak Olive dan Kak Rere merapatkan diri denganku.


Aku menjadi sedikit takut dan gemetar karena merasa bingung dengan apa yang akan dia lakukan lagi kepadaku.


“Lu ngapain kemarin cari sensasi makan berduaan nongkrong di depan kampus?” Tanya Kak Daisy yang membuatku sangat terkejut karena aku tidak menyangka ternyata dia melihat kejadian kemarin. Aku pun juga tak bisa menjawabnya.


“Oii, jawab temen gue oii.” Kata Kak Rere untuk pertama kalinya aku dengar suaranya. “


Ehh... kemarin tiba-tiba aja Kak, Kak Jeff ajakin makan.” Kataku menjelaskan dengan suara yang bergetar.


“Hehhh lu pikir lu siapa? Terus lu diajakin gitu, lu terima aja? Lu gila kali ya.” Kata Kak Daisy kini marah dengan nada tinggi dan suaranya yang cukup keras.


“Kak stop. Gak usah bentak-bentak temenku.” Kata Aurel yang tiba-tiba sudah ada di sampingku bersama Grace dan Angel.


“Lu sapa? Gak usah ikut campur." Kata Kak Olive sedikit mendorong Aurel untuk mundur.


“Aku temennya Claire. Kakak gak pantes ngebentak-bentak Claire kayak gitu meskipun dia adek tingkat. Claire juga gak tahu apa-apa, kak Jeff sendiri yang kebanyakan selalu tiba-tiba ngelakuin berbagai hal ke dia.” Kata Aurel menjelaskan dengan nada tegas.


“Eh bodo amat ya itu Jeff duluan atau gimana, yang penting lu bisa kali ngehindar atau nolak gitu. Pokoknya gue peringatin sekali lagi ya, lu jangan deket-deket Jeff gue. Apa yang gue lakuin ke lu, jangan sampe lu kasih tau ke dia kalau lu gak mau hidup lu di kampus ini menderita.” Kata Kak Daisy mengancamku dengan mendekatkan wajahnya ke arah wajahku.


“Kakk, gak usah ngancem kayak gitu.” Kata Grace dengan sedikit mendorong Kak Daisy untuk mundur dari hadapanku.


Kepalaku mulai pening sekali mendengarkan seperti ini dan aku memutuskan untuk kabur meninggalkan mereka yang masih ribut seperti itu. Kini yang ada di pikiranku hanyalah, aku ingin mencari ketenangan.


Aku berlari sekencang-kencangnya meninggalkan kantin dan aku menghiraukan suara Grace, Aurel, ataupun Angel yang memanggil-manggil aku.


Haloo Readerrr ... gimana nih ceritanya?? Bolehh yukk komennya, biar author tahu gimana menurut kalian cerita authorrr 😊

__ADS_1


Jangan lupa dukung author trus yaa ......


^^^❤ Double Sister^^^


__ADS_2