
“Claire, jadi kakak kelas itu tadi siapamu?” Tanya Kelvin langsung ketika kita berdua sudah masuk di mobilnya.
“Bukan siapa-siapaku, dia cuma kakak kelas trus dia juga asdosku gitu.” Kataku menjelaskan pada Kelvin.
“Kamu suka sama dia?” Tanya Kelvin langsung menebak dengan wajah yang cukup serius saat aku lihat.
“Ihhh kamu apaan sih Vinn. Gak yaa. Temenan biasa aja, aku juga baru kenalnya di semester ini ko." Kataku menjelaskan kembali pada Kelvin.
“Dia suka sama kamu?” Tanya Kelvin kembali yang membuatku langsung mengelaknya.
“Gak lah, gak mungkin. Kacau banget ngawurmu,” kataku mengelaknya.
“Dahh ahh ayoo buruan berangkat, biar nanti pulangnya juga gak kelamaan.” Pintaku pada Kelvin yang langsung dia kabulkan.
“Hati-hati kalau kenalan sama cowok, jangan sampe kayak dulu lagi.” Kata Kelvin tiba-tiba setelah kita berada di perjalanan dan saling diam satu sama lain.
“Ihh apaan sih. Udahh gak usah bahas-bahas temanmu itu lagi. Itu dah tiga tahun lalu, males banget bahasnya.” Kataku menyuruh Kelvin untuk diam dan tidak membahas tentang hal itu lagi.
Aku sangat kesal bila harus mengingat-ingat tentang hubunganku yang dulu pernah terjadi.
Sudah cukup untukku merasa sedih dan terpuruk di masa-masa itu. Aku tidak mau perasaan itu muncul-muncul lagi setelah akhirnya aku berhasil untuk move on dari keadaan itu.
“Kenapa tadi telat banget kayak gitu jemputnya? Biasanya juga gak pernah,” kataku bertanya pada Kelvin.
“Sorry banget, tadi aku kena hukum sama dosenku karena aku datengnya telat sama lima temenku yang lain. Jadi, kita satu kelas itu selesainya dilebihin satu jam dari jam seharusnya. Terus waktu mau samperin kamu, itu jalanannya macet banget, ditambah aku sempet kayak 15 menitan bantuin temanku bentar. Soalnya ban mobil dia kempes tadi di parkiran kampus,” jelas Kelvin padaku.
“Trus kenapa chatku gak kebales? Telponmu juga gak aktif?” Tanyaku pada Kelvin ingin tahu.
“Oh ya ampun. Bentar dehh, kayaknya lowbatt.” Katanya sambil mengeluarkan handphonenya dari saku.
“Nah, kan bener.” Kata Kelvin setelah mencoba menyalakan handphonenya yang mati tetapi tidak bisa karena lowbatt.
“Sorry banget ya Claire.” Kata Kelvin meminta maaf kembali padaku yang hanya aku balas dengan anggukan kecil.
...--------...
Perjalanan kali ini cukup lancar sehingga aku menuju ke café tempat biasa kita belajar tidak memerlukan waktu yang lama.
Sesampainya di café tersebut tampak Jacob yang sudah menunggu terlalu lama hingga dia tertidur sambil duduk dan kepalanya bersandar di dinding dekat dia duduk.
__ADS_1
“Oii...” Sapa Kelvin sambil membangunkan Jacob.
“Eh haloo ... haloo... lama banget lu datengnya.” Kata Jacob langsung membalas sapaan dari Kelvin.
“Sorry, gue kali ini yang buat telat semuanya.” Kata Kelvin memberitahu Jacob.
“Okee-okee santai broo.” Balas Jacob sambil kemudian memanggil pelayan café tersebut untuk kita pesan minuman sambil menemani kita belajar.
Kali ini, aku sudah datang dengan membawa uang satu juta sebagai modalku. Karena aku sudah ada uang, jadi belajar kali ini sudah bisa sambil praktik secara langsung.
Sayang sekali, ternyata harga pasar hari ini sangat turun sehingga susah untuk bermain trading hari ini.
Jacob dan Kelvin menyuruhku untuk berhenti bermain sebentar dan menunggu beberapa lama dulu. Mereka mau melihat dulu siapa tahu nantinya bisa naik kembali.
Akhirnya Jacob memberikan saran padaku untuk belajar salah satu hal dasar lagi dalam belajar trading di samping Kelvin yang akan mencoba mengontrol naik turunnya pasar sekarang ini.
Jacob sangat seru mengajariku materi ini. Dia mengajariku dengan terkadang beberapa kali sambil bercanda, agar aku tidak merasa sangat bosan.
Setelah kurang lebih satu jam aku belajar tentang hal baru ini bersama Jacob, Kelvin memberitahukan bila sekarang sudah bisa mulai mencoba-coba untuk melakukan jual beli karena ada beberapa saham yang terlihat sudah mulai meningkat.
Aku dibantu dengan Jacob dan Kelvin langsung membuat akun dan memasukkan uang satu juta sebagai modal awalku ke dalam akun tersebut yang nantinya akan aku gunakan untuk bermain trading.
Setelah kurang lebih hampir dua jam melakukan praktek langsung trading, untuk hari pertamaku ini meski bukan dari hasilku melakukan sendiri, aku sudah cukup senang sekali karena aku sudah mendapatkan untung sekitar 300 ribu. Sehingga yang awalnya satu juta kini menjadi satu juta tiga ratus ribu untuk saldoku.
Kelvin dan Jacob memberitahuku bahwa mulai saat ini aku harus mulai rajin untuk memantau akun ini setiap harinya, meskipun aku masih belum terlalu bisa untuk prediksi jual belinya. Tetapi aku diminta oleh mereka paling tidak sudah mulai mengenal pasar.
Nantinya setelah belajar beberapa kali dengan mereka, mereka bilang bahwa aku sudah bisa melakukan sendiri.
“Kringg ...Kringg…” Ada telepon masuk dari handphone Kelvin di tengah kita masih sedang berbincang-bincang.
“Bentar ya. Angkat telepon dulu.” kata Kelvin kemudian meninggalkan aku berdua dengan Jacob.
“Guyss, kalau aku balek duluan gimana ya? Soalnya nih temen mama mau ambil barang yang kemarin mama baru paketin ke aku, barangnya masih di kos. Penjaga kosku masih lagi keluar nih.” Kata Kelvin setelah kembali dari luar café.
“Gapapa vin. Aku pulang sendiri aja naik taksi online,” kataku pada Kelvin.
“Gak usah. Aku anterin aja gapapa kok.” Kata Jacob setelah aku mau memutuskan untuk naik taksi online.
“Claire, dianterin Jacob aja ya. Biar aman, aku gak khawatir sama kamu.” Kata Kelvin sambil membereskan barang-barangnya ke dalam tas.
__ADS_1
“Hmm okee deh." Balasku pada Kelvin yang langsung mendapat senyuman dari Kelvin yang terlihat dia tampak lega aku tidak keberatan dengan keputusan tersebut.
“Gue titip Claire, jaga bener-bener. Byeee, pulang dulu ya.” Kata Kelvin sambil berbisik pada Jacob kemudian langsung berpamitan padaku juga.
Setelah Kelvin pulang, aku langsung meminta Jacob untuk langsung mengantarkanku pulang saja karena aku merasa sudah lelah dan Jacob langsung menyetujuinya.
Setelah selesai membayar ke kasir dan membereskan semua barang, kita langsung masuk ke mobil Jacob untuk pulang.
Saat sudah masuk ke mobil, tiba-tiba Jacob mendekatkan dirinya ke aku sambil satu tangannya seperti hendak meraih sesuatu yang ada di dekatku.
Aku terkejut dan spontan langsung mendorong bahunya ketika jarak antara kita sudah sangat dekat.
Tetapi Jacob hanya mundur sedikit dan berkata, ”Aku gak mau ngapa-ngapain kok, cuma mau pasangin seat belt.”
“Aku bisa sendiri kok." Kataku langsung menyingkirkan tangannya dari seat beltku dan memasang sendiri.
Aku menjadi sedikit khawatir pulang dengan Jacob tetapi aku yakin dia tidak akan berani denganku karena ada Kelvin. Pasti dia juga takut dengan Kelvin, tetapi aku tetap siaga dengan Jacob selama perjalanan pulang.
Selama perjalanan pulang, di antara kita diselimuti dengan suasana saling diam satu sama lain.
Hingga akhirnya sampai di kosku dan aku langsung berterima kasih pada Jacob.
Saat aku hendak turun dari mobilnya, tiba-tiba Jacob menahan tanganku dan berkata,” Claire, kamu kenapa keliatan takut banget sama aku? Padahal biasanya kalau kita lagi ngumpul sama Kelvin juga kamu gapapa.”
“Aku gak takut kok, cuma ngerasa canggung aja karena kita masih belum lama kenalnya.” Kataku dengan sekilas memberikan senyum tanda aku baik-baik saja meskipun dalam hatiku memang sedikit ada rasa takut dengan Jacob.
“Hmm okee. Aku percaya sama kamu. Moga ke depannya kita makin akrab ya. Byeee.” Katanya kemudian melepaskan tanganku dan aku langsung keluar dari mobil kemudian masuk ke kos dan mobil Jacob juga langsung meninggalkan aku.
Gimana nihh guyss ceritanya 😊, boleh dong kalau ada saran" tulis di comment yaa...
Jangan lupa untuk selalu dukung author dengan,
Like
Comment
Vote
Thankk youuuu ..
__ADS_1
^^^...❤ Double Sister...^^^